
Sepulang kuliah Rizky langsung menuju perusahaan Chandra group. Karena sebenarnya pagi tadi Irwan sengaja menelpon Rizky hanya untuk menyuruh nya datang ke kantor siang ini.
Beberapa waktu telah Rizky lalui dengan, dengan menggunakan sepeda motor nya Rizky akhirnya sampai di perusahaan Chandra group. Dia langsung bergegas turun dari motor setelah motor nya selesai di letakkan di tempat parkir.
Tampak Rizky menuju lobby perusahaan yang terkenal itu. Rizky tampak begitu kebingungan karena memang baru pertama kali bagi nya menginjak kan kaki di perusahaan ternama milik keluarga nya itu.
Dia memutuskan untuk menuju meja resepsionis agar bisa leluasa bertanya. Akhirnya pertanyaan itu pun terlontar dari mulut Rizky.
" Permisi mbak, selamat siang.. " Sapa Rizky.
" Iya mas ganteng, siang juga. Ada yang bisa kami bantu ? " Tanya receptionis itu.
" Kalau boleh saya ingin bertanya mbak, Ruangan pak Irwan dimana ya mbak. " Rizky
" Kamu siapa nya dia ? Udah ada janji belum sama pak Irwan nya. " Tanya receptionis itu lagi.
" Saya Rizky mbak, saudara nya pak Irwan. Tadi pagi dia nelpon saya, dan menyuruh saya untuk datang kesini. " Kata Rizky.
" Ternyata saudara nya pak Irwan toh. Pantas aja sama sama ganteng. Kalau gitu biar saya antar aja ya mas ganteng. " Receptionis itu melangkah kan kaki nya menuju lift ke lantai paling atas, dimana disana adalah ruangan bos besar mereka dan diikuti oleh Rizky dari belakang.
Tampak sekretaris Irwan sedang duduk sambil mengotak ngatik laptop nya. Entah sedang mengerjakan apa, hanya dia yang tau.
" Permisi pak fajar, ini ada orang mau ketemu sama pak Irwan. Kata nya saudara pak Irwan. " Receptionis itu mengarah kan jari telunjuk nya ke arah Rizky.
" Terima kasih mbak. Kamu boleh kembali ke meja kerja kamu. " Jawab fajar sang sekretaris sekaligus sahabat Irwan.
" Baik pak. Terima kasih ya pak, saya permisi dulu.. " Dia berlalu meninggalkan tempat itu menuju lantai paling bawah, dimana disana adalah meja kerja receptionis itu.
" Aku tau nih. Kamu pasti Rizky Raditya Chandra kan. Adek nya Irwan Chandra. " Tebak fajar menunjuk ke arah Rizky.
" Tepat sekali pak. Kok bapak bisa tau sih pak. " Rizky.
__ADS_1
" Santai aja kali ky, gak usah formal gitu. Gue fajar sekretaris sekaligus sahabat nya Irwan kakak lo. " Fajar mengarah kan tangan nya ke arah Rizky dan Rizky dengan senang hati menyambut jabatan tangan itu.
" Oh aku Rizky. Kalau gitu aku panggil Abang aja ya sama kayak bang Irwan. " Rizky tampak tersenyum.
" Oke terserah lo mau manggil gue apa. Tapi kenapa lo bisa ada disini. " Tanya fajar penasaran.
" Gue di suruh kesini ma bang Irwan bang, gak tau juga mau ngapain. " Jelas Rizky.
" Ya udah kalau gitu lo langsung masuk aja, ruangan nya disana. Gue mau lanjut kerja dulu. " Fajar menunjukkan pintu ruangan bos besar nya itu.
Rizky berlalu meninggalkan fajar karena dia ingin cepat cepat menemui kakak sepupu nya itu.
Tok.. Tok.. Tok..
" Permisi bang, aku masuk ya.. " Rizky tampak mendorong pintu yang tidak di kunci itu secara perlahan.
" Ya masuk aja ky, pintu nya gak dikunci kok. " Jawab Irwan di dalam sana.
" Bang lagi sibuk ya. Ada apa nyuruh aku kesini. " Tanya Rizky to the poin.
" Tapi bang kenapa harus gue yang mimpin perusahaan ini. Kan masih ada lo bang. " Rizky berusaha untuk mengelak.
