Keira Or Agatha

Keira Or Agatha
Chapter 39


__ADS_3

𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠...


________________


Keira, Agatha dan Alan dkk akhirnya memilih membolos di roftoof karena bujukan Agatha yg tak mau kekelasnya akibat ada jelmaan mb kunti.


"Kok gue bingung ya?" Ucap Agatha.


"Kenapa?" Tanya mereka heran.


"Gini Lo masa pas tadi Aresa dibentak Alan , Rey kenapa ga nolongin malah si bang Devan" ucap Agatha senang tapi disisi lain agak sedih ternyata Abangnya tetap sama seperti dulu saat ia masih ada ditubuh aslinya.


"Ck.biarin lah mungkin dia udah muak kali liat wajah Kunti" kata Keira datar.


"Kalau gitu gue bisa dong deketin Rey lagi" ucap Agatha tersenyum membayangkan keinginannya dari dulu untuk memiliki Rey.


"Terserah!" Acuh Keira.


"Kira kira kalian bakal balik lagi ke tubuh kalian masing masing gak sih?" Tanya Gerald kepada Keira dan Agatha.


"Hooh . Kok gue baru ngeh ya?" Bingung Nathan.


Keira dan Agatha mendadak diam. Tapi kan emang udah diam sih_-.


"Gue aja ga kepikiran buat balik lagi ke tubuh asli gue!" Kata Agatha.


"Hm.sama" Keira menyetujui kata Agatha.


Alan menatap Keira dengan serius.


"Misal Lo udah balik lagi ke tubuh Lo gue harap Lo tetep sama gue ya" ucap Alan serius.


Hati Keira terenyuh, padahalkan mereka ga pacaran tapi kok kaya pacar gini sih.


"Iya iya gue bakal selalu sama Lo!" Kata Keira sambil tersenyum manis kearah Alan begitupun Alan ia tak kalah manis membalas senyuman tersebut.


"BUCIN TEROSS"


"ADUH BANYAK NYAMUK NIH"


"KACANG KACANG MAHAL"


"WOYY GUE JOMBLO ELAH!"


"GILA LAMA LAMA GUE LIAT PASANGAN INI!"


Teriak Raja dkk dan Agatha menggelegar diroftoof.


"Berisik!" Ucap Keira merubah tau wajahnya menjadi dingin lagi.


"Iri aja Lo pada!" Sinis Alan .


_-_-_-_-_-_-_-


Aresa gadis tersebut tengah berada dikamar mandi mengganti pakaiannya yg kotor tadi.


"Ckkk kenapa selalu aku sih yg kena, padahal kan aku mau dia buat malu tapi kenapa aku yang malu sih!!" Batin Aresa kesal.


"Dek udah belom?" Tanya Devan dari luar kamar mandi.


Memang Rey dkk ikut menemani Aresa ganti baju.


"Udah" sahut Aresa lalu keluar dari kamar mandi dengan pakaian yg sudah bersih.


"Yaudah ayo kekelas!" Ucap Aresa lagi.


"Ga usahlah kan udah mulai jam pelajarannya mending bolos aja!" Kata Leo.


"Hooh lah males gue!" Setuju Kenan.


"Emang mau bolos kemana?" Bingung Aresa.


"Ke markas aja!" Kata Arkan .


"Hmm kamu juga mau bolos Rey?" Tanya Aresa kepada Rey.


"Hm" dehem Rey lalu pergi duluan.


"Lah tumben tuh bocah diem aja sama Lo sa?" Tanya Kenan kepada Aresa.

__ADS_1


"Hooh kamu ada masalah?" Kini Devan ganti bertanya.


"Emm aku juga ga tau kok" ucap Aresa sambil menggeleng geleng.


"Yaudah kalau gitu kita susul dah!" Kata Leo .


Lalu mereka menyusul Rey ke markas.


Di Rey sendiri. Ia sudah sampai duluan di markas.


Ia masih asik melamun memikirkan kejadian kemarin dimana ia melihat Aresa dengan seorang yg tak ia kenal di sebuah Taman.


Flashback on


Rey duduk sendiri di taman xxx . Cowo itu hanya sekedar berkunjung di taman saja.


"Sayang aku udah mulai bosen deh sama dia" ucap seseorang di seberang Rey.


Spontan Rey melihat orang itu bicara. Rey terkejut bukan main melihat orang itu.


Dia adalah Aresa pacarnya dengan seorang pria.


Walaupun Rey sudah agak bosan juga dengan Aresa tapi ia mencoba untuk menerima Aresa kembali.


Oh ya tidak ada yg tau jika sebenarnya Rey sedikit suka dengan Agatha yg baru ini dingin datar dan cuek.


Namun ia sadar jika Agatha sudah dimiliki Alan musuh plus rivalnya.


( Info : Rey itu manggil Keira dengan nama Agatha ya! Kan dia belum tau tentang tubuh Agatha ada jiwa Keira nya.! Paham ga?? )


Back to topic.


Rey mengamati Aresa dalam , sepertinya cewe itu tidak sadar ada Rey di seberangnya.


"Yang aku bingung nih mau bales dendam kek gimana sama dia?" Ucap Aresa bingung kepada Doni.


