KEKASIH BAYANGAN

KEKASIH BAYANGAN
bab 29 pemakaman Aby


__ADS_3

Disertai rintik hujan prosesi pemakaman Aby berlangsung, teman teman juga kerabat jauh Aby menghantarkan jenazahnya pada peristirahatan terakhir. Begitu juga dengan Putri dan keluarganya, hanya menyisakan Zahra yang sengaja ditinggalkan di rumah bersama dengan Zayn juga Lifia.


Air mata terus membanjiri pipi Putri. Mengenang sosok yang pernah hadir dalam hidupnya. Meski dia bukan suami yang baik, tapi setidaknya di mata Zahra ia adalah Ayah yang baik. Dengan dipapah oleh Reza, ia melangkah pelan menuju pemakaman. Sekilas semua kenangan yang pernah ia lalui bersama Aby terlintas di pikirannya. Bagai roll film, semua hadir bergantian. Entah itu yang suka maupun duka. Meski perih menyayat hati, saat mengingat perlakuan buruk Aby padanya.


Setelah itu ia mengingat pengorbanan Aby yang begitu besar padanya. Maka luka itu sedikit tertutup oleh hutang Budi yang akan selalu diingat dalam hidupnya.


"Put,,, tenangkan dirimu,,, jangan menangis terus,,, ikhlaskan sayang,,, dia sudah bahagia disana, karena tak merasakan sakit lagi,,," Ibu Putri mengusap usap punggung Putri yang menangis dalam dekapan Reza.


"Iya Bu,,," balas Putri lemah dan singkat.


"Maafkan aku mas,,, sudah menangisi pria lain, bahkan nyata nyata di depan Mas,,," lirih Putri setelah tersadar dari lamunannya.


"Aku mengerti semua kesedihanmu, luapkan semua, namun setelah pemakaman ini usai, maka jangan lagi mengingatnya. Karena aku tak mengizinkan itu, dan juga aku mengharamkan air mata ini yang menangisi pria lain. Tiap tetesnya aku mengharamkannya. Kamu mengerti sayang,,," lirih Reza sambil mengecup kening Putri singkat. Dan di jawab anggukan oleh Putri.


Padahal sekarang Reza sedang menahan gelora amarah di hatinya. Ia benar benar terluka melihat kenyataan kalau istrinya menangisi pria lain. Ia beranggapan rasa itu masih ada dihati Putri untuk Aby. Dan ia tak menyukai itu. Tidak ada yang boleh ada dihati dan pikiran Putri selain dirinya. Dan ia bertekad akan mengisi seluruh ruang hati Putri dengan cintanya, hingga tak akan tersisa untuk pria yang lain. Karena ia tahu jika hati Putri mudah tersentuh, dan itu menjadi kelemahan juga kelebihannya.


Setelah menyemayamkan jenazah Aby dan berdoa bersama, para pelayat mulai meninggalkan pemakaman itu. Kini yang tersisa hanya Putri juga Reza. Karena Ibu juga Bapak harus segera pulang, mengingat Zahra yang tertinggal di rumah.


"Mas,,, damailah dalam tidur panjangmu, moga Allah memaafkan semua dosamu, menerima semua amalan baikmu, menerima iman dan islammu. Moga kau terbebas dari siksa kubur juga akhirat nanti. Moga syurga merindukanmu, aku akan memenuhi amanat terakhirmu Mas, menjaga Zahra juga harta yang kau berikan padanya. Dan aku tak akan mengambilnya untukku meski se sen pun, walaupun harta itu atas nama kami. Terima kasih untuk semua yang telah kau berikan tuk kami. Semua pengorbananmu untukku, aku sudah memaafkan semua salahmu padaku. Sekarang aku pamit Mas,,, bahagialah di sana, dalam rahmad kasih sayangNya."

__ADS_1


Air mata terus mengalir mengiringi tiap ucapannya. Hingga tersadar saat tangan Reza mengusap pundaknya. Karena posisi Putri yang kini masih jongkok di samping makam Aby. Sedang Reza berdiri di sampingnya.


