
Setelah kepergian sang mantan kekasih, latifha hanya bisa menghela nafasnya dalam-dalam. Latifha sekarang sadar bahwa Rizky bukan lah yang terbaik untuk dirinya. Masih ada yang lebih baik dan lebih pantas untuk nya dari pada Rizky.
Vina yang melihat sahabatnya itu tidak merasa sedih lagi, hanya bisa mengucapkan kata syukur kepada Allah.
" Setelah selesai makan siang, kita mau kemana lagi nih fha. Jalan jalan aja yuk, kemana gitu. " Kata Vina kepada latifha.
" Oke deh, terserah kamu aja. Aku mau ikut aja kemana kamu pergi. " Jawab latifha sambil tersenyum.
"Siap bos.. Kita berangkat sekarang yuk. " Vina
" Ayuk.. " Latifha langsung bergegas meninggalkan tempat itu sambil menggandeng tangan Vina sahabat nya.
Latifha mengendarai mobil nya menuju tempat dimana mereka berdua akan berlibur. Mereka tampak menuju pantai yang sangat indah.
" Kita parkir mobil nya dulu ya Vin, setelah itu baru deh kita menghabiskan waktu sampai sore disini. " Latifha tampak begitu semangat.
" Oke deh fha, aku sih setuju setuju aja. Asal kan itu membuat kita bahagia. " Vina pun tampak ikut bersemangat.
Setelah selesai memarkir kan mobil nya, latifha dan Vina langsung bergegas menuju pantai itu.
" Waaaahh... Tempat nya indah banget, aku suka deh. " Kata Vina
" Aku sebenarnya juga suka sih Vin, tapi tempat ini mengingatkan aku pada Rizky. Tapi gak papa kok, lagian Rizky Udah gak ada lagi disini.. " Latifha tampak tersenyum sambil menunjuk ke arah hati nya.
" Hehe.. Kamu bisa aja deh Vin, tapi benar kan kamu gak sedih lagi. " Tanya Vina penuh selidik.
" Benar lagi Vin, aku udah move on dari mantan pacar aku. Dan aku udah ada pengganti nya lagi.. hehe.. " Canda latifha sambil tersenyum bahagia.
Beberapa waktu kemudian, di saat mereka sedang asyik bermain menikmati indahnya pemandangan pantai, mereka dikejutkan oleh beberapa orang yang ingin mengganggu mereka berdua.
" Hai cantik.. Boleh kenalan dong. " Kata salah satu cowok itu.
" Iya nih. Mau kenalan dong, boleh gabung kan. " Kata cowok yang satu nya lagi sambil memegang dagu latifha.
Latifha sangat marah kepada mereka dan langsung menepis tangan orang yang sudah berani memegang dagu nya dengan lancang.
" Hai jangan kurang ajar lo ya, berani beraninya megang gue. " Kata latifha sangat marah dan begitu emosi.
__ADS_1
" Hehe.. jangan sok jual mahal gitu dong, sini main sama kita kita. " Kata cowok itu lagi.
Disaat salah satu cowok itu ingin merangkul pundak latifha, Irwan tiba tiba datang dan langsung menepis tangan orang itu.
" Heh.. Siapa lo, berani beraninya sama gue. Mau jadi pahlawan kesiangan lo. " Cowok itu terlihat sangat marah.
" Jangan berani beraninya lo kurang ajar sama dia yaa.. " Kata Irwan penuh emosi.
" Emang nya Lo siapa nya dia, jangan berani ikut campur masalah kita ya. Mau cari mati lo ? " Wajah orang itu terlihat memerah menahan emosi nya.
" Gue cuma gak mau calon istri gue di sentuh sama orang seperti kalian. Kalau kalian berani menyentuh dia, kalian langkahi dulu mayat gue. " Irwan juga tampak begitu emosi.
" Apa ?? Hahaha lucu lo ya, berani beraninya nantang kita. Punya nyali juga lo rupanya. " Kata salah satu cowok itu.
Salah satu cowok itu langsung berlari menghadang Irwan dengan tendangan bebas nya. Irwan tampak berhasil menepis tendangan orang itu dan orang itu terpental jauh.
Melihat teman nya terkena pukulan, cowok yang satu lagi sangat emosi dan langsung melancarkan serangannya ke arah Irwan. " Kurang ajar lo ya, rasa kan ini.. " Kata cowok itu dan Irwan juga berhasil membuat orang itu cedera.
Kini tibalah saatnya satu cowok lagi yang tinggal dan langsung menghadang Irwan. Dengan sebelah kakinya, Irwan menendang selengkangan cowok itu. Dia meringis kesakitan.
" Kamu gak papa mas.. " Tanya latifha cemas
" Tenang saja lagi fha, aku gak papa kok. Seharusnya aku yang nanya kamu gak papa. " Jawab Irwan.
