KEKASIH BAYANGAN

KEKASIH BAYANGAN
Mata Rindy


__ADS_3

Ibu Dian dirawat selama tiga hari. Selama itu pula Ardi menemani Dian dengan setia. Ardi pula yang membayar biaya rumah sakit.


Tetapi Ardi tidak bisa pulang bareng Dian, tetapi dia sudah membelikan tiket pesawat buat Dian. Keesokan harinya Dian menuju bandara diantar oleh adiknya. Dian membeli secangkir kopi sambil menunggu boarding.


Tak jauh dari tempat Dian, tampak seorang pria tampan mendekat dan duduk di sebelah Dian.


" Hai,bolehkah aku duduk di dekatmu cantik" sapa pria itu.


Dian lalu melirik dan hanya menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih cantik, bolehkah aku tau namamu? " tanya pria itu.


Dian memandang dengan jengah.


" Oh ada perlu apa ya?" tanya Dian sebel.


"Gak papa,cuma pengin tau lebih dekat denganmu?"


"Maaf saya lagi buru - buru" kata Dian sambil mulai menuju ruang pemeriksaan terakhir.


Di tempat boarding sudah banyak orang yang mengantri, Dian sibuk membalas pesan dari ibu dan adik- adiknya menanyakan tentang keberangkatannya. Dian tidak menyadari sepasang mata lelaki mengawasinya dari belakang.


Tiba bagi Dian untuk pemeriksaan tiket,tetapi tiketnya tidak dia temukan.


"Mb maaf bisa tunjukkan tiketnya?" tanya petugas.


Dian mencari - cari tiketnya, tapi tidak ditemukan juga.


"Tadi ada di sini,kenapa sekarang tidak ada ya?" kata Dian bingung.


"Maaf mb kalo gak ada tiketnya anda tidak bisa naik pesawat ini, dan memgikuti penerbangan selanjutnya" jawab petugas itu.


"Kapan penerbangan selanjutnya?" tanya Dian.


" 12 jam kemudian"

__ADS_1


Dian panik juga,karena dia harus sampai 5 jam kemudian ,soalnya rencana awal habis dari bandara langsung menuju ke kliniknya.


Dian terduduk lesu, bisa saja Dian telp temannya tetapi Dian tipe orang yang tidak mau meninggalkan tanggung jawab.


Saat kebingungan,di depan matanya ada seorang pria yang tadi dia tinggalkan saat mau ngajak dia ngobrol.


"Hai cantik,apakah kamu mau ikut bersamaku ke Jakarta?" tanya pria itu.


"Darimana kamu tau aku mau ke Jakarta?" tanya Dian.


"Tadi tidak sengaja aku mendengar perdebatanmu dengan petugas, kebetulan pesawatku kosong" jawab pemuda itu.


"Pesawat kamu kosong,maksudnya kamu punya pesawat pribadi?" tanya Dian asal.


"Yups, gimana kamu mau ikut aku?"


Dian berpikir takut diculik,tapi dia juga memikirkan tentang tanggung jawabnya ke klinik.Akhirnya Dian mengangguk untuk mengikuti pria itu.


Dian diajak ke sebuah pesawat pribadi,saat masuk pesawat tampak seperti di dalam rumah. Pesawat itu terdiri dari ruang tamu, ruang makan dan juga ada kamar-kamar. Dian sesaat nampak takjub.


"Kenapa cantik,apakah kamu suka dengan pesawatku?" tanya pria itu.


Dian diajak duduk di kursi yang empuk dan nyaman. Kursinya menghadap ke jendela pesawat, di meja sudah berdiri pelayan untuk memenuhi keinginan pemilik pesawat dan tamunya.


"Cantik,perkenalkan namaku Hasan" kata pria itu sambil mengulurkan tangan.


Karena kesopanan terpaksa Dian menjabat tangan pria itu.


"Dian "


"Dian, duduklah yang nyaman,atau kalo kamu lelah ada kamar istirahat yang bisa kamu pakai, santai saja, anggap saja ini pesawatmu sendiri"


"Hmmm,terimakasih atas kebaikanmu,oh iya berapa biaya yang harus aku bayar?" tanya Dian.


"Hahahha kamu ya, kamu yakin mau membayar?" tanya Hasan.

__ADS_1


Dian mengangguk.


