KEKASIH BAYANGAN

KEKASIH BAYANGAN
bab27 pertengkaran


__ADS_3

"Putri,,,"


Putri seketika menghentikan langkahnya saat semua orang memanggil namanya. Beruntung ia tidak tertabrak oleh dua mobil yang kini saling bertabrakan di depan matanya. Saat kedua pintu mobil itu terbuka, dan ia tahu siapa pemilik dari kedua mobil itu, ia segera memundurkan langkahnya. Tubuhnya sedikit gemetaran. Ia pun menggigit bibir bawahnya, menghilangkan keterkejutannya juga rasa takut yang kini menyerangnya. Ia takut jika kedua orang itu akan mencari masalah dengannya. Meski kini ia sudah tak sendiri lagi, ada Reza yang selalu melindunginya.


Namun ia tidak bisa memungkiri, jika kedua pria di depannya yang kini saling menunjukkan uratnya juga pernah jadi bagian dalam hidupnya. Yang sangat ingin dia hindari bahkan tak ingin bertemu lagi.


Putri terus memundurkan langkahnya, berharap Fai juga Aby tidak menyadari akan keberadaannya, karena mereka sekarang lagi adu mulut. Hingga tubuh Putri pun menabrak dada bidang yang kini tengah memeluk tubuhnya dari belakang.


"Apa yang kamu lakukan, kita bisa menyelesaikan masalah bersama, bukan malah pergi gitu aja, aku bisa jelaskan sayang,,," tutur Reza lirih yang masih memeluk Putri dengan eratnya. Ia tak mau kecolongan lagi jika Putri kabur darinya.


Namun Putri masih terdiam seribu bahasa tanpa menjawab kata Reza. Membuat pria itu menahan nafasnya sejenak lalu membuangnya kasar. Ia harus berjuang extra keras untuk meyakinkan Putri. Karena ia tahu sifat Putri yang keras kepala, juga diem aja kalo sedang marah. Tapi bisa bertahan cukup lama, dan dia tak sanggup jika harus di diemin oleh Putri.


"Sayang,,, tolong denger penjelasanku dulu." Lanjut Reza yang masih di diemin oleh Putri. Justru mata Putri kini tertuju pada pertengkaran Aby juga Fai. Yang tadinya hanya adu tatapan membunuh kini sudah berubah menjadi perkelahian.


Reza yang menyadari tatapan istrinya tertuju kemana pun mengepalkan tangannya, menahan marah yang teramat sangat. Bisa bisanya Putri menatap pria lain saat mereka berdua. Ingin rasanya Reza segera menghukum wanitanya. Namun keinginan itu diurungkan setelah melihat pertengkaran Aby dan Fai yang menyangkutkan istrinya. Ia pun turut terdiam menyaksikan adegan di depan matanya. Namun tetap dalam posisi yang sama yaitu memeluk Putri dari belakang.


Sedangkan Aby juga Fai yang sama sama tertutup oleh marah juga kebencian di hati masing masing, tidak menyadari jika wanita yang mereka perdebatkan berdiri tak jauh dari mereka sekarang. Mereka tidak menghiraukan sekeliling, hanya fokus pada lawan di depannya.

__ADS_1


"Ganti rugi semua kerusakan mobilku, aku biarkan kau pergi." Sorot tajam mata Aby terhunus ke arah Fai.


"Aku bisa memberimu ganti rugi bahkan bisa membelikan mu mobil yang baru asal kau lepas Putri. Jangan ganggu hidupnya juga keluarganya. Biarkan mereka bahagia."Balas Fai dengan dingin namun tatapan maut itu tetap tertuju pada Aby.


"Kenapa kau selalu ikut campur urusanku. Apa kau masih berharap Putri kembali padamu? Ha,,, ha,,, jangan mimpi,,, sampai dunia kiamat pun dia tak akan kembali sama kamu, luka yang digoreskan keluargamu tak akan pernah hilang, meski pun kau memohon padanya. Jadi kusarankan, kau saja yang menghilang dari hidupnya, karena diantara kami masih ada putri kami ingat itu!" Suara Aby sudah meninggi dengan penuh penekanan, telunjuknya pun tak mau diam, terarah kearah wajah pria di depannya yang merupakan saingan cintanya.


