Kekasih Brondong Pilihan Ku

Kekasih Brondong Pilihan Ku
Eps 48


__ADS_3

Pagi itu terlihat begitu sangat cerah. Latifha bangun dari mimpi indah nya tadi malam dengan semangat dan senyum yang menggebu-gebu.


Setelah selesai sarapan pagi, latifha pamit kepada kedua orang tua nya untuk berangkat ke kampus lebih dulu.


" Ma pa.. Tifha berangkat dulu ya, assalamualaikum.. " Pamit tifha kepada mama dan papa nya dan langsung mencium punggung tangan mereka bergantian.


" Iya sayang.. Waalaikumsalam, Hati hati ya di jalan. " Jawab mama dan papa nya serentak.


" Wahh mama dan papa kompak banget deh, jadi iri.. Ya udah deh, tifha pergi dulu. Daaaahhh.. " Latifha tampak meninggalkan rumah ruangan itu dan langsung menuju garasi mobil untuk mengambil mobil nya. Setelah beberapa waktu menghidupkan mesin mobil untuk menghangatkan nya, dia memilih untuk langsung berangkat menuju kampus.


Di kampus, tampak Vina sudah menunggu kedatangan latifha dengan wajah berbinar.


" Pagi sahabat ku. Kayak nya lagi bahagia nih ! Ada apa gerangan ? Apa yang membuat kamu seceria ini. " Tanya Vina penasaran.


" Pagi juga sahabat.. Kamu kepo deh, rahasia dong !! " Jawab latifha santai sambil mengulum senyum nya.


" Kamu ihh nyebelin deh. Kasih tau dong, penasaran banget nih. " Vina langsung menggelitik pinggang latifha tiba tiba.


" Geli tau. Udah dong Vin, ampun.. " Latifha tampak menyerah.


" Ya udah.. Ya udah.. Tapi kamu janji ya, nanti harus di cerita kan. "

__ADS_1


" Iya Vin. Iya.. Aku janji. " Latifha langsung mengacungkan jari kelingking nya kehadapan Vina dan langsung dibalas oleh Vina.


" Nah gitu dong, baru nama nya sahabat. " Vina.


" Iya dong. Sekarang kita masuk ke dalam yuk. " Latifha menggandeng tangan Vina dan menarik nya untuk memasuki aula kampus itu.


Di dalam kampus, latifha tanpa sengaja berpapasan dengan Rizky. Dia berencana untuk menghindari Rizky, tapi secepat kilat Rizky mencegah nya.


" Tunggu fha !! Kamu mau kemana sih, kenapa kayak menghindari aku gitu. " Tanya Rizky sambil menarik pelan tangan latifha.


Latifha tampak berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Rizky, tetapi lagi lagi Rizky menarik nya kembali. Karena tarikan itu agak kuat, latifha tampak tertarik oleh tangan Rizky hingga jatuh ke dada bidang cowok itu.


Sementara dari kejauhan tampak Virly sedang menahan rasa marah nya, dia langsung menendang semua yang ada di sana. Dia berlari ke arah latifha dan rizky, dengan segera langsung menarik tangan latifha.


Vina yang menyadari apa yang akan terjadi selanjutnya, dengan secepat kilat menyambut tamparan Virly dan menghempas kan tangan itu.


" Kalau lo berani nampar sahabat gue, gue gak akan segan segan bikin tangan lo patah. Ngerti lo !! " Ancam Vina dengan nada emosi.


Virly tampak kesakitan karena tangan nya di hempas kuat oleh Vina. " Kenapa lo harus belain cewek gak tau diri ini. Dia yang salah kok, dia yang berusaha merebut calon suami orang. " Virly tampak bersikukuh dengan jawaban nya.


" Sekali lagi lo berani menghina sahabat gue, akan gue robek mulut lo yang ember itu. Tanya sama calon suami lo itu, dia yang lebih dulu menghalangi jalan kami. Dan seharusnya lo sadar diri dong, jangan suka menyalahkan orang lain atas masalah yang lo perbuat sendiri. " Vina masih terlihat begitu sangat emosi, tapi dia berusaha meredam nya.

__ADS_1


" Lebih baik kita pergi dari sini fha, muak berurusan sama orang gak penting kayak mereka. " Menarik tangan latifha dan meninggalkan tempat itu.


Setelah mereka pergi, Virly langsung memarahi Rizky. " Jadi ini alasan kamu menjauhi aku, cewek gila itu yang membuat kamu gak peduli lagi sama aku hah.. " Virly tampak geram.


Rizky yang mendengar Virly menghina latifha tampak sangat marah dan emosi. " Apa kamu bilang ? Jangan berani ya kamu menghina dia, dia itu orang yang baik. Bahkan jauh lebih baik berkali kali lipat dibandingkan dengan kamu. " Rizky mengarah kan jari telunjuk nya ke wajah Virly.


Setelah kejadian itu, Rizky memilih untuk meninggalkan tempat itu agar emosi nya meredam. Dia langsung menuju taman belakang kampus itu.


Sementara di sebuah cafe kampus mereka, latifha berusaha meredam kan emosi Vina sahabat nya. Sahabat yang udah mati matian membela nya di depan Virly.


" Tenang kan diri mu Vin, aku gak papa kok. " Latifha mencoba terlihat baik baik saja. Padahal sebenarnya hati nya begitu sakit mendengar hinaan Virly untuk dirinya tadi.


Dasar pelakor. Kata kata itu masih terngiang di telinga latifha.


" Aku gak terima lah fha, dia berani nya menghina sahabat aku. " Jawab Vina.


" Aku gak papa kok, kamu tenang aja lagi. Lagian semua tuduhan itu kan gak bener, ngapain kita harus marah. Ya gak ? " Dia berusaha tersenyum drmi menenangkan Vina sahabat nya.


" Syukur lah kalau kamu gak papa. " Vina langsung memeluk latifha dan di balas oleh latifha.


" Sekarang kita sarapan aja dulu ya Vin, bentar lagi kita ada kelas kan. " Latifha.

__ADS_1


" Iya fha, pesan aja makanan nya. Kita samaan ya.. " Vina


Setelah pesanan sampai, tanpa pikir panjang lagi mereka langsung melahap makanan itu seperti orang yang sedang kelaparan. Padahal sebenarnya mereka berdua sama sama menahan emosi dan diluapkan kepada makanan.


__ADS_2