KEKASIH BAYANGAN

KEKASIH BAYANGAN
Bab 16 PO


__ADS_3

"Akkhhh,,," teriak Putri turun dari tempat tidurnya, berlari kearah sofa dan berdiri di sofa itu.


"Hushh,,, hussshh,,," usir nya pada binatang yang kini tengah mengejarnya.


"Husshhh,,, hushhh,,, pergi,,, jangan dekati aku,,, pergi,,,," usirnya sambil mengipas ngipaskan tangannya berharap binatang itu akan menjauhinya.


Reza yang mendengar ribut ribut pun segera keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Ia pun tersenyum melihat kelakuan Putri yang dianggapnya seperti anak kecil itu. Kakinya pun melangkah kearah hewan peliharaannya. Meraih dan membawanya duduk di samping Putri. Yang terlihat takut karena menjauhinya.


"Manis,,, jangan ganggu istriku, mulai sekarang ia juga sahabatmu, sama seperti aku." Reza mengelus elus kepala juga tubuh hewan peliharaannya. Seperti seorang anak kecil yang dinasehati oleh orang tuanya. Binatang itu pun menurut dan bermanja manja dalam pangkuan Reza.


Putri bergidik, antara geli dan takut saat Reza meraih tangannya lalu menuntunnya membelai bulu bulu halus itu. Seperti mendapatkan kenyamanan seorang ibu, binatang itu pun mengibaskan ekornya dan menggesek gesekkan kepalanya pada tangan Putri. Perasaan yang mulanya takut kini berubah, melihat kecomelan binatang yang cantik dengan bulu bulunya yang halus itu.


"Ia comel kan kayak kamu,,," tanya Reza tiba tiba sambil menatap lembut Putri.


Mendapatkan tatapan seperti itu, setelah apa yang baru saja terjadi membuat wajahnya memerah merona karena malu. Ia hanya bisa membalas perkataan Reza dengan mengangguk kan kepalanya merunduk.


Reza pun mengangkat dagu Putri mengarahkan padanya, hingga mereka saling mendekat.


"Pak,,, pake baju sana, nanti masuk angin, saya juga mau mandi dulu!" Putri pun menepis lembut tangan Reza,, lalu bangkit dari duduknya, namun tangan Reza menarik lembut tangannya, hingga ia jatuh di pangkuan Reza.


"Kita mandi bersama,,, tubuhku juga kotor lagi kena bulu si manis,,,"


"Tapi Pak,,," tolak Putri yang terhenti karena Reza sudah mengangkat tubuhnya ke kamar mandi.


Di dalaam kamar mandi terjadi banyak drama diantara mereka. Putri yang masih bersekukuh tidak mau mandi bersama dengan Reza, harus mengalah saat Reza mengancam akan membuka handuknya di depan Putri. Padahal itu hanya keusilan Reza saja, saat Putri mulai menyalakan air shower, Reza segera keluar dari kamar mandi.


Melihat Reza yang keluar dari kamar mandi setelah adu debat dengannya, membuat lengkungan di bibir Putri.

__ADS_1


"Kenapa kamu suka sekali menjahili aku, dasar,,, tapi kenapa hatiku berdebar saat berdekatan dengannya. Apa aku juga menyukainya? Sadar Put,,, jangan main hati sekarang, berpikir rasional kamu, agar tak terluka lebih dalam lagi,," gumamnya sambil menyiapkan air di bathup.


Setengah jam kemudian, ia pun keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah handuk, karena bajunya udah basah akibat beradu mulut dengan Reza tadi. Dengan berjinjit ia melangkah ke tempat tidur lalu membungkus tubuhnya dengan selimut. Jantungnya berdegup kencang saat Reza menghampirinya.


"Tidurlah,,, besok kita harus bangun pagi, pasti kamu juga capek, selamat malam sayang, moga mimpiin aku dalam tidurmu,,," Reza pun mengecup lembut kening Putri, lalu membelai pipinya.


"Malam juga buat Pak Reza, moga mimpi indah juga,,," balas Putri sambil tersenyum penuh arti.


"Kau mau menggodaku lagi ya dengan senyum kayak gitu, hmmm,,," Reza tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


"Ennggg,,, ennggg,,,ennggak Pak,,, mana berani saya menggoda Bapak,,," dengan terbata bata Putri berusaha menjauhkan tubuhnya dari Reza.


