
Beberapa waktu telah berlalu begitu cepat, tampak latifha keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian lengkap nya.
Tak lama kemudian, latifha menatap mata Rizky dengan begitu lekat. Latifha yang baru menyadari kalau Rizky sedang menangis pun akhirnya bertanya kepada rizky.
" Sayang, kamu kenapa ? kok kamu nangis. Kamu ada masalah ya di rumah, masalah apa ? Cerita aja sama aku sayang.. "
" Aku gak rela jika harus melihat kamu menetes kan air mata. " Ucap latifha sambil berjalan mendekati tempat dimana Rizky duduk.
" Aku gak papa kok sayang. Tenang aja lagi, selama kamu masih ada di samping aku, aku akan tetap bahagia. " Ucap Rizky sambil tersenyum dan menghapus air mata nya.
" Kalau kamu emang bahagia, terus kenapa kamu masih menangis ? " Tanya tifha cemberut.
" Aku cuma terharu aja, aku merasa sangat bahagia dan beruntung bisa memiliki kamu dan bisa menjadi kekasih mu. " Jawab rizky.
" Kamu benar-benar gak papa kan ? Aku sedih tau liat kamu nangis gitu. " Tanya tifha sambil menunjuk kan raut wajah cemas nya.
" Iya sayang.. benaran deh. " Sambil membawa latifha ke dalam pelukan nya.
" Kalau gitu kita makan siang nya di rumah ku aja ya sayang, biar aku masakin yang enak buat kamu. " Seru tifha bersemangat.
" Ya udah, biar ku bantu ya. " Rizky lalu memegang tangan latifha dan menarik nya keluar kamar menuju dapur rumah latifha.
Di ruang tamu, tampak mama indri masih setia menonton sinetron kesayangan nya.
" Siang ma, aku sama Rizky mau ke dapur dulu ya. Mau masak buat makan siang. " Latifha menuju kursi ruang tamu tempat mama indri duduk.
" Kalau gitu biar mama bantuin ya nak. " Mama Indri langsung berdiri hendak menuju dapur.
Tapi di cegah oleh latifha, " Gak usah ma, kan ada pacar aku yang setia mau bantu tifha. " Kata latifha sambil memasang wajah imut nya.
" Benar gak mau mama bantuin nih, gak repot kan sayang ? " Tanya mama indri lagi.
" Iya mama ku sayang, mama tifha yang paling cantik dan pengertian. " Ucap tifha manja.
" Ya udah deh, kamu langsung ke dapur aja lagi. Semangat ya masak nya. " Mama Indri.
__ADS_1
" Iya ma, tifha selalu semangat kok kalau masih ada Rizky. " Ucap latifha sambil berlalu meninggalkan mama nya dan menggandeng tangan kekasih nya menuju dapur.
" Kita mau masak apa sayang, " Tanya Rizky.
" Gimana kalau kita masak sop, ayam kecap dan ikan bakar aja. Sayuran nya tumis kentang sama wortel aja ya. " Ucap latifha bersemangat.
Latifha langsung membuka lemari pendingin nya dan mengambil beberapa bahan yang di perlukan.
Rizky tampak membantu latifha mengeluarkan bahan bahan nya dan meletakkan di atas meja.
" Aku bantuin motong sayuran nya aja ya sayang. " Rizky lalu mengambil beberapa bahan yang akan dipotong.
" Oke sayang. " Latifha terlihat sangat bahagia dan bersemangat.
Setelah selesai menyiapkan bahan yang akan di masak, latifha tampak mencuci bahan bahan tersebut sampai bersih.
Lalu dia memasukkan nya ke dalam wajan dan menghidupkan kompor gas nya. Sambil menunggu masakan nya matang, latifha dan rizky tampak bercanda ria sambil sesekali tertawa lepas.
Setelah selesai memasak semua makanan nya, Rizky membantu latifha menyiapkan nya di meja makan.
" Iya sayang, tunggu sebentar ya. " Mama Indri bergegas menuju meja makan rumah nya dimana ada rizky dan latifha yang sudah menunggu nya.
" Silahkan di nikmati ya ma, oh ya kamu mau makan apa sayang ? Biar aku ambilin ya. " Kata latifha sambil mengambil kan nasi untuk Rizky.
" Aku mau ikan bakar sama tumis nya aja yang. " Ucap Rizky.
Latifha lalu mengambil kan ikan bakar dan tumis kentang wortel untuk rizky.
" Makasih sayang. " Rizky tersenyum kepada latifha.
Mereka tampak menikmati makan siang mereka dengan begitu lahap nya.
" Gimana sayang, enak gak ? " Tanya latifha.
" Enak kok, enak banget malah. Sering sering aja masakin aku kayak gini. " Ucap Rizky.
__ADS_1
" Makasih ya sayang, nanti setelah jadi istri kamu, aku akan selalu masakin makanan enak buat kamu. Biar kamu senang dan makin cinta sama aku. " Balas latifha sambil tersenyum bahagia.
Tak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar dari luar.
Tok.. tok.. tok..
" Biar mama yang bukain, " Mama Indri bergegas menuju pintu utama rumah nya.
" Assalamualaikum tante, Latifha nya ada gak ? " Tanya Vina sahabat latifha.
Ternyata yang datang adalah vina bersama kekasih nya Edo.
" waalaikumsalam, eh ada vina ternyata. Ayo masuk dulu vin, kebetulan kami sedang makan siang. Sekalian aja ya makan siang disini. " Ucap mama indri sambil berjalan menuju ruang makan.
" Iya tante terima kasih. " Seru Vina sambil berjalan di belakang mama indri mengikuti langkah kaki nya dari belakang.
Setelah sampai di meja makan rumah latifha, tampak Rizky dan latifha kaget.
" Loh kalian kok bisa ada di sini. " Seru Rizky dan latifha serentak.
" Cie.. cie.. yang udah kompak banget nih ye. " Canda Vina.
" Hmm bukan gitu vin, tapi kok kamu bisa bareng edo kesini. Ada apa nih, " Latifha tampak sangat penasaran.
" Nanti aku jelasin ya fha, sekarang lanjut makan aja dulu. Udah lapar juga nih." Jawab Vina.
Vina yang sudah terbiasa di rumah latifha tidak merasa sungkan lagi, karena keluarga latifha sangat baik dan sudah menganggap Vina sama seperti latifha anak mereka sendiri.
" Oh iya, Edo silahkan di makan ya. gak usah malu-malu, anggap saja rumah sendiri. " Seru latifha.
" Iya fha, terima kasih ya. " Edo langsung duduk di kursi kosong sebelah Vina duduk.
" Oh ya kamu mau makan apa, biar aku ambilin ya. " ucap Vina kepada Edo.
" Gak usah repot-repot, aku ambil sendiri aja. " Edo lalu mengambil piring nya dan langsung mengambil nasi beserta beberapa lauk ke dalam piring nya.
__ADS_1
Suasana di meja makan siang itu tampak hening. Hanya terdengar suara dentingan sendok garpu saja.