
Malam itu Rizky tampak uring-uringan di tempat tidur nya. Dia masih memikirkan tentang keputusan yang telah di ambil oleh ibu dan keluarga Virly, yaitu mempercepat proses pertunangan mereka.
Rizky tampak semakin ragu dengan keputusan yang telah di ambil nya waktu itu. Sementara di hati nya masih tersimpan indah nama latifha sang mantan kekasih, wanita pertama yang telah berhasil membuat nya jatuh cinta dan membuat hari hari nya lebih indah.
" Bagaimana ini, aku udah gak tau lagi harus berbuat apa. Aku gak yakin dengan semua keputusan ini, aku gak bisa terus terusan seperti ini. " Rizky tampak begitu frustasi dengan semua kenyataan hidup nya saat ini.
Dia tidak begitu yakin bahwa Virly adalah orang yang tepat untuk nya, karena waktu itu dia pernah melihat dengan mata kepala nya sendiri kalau Virly pernah jalan sama cowok lain.
Mulai saat itu lah dia ragu untuk melanjutkan perjodohan nya dengan Virly. Dia langsung teringat akan sosok latifha yang baik, lemah lembut dan penuh perhatian.
" Maaf kan aku ya fha, karena aku telah mengecewakan mu, menyakiti mu, dan membuat kamu terluka. Aku tau kalau kamu masih menyimpan rasa cinta mu untuk ku, bukti nya kamu masih menunggu kedatangan ku di taman itu. " Ternyata Rizky melihat latifha yang menunggu nya di taman waktu itu, saat dia ingin menghampiri latifha, tiba tiba Irwan datang dan menyuruh latifha untuk pulang. Rizky sangat kecewa dengan apa yang dilihat nya, dia melihat dengan mata kepala nya sendiri kalau cowok itu memberikan sebuah kotak kecil untuk latifha.
Rizky sangat yakin kalau kotak itu berisi sebuah cincin. Yang lebih mengecewakan lagi bagi Rizky, dia melihat kalau latifha begitu sangat bahagia menerima semua itu.
Sampai larut malam, Rizky masih setia memandangi sebuah foto kecil. Foto yang masih di simpan oleh Rizky di dalam kamar nya, foto sang mantan kekasih yang masih sangat dicintai oleh nya sampai saat ini.
" Fha.. Kamu sedang apa sekarang, apa kamu bisa tidur nyenyak. Asal kamu tau fha, aku disini masih mencintai dan merindukan mu sayang.. " Ucap Rizky sambil meneteskan air mata dipipi nya.
Setelah beberapa lama memandangi dan menangisi foto latifha, Rizky akhirnya tertidur sambil memegang foto latifha dipelukan nya.
.....
Waktu begitu cepat berlalu, karena baru beberapa jam Rizky berhasil memejamkan mata nya, pagi pun sudah menyambut.
Dia begitu malas beranjak dari tempat tidur nya, karena pasti akan mengingat tentang apa yang terjadi pada hidup nya saat ini.
" Rizky.. Rizky.. kamu udah bangun sayang. Udah siang nih !! " Terdengar seruan ibu nya dari luar kamar.
__ADS_1
" Iya bu, Rizky udah bangun kok. " Dengan begitu malas nya Rizky bangkit dari tempat tidur untuk menuju kamar mandi.
Setelah menyelesaikan mandi nya, Rizky mencari pakaian yang akan di pakai nya hari ini.
Rizky berjalan dengan langkah gontai tanpa menunjukkan semangat pagi itu. " Pagi bu.. " Sapa Rizky dan di balas dengan senyuman oleh ibu nya.
" Pagi juga sayang.. Kamu kok kelihatan lesu gitu sih nak, gak ada semangat sedikit pun kayak nya. Kenapa ?? Ada apa sih, cerita aja sama ibu. " Tanya ibu Rizky.
" Gak papa kok bu, aku cuma lagi capek aja. " Jawab Rizky bohong.
