KEKASIH BAYANGAN

KEKASIH BAYANGAN
bab35


__ADS_3

Langkah Putri gontai memasuki rumah yang menjadi saksi kisah cintanya dengan Reza. Tiap langkah terbayang bagaimana bahagianya mereka mereguk manisnya cinta. Hingga tanpa terasa buliran bening mulai tumpah saat membayangkan semua itu akan sirna dalam sekejap mata. Bayangan orang ke tiga yang akan menjadi penghalang cinta mereka kini terlihat di depan mata. Hingga sesak itupun membebani dada.


Bi Surti yang melihat Putri nampak seperti orang linglung segera mendekatinya, lalu membantu memapahnya sampai duduk di sofa ruang tamu. Tatapan mata Putri yang kosong, membuat hati Bi Surti pun khawatir.


"Mbak Putri kenapa?" Hanya ucapan itu yang bisa keluar dari bibir Bi Surti saat melihat kondisi Putri sekarang. Mulanya ia tidak ingin mengusik Putri, namun kekhawatirannya yang mendorong wanita paruh baya itu mau tidak mau harus membuyarkan lamunan Putri.


Merasakan ada tangan yang mengusap air matanya dengan lembut, Putri pun menoleh kearah Bi Surti lalu berhambur kepelukannya.


"Bi,,, hikkss,, hiikkss,,, apa memang aku tidak pantas untuk Mas Reza, kenapa mereka begitu ingin memisahkan kami,,, apa salah kami saling mencintai,,,hikkss,, hiikkss,," ucapnya sedikit tersengal karena menahan sesak di dada yang seakan ingin menghancurkan jantungnya.


"Sabar Mbak Putri,,, bukankah Mbak juga tahu ini akan terjadi? Kuatkan hati mbak,,, dan jangan pernah goyah oleh apa pun yang akan menentang cinta kalian, tetaplah saling bergandeng tangan menghadapi semua, saling menguatkan satu sama lain. Bukankah itu yang di minta Mas Reza kemarin? Mbak harus yakin dan percaya jika cinta Mas Reza hanya untuk Mbak, itu bisa menguatkan hati Mbak,,, sabar ya,,,"


Bi Surti terus saja mencoba menguatkan Putri sambil mengelus elus punggung Putri yang kini masih memeluknya. Mencoba menenangkan majikannya yang terlihat sangat rapuh sekarang.


"Aku tahu Bi,,, semua akan terjadi,,, tapi kenapa secepat ini,,, belum lama kami menikmati kebersamaan, sekarang kebersamaan itu akan terusik oleh wanita lain yang akan tinggal bersama dengan kami."

__ADS_1


"Maksud Mbak?" Kini justru Bi Surti yang terkejut dengan ucapan Putri.


Perlahan Putri melepas pelukannya, mulai menceritakan dari awal sampai akhir apa yang terjadi di kantor suaminya. Bi Surti mendengarkan dengan seksama, hingga Putri selesai bercerita lalu membuang nafasnya dengan berat.


"Aku harus gimana Bi,,, berpura pura tidak terjadi sesuatu dan menutup mata juga telinga, namun nyata nyata hatiku sakit dengan semuanya. Aku tidak bisa seperti itu Bi,,, aku tidak bisa membayangkan jika wanita itu terus merayu suamiku. Lama kelamaan hatiku pasti tidak akan sanggup lagi dan pasti akan menyerah Bi,,,"


Sambil menepuk nepuk pelan tangan Putri yang mengepal, senyuman pun terlihat di bibir Bi Surti, seakan tidak ada yang terjadi apa pun, senyuman yang begitu tulus tuk majikannya.


"Mbak jangan khawatir, justru saatnya Mbak menunjukkan pada orang tua Mas Reza jika Mbak tidak selemah yang mereka tuduhkan. Biar saja wanita itu tinggal di sini, biar dia tahu seberapa besar cinta Mas Reza buat Mbak. Kini harus bisa bermain cantik, nanti Bibi bantu Mbak mengusir wanita itu selamanya dari kehidupan Mbak juga Mas Reza."


"Nah,,, gitu dong,,, Mbak Putri harus tetap semangat dan mempersiapkan strategi untuk melawan pelakor nantinya,, wkwk,,," Kini Bi Surti pun ikutan terkikik memikirkan apa yang akan terjadi dengan wanita pilihan Nyonya Besarnya.


"Jangan harap selama masih ada aku kamu bisa menyakiti hati penolongku." Bisik hati Bi Surti yang memandang penuh kasih kearah Putri.


Setelah berhasil menguasai diri nya lagi, kini Putri pun teringat kenapa Bi Surti belum pulang, karena sudah sore hari.

__ADS_1


"Bi,,, kenapa belum pulang? Bukannya tadi aku sudah mengijinkan Bi Surti pulang?"


"He,, he,,, itu Mbak,,, tadi sudah pulang, tapi balik lagi, ada yang ketinggalan,,," ucap wanita paruh baya itu malu malu.


"Hemmm,,, pasti masakan tadi yang saya suruh bawa." Ucap Putri sambil berdiri lalu melangkah kearah dapur.


"Mbak Putri tau aja,,, "


"Kita sudah kenal berapa bulan Bi,,, kebiasaan Bi Surti aku sudah hafal betul, wkwk ,," kikik Putri sambil mengambil makanan yang sudah disiapkan olehnya tadi lalu memberikannya. pada Bi Surti.


Saat mereka sedang asyik bercengkrama, sambil memasak buat makan malam, terdengar pintu ruang utama terbuka, masuklah Reza bersama dengan seorang wanita juga sang Mama yang sedang menggandeng tangan calon mantu idamannya, membuat Putri juga Bi Surti kaget untuk sekian detik. Namun senyuman penuh misteri akhirnya muncul dari kedua wanita berbeda generasi itu.


"Persiapkan dirimu Putri,,," lirihnya


bersambung ,,,,,

__ADS_1


__ADS_2