
Hampir dua jam, latifha duduk di kursi taman segi panjang yang terbuat dari kayu jati di samping sebuah pohon besar. Dia tampak menunggu seseorang, berharap seseorang yang ditunggu nya itu menemui nya disini sesuai janji laki laki itu kepada nya.
Cuaca siang itu mulai terasa semakin panas, sementara kegelisahan mulai menghantui pikiran nya. Latifha tampak mengambil nafas berulang kali, berharap agar bisa menenangkan hati dan pikiran nya saat ini.
Dia tampak beranjak duduk dari kursi segi panjang nya itu, lalu melangkah kan kaki menuju sebuah kolam ikan kecil yang ada di taman itu.
Langit sudah semakin kuning keemasan. Hawa panas pun akhirnya mulai mereda. Latifha tampak duduk sendiri di sebuah ayunan yang mulai terlihat usang. Mengayun kan perlahan dengan kaki nya sambil memandang kosong ke arah jalanan yang sangat padat kala itu.
" Sampai kapan aku harus menunggu mu disini ? Sampai kapan ? " Hanya pertanyaan itu yang terucap dari mulut latifha.
" Sangat berbahaya kalau sendirian di taman yang sepi ini, " Tiba tiba seseorang menyapa nya dengan suara lembut yang terdengar mengkhawatirkan nya dan menyadarkan latifha dari pandangan yang kosong.
" Sekarang banyak penculikan, kamu gak takut diculik. " Tambah laki laki itu sambil tersenyum.
Laki laki itu duduk di sebuah ayunan di samping latifha.
" Dari mana kamu tau kalau aku disini ? " Tanya latifha yang dipenuhi oleh beribu rasa penasaran.
" Entah lah !! Mungkin hati ku yang mengajak langkah kaki ku sampai disini. " Jawab nya begitu santai.
Latifha tampak tersenyum mendengar jawaban nya. " Pulang lah !!! " Dia berkata lagi, wajah nya sudah berada tepat di samping latifha. Latifha hanya diam seribu bahasa.
" Hari sudah semakin gelap, pulang lah !! " Pinta nya. Suara nya yang lembut itu membuat tubuh latifha tersadar, ternyata sudah hampir tiga jam dia berada di tempat itu.
Latifha tampak memaksa kan tubuh nya untuk berdiri, tetapi sangat berat rasanya. Kemudian setelah Latifha menyadari kalau hari sudah hampir gelap, dan taman itu terlihat begitu sepi, dia pun akhirnya memutuskan untuk pulang juga.
" Fha.. Happy birthday !! "Seru cowok itu. Tangan kanan nya menyodorkan sebuah kotak kado berbalut kertas putih hijau.
" Hey.. Dari mana kamu tau kalau aku ulang tahun hari ini mas ? " Tanya latifha sambil tersenyum kaget.
" Entah lah !! Mungkin hati ku yang memberi tahu nya. " Jawab nya sambil terkekeh, kemudian ia berlalu. Berjalan meninggalkan tempat itu dengan langkah pelan namun tetap tidak mengurangi kharisma nya.
" Terima kasih atas semua ini ya.. " Teriak latifha yang di balas dengan senyuman oleh cowok itu sambil mengangkat sebelah tangan nya.
Malam harinya udara terasa begitu sejuk, bintang bintang pun tampak berkedip kedip di langit sehingga memperindah pemandangan langit malam itu.
Latifha tampak memegang kotak kecil yang diterima nya sore tadi dari seorang cowok. Ia berniat ingin membuka nya, akan tetapi masih dalam keraguan.
Akhirnya dia memutuskan untuk membuka kotak kecil itu. Dengan perlahan latifha menyobek kertas yang membalut kotak kecil itu. Dia sangat kaget sekaligus bahagia dengan apa yang dilihat nya.
Ternyata kotak kecil itu berisi sebuah cincin berlian bermatakan mutiara yang sangat indah. " Makasih ya.. Makasih karena kamu telah memberikan semua ini untuk ku, aku sangat bahagia.. " Gumam latifha sambil tersenyum senang.
Tiba-tiba lampu rumah nya mati, begitu gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Latifha sangat takut karena dia sendirian di dalam kamar nya tanpa ada yang menemani. Biasanya kalau lampu mati, latifha akan langsung bergegas memeluk mama nya. Sekarang tidak ada siapapun disitu.
__ADS_1
" Ma.. Pa.. Tifha takut. " Hanya kata itu yang bisa diucapkan oleh nya.
Beberapa saat kemudian, lampu pun akhirnya kembali menyala dengan beberapa lampu berkedip kedip. Tampak papa, mama dan juga merry yang sedang membawa sebuah kue ditangan nya.
" Happy birthday to you.. Happy birthday to you.. Happy birthday to you.. Tiup lilinnya.. Tiup lilinnya.. Tiup lilinnya sekarang juga.. Sekarang juga.. " Kata mereka serentak dan di sambut dengan senyuman kebahagiaan oleh latifha sambil langsung meniup lilinnya.
" Selamat ulang tahun ya anak papa yang paling cantik dan baik hati, semoga bisa menjadi orang sukses suatu hari nanti dan berguna bagi orang banyak. " Kata papa ikhsan.
" Selamat ulang tahun sayang, semoga apa yang kamu inginkan bisa tercapai dan kamu harus bahagia untuk selamanya. " Sambung mama indri.
