
* Sandiwara kah selama ini
Setelah sekian lama tlah bersama
Ini kah akhir dari cerita cinta
yang slalu aku bangga kan di depan mereka
Entah dimana ku sembunyikan rasa malu... oooo...
Kini harus aku lewati
Sepi hari ku..
Tanpa dirimu lagi
Biar kan kini ku berdiri
melawan waktu
tuk melupakan mu
Walau pedih hati
Namun aku bertahan..
* Glenn Fredly - Akhir dari cerita cinta *
Tepuk tangan yang meriah terdengar dari teman teman Rizky yang juga berada di tempat itu. Mereka tampak kagum mendengar suara nya yang begitu merdu dan membuat semua orang terpesona saat bernyanyi.
Rizky tampak kaget sekaligus juga sedih karena sesungguhnya di dalam hati Rizky, nama latifha masih tersimpan tanpa berniat untuk menghapus nya.
Di depan teman-temannya, dia berusaha menyembunyikan segala bentuk kesedihan dan juga air mata nya. Dia tidak ingin orang lain tau tentang perasaan nya saat ini. Cukup hanya dia yang menanggung semua beban ini sendiri.
" Waaaahh.. suara kamu bagus ya.. "
" Kamu keren deh ky.. "
" Mau dong dinyanyikan sama kamu. "
" Kalau aku jadi pacar kamu, sudah pasti aku akan selalu bahagia bersama mu. "
Dan masih banyak lagi kata kata yang bisa didengar oleh telinga Rizky.
" Sebelum nya aku mengucapkan terima kasih atas pujian dari kalian semua, aku senang kalau masih ada orang yang mau mengatakan kalau suara aku bagus. Makasih ya semua nya.. " Seru Rizky yang tampak berusaha tersenyum kepada teman teman nya.
" Aku duluan ya.. " Akhirnya Rizky memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan memilih untuk pulang ke rumah nya.
Siang itu terasa begitu sangat panas, matahari tampak bersinar begitu terik. Tampak latifha dan Vina baru saja keluar dari gerbang kampus mereka dengan menggunakan mobil latifha.
" Vin.. Gimana kalau kita belajar di rumah ku, sambil main juga. " Latifha.
" Oke deh fha, aku mau kok. Sekalian masakin aku makanan yang enak ya, biar semangat belajar nya. " Kata Vina begitu bersemangat.
__ADS_1
" Kamu ini, dasar tukang makan. Iya iya nanti aku masakin yang enak dan lezat buat sahabat aku yang paling baik ini. " Melirik ke arah Vina.
" Makasih ya fha, kamu baik deh. " Vina tampak tersenyum senang.
" Iya.. sama sama. Tapi aku heran aja deh sama kamu. Kamu kan suka makan tuh, tapi kenapa badan kamu gak gendut sih. Tetap cantik dan seksi. " Tanya latifha penasaran.
" Ya iya lah fha, aku kan rajin olahraga dan lari juga. Emang nya kamu yang kerjaan nya tidur aja. " Ledek Vina yang disusul oleh tawa nya.
" Kok kamu jadi ngeledek sih Vin, kamu tega banget sama aku. " Latifha pura pura merajuk sambil memasang wajah sedihnya.
" Sorry deh fha, bukan nya aku bermaksud begitu. " Vina
" Tapi bo'ong.. Ueekkk.. " Latifha menjulurkan lidahnya ke arah Vina.
" Iiihhh.. dasar kamu ya fha. " Vina menggelitik pinggang latifha.
Sesampainya di rumah, latifha langsung bergegas menuju kamar nya untuk segera mengistirahatkan tubuh nya sebentar. Dia tampak merebahkan tubuhnya di atas sofa dalam kamar nya dan di ikuti oleh Vina. Disitu lah tempat biasa dia menghilangkan rasa lelah dan penat nya.
Jendela yang berada tepat di samping sofa itu selalu menghembuskan angin yang begitu sejuk, sehingga latifha sangat betah berlama-lama berada di sana.
Beberapa menit kemudian, dia mendengar alunan suara gitar yang begitu indah dan merdu. Latifha langsung melihat ke arah luar jendela, dan dari jendela itu terlihat jendela rumah sebelah.
