
Hampir malam pesawat mendarat di Jakarta.Dian langsung diantar Ardi menuju kliniknya untuk dinas malam.
Untungnya pasien malam ini tidak terlalu banyak.Jadi Dian bisa istirahat dan keesokan harinya Dian langsung menuju ke stasiun kereta api untuk menuju pulang ke kampungnya.Butuh waktu sekitar 6 jam perjalanan untuk sampai ke kampung Dian.
Saat mulai terlelap di kursi kereta, Dian seperti ada yang memperhatikan tetapi dia tidak tau siapa.
Di ujung sudut kereta tampaklah seseorang yang memperhatikan dari jauh, wajahnya yang tampan ditutup topi dan kacamata hitam agar tidak menarik perhatian sekitar.
Dia dari awal menatap Dian dari jauh,mengikuti gerak- gerik Dian.
Tak berapa lama stasiun tujuan Dian telah sampai.Dian lalu turun dari kereta dan menuju pintu keluar stasiun. Dia sengaja tidak menelp adiknya untuk menjemputnya karena ingin membuat kejutan.
Dian berjalan ke arah datangnya angkot ke arah rumahnya. Saat menyebrang tiba - tiba ada penjahat yang akan mengambil tas slempangnya yang berisi dompet dan hp.
Refleks Dian berteriak, lalu tanpa bisa Dian melihat gerakan yang sangat cepat,di depannya berdiri seorang pria yang menyelamatkannya dan memberikan tas Dian kembali.
Dian masih gemetaran, dia terpaku hingga lupa mengucapkan terimakasih.
"Ini tas kamu " kata pria itu.
"Ohh iya,terimakasih"Dian menjawab sambil bengong.
"Kamu mau kemana?" tanya pria itu.
"Oh aku mau pulang" jawab Dian.
"Ayo kuantar?"tawar pria itu.
"Gak usah,gak papa,terimakasih kembali"
Dian lalu meninggalkan pria itu yang menatap Dian dengan perasaan berbeda.
__ADS_1
(Hmmm,liat aja wanita aku akan membuatmu bertekuk lutut kepadaku dan menjalankan semua perintahku)batinnya.
#Di kerajaan Awan#
Hasan menemui ayahnya di peraduan. Tampak ayahnya sedang membaca sebuah kitab.
" Ayah,aku sudah mulai mendekati gadis yang disukai Gerardi, aku akan membuatnya jatuh cinta kepadaku kemudian menyuruhnya melakukan apa saja yang kumau"
"Hmmm, bagus anakku,jika Gerardi tidak kembali kekuasaan kerajaan ini kelak jatuh kepadamu"
Kedua anak dan ayah itu tersenyum dengan pikirannya masing-masing. Mereka membayangkan kekuasaan mereka kelak.
#Di Sebuah Swalayan#
Dian sedang berbelanja bersama ibunya di swalayan di kotanya. Terasa kebahagiaan tersendiri jika bisa melihat ibunya tersenyum. Ibunya adalah wanita yang teramat Dian sayangi, walau Dian tinggal di keluarga yang sederhana tetapi dia memiliki ayah dan ibu yang menyayangi Dian dengan banyak cinta.
Demi membiayai kuliah Dian,ibunya rela berjualan kue keliling kampung, bahkan ayahnya rela menjual sepeda motornya untuk uang masuk kuliahnya, hingga ayahnya terpaksa harus memakai sepeda biasa.
Saat belanja tiba-tiba ibu Dian merasa pusing,lalu Dian mengajak ibu beristirahat.
"Bu ,kok ibu pucet apa gula darah ibu naik lagi ya?"tanya Dian.
"Entahlah, mungkin kemarin abis ngebantuin tetangga hajatan,ibu rasanya emang gak enak badan" jawab ibu.
"Bu kita langsung ke rumah sakit aja yuk biar dipriksa " ajak Dian.
Dian memapah ibunya, dan memesan taxi untuk mengantar mereka ke rumah sakit.