" Karena CEO sebenarnya di perusahaan ini adalah lo ky, lo pewaris tunggal perusahaan ini. Kalau gue mah bisa kembali ke luar kota, tempat kedua orang tua gue sekarang. Gue yang akan menggantikan posisi papi nanti nya disana. Lo paham kan maksud gue. " Irwan.
" Iya bang gue paham kok. " Jawab Rizky menyerah.
Irwan tampak mulai mengajar kan Rizky untuk mempelajari tentang beberapa hal yang harus diketahui saat Rizky menjadi CEO nanti nya. Dia menjelaskan secara detail semua hal, mulai dari memperlakukan bawahan sampai cara membuat agar client mau bekerja sama dengan perusahaan kita.
Karena Rizky adalah anak yang sangat cerdas, dia dengan mudah nya langsung memahami apa yang dijelaskan oleh Abang nya itu. " Oh jadi gitu ya bang.. " Rizky.
" Bukan hanya sekedar itu saja yang harus lo pelajari, tetapi masih banyak hal lagi yang mesti lo ketahui. Setiap hari lo harus datang kesini setelah selesai kuliah. Oke !! "
__ADS_1
" Oke bang. Makasih ya bang lo udah ajarin gue banyak hal untuk hari ini. " Ucap Rizky sambil tersenyum.
" Gak usah berterima kasih sama gue. Cukup lo buktikan aja ke gue ntar, kalau lo pantas menjadi direktur di Chandra group. Gue pasti akan sangat bangga sama adek gue yang cengeng ini. " Goda Irwan yang berhasil membuat Rizky sangat kesal.
" Lo apaan sih bang, siapa yang cengeng coba. " Rizky.
" Ya elah ky.. Masih gak ngaku juga ya lo, siapa yang nangis coba, karena pacar nya direbut orang. Dan siapa yang gak bisa menyelesaikan masalah nya sendiri coba, udah jelas gak suka ngapain juga diterima perjodohan itu. " Irwan mengedipkan sebelah matanya sambil tertawa lepas.
" Ya udah lah bang, jangan bahas itu lagi. Gue kan jadi tambah galau.. " Balas Rizky.
Tiba-tiba saja fajar menyelonong masuk tanpa permisi. " Siapa yang galau ?? Lo yang galau ya wan, hari gini masih galau. Gak banget deh.. " Seruan fajar berhasil mengagetkan mereka.
" Kalau masuk ketuk pintu dulu kek, jangan bikin kaget orang aja bisa nya. " Irwan tampak pura pura memasang wajah garang nya.
" Sorry bos.. Sengaja. Kebetulan gue mendengar ada orang yang galau, hari gini masih ada orang yang galau ? Gak banget deh.. " Cerocos fajar yang di sambut dengan tatapan tajam oleh Irwan.
" Jangan galak galak amat dong bos. Ntar cepat tua sebelum waktunya. " Fajar tertawa terbahak bahak karena perkataan nya sendiri.
" Lagian siapa juga yang galau, asal lo tau aja ya kalau gue tu gak pernah galau. " Seru Irwan dengan begitu pede nya.
" Jangan bilang kalau yang galau itu... " Fajar menggantung kalimat nya sambil melirik ke arah Rizky.
" Tepat sekali.. " Irwan.
" Apaan sih bang, siapa juga yang galau. " Rizky menjawab dengan sedikit jutek.
" Benaran gak galau nih, yakin mau merelakan latifha buat gue. " Irwan tampak makin menggoda Rizky.
" Jadi cewek yang sering kesini itu pacar nya si Rizky bro, wah parah banget kalian yaa.. Merebutin cewek yang sama. " Fajar ikut menanggapi.
" Diam tu mulut, atau mau gue sobekin. " Ancam Irwan.
__ADS_1
" Asal kalian berdua tau ya, gue nganggap latifha itu sama kayak adek gue sendiri. Lagian gak mungkin lah gue nukung elo.. " Jawab Irwan tegas.
" Iya bang gue percaya sama lo kok. Gue senang akhirnya gue bisa punya kesempatan buat deketin latifha lagi. Dia cinta pertama gue bang, sampai saat ini perasaan itu masih ada dan masih tetap sama. " Rizky berkata jujur sambil menunjuk kan raut wajah sedih nya.