
Di atas tempat tidur yang empuk itu kini terlihat seorang wanita sedang terikat tangan juga kakinya. Tidak lupa penutup mata berupa kain warna hitam telah menutup indera penglihatan nya. Wanita itu belum juga sadar dari pingsannya, setelah tadi sempat diberi obat bius oleh orang yang menangkapnya.
Hampir 4jam ia tidak sadarkan diri, namun pria ini masih tetap setia menungguinya sampai sekarang. Ia masih terus duduk di tepian tempat tidur, memandangi wajah yang sangat dikaguminya, andai waktu bisa diputar kembali, ia tidak ingin mengenal wanita licik juga keji ini. Namun apa daya, dewa amour telah memanah begitu dalam hatinya, hingga ia begitu bodoh menjadi budak cinta wanita ini. Meski ia tahu, dihati wanita ini hanya ada Reza sedari kecil.
Perlahan di sentuhnya lembut wajah nan mulus dengan kulit yang begitu terawat itu. Karena sang gadis belum juga ada reaksi, maka ia beranikan dirinya untuk mengecup kening lalu ******* lembut bibir yang masih setia dalam mimpinya.
Terasa begitu manis hingga membuatnya tak ingin melepas ciumannya. Sesaat pikiran kotor pun muncul di pikiran Roy. Mungkin karena dorongan hasrat juga cinta butanya. Tanpa memikirkan akibatnya nanti, Roy yang sudah tertutup oleh hasrat nafsunya pun tidak melewatkan kesempatan untuk memiliki wanita pujaan hatinya secara utuh. Dan ia pasti akan bertanggung jawab dengan perbuatannya nanti.
"Mungkin sekaranglah saatnya untuk aku bertindak, maaf ya sayang,,, jika aku harus melanggarmu agar bisa memilikimu seutuhnya juga selamanya. Dan menyelamatkan sepupuku dari wanita gila seperti kamu." Roy tersenyum penuh arti.
Dalam sekejap, gaun Sasa sudah terlempar ke lantai, menyisakan dua helai kain yang menutupi harta paling berharga bagi wanita. Melihat bentuk tubuh Sasa yang aduhai, semakin memacu adrenalin Roy. Dengan susah payah ia menelan salivanya sendiri menatap ciptaan yang Kuasa terlihat begitu sempurna. Tak ingin membuang waktu lagi, ia pun melepas dua helai kain yang menutup aset berharga milik Sasa. Hingga kini terlihat jelas dua gundukan yang begitu menantang untuk dinaiki juga lembah yang ingin diselaminya.
Mata Roy sudah berkabut, dengan cepat ia melepas semua pakaiannya, tidak memerlukan waktu yang lama, akhirnya kedua insan itu sama sama polos, selanjutnya,,, Roy pun memulai percintaan panas mereka meski Sasa hanya memberikan reaksi yang masih berada di bawah alam sadarnya. Saat ia tersadar nanti, sudah bisa ditebak apa yang akan ia lakukan pada Roy nantinya. Tak menutup kemungkinan, ia akan menguliti Roy hidup hidup. Namun Roy sudah tidak memperdulikan itu lagi, yang ada di pikirannya sekarang hanyalah menyalurkan semua hasrat juga rasa cintanya pada Sasa.
Sementara itu, Reza bersama dengan Putri telah naik ke dalam jet pribadinya. Yang akan membawa mereka menuju pulau impian keduanya.
__ADS_1
Selama di dalam jetpri nya, Reza sudah menggoda Putri. Dengan menyuruh istrinya itu untuk duduk di pangkuannya.
Putri pun tidak bisa menolak, dengan tersipu malu ia pun duduk di pangkuan suaminya. Reza yang menyadari hal itu semakin menggoda istrinya. Direngkuhnya lembut tengkuk Putri, hingga wajah mereka tak berjarak, dengan lembut ia mencium bibir istrinya. Ciuman yang mulanya lembut kini jadi panas oleh aksi Reza. Untuk pertama kalinya ia merasakan bibir Putri yang begitu manis, membuatnya tak ingin untuk melepas ciuman itu meski Putri hampir tidak bisa bernafas lagi. Ia tersadar saat Putri memukul pelan dada bidangnya.
