
Jam dinding menunjukkan pukul setengah sebelas malam, namun sosok latifha masih belum tidur juga. Belum ada tanda tanda kalau dirinya sudah dilanda kantuk. Dia masih memikirkan apa yang terjadi pada nya hari ini. Kata kata Vina pun masih terngiang ngiang di dalam benak nya.
Latifha tersadar akan perbuatannya tadi siang, yang sudah berharap Rizky akan datang menemui nya karena janji nya dulu kepada latifha.
Latifha tampak merutuki kebodohan nya itu. " Bodoh sekali kamu fha, kenapa masih berharap Rizky datang menemui mu. Sudah jelas jelas Rizky udah menjadi milik wanita lain dan sebentar lagi akan menikah. Bodoh.. bodoh.. boleh.. " Teriak latifha yang menyadari akan perbuatan bodoh yang dilakukan oleh nya tadi siang.
Untung saja Irwan datang menemui nya, kalau Irwan tidak datang mungkin latifha akan menunggu Rizky hingga malam hari.
" Kamu benar benar pahlawan ku mas, Kamu selalu ada, kamu selalu datang di saat aku merasa sendiri dan membutuhkan seseorang untuk bersandar. " Latifha teringat akan sosok Irwan yang selalu ada untuk nya dan membuat hari hari nya merasa istimewa.
Latifha tampak langsung mengambil handphone nya, lalu menghubungi seseorang.
Tuuutt.. tuuuttt.. tuuuttt..
Dan orang yang diseberang sana pun merasa kaget, dia bertanya tanya kenapa latifha menghubungi nya malam malam begini. Tanpa pikir panjang lagi, dia menekan tombol hijau pada ponsel milik nya.
" Halo.. Selamat malam cantik, ada apa nih nelpon malam malam. Kangen ya.. " Goda Irwan yang berhasil membuat latifha merasa malu dan gugup.
" Eh halo juga mas, aku-aku cuma mau ngucapin makasih aja sama kamu mas. Makasih ya.. " Seru latifha sambil menahan rasa gugupnya.
__ADS_1
" Buat apa ? " Irwan tampak tersenyum senang diseberang sana.
" Buat semua nya lah mas, dan juga buat cincin yang kamu berikan tadi. Cincin nya bagus banget mas, aku senang banget karena kamu tau hari ulang tahun aku dan juga ngasih aku hadiah sebagus ini. " Latifha terang-terangan menunjukkan rasa bahagia nya.
" Iya sama sama cantik. Buat orang secantik kamu, udah pasti harus yang cantik cantik juga kan fha. Kalau masalah harga jangan dipikirkan, tidak ada apa apanya dibandingkan dengan senyuman indah mu. " Jawaban Irwan berhasil membuat latifha salah tingkah.
" Kamu ada ada aja deh mas. Pokoknya kamu harus tau mas, kalau aku merasa sangat senang dan sangat bahagia mengenal mu mas. Aku beruntung !! " Latifha tampak bersemangat mengakui kebahagiaan nya.
" Benarkah kalau kamu itu bahagia bisa mengenal ku ? " Irwan.
" Iya mas, aku benar benar bahagia. " Latifha.
" Oh ya mas, kalau boleh tau udah berapa banyak cewek yang kamu kasih hadiah kayak gini ? " Tanya latifha tiba tiba.
" Kamu kok ngomong nya gitu sih. Asal kamu tahu aja ya, percaya gak percaya kamu cewek pertama dan satu-satunya yang aku kasih hadiah seperti itu. " Jawab Irwan dengan yakin nya.
" Aku orang yang sangat beruntung dong mas. " Latifha.
" Kalau kamu merasa beruntung ya bagus lah. Oh ya udah malam nih, lebih baik kamu tidur gih, biar nanti bangun nya gak kesiangan. Besok Kamu kuliah kan ? " Irwan tampak tersenyum senang mendengar perkataan latifha.
__ADS_1
" Oke deh bos kalau gitu, tifha tidur dulu ya.. Assalamualaikum.. semoga mimpi indah ya mas. " Latifha langsung menutup telepon nya.
" Waalaikumsalam.. " Jawab Irwan sambil tersenyum.
Latifha langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang cukup besar dan nyaman itu. Dia langsung membayangkan betapa indahnya hidup nya semenjak mengenal Irwan beberapa waktu yang lalu.
Mungkin kalau tidak ada Irwan yang hadir di samping nya dan memberikan semangat hidup untuk nya, latifha tidak tau apa yang akan terjadi pada dirinya waktu itu.
" Aku bersyukur bisa mengenal mu dan bisa dekat dengan mu mas, aku bahagia kok. " Seru latifha tiba tiba.
" Dan aku yakin bahwa suatu hari nanti kamu pasti bahagia bersama orang yang kamu cintai dan mencintai kamu dengan setulus hati, walau pun aku tau kalau orang itu bukan lah diri ku. Tapi aku berharap kalau orang itu adalah aku. " Tanpa sadar air mata nya menetes begitu saja.
Latifha langsung menghapus air mata nya dan memilih untuk langsung memejamkan mata nya.
Malam pun semakin larut. Di dalam kamar nya, latifha tampak masih membuka mata dan tidak sedikit pun merasakan kantuk.
" Ayo dong.. Mata, kenapa kamu gak bisa di ajak kompromi sih. " Sambil berusaha memejamkan mata nya sambil guling guling kesana-kemari.
Jam menunjukkan pukul setengah dua dini hari, baru lah mata nya mulai terpejam hingga sang fajar menunjukkan cahaya nya pagi itu.
__ADS_1