KEKASIH BAYANGAN

KEKASIH BAYANGAN
bab 42


__ADS_3

Karena kelelahan melayani suaminya, Putri pun terjatuh dalam buai mimpinya. Mimpi yang tidak pernah ia sangka, di mana dalam mimpi itu ia bertemu dengan mantan terindah nya. Berdua melewati jejeran bunga bunga yang tertanam di taman. Saling berbagi cerita tentang indahnya kasih mereka, hingga tiba di suatu tempat di mana terlihat Reza sedang menunggunya dengan tatapan tajam terhunus kearah Fa'i.


Dalam sekejap mereka sudah adu dorong, hingga tubuh Fa'i terjatuh kedalam jurang yang sangat dalam. Putri pun berlari mendekati mereka dengan berteriak memanggil nama Fa'i, namun tubuhnya tercekal oleh suaminya. Hanya bisa memandangi tubuh Fa'i yang semakin jatuh ke bawah dengan memanggil namanya, "Lia,,,,"


Dengan nafas memburu iapun terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara Fa'i. Masih terpengaruh akan mimpi, tanpa sadar Putri pun menyebut nama Fa'i tanpa melihat jika ada sepasang mata yang sudah menatapnya dengan kecemburuan terdalam.


"M,, mas,,," lirihnya saat nyawanya benar benar sudah terkumpul.


"Apa kamu begitu mencintainya hingga dalam mimpi pun ia hadir, hmmm?" Reza mencengkram dagu Putri dengan sedikit kasar, mengarahkan padanya, membuat istrinya meringis menahan rasa sakit. Nampak jelas aura kemarahan dari raut wajahnya. Baru saja kemarahan itu reda setelah percintaan panas mereka. Kini hadir lagi di hati Reza karena istrinya menyebut nama pria lain, harga dirinya seakan diinjak injak oleh pria itu.

__ADS_1


"M,, mas,,, lepasin,,, sakit,,," lirih Putri yang memelas pada suaminya.


"Kau merasakan sakit bukan? Bagaimana dengan yang ada di hati ini, hah?" Lepas sudah kontrol Reza, amarahnya mulai memuncak, dengan bentakan ia menunjuk ke dadanya sendiri masih dengan mencengkram dagu istrinya.


Air mata Putri pun luluh, ia merasa sakit di dagu juga hatinya, ia sungguh terluka dengan perlakuan Reza sekarang.


"Maaf Mas,, aku tidak sengaja menyebut nama dia,, karena di mimpiku, kamu sudah mendorongnya ke dalam jurang yang dalam. Aku tidak mau kamu jadi pembunuh, aku,,, aku,,, hikkss,,," dada Putri terasa sesak, ia tidak dapat lagi meneruskan kata katanya, ketakutannya juga rasa sakit hatinya membuatnya diam, ia berusaha untuk menguatkan hatinya sendiri. Rasa ini lebih sakit dari pada hinaan kedua orang tua Fai juga Reza.


"Aku apa hmm,,, kenapa tidak kau lanjutkan hah,,,?"Reza membentak Putri membuatnya terlonjak kaget. Tubuhnya semakin gemetaran, Reza yang melihat wajah istrinya pucat sebenernya merasa iba, hatinya juga sakit telah menyakiti istrinya, namun rasa cemburu lebih dominan menguasai hatinya sekarang, hingga tidak bisa berpikir jernih.

__ADS_1


"Apa semua kataku akan berarti saat ini, saat hati tertutupi amarah juga kecemburuan, apa masih bisa menerima semua penjelasan ku, semua tetap tidak ada artinya kan Mas, terus untuk apa aku berkata panjang lebar, yang akan semakin membuat kita lebih sakit nantinya," Putri berusaha berkata selembut mungkin agar hati suaminya terketuk dan mulai menghilangkan marahnya, itu harapan Putri.


Reza pun melepas cengkraman tangannya, ia akui jika semua perkataan istrinya itu benar, sekuat apa pun pembelaan istrinya, ia tidak akan percaya saat amarah masih ada di hatinya. Tanpa sepatah kata, ia sambar kaos yang ada di kursi dekat ranjangnya, kemudian memakainya dan melangkah keluar dari dalam kamarnya. Meninggalkan Putri yang terisak disana. Hati keduanya benar benar sakit karena kesalah pahaman yang belum terselesaikan.


Reza terus melangkah hingga sampai di tepi kolam renang, disana ia pun berteriak sangat keras meluapkan semua amarahnya, hingga suaranya bisa terdengar di telinga Putri .


"Maafkan aku mas,,, hiksss,,hikksss,," Putri pun menghapus air matanya, mengambil piyama tidurnya lalu memakainya dan keluar menuju balkon kamar Reza. Disana ia mencoba menenangkan hatinya, mencari cara untuk meredam amarah suaminya, hingga saat ia mengedarkan pandangan ke depan, nampak sosok yang ia kenal berada di balkon kamar villa yang berseberangan dengannya. Matanya pun melebar tak percaya.


"Ya Allah,,, kenapa harus dia lagi."

__ADS_1


bersambung,,,, 🌸 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2