
𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠....
_____________
Kini Keira terjebak didalam rumah Alan, karena sepulang dari lomba tadi Alan membawanya ke rumahnya tanpa bertanya dulu. Keira tersenyum canggung terhadap sanag Mama Alan yg menemaninya diruang tamu. Sedangkan Alamnya ia berada didalam kamar.
"Kamu namanya siapa?" Tanya Bunda Alan lembut kepada Keira
"Eh. Namaku Agatha Tante" jawab Keira tersenyum tipis.
"Oh nak Agatha toh cantik bener kamu, pantas saja si Alan bawa kamu kisini" puji Bunda Alan kepada Keira.
"Eh Tante juga masih cantik kok"
"Tapi emang bener kal-" ucapan Bunda Alan terpotong oleh suara cempreng seorang Alya adik dari Alan.
"ASSALAMUALAIKUM BUNDANYA ALYA. ALYA UDAH SAMPENIH DARI SEKOLAH" teriak Alya.
"Astagfirullah Alya kamu ini jangan teriak teriak dong!" Tegur Bunda Alya kesal.
"Hehe sorry Bun. Eh ada kakanya Alya" ucap Alya memandangi Keira.
"Siapa Kaka kamu?" Heran Bunda Alan
"Ya ka Agatha lah Bun masa mb Kunti" ucap Alya kesal
Keira yg mendengar perdebatan anak dan ibu itu hanya geleng geleng melihatnya.
"Heh boncel udah pulang Lo?" Ucap Alan dari kamar terhadap adik satu satunya itu .
"Menurut Abang gimana?" Tanya balik Alya
"Ga tau" ucap Alan acuh terhadap Alya lalu duduk disamping Keira dan meletakkan kepalanya di paha Keira.
"Alan apaansih malu tau" gumam Keira mencoba menyingkirkan kepala Alan dari pahanya.
"Biarin lah ta" ucap Alan santai.
Sedangkan sang bunda dan Alya mendengus kesal melihat sikap manja Alan kepada Keira.
"Dasar anak muda" batin Bunda Alan kesal.
"Huaaa Alya pengen kaya Ka Agatha . Tapi Alya sama siapa dong! Masa sama mas pocong! Huwaaaa" batin Alya melas.
"Bunda sama boncel mending pergi deh! Alan mau sama Agatha dulu" usir Alan.
"Makanya pacarin tuh Agatha , biar lama lama manjanya terus biar hidup kamu itu ga jomblo" ucap Bunda Alan .
Ucapan Bunda Alan membuat pipi Keira memanas.
"Akhh panas banget pipi gue" batin Keira heboh.
"Iya gampang Bun nanti Alan jadiin Agatha pacar kok Bun kalau bisa jadi istri Alan" kata Alan santai bak dipantai.
"Jangan cuma bilang dong bang. Kasian tau Ka Agatha digantungin mulu kek jemuran" ucap Alya polos.
"Kamu anak kecil diem" ucap Alan tajam. Membuat Alya mendengus tak suka.
Ting tong tong tong
"ALAN !! SAHABATMU YG PALING GANS DATENG NIH YUHUUUU" teriak Gerald dari luar rumah.
"Haduh sahabat sebleng kamu pada dateng. Dek kamu bukain gih" ucap Bunda Alan kepada Alya.
"Iya Bun"
" Lan bangun Lo , ada temen temen lainya nih" suruh Keira kepada Alan agar ia bangun dari pahanya.
"Ga mau. Biarin aja" ucap Alan acuh.
"YAAMPUN ALAN KITA TUH DARI TADI DILUAR , EH PEMILIKNYA MALAH ENAK ENAKAN SAMA BU SINGA" pekik Nathan kesal.
"Sekali lagi kamu teriak , tante tendang kamu" ucap Bunda Alan garang kepada Nathan.
"Heheh engga Tante" cengenges Nathan.
__ADS_1
"Eh ngomong ngomong Tante punya bayi baru ya?" Sindir Raja melihat Alan yg manja kepada Keira. Tapi Alan tak mengedahkan ucapan Raja tersebut.
"Ha mana Ka?" Tanya Alya polos.
Raja dkk dan Bunda Alan menepuk jidatnya masing masing.
"Lupain aja Ya , ucapan Raja tadi unfaedah" kata Satya
"Hemm btw kenapa Lo bisa disini Ta?" Tanya Gerald kepada Keira.
"Tadi dibawa Alan kesini" jawab Keira datar.
"Oh"
_-_-_-_-_-_-
"Tante Agatha pamit pulang dulu ya udah sore ini" pamit Keira kepada bunda Alan untuk pulang kerumahnya.
"Kita juga pamit Tante" Ucap Raja dkk serempak lalu meninggalkan pekarangan rumah Alan.
"Iya kalian hati hati. Oh ya Keira pulangnya sama siapa?" Tanya Bunda.
"Agatha dijemput supir Tan" ucap Keira tersenyum.
"Kamu enggak diantar Alan aja?" Ucap Bunda Alan , melirik Alan yg bermain ponsel.
"Enggak Bun , tadi Keira udah bilang sama supir suruh jemput" kata Keira jujur ia tak mau merepotkan Alan.
