
Hari pun berganti bulan, beberapa waktu telah Rizky lalui tanpa memberikan kabar kepada latifha.
Rizky berusaha keras untuk melupakan latifha, sang kekasih yang sangat dicintai nya.
Disaat Rizky mulai terbiasa dengan keadaan ini, disaat Rizky udah mulai terbiasa tanpa kabar dari latifha. Latifha akhirnya muncul dengan menyimpan segudang pertanyaan yang selama ini di pendam nya sendiri.
Di kantin kampus nya, latifha memutuskan untuk menemui Rizky.
Rizky tampak duduk termenung sendiri dengan makanan yang diacak acak tanpa berniat untuk memakannya.
" Sayang.. Kamu kemana aja selama ini ? Kok gak pernah lagi menemui aku, kamu kenapa ? Kasih kabar juga gak pernah tuh. " Latifha tampak sangat penasaran dengan sikap dan tingkah laku Rizky yang berubah drastis.
Rizky hanya bisa diam tanpa mampu menatap wajah cantik latifha, kekasih yang selama ini selalu ada untuk nya dan selalu setia menemani hari hari nya.
" Kamu kenapa sayang? Kok diam aja dari tadi. Kamu ada masalah ? Kalau emang ada masalah cerita dong sama aku, aku ini kan pacar kamu. " Latifha tampak sedih mendapati wajah kekasih nya yang hanya murung saja.
" Aku.. Aku gak papa kok sayang. Kamu tenang aja, aku hanya lagi sibuk akhir akhir ini. " Rizky mengalihkan tatapan mata nya ke arah lain karena tidak berani menatap wajah Latifha.
" Aku merasa akhir akhir ini kamu menjauhi aku sayang, setiap aku ingin menemui kamu, aku merasa kamu menghindari aku. "
__ADS_1
" Atau jangan-jangan benar lagi kalau kamu lagi menghindari aku. " Tanya latifha penasaran.
" Itu gak benar sayang.. Mungkin itu hanya perasaan kamu aja kali. " Rizky berusaha untuk menyembunyikan rasa sedihnya dari latifha.
" Bagus lah kalau emang kayak gitu. Oh ya sayang.. Liburan semester nanti kamu ada acara gak ? Kalau gak ada, kita liburan ke puncak aja yuk. Sekalian tuh kita ajak Vina sama Edo. " Tanya latifha bersemangat.
" Lihat nanti ya sayang.. Nanti aku kabarin kalau gak sibuk. " Seru Rizky.
" Oke deh kalau gitu, aku masuk duluan ya sayang. Soal nya masih ada kelas sebentar lagi. Daaa... Sayang. " Latifha langsung mencium pipi Rizky dan berlalu meninggalkan tempat itu menuju ruang kelas nya.
Rizky hanya bisa diam menatap punggung kekasih nya sampai menghilang dari pandangan mata nya. Tanpa terasa air mata Rizky mengalir begitu saja.
" Maaf kan aku sayang.. aku gak bisa berkata jujur sama kamu. Aku gak tau gimana reaksi kamu seandainya kamu tau kenyataan yang sebenarnya. "
" Aku akan menghindari kamu pelan pelan, agar kamu terbiasa tanpa aku di samping kamu. Biar lah aku yang menderita asalkan aku bisa melihat senyum kebahagiaan di wajah cantik mu. "
" Kamu gak pantas untuk bersedih, dan hanya kebahagiaan lah yang pantas buat orang sebaik diri mu. " Ucap Rizky lirih.
Rizky hanya bisa menangis meratapi semua itu, dia berusaha untuk tetap tegar. Walau sebenarnya dia adalah orang yang sangat rapuh.
__ADS_1
Di tempat lain, terlihat latifha sedang mengikuti pelajaran dengan fokus dan tanpa beban pikiran apapun. Karena akhirnya rasa penasaran latifha selama ini terjawab sudah. Meskipun di dalam hati nya tidak yakin dan tidak begitu puas dengan jawaban yang di lontarkan oleh sang kekasih.
Jam kuliah pun sudah usai. Latifha tampak meninggalkan ruangan nya dengan begitu tergesa gesa. Latifha dengan cepat langsung mencari sosok Rizky sang kekasih yang sudah sangat di rindu kan nya.
Karna hampir dua bulan mereka tidak saling bertemu dan tidak saling memberi kabar.
Setelah mencari kemana mana, latifha harus mendapatkan kekecewaan lagi karena dia tidak bisa menemukan sosok Rizky dimana pun.
Latifha tampak sedih karena tidak berhasil menemukan Rizky. Dia akhirnya memutuskan untuk duduk di taman sambil menunggu sampai sahabat nya datang.
Tak lama kemudian Vina akhirnya datang menemui latifha.
" Hai fha.. Kamu kok sedih gitu sih ? Kamu kenapa sih, cerita dong sama aku. " Ucap Vina tiba tiba.
" Aku.. Aku.. gak papa kok vin, tapi Rizky. Aku gak bertemu Rizky lagi, dan aku sangat yakin kalau dia sengaja mau hindarin aku. " Latifha akhirnya menangisdi pelukan Vina sahabat nya, air mata yang sudah dia tahan sejak tadi akhirnya tumpah juga tanpa permisi.
Vina yang kasian melihat sahabatnya itu menangis, berusaha membujuk latifha. Dengan berbagai macam cara Vina lakukan untuk menghibur latifha, dan akhirnya latifha bisa tersenyum kembali meski pun pada kenyataannya senyum itu adalah senyum terpaksa.
Tak berapa lama kemudian, mereka akhirnya memutuskan untuk berbelanja di supermarket langganan keluarga latifha yang berada tak jauh dari tempat mereka kuliah.
__ADS_1