" Aku gak papa kok mas, oh ya kenapa mas bisa ada di sini ? Mas sama siapa tadi ? " Tanya latifha penasaran.
" Oh ya.. Aku tadi sedang ada meeting di dekat sini dengan client dari luar negeri. Setelah selesai meeting, aku berencana mau cari angin dulu di sini. Eh tanpa sengaja aku melihat kamu di ganggu oleh cowok cowok tadi. Aku langsung bergegas ke sini dan untungnya gak terlambat. " Jelas Irwan panjang lebar
" Jadi mas ada kerjaan di sini tadi, oh ya client mas itu cewek apa cowok sih. " Tifha terlihat begitu tidak sabar menunggu dari jawaban Irwan.
" Oh client nya laki laki, emang nya kenapa ? " Tanya Irwan
" Ehm.. Ehm.. Ada yang cemburu nih kayaknya. " Tiba tiba Vina datang mendekati mereka dan langsung menggoda latifha.
" Iihh... Kamu apa apaan sih Vin, ada ada aja deh. Jangan ngaco gitu ngomong nya napa ? " Vina tersenyum malu-malu.
" Kalau iya juga gak papa kok fha, aku senang kalau kamu cemburu. " Irwan tampak tersenyum senang mendengar perkataan Vina.
__ADS_1
" Eehh.. gak kok mas. Teman aku ini emang suka ngaco ngomong nya. Maaf ya mas, " Jawab latifha lagi.
" Gak papa lagi fha, santai aja. " Jawab Irwan
" Oh iya mas aku sampai lupa, kenalin ini Vina sahabat aku yang paling baik dan paling setia menemani aku.. " Latifha langsung menunjuk ke arah Vina.
" Benar benar begitu sangat tampan wajahnya. Vina.. Teman sekaligus sahabat nya latifha. " Sambil tersenyum senyum mengulurkan tangannya kepada arah Irwan.
" Irwan.. Irwan Chandra, teman nya latifha juga. " Jawab Irwan sambil membalas jabatan tangan Vina. Irwan pun juga tampak tersenyum begitu damai karena akhirnya bisa bertemu lagi dan bisa memandang wajah cantik latifha secara langsung.
" Oh iya.. Gimana kalau kita cari makan apa gitu, nongkrong bareng bentar. Mumpung lagi ketemu di sini. " Kata Irwan menawarkan.
" Boleh juga tuh mas, lagian udah lama juga kan kita gak ketemu. Aku juga udah rindu sama kamu. " Kata latifha sambil memelankan kata rindu nya.
" Apa?? Kamu bilang apa tadi ? Aku gak dengar fha. " Irwan berpura pura tidak mendengar perkataan latifha sambil berusaha untuk menahan senyum nya. Padahal sebenarnya dia mendengar latifha bilang kalau dia merindukan Irwan.
" Sebenar nya aku juga merindukan mu fha, aku sangat merindukan mu. Tapi aku takut jatuh cinta sama kamu dan kamu tidak membalas cinta ku. " Batin Irwan.
" Gak papa kok mas, mungkin kamu salah dengar kali. " Latifha tampak berusaha menahan rasa malu nya.
" Kita berangkat sekarang aja yuk, udah gak sabar nih di traktir sama kamu wan. Ayo fha.. " Vina langsung menggandeng tangan latifha dan menarik nya lembut.
" Kamu ini Vin, jangan bikin malu aku deh. Yang gratis aja doyan nya.. " Latifha memukul kecil kepalanya Vina.
" Hehe.. iya dong Vin, kapan lagi coba di traktir sama pak Presdir kalau bukan sekarang.. " Jawab Vina tersenyum senang.
" Iya.. Ayo fha, teman kamu benar kok. Jarang jarang kan kita makan bareng. Kapan lagi coba.. " Irwan langsung membenarkan perkataan Vina.
" Iya mas.. Lain kali kan juga bisa makan bareng, berdua gitu. " Latifha tampak menggoda Irwan
" Benaran ya lain kali kita makan bareng lagi, berdua yaa.. " Irwan begitu sangat bahagia.
" Lain kali boleh makan bareng, tapi sekarang juga yaa.. Makan bareng aku, " Vina langsung mengedip ngedipkan kedua mata nya.
Mereka tampak langsung bergegas menuju tempat makan yang ada di tepi pantai itu. Setelah sampai di tempat itu, mereka langsung memesan makanan mereka masing masing.
Sambil menghabiskan makanan nya, latifha maupun Vina tampak bercerita kepada Irwan tentang kehidupan sehari-hari mereka berdua dan bagaimana hubungan persahabatan mereka bisa terjalin begitu erat. Sesekali tampak senyum bahagia terpancar dari wajah tampan cowok itu karena mendengar cerita lucu tentang mereka.
__ADS_1