"Ayo sayang, kita pulang." Reza membantu Putri untuk berdiri. Lalu dengan perlahan mereka melangkah meninggalkan pemakaman itu. Setelah beberapa langkah mereka pergi tercium bau harum yang menyebar di pemakaman itu.


Putri pun tersenyum, lalu menghapus air matanya. Karena ia tahu dari Dokter, sebelum meninggal, Aby sempat melakukan sholat dulu, dan dia meninggal dengan senyuman saat bersujud pada Yang Kuasa.


"Semoga syurga selalu merindukanmu, Mas,,," bisik hati Putri yang kini terasa ringan langkahnya meninggalkan pemakaman itu.


Membuat Reza khawatir, karena tadi ia tidak berhenti menangis, tapi sekarang malah tersenyum penuh arti. Mengusik pikiran Reza atas sikap istrinya itu. Ia pun menaruh punggung tangannya di kening Putri. Takut jika istrinya itu sedang sakit. Dan Putri pun menepis tangan Reza. Menatapnya penuh tanya. Hingga alisnya pun berkerut.


"Kamu baik baik saja kan sayang,,, kenapa sikapmu cepat sekali berubahnya." Tutur Reza yang saat ini sudah mengemudikan mobilnya. Memecah jalan raya yang cukup sepi sekarang.


Reza yang mendengar jawaban istrinya pun tersenyum, lalu membelai kepala Putri yang tertutup hijab saat ini."Istri pintar,,, moga aja shalihah nantinya."


"Amiinn,,, " balas Putri yang sudah mengambil tangan Reza dari kepalanya lalu mencium tangan itu. Membuat Reza tersenyum bahagia. Ia yakin, jika pilihannya tidak salah, dengan menjadikan Putri sebagai istrinya. Ibu dari anak anaknya nanti. Membayangkan itu semua membuat Reza tersenyum bahagia.


"Anak,,," bisik dalam hati Reza. Ia pun teringat jika rencana bulan madu mereka pun terhambat karena kematian Aby. Dan dia harus bisa membuat Putri hamil secepat mungkin, jika tidak ingin kebohongannya terbongkar. Dengan senyum penuh arti ia pun segera membelokkan mobilnya menuju bandara.


"Mas,,, kita mau kemana,,, kenapa berputar?" Kini Putri yang dibuat bingung oleh tingkah suaminya itu.

__ADS_1


"Kita akan berbulan madu sekarang,,, membuat adek untuk Zahra yang banyak biar rumah kita ramai anak anak." jawab Reza enteng tanpa melihat wajah Putri yang kini telah memerah karena malu.


"Tapi mas,,, kita belum pamit sama Ibu Bapak juga Zahra."


"Tenanglah sayang,,, semua sudah ku atur, kamu tinggal mempersiapkan dirimu saja. Karena aku tidak akan membiarkanmu keluar dari kamar selama bulan madu kita." Reza pun mengedipkan matanya sebelah mencoba menggoda istrinya. Yang membuat Putri tersipu malu.


"Tapi mas juga harus ingat,,, saat ini aku juga sedang mengandung,,, aku tak mau terjadi apa apa dengan anak kita nantinya." tutur Putri pelan namun ditekankan.


"Duuaaarr" bagai boom waktu yang meledak Reza mendengar penuturan Putri. Karena idenya sendiri kini jadi senjata untuk menyerangnya. Hasrat untuk menggempur istrinya pasti tidak akan mulus nanti jalannya.


Sekilas ia melirik kearah Putri yang tersenyum penuh kemenangan. Membuatnya semakin ingin menghabisi istrinya itu dengan kenikmatan saat melihat bibir Putri yang menggodanya.


"Bersabarlah,,, tinggal beberapa saat saja, kau pasti akan terbebas dari sangkarmu."


gumam Reza dalam hati yang sudah merasakan ada yang bangun di sana melihat Putri yang terus tersenyum tipis sambil memandang ke luar jendela mobil.


Padahal yang membuat Putri tersenyum karena ia bahagia, Aby meninggal dalam keadaan yang Husnul khatimah. Meski selama hidupnya ia banyak melakukan dosa, namun di akhir hayatnya Allah telah memberi hidayah kasihNya. Hingga ia melakukan taubat dengan sebenar benarnya.


bersambung,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2