KEKASIH BAYANGAN

KEKASIH BAYANGAN
bab 39


__ADS_3

Suasana makan malam yang tadinya begitu hidup akan candaan dua orang wanita yang saling melepaskan kerinduan mereka, kini terasa mencekam saat kedua tatap mata itu saling bertemu. Seakan akan ingin saling meluapkan semua rasa yang menyesak di dada mereka masing masing. Putri hanya bisa menatap keduanya dengan perasaan yang campur aduk tidak karuan. Ia benar benar takut jika keduanya akan saling beradu otot nantinya.


Matanya tak henti melihat secara bergantian kearah kedua pria yang sedang duduk berhadapan, aura dingin terlihat jelas dari keduanya. Sedangkan Amanda yang belum tahu kisah mereka nampak bingung melihat ketiganya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" mungkin itu pikirnya saat ini. Ia pun menarik kaos Putri bertanya lewat matanya, apa yang sebenarnya terjadi.


Putri yang merasakan ada tarikan di kaos yang dipake pun menoleh ke arah Amanda. Ia pun memandang sahabatnya itu dengan sorot mata yang penuh kekhawatiran. Dan Manda bisa menangkapnya. Ia pun memilih diam.


"Kita pulang sekarang!" Tiba tiba Reza sudah berdiri dan menarik tangan Putri, membuatnya sedikit meringis karena tarikan Reza terlalu kuat, mungkin karena amarah yang ada di hatinya, hingga ia tanpa sengaja telah menyakiti istrinya.


Meski merasakan sakit di pergelangan tangannya, Putri tetap mengikuti langkah kaki Reza. Sejenak langkah mereka terhenti karena Fai sudah memutuskan genggaman tangan Reza.


"Dia bukan binatang yang bisa kau seret kayak gitu, liat tangannya memerah karena ulahmu. Lepaskan dia kalau kamu hanya bisa menyakitinya saja."


Fai yang sudah berdiri diantara mereka menatap Reza dengan penuh amarah. Sedetik Reza mengepalkan tangannya, ingin memberi bogem mentah di wajah tampan Fa'i namun Putri sudah terlebih dulu melangkah menutupi tubuh suaminya.


"Terima kasih sudah khawatir sama aku, tapi dengan segala kerendahan hatiku minta agar kamu menjauh dari hidupku. Tolong,,, jangan menampakkan dirimu lagi di hadapanku, jika hanya ingin membuat masalah yang baru. Kita hanya orang asing sekarang, dan jangan campuri urusan pribadiku. Permisi,,,"

__ADS_1


Putri pun berbalik , menggandeng tangan Reza melangkah menjauh dari kedua orang yang dulu sangat berarti baginya. Meski jauh di lubuk hatinya merasa hancur telah menyakiti hati pria yang dulu sangat dicintainya. Namun inilah yang terbaik untuk keduanya, berharap Fa'i bisa melupakan semua masa lalu dan melangkah meraih masa depannya yang bahagia dengan wanita yang mencintainya, itulah harapan Putri di dalam hatinya.


Tanpa terasa buliran bening itupun menetes di sudut mata Putri, namun segera di hapusnya, ia tidak mau Reza melihat semuanya.


Mereka terus melangkah tanpa menoleh ke belakang lagi. Meninggalkan hati yang remuk untuk kesekian kalinya.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi, meski harus menahan perih ini." Bisik. hati Fa'i yang terus saja melihat ke arah Putri sampai mobilnya melaju dan hilang di telan pekat malam. Ia pun kembali duduk dan mulai fokus dengan wanita di depannya sekarang.


"Maaf sebelumnya kalo boleh saya tau ada masalah apa antara kalian, dari awal kedatanganmu tadi mereka sudah merasa terganggu, terutama suami Putri."


Manda hanya bisa menggeram dalam hati," kenapa aku bertemu dengan dua orang yang menyebalkan hanya dalam satu malam, meskipun mereka cukup buat jantungku lari lari tak karuan, menyebalkan."


"Nona Manda, kita mulai saja membahas bisnis kita!"


Mendengar ucapan Fa'i yang terasa seperti memerintah, membuat Manda sedikit cemberut karena menahan jengkelnya, berhadapan dengan pemilik saham terbesar di perusahaan tempat ia mengajukan proposal kerjasama, membuatnya harus bisa menahan emosinya agar kerjasama berjalan dengan lancar.


Disela sela perbincangan mereka, ada dering tlp yang berbunyi. Keduanya terkejut, karena bunyi ponsel itu dari ponsel Putri yang tertinggal. Refleks keduanya pun mengambil benda pipih itu, yang membuat tangan keduanya saling bertumpu. Namun dengan cepat Manda meraih ponsel itu.

__ADS_1


Untung ponsel itu tidak memakai kode sandi yang membuat Manda dengan mudahnya membuka dan menerima panggilan tlp tersebut.


"Hallo,,"


"Hai wanita ******, cepat kau bawa pulang suamimu, dasar wanita tak tahu diri, mampus saja kamu ke laut."


Tanpa menunggu balasan Manda yang masih syok dengan apa yang di dengarnya barusan, sambungan tlp tersebut telah terputus.


"Apa apa an ini, Putri,,," teriak Manda tertahan. Kini ia bisa merasakan kepedihan sahabatnya.


"Jadi kau pun tidak bahagia dengan suamimu,,,Putri,,," desah nafas Fa'i terasa berat mendengar apa yang dikatakan wanita di dalam tlp tadi. Kini niat dalam hati untuk merebut Putri kembali semakin besar, setelah mulanya ia menyerah demi kebahagiaan wanita yang sangat dicintainya itu. Seringai licik pun muncul di pikiran Fai dengan memandangi wanita yang ada di depannya sekarang.


"Jangan salahkan aku jika mengambil dia kembali darimu Reza Wijaya."


bersambung ,,,, 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"

__ADS_1


__ADS_2