Namun dengan sigap, pria itu sudah mengunci tubuh Putri. Membuatnya serasa kehilangan udara untuk bernafas saat ini.


"Pak,,," ucapnya terdengar bergetar karena menahan takutnya, pikirannya sudah melanglang buana entah kemana, ia takut cerita cerita di novel itu terjadi pada dirinya. Melakukan malam pertama sebelum saatnya. Hal itu sudah biasa bagi orang elit seperti Reza. Bahkan ia pernah membaca artikel tentang pesta **** para kaum bangsawan. Tubuhnya pun bergidik ngeri.


"Sayang,,, bukan Pak,,, karena aku tak pernah menikah dengan ibumu. Ingat,,, sayang,,, baik dirumah maupun di kantor, jika kamu lupa, terima hukumannya, yang akan membuatmu semakin tak bisa jauh dari aku, ingat itu,,, sayang,,," bisik Reza ditelinga Putri, lalu membuka kedua tangan yang menutupi wajahnya.


"I,, iya sayang,,," dengan wajah pucat pasi Putri menuruti semua kata Reza.


"Tenanglah,,, tidur lah yang nyenyak, aku tidak akan mengganggumu lagi, selamat malam sayang,,," dengan senyum tersungging di bibirnya, Reza meninggalkan kamar itu setelah mencium lembut bibir Putri.


Sebagai pria normal, bohong kalau ia tak menginginkan Putri. Namun ia berusaha menekan semua hasrat dalam dirinya saat ini.


Setelah kepergian Reza, Putri bisa bernafas dengan lega. Ia pun mengambil ponselnya yang terletak di nakas samping tempat tidur. Dibukanya ponsel itu, lalu dibukanya FB juga IG miliknya. Ia pun memposting beberapa foto dirinya yang memakai baju dari Nyonya Risda, yang sempat ia ambil di taman rumah Mbak Dewi tadi.


Setelah itu ia membuka apl kesayangannya, apalagi kalau bukan apl yang menyediakan segudang novel itu. Setelah membaca cerita yang disukainya, ia pun iseng masuk ke dalam group chat di novel itu. Dan ternyata, ketukan pintunya di acc oleh admin gc ini.

__ADS_1


Putri pun memperkenalkan diri, dan beruntung semua anggota gc ini welcome sama dia. Tak perlu waktu lama, semua terasa akrab, Putri merasa menemukan keluarga kecil di dalam gc itu. Karena asyiknya ia sampai lupa waktu. Tiba tiba saja ada yang minta follback. Putri pun mau dan orang itu melanjutkan perkenalan lewat chat pribadi.


Mulanya Putri enggan untuk menjawab, namun karena orangnya sopan dan asyik diajak ngobrol, ia pun membalas semua chat orang ini. Akhirnya ia tahu kalau orang ini juga seorang author, Putri jadi tertarik untuk membuat cerita sendiri seperti orang itu.


"Apa nama Putri itu nama asli, atau nama pena?" Tanya pria ini yang diketahui memiliki nama pena X.


"Iya bang, itu nama asli, karena saya cuma readers, bukan author kayak abang." balas Putri.


"Apa Putri sudah punya PO di gc?" Tanyanya lagi.


"PO itu apa bang, aku nggak ngerti, kan aku baru aja main di gc, jadi istilah dunia halu aku belum paham betul." Jawab Putri lagi.


"😂😂 PO itu Pacar online, apa Putri mau jadi PO ku, hanya di dunia halu saja, tanpa melibatkan Real kita, gimana?" Tawar Mr. X


"Maaf bang, kita berteman dulu aja ya, saya belum kenal abang lebih jauh, bisa kita saling jaga seperti abang dan adiknya, aku mau anggap abang seperti kakak sendiri, boleh begitu?" Balas Putri di ikuti emot 🙏


"Santai aja Putri, aku bisa menunggu kamu, sampai bisa membuka hati mau jadi PO ku, karena yang ku mau kamu jadi PO ku, bukan adikku." balas mr X.


"Terserah abang kalau gitu, saya off dulu ya, besok mau kerja, assalamualaikum,,," chat terakhir Putri.


"Waalaikum salam 🤗" balas Mr. X


Putri pun mematikan ponselnya, karena jam sudah menunjuk pukul 00.05 dini hari. Ia tersenyum mengingat chat nya dengan Mr. X, setelah itu ia segera tidur karena kantuk sudah menyerangnya sedari tadi.


"PO,,, wkwkwk ada ada aja,,,"


bersambung 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2