KEKASIH BAYANGAN

KEKASIH BAYANGAN
bab 37


__ADS_3

Suasana makan malam pun terasa sepi, tidak ada pembicaraan yang terjadi di antara mereka. Hanya terdengar sendok garpu yang saling bergesek dengan piring makanan. Namun tatapan mengintimidasi tertuju terus pada Putri. Membuatnya sulit untuk menelan makanannya. Hingga terdengar suara Reza yang memecah kesunyian.


"Aku sudah selesai, silahkan kalian lanjutkan makannya."


Reza bangkit dari kursi lalu menarik lembut tangan Putri agar mengikuti langkahnya.


"Mau kamu ajak kemana dia, makanannya saja belum habis, lalu siapa yang akan membereskan sisa makanan ini Reza?" Sergah Nyonya Wijaya yang masih merasa jengkel akan ulah putranya. Amarah yang sejak tadi di tahannya kini mulai meledak. Ia menatap jijik pada Putri. Teringat apa yang telah di lihatnya barusan di kamar putra semata wayangnya itu. Melihat mereka sedang bercinta meski ada selimut yang menutupi tubuh mereka. Namun karena rasa bencinya pada Putri, ia tidak rela jika putranya itu memiliki keturunan bersama wanita yang sangat di bencinya. Hingga ia berpikir keras agar Reza tidak menyentuh istrinya lagi.


"Bukan urusan Mama aku mau mengajak istriku kemana, bukankah ada calon mantu kesayangan Mama, kenapa bukan dia saja yang membereskan semua, suruh dia belajar untuk jadi istri yang baik nantinya, makanya ajari dari sekarang, bagaimana caranya menjadi istri yang baik."


"Brrakkk,,,," suara meja yang terdengar nyaring saat Nyonya Wijaya menggebraknya. Membuat Putri juga Kayla terlonjak kaget. Mereka hanya terdiam melihat ekspresi dari Reza juga Nyonya Wijaya yang saling bersitegang.


"Jaga. ucapanmu Reza, dia calon istrimu, menantu Mama bukan pembantumu, seenaknya saja kau menyuruhnya mengerjakan pekerjaan pembantumu."


"Lalu Mama pikir apa tentang Putri, dia istriku juga bukan pembantuku. Seenaknya saja Mama menyuruh dia melakukan ini itu. Suruh itu calon mantu kesayangan Mama. Dan aku ingatkan sekali lagi, jangan pernah ganggu kami lagi, apa lagi berani memasuki kamar kami. Meskipun anda Nyonya Wijaya yang terhormat adalah Mama saya."

__ADS_1


"Reza,,,," teriak Nyonya Wijaya saat putranya itu melangkah menjauh.


Tanpa menghiraukan Mamanya Reza menarik tangan Putri meninggalkan ruang makan. Melangkahkan kaki mereka menuju pintu utama rumah lalu keluar menuju garasi mobil.


"Kita mau kemana Mas?"


"Masuklah,,," perintahnya pada Putri tanpa menjawab pertanyaan istrinya. Putri hanya bisa menuruti perkataan suaminya. Meski kini hatinya sedang kacau. Ia tahu suaminya pasti merasa bersalah pada Mamanya setelah berkata yang menyakiti hati Mamanya. Namun di sisi yang lain, ia merasa bahagia suaminya tetap membelanya disaat mertuanya itu ingin menyakitinya. Putri pun terharu akan hal itu, membuatnya semakin mantap tetap berada di sisi Reza.


Sepanjang perjalanan hanya ada kesunyian, baik Putri maupun Reza seakan larut dalam pemikiran masing masing. Hingga mobil mereka sampai di sebuah resto yang berada di tepi sawah dekat dengan bandara Juanda.


"Mas,,, kita kesini?" Binar bahagia nampak di manik mata Putri. Ia tidak menyangka Reza akan membawanya ke resto favoritnya.


"Makasih ya Mas,,, aku memang masih lapar tadi,, he,,, he,,, he,,," Saat Putri ingin membuka pintu mobil tangannya tercekat oleh Reza.


"Tapi ini semua tidak gratis sayang,,," lirihnya sambil memagut bibir manis istrinya.

__ADS_1


"Mas,,," lirih Putri disela sela ciuman mereka. Membuat Reza menghentikan aksinya.


"Iya maaf,,, ayo kita masuk,,, makan yang banyak,,, karena setelah itu kita akan bekerja keras,,," Ucap Reza sambil menggoda Putri lalu mencium kening istrinya.


"Mas Nakal,,," tutur Putri tersipu sambil memukul pelan dada suaminya.


"Sayang,,, jangan menggodaku di sini, atau kamu mau kita pulang saja dan meneruskan yang tadi sempat tertunda, hmm,,," dengan gemasnya Reza mencubit hidung Putri.


Membuat Putri cemberut namun sedetik kemudian senyuman menghiasi bibirnya.


"Ayo kita turun!" lanjutnya.


Mereka pun keluar dari dalam mobil. Saat Putri ingin menutup pintu mobil. Ada seseorang yang menyenggol lengannya.


Putri pun terpaku melihat siapa yang ada di depannya sekarang.

__ADS_1


"Ya Allah,,," bisiknya dalam hati.


bersambung ,,,,


__ADS_2