
Selama perjalanan pulang kedua insan itu hanya saling diam, tidak ada percakapan hangat yang biasa mereka lakukan. Seakan semua terlarut dalam pemikiran masing masing. Putri terus memandangi indahnya suasana malam lewat jendela mobil. Sedangkan Reza tetap fokus dengan mengemudinya, hanya sesekali ia melirik kearah istrinya yang seakan larut dengan lamunannya sendiri.
Sekitar 2jam perjalanan, akhirnya mobil mereka memasuki halaman sebuah villa mewah yang berada di kota Batu, Malang. Saat Reza menghentikan mobilnya, barulah Putri menyadari jika mereka tidak pulang ke rumah, ia sedikit terkejut, namun tetap saja turun mengikuti langkah suaminya memasuki villa tersebut.
"Selamat malam Mas Reza,,," sapa penjaga villa pada bosnya. Tidak mendapat jawaban dari Reza membuatnya mengerti jika bosnya sekarang sedang marah.
"Selamat malam Mbak Putri,,," sapanya ramah sambil tersenyum kearah Putri.
"Malam Pak,,," jawab Putri ramah, meski ia tidak tahu nama orang yang telah menyapanya, namun ia tahu pasti orang itu yang bekerja di villa ini.
"Pak Rahmat,,,"panggil Reza setelah berjalan agak jauh dari pria tersebut.
"Iya Mas Reza,,, " lelaki paruh baya itu pun menghampiri anak majikannya yang kini berbalik menatap ke arahnya.
"Bapak bole pulang, saat saya butuh bantuan bapak, nanti saya akan menelpon bapak. Di kulkas masih ada persediaan makanan kan?"
Kini tutur Reza sedikit lembut mengingat Pak Rahmat termasuk orang yang telah merawatnya sejak kecil bersama dengan istrinya, karena kedua orang tuanya yang tidak pernah ada waktu untuk menemaninya.
"Baik Mas,,, saya pulang sekarang, di kulkas masih ada persediaan makanan selama seminggu, istri saya baru belanja kemarin. Saya permisi dulu Mas,,, Mbak,,, assalamualaikum,,," pamitnya sambil menganggukkan kepalanya memberikan hormat sambil tersenyum pada keduanya.
__ADS_1
"Waalaikum salam,,," jawab Putri juga Reza bersamaan.
Reza pun menatap lekat pada istrinya yang masih melihat kepergian Pak Rahmat sampaj pria itu keluar dari Villa.
"Sudah cukup memandangi pria lain?"Sindir Reza yang membuat Putri refleks menoleh kearahnya memandang tak percaya jika suaminya bisa cemburu pada pria yang seharusnya menjadi bapak mereka.
"Mas itu ngomong apa sih,,, masa iya cemburu sama orang tua. Mas anggap aku ini wanita apaan,,," canda Putri sambil bergelayut manja di lengan suaminya. Ia berusaha meluluhkan hati yang terbakar amarah sejak kedatangan Fa'i yang tidak di sangka di resto tadi. Mereka terkejut saat pria itu tiba tiba berdiri di samping meja mereka makan sambil menyebut nama Amanda. Ternyata rekan bisnis yang di maksud Manda tadi adalah Fa'i. Membuat mereka mau tidak mau mengijinkan Fa'i duduk bersama dengan mereka. Meski perubahan raut wajah Reza sudah tidak bisa di sembunyikan lagi.
"Memang kamu suka kan kalo dekat dekat sama mantanmu itu?" Reza berusaha melepaskan tangan Putri dari lengannya, namun Putri justru memeluknya dari samping membuat Reza berbunga dalam hatinya namun tetap berwajah dingin.
"Maaf kalau tadi aku salah sudah mengijinkan Fa'i semeja bersama kita, aku pikir itu tamunya Manda, maka kita juga wajib menjamu tamu dia dan Manda tamu kita Mas, maaf,,,"
"Mas,,, kamu berencana apa untuk memaafkan aku,,," kini Putri melepaskan pelukannya, menyadari tatapan mematikan dari suaminya. Ia berusaha menjauh dari Reza. Namun tubuhnya tiba tiba sudah terangkat, membuatnya sedikit cemas.
"Pikirkan saja hukuman apa yang akan aku berikan setelah ini hingga dua hari kedepan, atau mungkin seminggu kedepan."
Putri hanya bisa menelan salivanya dengan kasar menatap wajah suaminya yang tersenyum licik kearahnya. Ia bisa memastikan hukuman apa itu. Kini tubuhnya mulai menegang membayangkan dia akan dihabisi oleh suaminya sendiri diatas ranjang.
"Persiapkan dirimu sayang,,, aku tidak akan membiarkanmu keluar kamar selama dua hari ini, juga tidak akan membiarkanmu memakai sehelai benang pun." Bisik Reza sambil menggigit lembut telinga Putri. Membuat tubuh wanita itu meremang."Ya Allah ijinkan hamba bisa membahagiakan suami hamba." lirihnya dalam hati meski tubuhnya seakan menegang dengan apa yang terjadi nantinya, namun ia pasrah. Ia cukup sadar jika hasrat suaminya cukup tinggi, apa lagi ditambah dengan kemarahannya. Bisa bisa dia pingsan jika suaminya itu tidak terpuaskan.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar, Reza segera merebahkan tubuh Putri di atas ranjang, tatapan keduanya sama sama menyorotkan akan cinta, namun dalam artian yang berbeda, jika Reza cintanya di penuhi dengan nafsu berbeda dengan tatapan istrinya yang di penuhi dengan pengabdian.
"Mas,,, kalau aku capek berhenti ya, aku tidak mau terjadi apa apa sama,,," Putri menggantungkan ucapannya. Menatap meng iba pada suaminya. Reza yang penasaran dengan ucapan istrinya hanya mengernyitkan alisnya. Ia tahu akal licik istrinya saat sedang tersudut. Namun ia pura pura terkejut agar drama istrinya terlihat sukses mengerjainya, padahal dalam hati ia tertawa melihat kegugupan Putri.
"Sama apa sayang,,, kenapa tidak kau lanjutkan, hmm?"
Kini tangan Reza sudah mulai bergerilya di daerah favoritnya.
"Sa,,sama,,sama,,, Massss,,,," teriak Putri tertahan karena Reza sudah menggigit lehernya meninggalkan bekas kissmark disana.
"Jangan membuatku semakin ingin menghukummu nantinya, tak perlu beralasan agar terhindar dari hukumanmu, meskipun sejuta alasanmu, aku tidak akan mengurangi hukumanmu,,, hmmm,,,"ucap Reza dengan menciumi seluruh wajah istrinya. Membuat Putri cemberut mendengar perkataan suaminya. Membuat Reza tersenyum penuh kemenangan, di pahitnya bibir yang cemberut tersebut, lembut dan menuntut, tangannya pun mulai beraksi di tiap inci tubuh istrinya. Dan dalam sekejap mereka sudah mengarungi indahnya surga dunia yang mereka ciptakan.
"Cepatlah hadir di rahim bunda sayang,,, hadirmu yang akan menguatkan cinta kami."
Bisik dalam hati Reza sambil mencium perut Putri disela sela kegiatan panas mereka.
Sedangkan di sebuah rumah mewah nampak seorang wanita yang marah marah karena putranya dan wanita ****** yang dibencinya belum juga menunjukkan batang hidung mereka. Membuat rencananya gagal malam ini.
"Tunggu saja kalian, apa yang bisa ku lakukan." geramnya disertai seringai licik di bibirnya.
__ADS_1
bersambung🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