KEKASIH BAYANGAN

KEKASIH BAYANGAN
bab 31 terbongkar


__ADS_3

Hembusan sang bayu menyibakkan rambut wanita yang kini sedang melihat kearah pantai dari balkon kamarnya. Gulungan ombak yang menghantam karang menjadi pemandangan yang indah di matanya. Sekilas senyuman tersungging di bibirnya. Ia begitu mengagumi ciptaan yang Kuasa, indahnya pemandangan laut juga awan awan yang ada di angkasa, burung burung yang terbang kembali ke sarangnya, saat senja telah menampakkan dirinya, seakan berpamitan ingin istirahat dari tugas yang diembannya, memberi penerangan dari fajar hingga menjelang malam.


Putri sungguh menikmati momen di mana matahari membenamkan cahayanya di dalam lautan yang luas itu. Sungguh indah bias cahayanya. Membuatnya terlena, hingga tak dapat melepaskan matanya dari keindahan alam yang Allah ciptakan, menyadari ada tangan yang telah melingkar di perutnya, juga wajah tampan yang kini berada di bahunya. Hingga hembusan nafas Reza terasa hangat di lehernya. Membuat bulu bulu halus Putri pun meremang.


"Kita masuk,,, kamu sudah terlalu lama disini, nanti masuk angin lagi gimana, anginnya terlalu kencang disini." Reza mencium leher istrinya turun mencium bahu Putri yang terbuka dengan gemas ia menggigit lembut telinga Putri. Membuat wajahnya memerah merona dengan ulah Reza yang membuat bulu bulu halusnya pun ikut berdiri.


"Mas,,, hentikan,,, aku geli,," namun Reza bukannya menghentikan aksinya, justru malah semakin gencar mengerjai istrinya. Membuat Putri menggeliat kegelian karena tangan Reza yang sudah menggelitiki perutnya.


"Mas hentikan,,, aku bisa lemas ini karena geli,,," Putri membalikkan badannya, tatapan mata itu saling beradu, tatapan teduh yang penuh dengan cinta kasih. Membuat degup jantung keduanya berpacu cepat.


Reza pun mengikis jarak antara keduanya, mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka saling bertaut. Perlahan Reza mencium bibir istrinya dengan lembut menuntut. Hingga mereka saling terbuai akan ulah Reza yang terus memperdalam ciuman mereka. Putri pun menggigit pelan bibir Reza saat nafasnya seakan mau habis karena ulah suaminya. Akhirnya Reza melepaskan ciumannya, kesempatan itu diambil oleh Putri mengambil nafas sebanyak banyaknya.


"Kau ingin membunuhku ya Mas,,," Putri mencubit perut Reza sambil cemberut, membuat Reza terkekeh melihatnya.


"Jangan salahkan aku jika tidak bisa menahan diri, salahkan kenapa kamu memiliki bibir yang begitu manis juga wajah yang begitu cantik, membuatku tak bisa berpaling ke lain hati.

__ADS_1


Reza pun menyatukan bibir mereka lagi, lalu mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam kamar mereka. Perlahan di baringkan ya tubuh Putri lalu menghimpitnya.


"Bolehkan aku mengambil hak ku sekarang sayang,,," bisiknya lirih yang membuat Putri merasa gugup, malu juga takut tidak bisa memuaskan suaminya nanti. Sebagai wanita yang pernah berkeluarga, hubungan **** adalah cara terampuh untuk menjalin ikatan hati itu semakin erat, keharmonisan keluarga bisa di dapatkan jika kedua belah pihak merasakan kepuasan dari pasangannya. Jika hal itu tak terpenuhi, bisa merusak keharmonisan pernikahan yang berujung adanya perselingkuhan mungkin juga perpisahan. Jadi **** itu bisa jadi obat juga racun dalam suatu hubungan. Makanya Putri sangat khawatir tidak bisa memuaskan suaminya. Meskipun sudah berpengalaman dari pernikahan pertamanya, namun hampir 4 tahun juga ia sudah tak melakukan hubungan itu lagi. Kini rasa itu campur aduk di hatinya.


"Sayang,,," bisik Reza lagi yang membuatnya tersadar dari lamunannya.


Dengan malu malu ia pun menganggukkan kepalanya pelan, sebagai jawaban pertanyaan dari Reza. Dengan senyum yang mengembang, Reza mulai dengan aksinya. Dimulai dari mencium kening, hidung, kedua pipi Putri berakhir di bibirnya yang sudah membuat Reza candu. Lalu perlahan turun ke leher meninggalkan bekas kepemilikan disana, tangan Reza juga tidak mau diam, memberikan sentuhan sentuhan di tiap inci tubuh Putri yang membuatnya menahan ******* dengan menggigit bibir bawahnya saat tangan Reza telah bermain di tempat favoritnya. Kedua bukit yang begitu memabukkan untuk di daki, Reza dengan lihainya mampu membawa Putri terbang ke awan dengan aksinya yang begitu memabukkan bagi Putri.


Kini tubuh kedua insan itu sudah tak berpenghalang, hanya selimut sebagai penutup tubuh mereka yang polos. Setelah memberikan rangsangan yang dirasa cukup, Reza berniat untuk menyatukan tubuh mereka. Namun Putri seakan menahan sakit yang teramat, hingga keringat dingin pun membasahi pelipisnya. Reza yang menyadari itu pun menghentikan aksinya.


"Ya Allah,,, jangan bilang ini karma aku membohongi orang tuaku juga Putri." Gumam Reza dalam hati yang merutuki dirinya sendiri.


"Mas,,, perutku sakit sekali, juga punggungku sakit sekali, sepertinya aku mau menstruasi, karena ini gejalanya tiap aku mau datang bulan." Tutur Putri yang lolos begitu saja sebelum ia menyadari suatu hal.


"Apa sayang,,, kau mau datang bulan?" Ulang Reza yang membuatnya benar benar frustasi sekarang. Semua rencananya gagal total, bayangan menghabisi Putri dengan kenikmatan dan membuat Putri menjadi istri sepenuhnya hanya tinggal rencana.

__ADS_1


"Kamu sedang bercanda kan sayang,,, kamu sedang mengerjai aku kan? Selidik Reza mencari kebenaran di kedua bola mata istrinya.


"Tidak Mas,,, aku tidak bohong, dan,, " ucapan Putri terputus karena ia segera mendorong tubuh Reza menjauh. Ia pun segera berlari ke dalam kamar mandi dengan selimut menutupi tubuh polosnya.


Reza mengacak rambutnya, lalu mengusap wajahnya kasar. Percuma ia merencanakan bulan madu jika tidak bisa menyentuh istrinya, pasti ia yang akan tersiksa saat berdekatan dengan Putri nantinya.


Tak berapa lama terdengar suara Putri dari dalam kamar mandi.


"Mas,,, tolong belikan roti tawar, karena aku tidak punya persiapan, ku fikir aku tidak membutuhkannya, karena hamil tidak mungkin kedatangan tamu tiap bulan."


Sebelum Reza menjawab perkataannya, Putri sudah keluar dari kamar mandi dengan menatapnya tajam.


"Jelaskan padaku, kenapa aku bisa hamil,,, padahal kenyataannya aku tidak hamil, ini idemu kan Mas,,?"


"Ya Allah,,, habislah aku,,," bisik Reza dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2