"Bagaimana kalo kamu bayar dengan makan malam denganku?" tanya Hasan.


"Hanya dengan sebuah makan malam ,tolong jelaskan maksud kamu ngajak makan malam itu apa, aku tidak suka basa- basi"


" Hehhe kamu ya cantik, kata katamu itu yang bikin aku tambah penasaran, biasanya para gadis selalu berkata lembut, tidak ada yang berani berkata kasar sama aku hahhahah,cuma kamu satu- satunya" kata Hasan tersenyum-senyum.


Selama hidup 240 tahun,Hasan biasa dikelilingi para gadis baik para bidadari di negri awan atau para gadis di bumi saat Hasan menyamar jadi manusia.


Semua gadis selalu tertarik pada ketampanan Hasan. Apalagi Hasan jika di bumi selalu memakai pakaian dan kendaraan mewah, otomatis semua gadis yang melihatnya bertekuk lutut di depan Hasan. Baru kali ini dia bertemu gadis secuek ini,membuat Hasan makin penasaran dan tertarik.


" Cantik, aku tidak ada maksud apa-apa,walaupun ada yaitu ingin menjadi kekasihmu apakah kamu mau,aku takut kamu menolakku?" tanya Hasan.


" Ya pasti aku menolak, aku sudah punya kekasih" jawab Dian.


" Oh ya, bukankah aku lebih kaya dan tampan dari kekasihmu, apakah kamu tidak ingin menjadi kekasihku, aku akan penuhi semua keinginanmu?" Hasan mulai meluncurkan bujuk rayunya.


"Emang kamu anggap aku sama kayak perempuan lain, aku terpaksa ikut pesawatmu juga karena tanggung jawab kerjaku, dan tadi aku sudah akan membayar,tapi kamu menolak, kalo memang dengan sebuah makan malam hutangku lunas,baiklah aku turuti" Dian sewot juga dengan kata-kata Hasan.


Hasan makin tertarik dengan karakter Dian, dan terasa ada sesuatu di hatinya, seperti aliran listrik, selama ratusan tahun dia hidup baru kali ini hatinya berdebar.


Pantas saja Gerardi menyukai gadis ini,mungkin gadis ini memang istimewa. Hasan bertekad selain merebut kekuasaan di negri awan, dia juga akan merebut gadis ini dari sisi pangeran Gerardi bagaimanapun caranya.


Tak berapa lama pesawat mereka sampai di Jakarta. Dian lalu mengucapkan terimakasih dan langsung memesan taxi untuk menuju ke tempat kerjanya. Dian sengaja tidak memberitau Ardi tentang kehilangan tiket yang sudah dibelikan karena tidak mau membuat Ardi khawatir.


Dian baru sempat membuka hp nya,Ardi sudah menelpon beberapa kali,bahkan pesan dari Ardi sudah banyak yang masuk. Dian membalas pesan dan mengucapkan maaf baru sempat membalas.


Tak berapa lama Dian sudah sampai ke kliniknya. Nampak Ardi sudah ada di depan klinik sambil membawakan kopi cappucino kesukaan Dian.


" Hai sayang,aku sampai khawatir kamu lama angkat telp,pasti kamu ketiduran" sapa Ardi sambil menyerahkan kopinya.


Ardi menatap mata Dian yang semakin lama matanya mirip dengan mata Rindy, gadis dari negri awan yang sangat dicintai Ardi.


Ardi sempat berpikir apakah Dian adalah reinkarnasi Rindy,sudah lama sekali Ardi tidak tau kabar Rindy,Ardi ingin melupakan rasa sakit yang pernah dia derita.

__ADS_1


Saat ini Ardy hanya ingin mencurahkan perhatian dan perasaannya hanya untuk Dian seorang. Gadis yang telah mampu membangkitkan pearsaan cintanya yang hampir mati. Saat ini Dian adalah belahan jiwanya,kekasih hatinya untuk selamanya sampai maut memisahkan mereka.Hanya Dian satu-satunya dewi dalam hatinya untuk saat ini,esok dan selamanya.


Ardi sangat menyukai mata Dian yang bening bercahaya seperti bintang kejora di langit. Gadis pujaannya,ingin sekali dia mempunyai keturunan hanya dari Dian seorang,bahkan Ardi sudah mempersiapkan surat wasiat untuk Dian jika terjadi sesuatu kepada Ardi.


__ADS_2