
Semenjak kehadiran Irwan di dalam hidup latifha, kini hari hari yang dilalui oleh latifha pun kembali ceria seperti dulu lagi.
Irwan sudah berhasil membuat latifha bahagia dan melupakan Rizky kekasih yang sangat dicintai nya waktu itu.
Sejak saat pertama kali mereka bertemu dan saling tukar nomor hp, Irwan Chandra sering sekali menghubungi latifha. Dia juga akan menyempatkan waktu hanya sekedar untuk bertanya kabar atau hanya sekedar menanyakan sudah makan apa belum.
Seperti yang dilakukan oleh nya hari ini, pas jam makan siang telah tiba dia langsung mengambil handphone nya dan bergegas menghubungi latifha.
" Selamat siang cantik.. Kamu lagi dimana sekarang?? Udah makan apa belum. " Seru Irwan lewat telepon genggam milik nya.
" Siang juga mas, tifha lagi di kampus nih. Kalau makan siang belum sih. Bentar lagi kayak nya.. " Balas latifha sambil tersenyum.
" Kok belum makan sih, jangan suka telat makan dong. Nanti sakit lagi, atau mau aku bawain makanan kesana ? " Tanya Irwan serius.
" Iya mas bentar lagi mau makan sama vina kok, gak usah repot-repot ngantar makanan kesini. Mas udah makan belum ? " Tanya balik latifha.
" Belum, rencana nya mau makan di luar sama kamu. Tapi kayaknya kamu gak bisa deh.. Jadi nya makan sendiri aja lagi. " Kata Irwan.
" Lain kali kita makan bareng ya mas, aku janji deh.. Udah dulu ya, assalamualaikum mas. " Latifha langsung menutup telepon nya.
" Iya waalaikumsalam fha.. " Irwan tampak tersenyum senang mendengar perkataan latifha yang berjanji untuk makan berdua dengan nya.
Beberapa waktu kemudian, Vina muncul di hadapan latifha. Ternyata Vina sudah memperhatikan sahabat nya itu dari, dia pun langsung menggoda latifha.
__ADS_1
" Cie cie.. Ada yang lagi bahagia nih kayaknya. Siapa sih yang nelfon dan berhasil membuat sahabat aku senyum senyum sendiri. " Tanya Vina dengan nada menggoda.
" Kamu sejak kapan ada di sini. Kamu nguping aku ya Vin ? " Latifha tampak merasa nalu karena di godain oleh Vina.
" Kamu apa apaan sih fha, aku gak nguping lagi. Emang aku tukang nguping apa? Aku gak sengaja mendengar perkataan mu dan melihat kamu senyum senyum sendiri. Kamu lagi bahagia ya.. Siapa sih yang udah berhasil membuat sahabat aku tersenyum kembali ? " Tanya Vina penasaran.
" Kamu kok nanya nya banyak amat sih.. Gimana aku mau jawab coba. " Jawab latifha bingung.
" Intinya siapa yang udah berhasil membuat kamu bahagia dan bisa membuat kamu melupakan Rizky. Pasti orang itu spesial banget buat kamu. " Tanya Vina lagi.
" Iihh.. kamu apaan sih Vin, jadi kamu mau tau aja apa mau tau banget ? " Latifha pun balik bertanya.
" Ya aku mau tau banget lah fha, kamu itu kan sahabat aku. Jadi aku berhak tau dong siapa yang dekat sama kamu. Dia pantas apa gak dengan kamu. " Vina tampak mulai kesal dengan jawaban latifha.
" Tifhaaaaa.... Kamu ini, " Jawab Vina kesal dan hendak memukul kepala tifha.
" Iya iya Vin, aku cerita sekarang. Nama nya adalah Irwan Chandra. Dia seorang Presdir di Chandra grup. Aku bertemu dengannya waktu itu, waktu itu aku menangis karena melihat rizky dengan cewek itu. Lalu aku berlari meninggalkan kalian semua, aku berlari menuju sebuah taman yang indah dan ramai. "
" Disana aku menangis sejadi jadinya. Beberapa waktu kemudian, aku pun mendengar ada suara seseorang menangis di samping aku. Aku melihat ke arah samping, dan aku melihat dia sedang menangis juga. "
" Akhirnya aku pun memutuskan untuk menyapa nya. Setelah beberapa lama bercerita, kemudian aku memutuskan untuk pulang ke rumah karena hari sudah sore. Sebelum aku pulang, Irwan menarik tangan ku dan menyuruh ku duduk kembali. Dia meminta nomor handphone ku dan dia memberikan kartu nama nya untuk ku. "
" Nah.. sejak saat itulah kami sering berkomunikasi lewat telepon. Tapi kami belum pernah bertemu kembali. Aku merasa kalau dia itu orang yang sangat baik dan perhatian. Dan yang paling penting dia itu bisa mengerti perasaan dan keadaan ku.. "
__ADS_1
" Mungkin aku sudah mulai menyukai nya, dan aku belum pernah merasakan perasaan ini sama Rizky dulu. Dia bisa membuat aku selalu ingin mendengar suara nya setiap waktu. " Jelas tifha panjang lebar.
" Oohh.. Jadi sahabat aku ini lagi jatuh cinta nih cerita nya. Syukur deh kalau kamu udah gak sedih lagi, aku juga ikut bahagia kalau kamu bahagia. Aku doain yang terbaik aja buat kamu. " Vina pun tampak bahagia mendengar cerita sahabat nya itu.
" Iya makasih ya Vin, kamu udah selalu ada buat aku disaat suka maupun duka. " Latifha langsung memeluk Vina sahabat nya itu.
" Eh tapi aku belum yakin sih Vin kalau aku jatuh cinta sama dia, dan dia juga gak tau deh suka atau gak sama aku. " Kata latifha sambil melepaskan pelukannya dari Vina.
" Gak akan ada orang yang gak jatuh cinta sama kamu fha, kamu cantik dan juga baik. Rizky pasti nyesel banget udah ninggalin orang secantik dan sebaik kamu. " Vina memberikan semangat untuk latifha.
" Makasih ya Vin, tapi aku mohon jangan bahas nama orang itu lagi dong. Aku benci tau gak. " Latifha tampak langsung kesal.
" Iya deh fha, maaf ya. Tapi aku benar kan ? Oh ya kapan kapan kenalin aku dong sama Irwan kamu itu, aku kan juga pengen tau orang nya kayak gimana. " Vina begitu penasaran.
" Iya Vin, nanti aku kenalin dia ke kamu ya. Oh ya aku jadi lupa, mas Irwan kan tadi nyuruh aku untuk makan siang. Kita makan sekarang aja yuk.. " Latifha langsung menarik tangan Vina menuju ke cafe di dekat kampus nya.
" Ohok.. Ohok.. Iya fha... Sabar dong. Oh iya kamu panggil apa tadi ? Mas ? " Vina terbatuk-batuk sambil menyeimbangi langkah kaki latifha.
" Emang nya kenapa ? Ada yang salah gitu. " Tanya latifha lagi.
" Hehe.. gak kok fha, cuma lucu aja gitu. " Vina berusaha menahan tawa nya.
Mereka pun akhirnya sampai di cafe tempat mereka makan. Sambil menunggu makanan pesanan mereka datang, mereka tampak bercerita panjang lebar sambil sesekali terdengar suara tawa mereka berdua.
__ADS_1