Tak berapa lama mereka sudah sampai di rumah sakit. Dian mengajak ibu langsung ke ruang UGD biar langsung ditangani,untunglah rs di daerah tidak sepadat rs di Jakarta, hingga ibu bisa dilayani dengan cepat.
Ternyata gula darah ibu tinggi sampai 400 ,akhirnya dokter menyarankan ibu untuk dirawat inap. Dian langsung menyetujui dan mengurus kamar untuk ibunya.
__ADS_1
Setelah ibu di ruang rawat,Dian menghubungi ayah dan adik-adiknya, dan sebentar lagi mereka akan menyusul ke rumah sakit.
Ardi sudah dari tadi kirim pesan,tapi belum sempat Dian buka. Saat Ardi telepon, Dian akhirnya mengangkat.
"Halo"
"Sayang,kamu kemana aja kok daritadi gak ada kabar?" tanya Ardi cemas.
"Maaf tadi ngurusin ibu di rs, gula darah ibu naik lagi" jawab Dian.
" Ibu masuk RS mana sayang, aku nyusul ya sayang?" kata Ardi kemudian.
" RS Fatimah,kamu hati-hati ya"
Ardi lalu segera menuju bandara untuk terbang ke kota Dian. Dua jam kemudian,Ardi sudah sampai di RS tempat ibu Dian dirawat.
Saat Ardi mau masuk ke paviliun tempat ibu Dian di rawat, Ardi seperti melihat sosok Hasan di sekitar situ. Ardi berpikir,ngapain Hasan turun ke bumi,atau mungkin seseorang yang mirip Hasan.
Ardi lalu cepat cepat menuju kamar rawat yang telah Dian kasih tau.
"Assalammualikum" salam Ardi kepada ibu Dian sambil mencium tangan.
"Waalaikumsalam nak Ardi" jawab ibu Dian. Walau ini pertama kali bertemu,tapi mereka sudah akrab via telp, ibu Dian sangat menyukai Ardi yang sopan dan baik. Selama ini Ardi bahkan sering mengirimkan uang secara pribadi kepada ibunya Dian.
Ardi juga diperkenalkan kepada ayah dan adik-adik Dian. Kemudian Dian mengajak Ardi makan siang di restoran dekat rs. Dian bercerita dulu restoran ini adalah kesukaan Dian waktu sekolah perawat sebelum lanjut kuliah di kebidanan. Dulunya hanya sebuah warung bubur ayam,sekarang udah menjadi sebuah restoran.
Dian juga mengajak Ardi berkeliling kota, Dian mengajak Ardi keliling kota dengan menggunakan motor ayahnya, walaupun Ardi menawarkan menyewa mobil, tapi Dian menolak. Dian ingin jalan jalan pakai motor saja, inilah salah satu sifat Dian yang bikin Ardi makin cinta,sifat keserderhnaannya.
Walau di awal pertemuan Dian berlagak sombong, tapi Ardi tau itu bukan sifat Dian sebenarnya,apalagi Ardi melihat cahay yang mengelilingi tubuh Dian,pasti Dian adalah gadis yang sangat istimewa, walau orang biasa tak bisa melihat kelebihan Dian. Karena hanya orang yang istimewa juga yang bisa melihat keistimewaan seseorang.
Saat mereka tiba di pantai,senja mulai datang. Dian sangat menyukai senja, mereka duduk di bangku yang ada di pantai tersebut. Nampak semburat jingga di langit yang menyatu dengan laut. Nampak perahu nelayan kecil-kecil di sana. Ardi merangkulkan tangannya, memberikan jaketnya pada Dian khawatir Dian kedinginan. Dian menyandarkan kepalanya ke pundak Ardi, terasa nyaman,memiliki kekasih yang baik dan teramat menyayanginya. Bahkan Ardi selalu mementingkan kepentingan Dian di atas segalanya.
__ADS_1
Ardi selalu sabar dan memanjakannya. Ardi tak pernah berkata tidak dengan semua permintaan Dian. Bahkan Ardi pernah bilang,walaupun seluruh dunia andai membenci Dian,Ardi tak akan pernah,bahkan jika ke neraka pun Ardi akan mengikuti.