Ya Doni lah yg bersama Aresa.


"Bales dendam?" Batin Rey bingung.


"Hem sini deh!" Suruh Doni kepada Aresa agar mendekat ke arahnya.


Doni mencium bibir Aresa dengan cepat lalu membisikkan sesuatu ke arah Aresa.


"Bangsat!!! Anjing!!! Gue pikir dia lugu anjing!! Tapi ternyata gue malah diselingkuhin sat!" Batin Rey marah melihat itu.


Setelah itu Rey langsung pulang kerumahnya . Ia akan menanyakan langsung dengan Aresa siapa laki laki itu.


Ternyata ia salah menilai orang yg lugu tenyata busuk kek bangkai. Mending ia milih Agatha lah yg suka membully tapi tak muka 3 eh 2.


Flashback off


Makanya tadi pas insiden di kantin ia tak membantu Aresa. Dan sempat ia juga melihat Aresa dengan sengaja menumpahkan kuah bakso panas.


"Rey!!" Panggil Aresa membuyarkan lamunan Rey.


"Apa?" Ucap Rey dingin.


"Kamu kenapa kok melamun ada masalah ya?" Tanya Aresa lembut.


"Cih! Biang masalahnya tuh Lo bego. Muka 2" batin Rey sengit.


"Gpp" singkat Rey.


"Kayak cewe pms aja Lo bos!" Ledek Arkan.


"Haha bener tuh!" Ucap Kenan lucu.


"Diem!" Sentak Rey membuat mereka diem.


"Kalau ada masalah tuh cerita!" Kata Devan datar.


"Kalian g perlu tau!" Ucap dingin Rey.


"Terserah kamu lah Rey tapi kalau ada masalah sebaiknya cerita aja deh" kata Aresa.


Tangan Aresa ingin mengusap pundak kekar Rey namun segera ditempis oleh Rey sendiri.


"Awww" rintih karena terlalu keras Rey menepis tangannya.

__ADS_1


"Lo apa apansih Rey!" Sentak Devan.


Rey menghiraukannya lalu ia pergi dari markas.


"Gila si Rey kenapa tuh!" Bingung Leo.


"Sebanyak banyaknya masalah dia , dia g pernah sampai nykaitin Aresa sendiri!" Ucap Arkan.


"Betul tuh!" Setuju Kenan.


"Kamu buat masalah ya sama dia?" Tanya Devan kepada Aresa.


"Ga tuh" acuh Aresa.


Mereka menghela nafas panjang, jika Rey marah itu sangat lama.


_-_-_-_-_-_-_-_-


Agatha berlari kencang tak tentu arah di sepanjang koridor.  Tujuannya yaitu agar tak dikejar oleh Bu Rika.


Saat di roftoof tadi dirinya dan lainya dipergoki oleh Bu Rika yg sedang berpatroli.


Agatha sendiri tak tau dimana Keira dan Alan dkk sembunyi yang penting ia selamat dari Mak Jomblang alias Bu Rika.


Brukk


Keira menabrak dinding tembok agak keras. Hingga pelipisnya mengeluarkan darah sampai seember canda deng dikit doang.


"Awsss bego banget sih gue, tembok aja sampai gue tabrak!!" Marah Agatha.


"Siapa juga sih yang naroh tembok sembarangan ganggu orang lari aja!" Dumel Agatha kesal.


"Gila Lo marah sama tembok!" Ucap seseorang dari belakang yang baru datang.


Agatha membalikan badannya. Agatha kaget melihat Rey yg menatap datar dirinya.


"Astagfirullah ganteng banget Lo...sampai pengen gue buang !" Batin Agatha


"Woy!" Kata Rey keras.


"A a apa an sih!" Ucap Keira salting.


Gitu aja Lo salting bambang!


"Lah Lo ngapain disini marah marah sama tembok. Gila ya Lo!" Sinis Rey tanpa sadar ia mengucapkan kata kata panjang biasanya saja hanya untuk Aresa dulu.


"Gue ga gila. Ini tuh tembok nabrak gue!" Kesal Agatha . Hilang sudah kesaltingannya.


"Ck" decak Rey lalu tanpa aba aba Rey menarik tangan Agatha ke UKS.


"YAAMPUN MAMA ANAKMU INI DIGANDENG SAMA PANGERANNYA AGATHA!" Pekik Agatha kegirangan didalam hatinya.


"Duduk" suruh Rey kepada Agatha agar duduk di Brangkar.


Agatha mah nurut nurut aja.


Rey mengambil kotak obat dan mengobati luka Agatha.


"Nah selesai!" Ucap Rey.


"Emm ma makasih" ucap Agatha cepat.


"Hm" dehem Rey.


Rey mendekat ke wajah Agatha jaraknya lumayan dekat.


"Nama Lo siapa gue belum kenal?" Tanah Rey tanpa menjauh dari wajah Agatha.


"Aduh serasa copot nih jantung!" Batin Agatha deg degan.


"Nama gue Kei-"


BRAK


Belum sempat Agatha berbicara ucapannya di potong oleh gebrakan pintu.


"LO PADA NGAPAIN!" Teriak seseorang dari depan pintu UKS sambil berkacak pinggang.


__________________

__ADS_1


__ADS_2