KEKASIH BAYANGAN

KEKASIH BAYANGAN
bab 14 mantan suami vs mantan kekasih


__ADS_3

Malam semakin larut, tak terasa acara arisan keluarga Mbak Dewi pun berakhir. Banyak dari anggota keluarga yang undur diri. Hingga hanya tersisa Putri serta Reza yang masih terlihat disana. Reza pun duduk di taman kecil depan rumah sambil memainkan ponselnya. Ia dengan setia menunggu Putri yang masih membantu Mbak Dewi membersihkan sisa acara tadi, apa lagi kalau bukan peralatan makan yang kotor.


Setelah selesai mencuci semua piring, gelas serta tempat makanan yang lain, Putri berniat untuk pamit pada Mbak Dewi. Setelah memastikan dapur bersih, ia pun mengambil lap tangan setelah selesai mencuci tangan nya. Senyumnya mengembang melihat hasil kerjanya. Dirasa tak ada yang perlu dikerjakan lagi, ia pun meninggalkan dapur itu. Namun langkahnya terhenti karena ada yang menghadangnya di pintu dapur. Ia pun terkejut dan memundurkan langkahnya agar tak menabrak dada bidang di depannya.


Untuk sesaat mereka saling pandang. Terdiam membisu larut dalam pikiran masing masing.


"Lama tidak berjumpa, apa kabar kamu sekarang?" Suara itu menyadarkan Putri dari lamunannya.


"Alhamdulilah baik I, kabar kamu gimana?" Balas Putri dengan sedikit gugup.


Sungguh ia tak bisa pungkiri jika jauh di lubuk hatinya, masih ada rasa itu. Rasa yang dulunya membuat seorang Putri merasa jadi wanita yang paling bahagia di dunia ini, karena berhasil mendapatkan cintanya seorang Bakhtiar Rifai. Yang merupakan pria idaman setiap wanita. Dari sekian banyak wanita yang mengejar cintanya, Putri lah yang berhasil merebut hatinya.


Dengan sedikit senyum yang mengembang di bibirnya, Fai pun menjawab pertanyaan Putri,,,"aku tidak baik baik saja, setelah hari ini, ternyata semua penantian ku tidak berbalas."


Putri menatap lekat mata itu. Mata yang selalu memandangnya teduh penuh cinta, mata yang selalu bisa membuatnya tenang kala mereka masih bersama. Ada tetesan buliran bening yang mengalir dari mata Putri,,,",maafkan aku,,,maaf,,,," hanya kata itu yang terucap.


Sungguh hatinya terasa sakit, melihat kesedihan tergambar jelas di mata Fai. Putri pun menundukkan wajahnya sambil menghapus air matanya.


"Apa aku begitu terlambat lagi sekarang, apa tidak ada kesempatan bagi kita untuk memulai lagi dari awal? Apa tak ada lagi aku disana, hingga begitu mudahnya kau jatuhkan pilihan lagi pada pria lain. Meskipun sedikit, adakah sisa cinta itu?" Cecar Fai sambil menggenggam erat tangan Putri.


"I,,, kita tak mungkin bersama, jangan mengulang luka untuk kedua kalinya, aku masih ingat, bagaimana orang tuamu tak merestui hubungan kita, hanya karena aku miskin, tak berpunya seperti kalian. Hinaan itu masih terngiang jelas di telingaku. Maafkan aku,,," dengan linangan air mata, Putri pun melepaskan genggaman tangan Fai lalu berjalan cepat keluar dari dapur, ia tak menghiraukan panggilan Fai yang terus memanggil namanya.


"Sampai kapan pun aku tak akan melepasmu,,," teriak Fai sambil terdengar suara pecahan dari dapur. Putri hanya bisa memejamkan matanya. Sayatan kesedihan itu menggores lagi di hatinya. Luka yang tak berdarah, namun membuat kita hancur berkeping keping. Air mata pun jatuh lagi membasahi pipinya.


"Sampai kapan kita akan bertahan dengan luka ini, kenapa membuat kita hanya semakin terluka nantinya, I,,, mengertilah,,, aku bukan untukmu, baik yang lalu atau pun sekarang, jangan bebani hatiku lagi, ku mohon,,, " lirih Putri lalu melangkahkan kakinya menuju taman di mana Reza berada, sambil menghapus air matanya.


Di taman, tampak Reza sedang berbincang bincang dengan Mbak Dewi. Mereka nampak serius membicarakan sesuatu. Dan pembicaraan itu pun berakhir saat Putri datang

__ADS_1


menghampiri mereka. Senyuman terlihat jelas di bibir mereka.


"Wah,,, tak ku sangka, cepat sekali kalian dekatnya, ngobrolin apa sih, kenapa begitu serius nampaknya tadi?" Putri duduk di samping Mbak Dewi.


"Kamu ini,, mau tau aja urusan orang, jangan terlalu kepo, ada yang bilang, banyak bicara bisa mengurangi umur. Sudah selesai kan? Ayo ku antar pulang, sudah malam sekali." Reza bangkit dari duduknya sambil mengoyak pelan pucuk rambut Putri. Sentuhan yang penuh kasih sayang itu bisa dirasakan oleh Putri. Ia juga tak tahu, kenapa hatinya begitu damai melihat senyum Reza.


