KEKASIH BAYANGAN

KEKASIH BAYANGAN
bab 43


__ADS_3

Dingin malam kian mencekam, hembusan sang bayu kian menusuk kedalam persendian tulang, membuat hati yang gundah semakin tersiksa. Tidak di percayai oleh orang yang dicinta, menggoreskan luka yang dalam di hati Putri. Air mata yang menemaninya saat ini, seakan tida gunanya untuk menenangkan hati.


Mencoba berdamai dengan luka hati, di tatapnya bintang juga bulan yang menghiasi malam. Diambilnya nafas dalam dalam. Bertekad dalam hati untuk meluluhkan amarah sang suami. Ia pun hendak melangkahkan kaki meninggalkan balkon kamarnya. Namun saat pandangannya lurus ke depan, ia pun terperanjat akan adanya sosok yang sangat dikenalnya. Sosok yang dulunya menghiasi harinya dengan berjuta warna, hingga warna itu pun hilang dan hanya tinggal kegelapan saja.


"Fai,,," bisiknya lirih sambil terus memandangi tubuh yang juga sama sedang menatap ke arahnya. Dari terpaan sinar bulan bisa di pastikan jika saat ini lelaki itu pun sedang menatap kearahnya. Sejenak Putri terpaku, namun setelah kesadarannya kembali, ia pun bergegas masuk kedalam kamarnya lalu menutup pintu yang menghubungkan antara balkon dengan kamarnya.


"Oh Tuhan,,, kenapa ia ada disini, tambah runyam semua jika Mas Reza tahu, Ya Allah kuatkan hati hamba."


Sesaat ia bersandar di pintu, menata pernafasannya yang tak beraturan seakan habis saja melihat sesosok hantu. Setelah merasa baikan, ia pun melangkahkan kakinya kearah dapur, membuat secangkir kopi hitam kesukaan suaminya. "Semoga kamu bisa memaafkan aku Mas,,," lirihnya sambil mengaduk kopi tersebut, lalu menaruhnya diatas baki penyajian.


Dengan sedikit keraguan di dalam hati bisa mendapatkan maaf dari suaminya, Putri pun melangkahkan kakinya menuju ke kolam renang, di mana Reza kini berada. Hatinya trenyuh melihat Reza yang kini duduk berbaring bersandar di kursi dengan tangan yang menutupi kedua matanya.


Perlahan Reza mengangkat tangannya saat mendengar ada langkah kaki yang mendekat, ia tahu jika itu adalah langkah istrinya. Ia hanya diam saja saat Putri meletakkan kopi di atas meja.


"Mas,,, minum dulu kopinya, aku sengaja bikin tidak pake gula tapi pake hati dan cinta, he,, he,, he,,," canda Putri sambil duduk disamping suaminya. mereka pun saling tatap untuk sekian lama. Hingga Putri yang mengalah, lalu memulai pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Maafkan aku,,, aku tahu aku salah, tak seharusnya menyebut nama pria lain meskipun itu dalam mimpi. Maaf ya,,,," Putri menjewer kedua telinganya dengan cara menyilangkan kedua tangannya, memasang wajah yang penuh penyesalan. Namun dibuat semenggoda mungkin, membuat Reza gemas ingin mencubit hidung juga pipi chubby istrinya.


"Kemarilah,,, ambilkan kopi itu untukku." Tanpa Reza mengulang perkataannya, Putri segera mengambil kopi yang sudah hangat dan menyerahkan pada suaminya.


"Suapi aku,," pinta Reza yang menahan ketawanya saat melihat wajah istrinya yang nampak terkejut dengan permintaannya.


"Maksud Mas gimana? Aku kok gak ngerti?" Dengan polosnya Putri menatap kearah suaminya.


"Kamu ini yang,, kenapa nggak peka sih,,, sini mendekatlah,,,!"


"Haaaaa,,, Mas nggak salah,,, aku kan gak suka kopi Mas,, minum sendiri aja."


"Mau dapet maaf tidak,,,?" goda Reza dengan mencubit hidung Putri pelan.


"Ya mau,, tapi tidak dengan minum kopi seperti yang mas suruh." Kini Putri yang terlihat cemberut. Ia tahu jika suaminya itu ingin mengerjainya.

__ADS_1


"Ya udah kalau mau, lakukan yang ku minta sayang,,,"goda Reza sambil memoyongkan bibirnya seakan sudah siap.untuk menerima ciuman Putri.


"Mas nyebelin,,," Putri pun meminum kopi itu lalu menyatukan bibir mereka, setelah dirasa semua kopi sudah masuk ke dalam mulut Reza, Putri pun berniat menjauh dari suaminya, namun gerakannya terhenti karena Reza sudah merengkuh tengkuknya erat dan semakin memperdalam ciuman mereka, hingga udara yang terasa dingin, kini tak lagi mereka rasakan karena gelora yang sudah membakar tubuh mereka.


Perlahan Reza melepas ciumannya, memberi ruang untuk istrinya bernafas dengan baik. Ia pun berdiri lalu mengangkat tubuh Putri dan menggendongnya menuju kolam renang.


"Mas,,, kamu yakin melakukannya di sana,, airnya pasti dingin banget kayak es Mas,,," tolak Putri yang mengerti keinginan Reza.


"Mana ada air kayak es kalau kita menyatu berdua, rasakan saja sensasinya sayang,,," bisik Reza sedikit terengah karena menahan hasratnya. Ia pun turun ke kolam renang sambil menggendong putri, saat berada di kolam renang, baru ia menurunkan istrinya.


"Dingin Mas,,," suara Putri sedikit bergetar karena dinginnya air kolam renang tersebut. Tubuhnya sedikit gemetaran. Namun dengan lembutnya Reza mulai melakukan aksinya, hingga membuat Putri melupakan hawa dingin yang menyerang mereka. Kini tubuh keduanya telah terbakar gairah yang membuat orang lupa segalanya, saling memberi dan menerima kenikmatan yang diberikan satu sama lain, menyelami indahnya samudra cinta berdua, hingga tanpa mereka sadari, sepasang mata terus melihat apa yang mereka lakukan lewat balkon kamarnya. Tangannya mengepal erat, dengan mata yang akhirnya terpejam tak kuasa melihat adegan yang terjadi di kolam renang itu.


"Tunggu saja saat tiba tangismu brengsek,,,"


bersambung 🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2