" Ibu yang mengandung dan melahirkan kamu nak, jadi ibu kenal betul siapa kamu. Kamu gak bisa bohongin ibu. Tolong jujur sama ibu, kata kan sejujurnya apa yang kamu inginkan. " Ibu nya tampak memasang raut wajah sedihnya.
" Tapi ibu janji kalau ibu jangan marah ya. " Menyerahkan jari kelingking kehadapan ibu nya.
" Iya ibu janji gak bakalan marah, emang kenapa ? Ada apa ? "
" Semua keputusan ada di tangan kamu nak, ibu menghargai keputusan kamu. Ibu yakin apa yang kamu pilih adalah yang terbaik untuk kamu, dan ibu hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan mu nak. " Sambil memeluk anaknya.
" Makasih ya bu karena ibu udah percaya sama Rizky. Rizky janji gak bakal membuat ibu kecewa. " Rizky tampak bersemangat.
" Kalau gitu Rizky pamit dulu ya bu, ada jam pagi soal nya. Assalamualaikum.. " Pamit Rizky sambil mencium punggung tangan ibu nya.
" Iya waalaikumsalam.. kamu hati hati ya sayang, semangat belajar nya. Jangan mikir yang macam macam dulu, nanti ibu yang cari jalan keluar nya. " Seru ibu Rizky untuk memberikan semangat kepada anak nya.
Rizky tampak mengendarai motor nya menuju kampus, dimana tempat itu adalah tempat nya menimba ilmu pengetahuan.
Dengan semangat yang baru, Rizky tampak masuk kedalam aula kampus itu.
__ADS_1
Tiba-tiba langkah nya berhenti karena seseorang menghadang nya. " Pagi sayang.. Kemana aja beberapa hari ini, kok gak pernah nemuin calon istri. " Seseorang itu yang tak lain adalah Virly.
" Kamu apa apaan sih Vir, asal kamu tau ya. Aku bukan calon suami kamu dan kamu bukan calon istri aku. Kamu paham !! " Rizky tampak meninggikan nada suara nya.
" Jangan harap kamu bisa lepas dari aku. " Virly tampak begitu kesal.
Dari kejauhan terlihat Vina sedang memperhatikan kejadian itu, dimana Vina mendengar perkataan Rizky bahwa Virly bukan lah calon istri nya.
" Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka, kenapa Rizky bicara seperti itu pada Virly. " Gumam Vina penasaran.
Rizky tampak langsung bergegas pergi meninggalkan Virly yang terlihat begitu emosi.
" Kamu akan menyesal nanti karena kamu berani menyakiti hati ku. " Teriakkan Virly begitu keras, sehingga mencuri perhatian semua orang yang ada disitu.
Tiba-tiba seseorang menghampiri nya, " Kamu kenapa honey ? Kata nya cuma main-main sama dia, kenapa kamu kesal gitu. " Tanya seorang cowok.
" Aku cuma gak suka aja dengan kelakuan dia sayang, dia udah berani berkata kasar sama aku. " Jawab Virly begitu manja.
Diseberang sana Vina ikut menyaksikan kejadian itu, " Oh Jadi itu alasan nya. Virly dan selingkuhan nya kuliah disini juga ternyata, kok aku bisa gak tau ya. " Vina mengangguk angguk kan kepala nya tanda mengerti.
Sementara itu, latifha tampak mempercepat langkahnya menuju ke arah Vina sahabat nya.
" Kamu ngapain disini Vin, aku udah teriak teriak manggil kamu dari tadi sampai kerongkongan ku kering. Eh kamu malah bingung sendirian disini. " Kesal latifha.
" Kamu sejak kapan ada disini, kok aku gak dengar kamu manggil aku. " Jawab Vina santai.
" Tahun depan. Ya sejak tadi lah. Pantas aja gak dengar panggilan aku, kamu bingung gitu. " Latifha terlihat begitu sangat kesal.
__ADS_1
" Sorry deh sorry.. Kita masuk sekarang aja yuk, kita ada kelas kab sekarang. " Vina tampak menggandeng tangan Latifha, dan mereka pun akhirnya meninggal kan tempat itu menuju ruang dimana mereka akan belajar.