Dan latifha tampak begitu sangat terkejut, karena dia melihat sosok cowok yang memainkan sebuah gitar. Cowok yang begitu sangat mirip dengan Rizky.
Tampak jelas bahwa cowok itu begitu sangat menikmati sentuhan tangan nya pada dawai gitar tersebut. Latifha terus memandangi wajah cowok itu, cowok yang sampai saat ini masih ada dalam pikiran nya.
Tiba-tiba dia di kagetkan oleh suara sang mama. " Latifha.. apa yang sedang kamu perhatikan sayang ? " Tanya mama nya.
" Oh iya sayang. Mama belum cerita ya sama kamu. Itu Rizky sayang, sekarang Rizky udah jadi tetangga kita. Mereka baru pindah kemarin. Nanti kalau ada waktu kamu temui Rizky dan ibu nya ya.. "
" Tapi ma.. Rizky kan.. " Ucapan latifha terpotong karena mama nya langsung menjawab dengan cepat.
" Iya mama tau, tapi kemarin dia sempat kesini sama ibu nya dan menjelaskan semua kejadian yang terjadi sebenarnya. " Jelas mama indri.
" Flashback on "
Seorang cowok ganteng datang ke rumah Rizky dengan memakai pakaian kantor nya. Dia langsung masuk ke dalam rumah sederhana milik rizky dan ibu nya.
" Sebenar nya aku datang ke sini karena di suruh sama mami. Mami meminta ku untuk mengajak ibu dan Rizky untuk tinggal di rumah bersama ku. Karena mama ingin ada orang yang bisa menjaga ku ketika papa dan mama di luar negeri. Bagaimana bu ? Ibu mau kan. " Tanya cowok itu serius.
" Tapi ibu sudah nyaman dirumah ini nak. Ibu takut kalau ayah Rizky akan kecewa. " Jawab ibu sedih.
" Mami bilang kalau ibu dan Rizky harus mau. " Jelas Cowok itu.
Beberapa waktu kemudian, Rizky pulang ke rumah nya dengan mata sembab dan wajah begitu menyedihkan.
" Assalamualaikum bu.. " Belum sempat ibu menjawab salam nya, Rizky tampak begitu emosi.
" Sebenar nya kamu siapa ? Kenapa datang ke rumah ku. Kamu mau menertawakan diri ku ya. " Wajah Rizky memerah karena menahan emosi.
" Kamu tenang dulu dong sayang. Emang nya kalian ada masalah apa ? Kamu udah kenal sama dia, padahal ibu belum pernah mengenal kan dia pada mu. " Ibu Rizky tampak penasaran.
" Dia yang udah merebut hati latifha dari ku bu, dia jahat. " Rizky berusaha menahan air mata nya.
__ADS_1
" Latifha ?? " Tanya cowok itu begitu kaget.
" Latifha yang mana yang kamu maksud. Jangan bilang kalau latifha itu cewek yang kuliah di kampus xxx ya. "
" Kamu gak usah pura pura bodoh deh. Aku yakin kalau kamu senang karena sudah berhasil merebut hati latifha. " Rizky
" Kamu harus dengerin penjelasan aku dulu. Sebenar nya aku dan latifha tidak punya hubungan apa apa. Aku hanya kasian sama dia, karena dia selalu menceritakan isi hati nya pada ku. Dan sungguh aku tidak tau kalau kamu adalah cowok yang diceritakan latifha pada ku. "
" Jadi sebenarnya kamu lah cowok yang di cerita kan oleh latifha tempo hari, apa benar kalau kamu yang udah di jodoh kan dengan wanita lain, benar begitu bu ? " Tanya cowok itu lagi.
" Dulu emang bener kalau Rizky di jodoh kan dengan Virly sejak lama. Tapi setelah Rizky mengetahui kalau wanita itu tidak benar benar menginginkan nya. Wanita itu masih suka jalan sama cowok lain, ibu jadi berubah pikiran mendengar cerita Rizky. Ibu kasihan melihat putra ibu. " Ibunya tampak sedih menceritakan kenyataan itu.
