
Di sebuah taman yang sangat indah dan ramai dikunjungi oleh orang orang, tampak latifha sedang duduk di salah satu bangku taman itu sambil menangis sejadi jadinya.
Tak lama kemudian seorang cowok ganteng muncul dan duduk di samping latifha. Mungkin cowok itu tak menyadari kalau di samping nya ternyata ada orang lain.
Dia pun menangis tersedu sedu mengeluarkan segala kesedihan nya yang mendalam yang berusaha dia tahan selama ini.
Latifha yang menyadari bahwa ada seorang cowok sedang menangis di samping nya pun akhirnya menghentikan tangisnya sambil menghapus air mata di pipi.
Dia terus dan terus saja memperhatikan apa yang dilakukan oleh cowok itu. Latifha merasa kalau cowok itu sedang bersedih dan tidak baik baik saja. Latifha merasa kasian melihat cowok itu menangis meratapi nasibnya.
Akhirnya dia memutuskan untuk menyapa cowok itu. " Hai.. kamu kenapa nangis di sini ? " Seru latifha basa basi.
Cowok itu pun terkejut karena dia merasa ada yang menyapa nya. Lalu dia memalingkan wajahnya ke arah dimana latifha duduk.
Dia sangat malu karena ketahuan menangis oleh seorang perempuan yang tidak di kenal nya.
" Loh.. Kamu siapa?? dan sejak kapan ada disini. " Dia tidak menjawab pertanyaan latifha dan langsung menjawab dengan pertanyaan juga.
Latifha yang merasa pertanyaan nya di balas dengan pertanyaan pun langsung berkata lagi dan menjawab pertanyaan cowok itu.
" Nama ku latifha, dan aku sudah ada di sini sejak lama. Sejak kamu datang tadi pun aku sudah ada disini. Kamu kenapa ? kok nangis ? " Kata latifha lagi.
" Oh maaf ya.. mungkin aku tidak menyadari kalau ternyata ada orang juga disini tadi. Aku lagi sedih, maka nya aku menangis di sini. Karena setiap aku bersedih pasti aku kesini. " Jawab Irwan Chandra.
__ADS_1
" Kalau boleh tau nama kamu siapa dan kenapa kamu bersedih ? " Latifha kembali melontarkan pertanyaan.
" Nama ku Irwan Chandra. Aku baru saja di tinggal pergi oleh pacar ku, yang ternyata sudah menipu ku selama ini. Dia bekerja sama dengan kekasih gelap nya untuk memorotin harta ku. Dia mengambil mobil dan beberapa harta ku. Aku sangat menyesal karena sudah sangat mencintai nya dan mempercayai wanita itu begitu saja. " Jelas Irwan panjang lebar.
" Aku pun juga sama dengan kamu, aku juga ditipu oleh pacar ku. Dia ternyata sudah bertunangan dengan wanita lain di belakang ku. Aku baru mengetahui nya tadi. "
" Kalau aku tidak melihat nya makan berdua di cafe, mungkin aku tidak akan pernah mengetahui kenyataan yang sebenarnya. " Latifha tampak mengeluarkan air mata yang sudah berusaha dia henti kan sejak tadi.
" Kamu yang sabar ya, mungkin dia bukan cowok yang terbaik buat kamu. Pasti akan ada cowok baik yang datang menemui kamu suatu hari nanti. Jangan pernah menangisi cowok itu lagi ya.. " Irwan berusaha untuk menenangkan latifha sambil duduk mendekati nya dan memegang pundak nya.
" Iya mas, makasih ya udah nenangin hati tifha. Oh iya kalau boleh tau kenapa mas menangis meratapi cewek yang udah nipu mas ? " Tanya tifha ragu.
" Apa... Kamu panggil aku apa tadi ? " Tanya Irwan sambil tersenyum.
" Emang nya gak boleh ya kalau kamu aku panggil mas ? " Latifha tampak memasang wajah sedihnya.
" Kenapa pertanyaan aku tadi gak mas jawab ? " Latifha tampak penasaran menunggu jawaban Irwan.
" Pertanyaan yang mana lagi ? " Irwan tampak memikirkan sesuatu.
" Aku kan tadi nanya, kenapa mas masih menangisi wanita yang udah menipu mas. " Latifha mengulangi pertanyaannya lagi.
" Kalau masalah yang itu sih jawab nya simpel aja. Itu karena aku sangat menyesal pernah jatuh cinta dan percaya pada nya. " Jawab Irwan.
__ADS_1
" Kalau gitu aku pergi dulu yaa mas. Udah sore banget kayak nya, takut nanti dicariin mama. " Seru latifha sambil berlalu meninggalkan Irwan.
" Eh tunggu dulu. " Irwan tampak memegang tangan latifha dan menarik nya untuk duduk kembali.
" Ada apa lagi mas ? " Tanya latifha penasaran.
" Oh ya fha, aku boleh minta nomor hp kamu gak. Mana tau nanti aku mau nelpon kamu gitu. " Irwan langsung mengambil handphone dari saku celana nya dan bergegas memberikan nya pada latifha.
" Boleh dong mas, masak gak boleh sih. " Latifha langsung mengambil handphone Irwan dan mencatat nomor hp nya.
" Nih handphone mas. "
" Makasih ya fha, oh ya ini kartu nama mas. Mana tau nanti ada keperluan gitu. " Irwan tampak menyodorkan sebuah kartu ke tangan latifha.
" Iya mas sama sama. Aku pergi dulu ya mas. " Latifha bergegas meninggalkan tempat itu dan langsung menuju mobilnya.
" Gak mau aku anterin nih ? Udah sore lo. " Tawar Irwan.
" Gak usah repot-repot mas, makasih ya. Aku bawa mobil sendiri kok. " Latifha.
" Ya udah kalau gitu, hati hati ya. Dan jangan lupa kalau ada waktu nanti main main kekantor aku, Kekantor Chandra grup ya.. " Ucap Irwan lagi.
" Iya mas.. Aku pergi dulu ya. Daaaa.... " Latifha berlalu meninggalkan Irwan sambil tersenyum melambaikan tangan nya.
__ADS_1
Irwan tampak tersenyum bahagia dan membalas lambaian tangan latifha. " Daaaa juga. Hati hati ya. " Irwan.
" Kasian sekali kamu fha, cewek cantik dan baik seperti kamu gak pantas untuk di sakiti. Wajah cantik mu gak pantas mengeluarkan air mata. Aku akan berusaha menjadi teman yang baik buat kamu dan membuat kamu kembali tersenyum bahagia. Aku janji.. " Ucap Irwan sambil berjalan menuju mobil nya. Karena dia juga berencana untuk pulang ke rumah nya Sore itu.