
Mobil yang dikendarai oleh latifha akhirnya sampai didepan sebuah supermarket itu, salah satu supermarket ternama di kota itu.
Latifha langsung memarkir kan mobil nya disebuah tempat parkir yang terlihat begitu luas.
" Fha.. Makan aja dulu ya, setelah kita makan baru lah kita shopping. Soalnya aku udah lapar banget nih, Ok gak ? " Ucap Vina sambil menaik turun kan alis mata nya.
" Ya udah deh Vin, terserah kamu aja. Aku ikut kamu aja deh mau nya gimana. " Jawab latifha santai.
Mereka akhirnya memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum mereka berbelanja barang kebutuhan mereka.
Beberapa waktu telah mereka habiskan untuk makan siang. Kini tibalah saatnya bagi mereka untuk berbelanja sepuasnya.
" Kamu lihat deh fha, gaun itu cantik banget. Pasti cocok deh dengan tubuh kamu. " Kata Vina sambil memperhatikan sebuah gaun berwarna putih pink.
" Kayak nya aku juga suka deh sama gaun itu. Warna nya juga cocok buat aku. Kita tanya harga nya aja langsung yuk. " Seru latifha sambil berjalan menuju tempat gaun mewah itu berada.
Tiba-tiba saja muncul sosok wanita cantik dan langsung mengambil gaun itu begitu saja. Wanita itu ternyata adalah Virly tunangan nya Rizky.
__ADS_1
" Eh.. lo apa apaan sih, gaun itu milik teman gue tauk. " Kata vina cepat sambil berusaha merebut kembali gaun itu.
" Enak saja bilang punya teman lo, ini milik gue. Bukti nya udah ada di tangan gue. " Virly berusaha merebut gaun itu dari tangan Vina.
Dan pada akhirnya gaun itu pun robek di tangan mereka.
" Tuh kan gara gara lo robek jadi nya. Lo aja pasti gak akan mampu beli gaun ini. Dasar orang miskin. " Virly mengeluarkan kata kata yang begitu kasar kepada Vina.
" Udah vin, tenang aja ya. Biar aku yang mengganti baju itu. " Latifha langsung memotong perkataan Virly yang dari tadi udah menghina Vina sahabat nya.
" Alaahh.. Jadi orang miskin aja belagu lo ya, dasar kampungan. Sok sok mau ganti lagi, emang lo punya duit berapa hah ? Dasar orang miskin kalian. " Virly terus saja menghina latifha.
" Lo gak tau siapa papa nya latifha, dia orang paling kaya di kota ini. Dia adalah anak dari... " Latifha langsung menarik tangan Vina dan menutup mulutnya pelan.
" Kamu apa apaan sih fha, jangan halangin aku dong. Aku mau kasih pelajaran buat cewek gak tau diri dan gak tau malu ini. Biar dia tau siapa kamu sebenarnya. " Vina sangat emosi karena ada orang yang berani menghina sahabat nya itu.
" Udah tenang aja deh, aku gak papa kok. Lagian kita juga salah kan, " Bela latifha.
__ADS_1
" Dengar tuh ucapan teman lo, emang lo yang salah kok dan lo harus mengganti nya. " Virly terus saja berusaha membela diri nya.
" Fha.. kamu kenapa sih ngalah sama orang kayak gitu. Orang yang gak tau malu seperti itu. Kan itu semua kesalahan dia juga. " Ucap Vina lagi.
" Udah lah vin tenang aja lagi, biar aku yang bayarin. " Latifha berlalu meninggalkan Vina dan Virly menuju kasir supermarket itu.
Sementara itu " Sok kaya lo ya, tapi bayar gaun itu aja gak mampu. Dasar anak gak tau malu, atau jangan-jangan lo itu simpanan om om lagi. " Vina terus saja memanas manasi Virly sambil tersenyum bahagia dan berlalu meninggalkan Virly yang terlihat sangat emosi.
" Jangan sembarang ngomong lo ya, awas lo ntar kalau ketemu lagi. Urusan kita belum selesai. " Virly pergi meninggalkan supermarket itu dengan wajah yang begitu merah menahan emosi. Dia sangat geram mendengar perkataan Vina yang terus menerus ingin membuat nya marah.
Latifha yang sudah selesai membayar gaun yang robek tadi, langsung bergegas membawa Vina meninggalkan tempat itu.
" Vin, kalau kita belanja nya lain kali aja gimana ? Soal nya mood aku udah hilang nih kayaknya. " Ucap latifha sambil menggandeng tangan Vina.
" Iya gak papa kok fha, kita belanja nya lain kali aja. Lagian tujuan utama kita kesini mau bersenang senang sambil menghibur kamu. Tapi nenek lampir itu datang dan mencari cari masalah dengan kita. "
" Aku kesal banget sama dia deh, gara gara dia aku jadi gagal menghibur sahabat ku yang lagi sedih ini. Maaf ya fha..." Vina merasa bersalah kepada latifha.
__ADS_1
" Iya gak papa kok vin, lagian aku juga udah mulai lupa sama masalah aku tadi. Kita pulang aja yuk, lain kali kita kesini lagi. " Ucap latifha kepada Vina sahabat satu satu nya itu.
Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan supermarket itu dengan rasa kecewa nya. Latifha dan Vina memutuskan untuk pulang menuju rumah masing-masing karena hari pun juga sudah semakin sore.