"Kami permisi dulu ya Mbak Dewi, lain kali kita akan ngobrol panjang lebar lagi." Pamit Reza sambil mengulurkan tangannya berjabat tangan diiringi senyum menghiasi bibirnya.


"Mbak, aku pamit pulang dulu ya,,," tutur Putri sambil memeluk Mbak Dewi.


"Dia menyakitimu lagi? Cobalah pikirkan kembali keputusanmu, dia tetap menantimu sampai sekarang."Bisik Mbak Dewi di sela sela pelukan mereka.


"Iya Mbak, makasih ya, salam untuknya, aku pulang." Balas Putri sambil melepas pelukan mereka.


Reza pun menggandeng tangan Putri. Berjalan menuju mobil Reza berada. Setelah memasuki mobil, Reza mulai mengemudikan mobilnya perlahan meninggalkan halaman rumah Mbak Dewi. Reza membunyikan klakson mobilnya sambil melambaikan tangan saat mobilnya melewati Mbak Dewi yang menunggu mereka di depan gerbang rumahnya. Begitu juga dengan Putri, ikut melambaikan tangannya kearah Mbak Dewi.


"Krrruuukk" bunyi suara perut Putri yang membuat Reza menoleh kearahnya.


Senyuman tipis menghiasi bibirnya. Ia tahu, Putri pasti lapar karena tadi dia tidak makan apa apa, karena sibuk menjamu para tamu. Hanya minum segelas jus dan makan kue aja. Saat mobil melintasi penjual mie ayam kesukaan Putri. Reza pun menghentikan mobilnya.


"Ayo turun, kita makan mie dulu.Tadi aku dengar ada cacing pada demo mau makan," Tuturnya sambil menahan tawanya.


"Pak Reza, kenapa terlalu jujur, kan saya jadi malu." Balas Putri sambil menundukkan kepalanya. Wajahnya nampak memerah karena malu.


Setelah memesan dua porsi mie ayam dengan es jeruk nya, Reza pun duduk di depan Putri yang sedang menunggunya. Ditatapnya lekat wanita yang ada di depannya sekarang dengan penuh cinta, membuat Putri salah tingkah dibuatnya. Sungguh Reza sangat menikmati momen usilnya menjahili Putri. Sungguh ia nampak manis di mata Reza saat ini.


Hingga pesanan mereka pun datang, dan tanpa menunggu lama, keduanya pun menikmati mie ayam tersebut.

__ADS_1


Mereka berdua sangat lahap menyantap mie tersebut, selain rasanya yang memang nikmat, ditambah perut mereka yang memang lapar, membuat mereka tak butuh waktu lama untuk menghabiskan mie serta es jeruk tersebut.


Setelah selesai, Reza pun membayar makanan mereka, namun saat ia melangkahkan kakinya ke arah Putri, matanya membelalak sempurna melihat kejadian di depannya. Nampak seorang pria seusia dirinya berusaha memaksa Putri untuk mengikutinya.


"Lepaskan aku mas, aku mohon,,," Putri berusaha berontak agar Aby melepaskan genggamannya.


"Dasar wanita murahan, berani benar kamu menjalin hubungan dengan pria lain, ayo ikut denganku, kalau tidak, putri semata wayangmu itu akan aku ambil darimu." Ancam Aby sambil terus menarik paksa tangan Putri ke arah mobilnya.


Meski menjadi tontonan orang banyak, Aby tak memperdulikannya. Namun saat ia memaksa Putri masuk dalam mobilnya, tangannya di cegah seseorang dan,,,,


"Bugghh,,, bugghh,,," pukulan pun mengarah ke wajah dan perutnya, membuat Aby meringis kesakitan, memandang pria yang kini ada di depannya sambil memeluk Putri yang terus menangis.


"Oh,,,, mantan yang tak diakui rupanya, jangan ikut campur,,," geram Aby sambil menarik tubuh Putri lalu memberi pukulan ke arah Fai, tepat di wajah juga ulu hati Fai. Karena melindungi Putri, Fai tak sempat untuk mengelak, ia pun meringis memegangi perutnya.


"Prookk,,, prokkk,,," tepuk tangan dari seorang Reza, membuat ketiganya menatap ke arah Reza yang sudah merah padam wajahnya. Menahan amarahnya sedari tadi.


"Bugghh,,, bughhh" pukulan telak mendarat di perut Aby juga Fai yang membuat keduanya tumbang ke tanah.


"Hebat kamu, di jadikan rebutan mantan suami juga mantan kekasih, di depan mataku kau berani berpelukan dengan pria lain, tunggu hukumanku sayang,,," Bisik Reza di telinga Putri yang sudah gemetaran melihat Aby dan Fai tak berkutik lagi.


"Tolong mereka,, ku mohon,,, tolong mereka,,,hikss,, hikkss,,," Putri terus memohon di sela langkah mereka menuju mobil Reza.


"Jangan pikirkan nasib mereka, pikirkan nasibmu sendiri sayang,,," bisik Reza sambil membuka pintu mobil menyuruh Putri masuk.


"Oh Tuhan,,, tolong aku,,," bisik hati Putri.


bersambung 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2