"Mas mu membunuhku ya,,," setelah mengambil nafas juga mengatur nafasnya putri berusaha protes dengan wajah yang sudah cemberut. Namun ulahnya justru nampak manis dimata Reza.
"Iya, aku ingin membunuhmu dengan kenikmatan yang tiada tara,,," bisik Reza di telinga Putri begitu dekat, hingga hembusan nafasnya terasa hangat di leher Putri. Menciptakan sensasi yang membuat bulu bulu halus Putri pun merinding.
Melihat wajah Putri yang terus merona, ia pun semakin menggencarkan niatnya untuk mengerjai istrinya. Direngkuhnya lagi leher Putri dengan bibir mereka yang kembali menyatu, semakin lama semakin membakar aliran darah mereka. Karena Reza tak hanya memberikan ciuman saja, namun tangannya pun sudah ikut bergerilya meraba tubuh sensitif istrinya yang membuat Putri semakin tak berdaya dengan ulahnya. Putri berusaha tak mengeluarkan ******* dengan menggigit bibir bawahnya saat Reza sudah bermain di kedua benda kenyalnya.
"Mas mau melakukan disini, bagaimana kalau anak buah mas melihatnya?"
Reza yang tersadar akan kata istrinya, hanya mengulum senyum. Ia pun segera mengangkat tubuh istrinya menuju kamar. Putri hanya bisa mengeratkan tangannya di leher Reza saat tubuhnya diangkat oleh suaminya. Tanpa melepas ciuman mereka.
Perlahan Reza merebahkan tubuh istrinya diranjang, Kini mereka saling menatap dengan penuh cinta. Hingga tanpa sadar gaun yang di pakai Putri telah berserakan tak tentu arah. Dengan ciuman yang mampu membuat Putri terbang ke awan, dengan sentuhan sentuhan Reza yang memabukkan membuat Putri tidak sadar jika Reza telah melucuti semua pakaiannya. Menyisakan sehelai kain penutup di sana.
__ADS_1
Reza pun tersenyum manis saat melihat tubuh istrinya yang kini tak ada penghalang untuk menyaksikan indahnya ciptaan yang Kuasa. Sedang Putri yang merasa malu dengan tatapan suaminya kearah tubuhnya berusaha menutupi dua bukit kembarnya menggunakan tangannya.
"Kenapa mesti malu, karena aku sudah melihatnya, bahkan merasakannya." Goda Reza sambil melepas seluruh bajunya. Putri pun menutup matanya saat melihat junior yang sudah tegak berdiri siap untuk bertempur menghabisinya.
"Apa kamu siap sayang,,," bisik Reza dengan menggigit lembut telinga istrinya.
Membuat Putri menggigit bibir bawahnya karena sensasi yang di berikan oleh Reza. Ia pun mengangguk pelan. Membuat Reza menjalankan lagi aksinya. Saat mereka sudah berada hampir di puncak permainan, tiba tiba saja Putri menghentikan aksi Reza. Ia pun mendorong tubuh Reza menjauh, lalu bangkit dari tidurnya dengan menyambar selimut menutupi tubuh polosnya ia berlari ke kamar mandi dan,,,,
"Huueekk,,, huueekk,,," Putri pun memuntahkan semua isi perutnya.
Reza yang terkejut melihat Putri muntah muntah seakan tak percaya."Apa benar dia hamil,,,? Oh Tuhan,,, tolong biarkan aku merasakan indahnya bulan madu,, " bisik Reza yang menyesali kebohongannya sendiri. Dia berpikir Putri sengaja menjadikan alasan kehamilannya untuk menghindarinya.
Reza pun mengusap wajahnya kasar, lalu melangkah ke kamar mandi dan melihat tubuh Putri yang lemah bersandar pada dinding kamar mandi.
"Kau baik baik saja kan sayang,,," Reza mulai cemas dan khawatir saat melihat wajah istrinya yang memucat.
__ADS_1
bersambung,,,