"Yaudah deh kamu hati hati ya" ucap Bunda
"Iya tan Assalamualaikum"
"Walaikumsalam " ucap Bunda dan Alan bersamaan .
"Kan kamu sering sering ajak dia kesini yah Bunda suka sama Agatha" kata Bunda kepada Alan.
"Hem" dehem Alan.
_-_-_-_-_-_-
"Bapak tunggu disini dulu, saya mau keluar dulu ya pak" suruh Keira kepada sang supir.
"Baik non"
Keira turun dari mobilnya. Lalu masuk kedalam gang yg terdapat seseorang dikeroyok beberapa preman.
"Woy berhenti!" Ucap Keira dingin kepada sang preman yg sedang mengeroyoki seseorang yg tak lain Rey.
"Eh ada cewe manis . Mau ngapain kesini neng" goda salah satu preman.
"Mau masak masak" jawab Keira asal asalan.
"Kalau mau masak masak jangan disini atuh neng" ucap Preman tersebut.
"Ck bacot. Ngapain Lo ngroyok dia!" Ucap Keira no basa basi.
Walaupun ia benci Rey tapi ia masih memiliki hati nurani untuk menolong seseorang yg membutuhkan. Ia tak mungkin membiarkan orang mati dikeroyok preman.
"Ck ini bukan urusan Lo, mending Lo pergi dari sini sebum kita apa apain Lo" gertak seorang preman kepada Keira namun cewe itu tak takut sama sekali.
"Hahahahaha" Keira tertawa hambar.
Rey mengernyitkan dahinya tak paham. Dalam situasi ini gadis tersebut malah asik tertawa hambar.
"Kalau Lo bisa ngalahin gue" dengan tiba tiba Keira menonjok salah satu preman membuatnya tersungkur.
"Wah Bernai bener lo" geram para preman .
Lalu maju melangkah mendekati Keira.
Hiakk
Bugh
Bugh
__ADS_1
Bukan Keira yg mendapat pukulan tetapi para preman tersebut. Keira lah yg menghajar habis habisan preman tersebut.
"Argh awas aja Lo. Cabut semua" ucap ketua preman lalu berlari secara tertatih tatih.
Rey memandang Keira takjub. Ia tak menyangka Agatha dulu dan sekarang berbeda yg sekarang ia lebih pintar dari segala hal dan sekarang lebih cantik.
"Gue tau gue cantik" ucap Keira pd namun masih dengan wajah tampannya.
"Shit. Cantiknya melebihi Aresa" batin Rey kesal.
Keira mengulurkan tangan ke arah wajah Rey.
"Gue bantu!" Ucap Keira dingin.
"Ga usah gue bisa sendiri" ucap Rey menepis tangan Keira.
Keira yg mendengar penolakan tersebut ya acuh saja yg penting ia sudah menawarkan dirinya untuk membantu.
Rey berjalan dengan susah, tubuhnya sangat sakit semua. Dengan menghembuskan nafas kasar Rey berkata.
"Tolongin!" Ucap Rey ketus ia rela menurunkan gengsinya dari pada ia tak sampai pulang."
"Males banget. Tadi gue udah nawarin Lo nya ga mau." Ucap Keira sinis.
Lalu ia melemparkan ponsel miliknya ke pada Rey
"Hubungin temen Lo" ucap Keira dingin.
Lalu pergi kembali ke mobil jemputan nya tadi. Ia tak masalah ponsel dengan ponselnya.
Sultan bebas ia bisa minta dibeliin lagi itu mah.
Rey mendengus kesal dengan sikap baru Agatha tersebut.
Dengan segera Rey menelpon Kenan untung ia hafal dengan nomor nomor sahabatnya.
"Hallo disini dengan Kenan paling cakep. Ada yg bisa saya bantu" ucap Kenan diseberang sana.
"Jemput gue di gang Xxx" Kata Rey to the point
"Eh Lo sape gue ga enak enak suruh orang jemput emang kita kenal" ucap Kenan ngegas.
"Gue Rey"
"Oh bilang dong kal-"
Tut tut
Rey mematikan telponnya sebelum kenan bicara terus.
"Yaudah ayo pulang lagi pak" ucap Keira kepada sang supir .
"Baik neng"
___________
_-_-_-_-_-_-_-
Keira masuk kedalam rumahnya.
"Hai sayang" ucap sang mamah yg sudah pulang dari luar kota.
"Hai mah. Udah pulang aja dari bisnisnya" kata Keira bahagia.
"Iya sayang. Tapi pelipis kamu kenapa memar itu" tanya sang mama ketika melihat pelipis Keira memar karena terkena salah satu tonjokan preman tadi.
"Eh itu tadi emm kepentok meja iya kepentok meja" jawab Keira berbohong namun untungnya mamahnya satu ini percaya.
"Lah papah mana mah?" Ucap Keira celingak-celinguk melihat tidak ada keberadaan sang papah malah ia melihat Devan yg asik menonton TV.
"Dia lagi di kamarnya sayang"
"Oh yaudah kalau gitu Agatha masuk kekamar dulu ya ma , Agatha mau istirahat."
Dan mama Agatha hanya mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1