"Jangan terlalu percaya diri, meski ada putri kalian, lalu kenapa ia tak mau kembali padamu, suami yang tega menjual istrinya sendiri. Demi wanita murahan yang lain, dasar bodoh,,, permata dibuang demi batu comberan." Balas Fai yang tak mau kalah jika ia disudutkan. Dan kata katanya berhasil memukul Aby dengan telak.


Kini kesabaran Aby diambang batas. Kemarahannya sudah memuncak, dengan kasar ia menarik kemeja Fai lalu melayangkan bogem mentahnya. Membuat darah keluar dari sudut bibir Fai dan ia sempat terhuyung ke belakang. Senyum sinis terbit di bibirnya yg berdarah. Namun belum sempat ia membersihkan darah itu, Aby sudah melayangkan tinjunya lagi. Namun berhasil di tangkis oleh Fai.


"Ini untuk kata katamu yang membawa orang tuaku diantara kami,,, bugghh,,, bugghh,," kembali Fai menendang perut Aby yang masih jongkok di tanah. Membuat pria itu terjungkal ke belakang.


Namun Fai tidak berhenti disitu saja, jiwa membunuh itu akhirnya muncul lagi. Setelah lama terkubur bersama perginya sang kekasih yang membuat hidupnya pun terasa mati. Ia tak perduli dengan sekitarnya. Bahkan pernah di masukkan ke rumah sakit jiwa karena depresi. Namun hanya sebulan dan akhirnya ia dipulangkan kembali.


Putri yang mengetahui Fai terus terusan memukul Aby meski mantan suaminya itu sudah tidak berdaya menjadi cemas dan takut jika terjadi apa apa. Ia pun berbalik menatap ke arah Reza. Dengan pandangan yang memohon ia mengatupkan kedua tangannya di dada.


"Mas,,, tolong mereka, aku tak mau Fai jadi pembunuh. Ku mohon,,, " tak terasa air mata itu mengalir dari sudut mata Putri. Hati Reza serasa hancur melihat istrinya menangis untuk pria lain. Ia pun mengepalkan tangannya menahan marahnya.

__ADS_1


Melihat Reza yang masih diam saja, Putri semakin cemas akan kondisi Aby juga Fai. Meski mereka pernah melukai hatinya. Namun ia juga tak ingin menjadi penyebab kematian dan hancurnya seseorang. Karena ia akan merasa bersalah seumur hidup. Namun apa yang dipikirkan Putri, Reza tidak memahaminya, ia beranggapan jika Putri masih memiliki rasa pada mereka. Bukankah keduanya adalah masa lalu Putri.


"Mas,,, kumohon,,, jangan biarkan mereka saling bunuh,,, jika tidak,,, aku tidak akan memaafkanmu soal video tadi." Kini Putri dengan tegas memberi ancaman tuk Reza yang membuat pria itu membelalakkan matanya. Tak percaya jika istrinya demi kedua bajingan itu berani mengancamnya.


Dengan senyum penuh misteri ia pun berbisik di telinga Putri."Berani sekali kamu mengancamku, kesalahanmu sudah berlipat ganda, maka bersiaplah untuk hukumanmu nanti." Perlahan Reza melangkah kearah Fai juga Aby.


"Bugghh,,, bughh,,," pukulan bersarang di ulu hati Fai yang membuatnya meringis menahan sakit terhuyung ke belakang. Yang tadinya ia ingin menendang Aby yang sudah babak belur.


"Apa yang kalian perebutkan, ia bukan barang, tapi ia adalah istriku, dan beraninya kalian membuat dia menangis,,, bughh,, bughh,,," kembali Reza meluapkan emosinya pada kedua orang itu. Hingga mereka tak berdaya. Saat Reza ingin memukul mereka lagi terdengar teriakan Putri.


Sasa sudah menjambak rambut Putri dari belakang lalu mendorongnya ke tengah jalan raya hingga terjatuh.


"Wanita seperti kamu tidak pantas bersanding dengan Kak Reza,,, mampus kamu,,," Sasa pun mengambil air raksa dari dalam tasnya, lalu menyiramkan ke wajah Putri.


"Tidak,,,, " teriak Putri.


bersambung ,,,,,

__ADS_1


__ADS_2