" Sebenar nya apa yang belum aku ketahui bu ? Aku mohon tolong jelaskan pada ku. " Rizky
" Dia ini adalah Irwan kakak sepupu mu. Papi nya Irwan adalah kakak kandung ayah kamu nak. Dulu pernikahan kami gak direstui oleh keluarga ayah kamu, karna ibu orang tak punya. " Ibu tampak berusaha sekuat tenaga menahan rasa sedihnya.
" Tapi berbeda dengan papi nya Irwan, dia menyetujui hubungan kami. Hingga akhirnya ayah memutuskan untuk pergi dari rumah dan menikahi ibu. Semua hak waris ayah kamu di cabut dan di serahkan ke papi nya Irwan. Sampai suatu hari kakek dan nenek mu mengalami kecelakaan, dia sempat kritis. "
" Setelah mereka sadar kembali, mereka memanggil ayah dan ibu untuk menemui nya. Dan pada akhirnya dia merestui hubungan kami dan menjadi kan kembali ayah kamu ahli waris kedua. Beberapa saat kemudian, mereka meninggalkan secara bersamaan. Ayah kamu sangat terpukul, dia memutuskan untuk tidak menerima harta itu dan hidup sederhana bersama ibu sampai dia meninggal kan kita untuk selamanya. " Tampak cairan bening siap meluncur dari sudut mata wanita paruh baya itu.
" Setelah kepergian ayah mu, papi dan mami Irwan selalu datang ke rumah ini untuk menjenguk ibu dan kamu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal diluar kota. Irwan harus melanjutkan kuliahnya di sana, sehingga mereka tidak pernah lagi datang kesini. Tiba tiba Irwan datang menemui ibu dan meminta kita tinggal bersama di rumah nya. " Jelas ibu Rizky panjang lebar.
" Tapi kalau ibu sama Rizky gak mau tinggal sama aku, kalian tenang aja. Aku sudah menyiapkan sebuah kejutan besar untuk kalian. " Irwan tampak mengeluarkan sebuah kertas. Ternyata adalah sertifikat rumah yang alamat nya berdekatan dengan rumah latifha.
Rizky yang melihat semua itu, merasa sangat bahagia. Karena dia sebentar lagi akan tinggal di sebelah rumah orang yang sangat dicintai nya.
" Kenapa.. Kenapa bisa ? " Tanya Rizky gugup.
" Ya bisa lah. Apa yang gak bisa buat gue, dan lo tenang aja lagi. Gue gak bakalan rebut kekasih lo, jadi gak usah takut. Lagian gue udah anggap dia adek gue sendiri, sama kayak lo. " Irwan menepuk pelan bahu Rizky.
" Syukur lah kalau gitu, aku sangat bahagia rasanya. Makasih ya bang untuk semua nya. " Akhirnya senyum kebahagiaan itu muncul lagi dari wajah ganteng Rizky, setelah sekian lama gak tersenyum.
" Iya sama sama. Oh iya bu, nanti sore kita langsung kesana aja ya. Sekalian bersih bersih.. " Menatap ke arah ibu Rizky.
" Iya nak, makasih ya sayang udah mengembalikan anak ibu lagi seperti semula. "
" Jangan bilang gitu dong bu, sebagai kakak aku harus bisa menjaga dan memberikan kebahagiaan untuk adek aku. Ya gak bro.. " Menaik turun kan sebelah alis matanya.
Rizky hanya membalas nya dengan senyuman.
" Oh iya ky, setelah lo menyelesaikan studi lo. Kayak nya gue akan kembali ke luar kota deh, biar perusahaan Chandra group lo yang kelola. Semua itu kan emang hak nya elo. "
" Oh iya bu, Rizky masih memakai nama besar Chandra kan dibelakang nama nya. " Tanya Irwan.
" Sebenar nya nama Rizky adalah Rizky Raditya Chandra, tapi ibu tidak memakai nya selama ini. " Jelas ibu.
" Gak bisa gitu dong bu, karena sebentar lagi Chandra group akan di kelola oleh Rizky. "
" Oh iya bu, kayak nya sekarang hari udah mulai sore deh. Biar sekalian aku antar aja ke rumah yang baru ya bu. " Tawar Irwan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membereskan semua barang barang yang akan di bawa nya. Setelah selesai beres beres, mereka tampak bergegas meninggalkan tempat itu dengan menggunakan mobil Irwan menuju tempat tinggal yang baru.
* Flashback off *
__ADS_1