" Selamat ulang tahun kakak yang paling cerewet, bawel dan nyebelin. Tapi baik !! Semoga bisa mendapatkan cinta sejati kakak. " Kata merry begitu bersemangat.
Mereka tampak memberikan satu persatu hadiah yang sudah mereka persiapkan untuk latifha.
" Amiiinnn.. Ya Rabbal'alamin.. Makasih ya untuk semua nya, aku bangga menjadi anak papa dan mama. Aku juga bahagia terlahir di keluarga ini, yang baik dan penuh perhatian. " Latifha begitu sangat terharu dengan kejutan yang dia dapat kan hari ini.
Tiba-tiba muncullah sosok perempuan cantik dan seorang laki laki di belakang nya. Siapa lagi kalau bukan Vina sang sahabat bersama kekasih nya Edo.
" Happy birthday sahabat sekaligus saudara bagi ku, semoga keberuntungan selalu berpihak kepada mu. " Seru Vina sambil memeluk erat tubuh latifha.
" Makasih ya Vin, kamu emang sahabat aku yang paling baik dan selalu ada untuk ku. " Membalas pelukan Vina.
" Happy birthday to you fha, doa nya yang terbaik aja buat kamu. " Mengulurkan tangannya kearah latifha.
" Iya sama sama fha. " Melepaskan jabatan tangan nya.
" Ya udah, sekarang kita makan aja ya.. Udah laper juga nungguin latifha dari tadi, " Seru mama Indri.
" Ya udah kalau gitu tante, kita langsung menuju meja makan aja. " Sambung Vina yang disetujui oleh semua orang.
Mereka tampak menuju meja makan yang berada di lantai dasar rumah latifha.
" Silahkan dinikmati makanan nya, kalian ambil sendiri ya makanan nya. Papa mau makan apa pa ? " Tanya mama indri.
" Yang ini aja deh ma. " Sambil menunjuk salah satu makanan di meja makan itu.
" Kamu mau yang mana beb ? " Tanya Vina kepada Edo.
" Aku yang ini aja deh, "
Mereka tampak makan dengan lahap nya malam itu, tanpa terdengar suara berisik. Hanya suara sendok dan garpu yang terdengar beradu.
Setelah selesai makan mereka semua menuju ruang keluarga, kecuali latifha dan Vina yang tampak sedang membersihkan piring kotor serta membersihkan sisa sisa makanan di meja makan.
__ADS_1
" Oh iya fha, kenapa kamu gak ngundang mas Irwan kamu itu ? " Tanya Vina membuka obrolan mereka.
" Tadi siang sih aku ketemu di taman, dan kamu tau gak apa yang mas Irwan persiapkan untuk aku. "
" Emang apaan ? " Tanya Vina penasaran.
" Saat itu aku sedang menunggu seseorang di sebuah taman, tiba tiba mas Irwan datang mengucapkan selamat ulang tahun kepada ku dan memberikan aku cincin berlian yang ada mutiara nya. " Jawab latifha begitu bersemangat.
" Serius kamu ? "
" Ya serius lah Vin, masak aku bercanda sih. "
" Emang kamu nungguin siapa sih ? Jangan bilang kamu nungguin Rizky lagi. " Vina
" Sssttt.. Jangan ngomong keras keras dong. " Latifha langsung menempel kan jari telunjuk ke mulut Vina.
" Kamu apaan sih fha, tapi tebakan aku benar kan ? " Vina tampak serius.
" Sebenar nya iya Vin, tapi jangan bilang siapa siapa ya.. Pliiss.. " Latifha tampak memohon kepada Vina.
" Iya iya aku janji, tapi kenapa kamu masih nungguin si brengsek itu. " Seru Vina begitu emosi.
" Jangan gitu dong Vin, aku hanya ingat janji dia aja. Dulu dia berjanji kalau aku ulang tahun, dia akan selalu menunggu ku di taman itu. Tapi kemarin aku yang nungguin dia, tapi dia gak pernah datang untuk ku. " Jawab latifha jujur.
" Jangan bilang kalau kamu belum move on. " Tebak Vina.
" Aku cuma rindu aja sama dia Vin, tapi disaat aku merindukan nya, mas Irwan selalu datang di waktu yang tepat. Aku bingung Vin. " Latifha tampak sedih.
" Jujur sama aku fha, gimana perasaan kamu sama Irwan. Jangan mainin perasaan dia fha, dia terlalu baik. " Vina terlihat sedang menasehati sahabat nya.
" Iya Vin, aku akan berusaha. Kita gabung sama yang lain aja yuk. "
Mereka pun akhirnya meninggal kan dapur menuju ruang keluarga.
" Aku langsung pamit pulang aja ya fha, udah malam juga soalnya. Kami pamit pulang ya om, Tante.. " Sambil mencium tangan mama papa latifha dan diikuti oleh Edo melakukan hal yang sama.
" Hati ya vin. " Mama Indri
" Jangan ngebut. " Papa ikhsan.
" Iya om tante.. " Jawab Edo sambil berlalu meninggalkan tempat itu untuk pulang menuju rumah nya masing-masing.
" Aku pamit ya fha.. merry.. Daaaahhh.. " Vina melambaikan tangan nya dan di balas oleh Merry dan latifha.
__ADS_1
Setelah kepergian Edo dan Vina, latifha langsung pamit kepada kedua orang tua nya untuk beristirahat di dalam kamar nya.