
๐๐๐ฉ๐ฉ๐ฒ ๐๐๐๐๐ข๐ง๐
___________
"Ngapain Lo semua?" Ucap seseorang diambang pintu menatap dingin ke arah Alan dkk dan Keira.
Keira membelalakkan matanya kaget melihat abangnya Devan dengan Rey dkk plus Aresa . tapi langsung cepat mengubah raut wajahnya. Begitu pula dengan Alan dkk.
"Menurut Lo?"ucap sinis Satya.
"Ck. Mendingan kalian pulang sono deh" decak Devan memandang Alan dkk datar.
"Lah emang yg punya rumah Lo doang" ucap Raja.
Devan diam.
"Nahkan kicep kan." Ledek Gerald
"Hahahaha padahal kita kesini cuman mau main sama Agatha kok Lo sewot sih" ucap Nathan kesal karena dengan seenak jidatnya Devan mengusir mereka dari kegiatannya.
"Tapi kan ada temen temen gue" ucap Devan dingin. Sedangkan Rey dkk dan Aresa diam menikmati perdebatan sahabat adeknya dan sang Abang.
"Y tinggal masuk" singkat Keira yg tak suka dengan kehadiran mereka.
"Hm" dehem Alan menyetujui ucapan Keira.
"Ck. Yaudah kalian duduk dulu disitu. Gue mau kekamar dulu" kata Devan kepada teman temannya dan Aresa.
"Iya , kita gapapa ko duduk disitu yg berantakan" ucap Aresa lembut tapi menurut Alan dkk dan Keira ucapan Aresa adalah sindiran karena memang tempatnya berantakan.
"Ok"
Suasana rumah ini tak seperti tadi yg penuh canda tawa , dan sekarang hanya ada aura sengit dari Alan dkk dan Rey dkk. Mereka asik saling menatap tajam.
"Eh mending Lo pada pulang deh. Kita tuh disini mau main" ucap Arkan sinis kepada Alan dkk.
"Iya disini tuh panas karena ada kalian" tambah Kenan
"Heh emang Lo yg punya rumah. Agatha aja yang punya rumah dibolehin kok" ucap Nathan sinis kepada Arkan.
"Terus nih ya kalau panas tuh ya keluar lah" Kata Gerald santai.
"Eh kita tuh lagi bertamu ya disini seenak jidatnya ngusir orang" ucap Leo.
__ADS_1
"Nah itu tau kita disini juga sedang bertamu dan tuan rumahnya kan biasa biasa aja kok Lo repot sih" ucap Raja tersenyum sinis.
"Eh jangan bertengkar dong. Kan kita mau kesini mau main ga mau ribut. Jadi jangan bertengkar lagi" kata Aresa yg sedari tadi menatap Alan.
"Hem. Diem deh Lo pada" sahut Rey dingin kepada teman temannya.
Alan dan Keira tak mempedulikan mereka yg sedang berdebat. Mereka malah asik bermain ponsel. Alan menyenderkan kepalanya di bahu Keira dan tangan Keira memeluk Alan dari belakang.Alan dkk , Rey dkk(-devan) dan Aresa saling menatap Alan dan Keira yg tak mempedulikan perdebatan mereka tadi.
Hening beberapa saat hingga datang lah Devan.
"Kenapa semua diem" tanya Devan.
"Oh gapapa ko Van" ucap Aresa lembut.
"Emm Ta kamu udah pacaran ya sama Alan kok deket banget sih" tanya Aresa kepada Keira membuat semua memperhatikan Keira penasaran apa yg akan dijawab kecuali teman teman Alan.
"Kalau iya kepanapa kalau engga kenapa" bukan Keira yang melainkan Alan yg menjawab dengan dingin. Keira diam masih menikmati ponselnya.
"O oh eng ga papa" gugup Aresa mendengar suara dingin Alan.
"Ngomongnya biasa aja dong!" Kata Rey dingin menatap tak suka kepada Alan.
Alan memutar bola mata malas , Rey itu selalu ikut campur.
Lalu keadaan kembali lancar, Alan dkk dan Keira asik dengan dunianya. Begitupula sebaliknyaย Rey dkk dan Aresa asik dengan dunianya.
Perut Alan berbunyi tanda ia lapar.
"Laper" ucap Alan kepada Keira. Keira peka ia tau jika Alan ingin Keira membuatย makanan.
"Iya" jawab Keira.
"Ta kita juga dong gue juga laper nih" ucap Nathan memelas sambil mengelus perutnya.
"Gue juga" ucap Raja dan Satya bersamaan.
"Bukannya Lo pada udah makan banyak" ucap Alan sinis.
"Hehe" cengenges mereka.
"Iya gue buatin" ucap Keira pasrah.
Devan yg mendengar Keira akan memasak pun angkat bicara.
__ADS_1
"Sekalian kita buatin" pinta Devan menunjuk teman temanya.
"Hm" dehem Keira ia lagi malas berdebat.
"Eh Ta aku ikut ya nanti takutnya kamu ga bisa" kata Aresa ragu.
"Ck dia tuh udah pinter masak ga perlu bantuan" ucap Raja tersenyum sinis kepada Aresa.
"Ck niat Aresa tuh baik mau bantuin masak ntar ga enak lagi masakannya" kata Kenan .
"Ck berisik." Decak Keira lalu pergi ke dapur diikuti Aresa dibelakang.
Skippp dapur
"Kita mau masak apa Ta" tanya Aresa .
"Soup Ayam" singkat Keira lalu mengambil bahan bahan masakan.
Lalu memotong motong sayur sayuran.
"Sini deh Ta aku bantu" ucap Aresa sambil mengambil alih tugas Keira.
"Ck" decak Keira .Lebih baik ia mengambil ayam lalu mencucinya lalu ia rebus.
"Ta kamu duduk aja deh biar aku yg lanjutin masaknya" ucap Aresa.
Keira menurut ia duduk di kursi dekat dapur sambil memperhatikan Aresa yg sepertinya kesusahan masak. Keira jadi ragu kalau bekal yg selalu Aresa bawa untuk Rey itu bukan buatannya.
"Ck bisa ga sih. Sini gue aja duduk Lo" sentak Keira kesal melihat Aresa memasak.
"Eh yaudah deh" ucap Aresa pasrah dan duduk ditempat Keira tadi.
30 menit kemudian masakan soup ayam udah jadi dengan cepat. Keira keluar dari dapur dan menemui Alan dkk dan Rey dkk.
"Makanan udah siap" ucap Keira singkat. Mereka mengangguk lalu menuju Maja makan yg disana ada Aresa yg sedang menyiapkan soup ayam.
"Wih enak nih kayaknya" ucap leo menatap soup ayam.
"Pasti Aresa nih yang buat." Kata Arkan Pd dan disambut senyuman dari Aresa.
"Siapa juga yg masak yg dipuji siapa" batin Keira .
" Ga mungkinlah ini tuh masakannya Agatha" ucap Satya tak terima.
__ADS_1
"Berisik. Buruan makan" ucap Keira dingin lalu merek melanjutkan makannya dengan kidmat walaupun ada perselisihan antara Rey dkk dan Alan dkk.
____________