
Setelah saling berpelukan, akhirnya mereka memutuskan untuk segera meninggalkan tempat itu. Tubuh latifha saat itu masih terlihat bergetar, sementara itu Rizky tampak berusaha membuat latifha setenang mungkin agar dia tidak ketakutan lagi.
Beberapa waktu kemudian, Edo datang bersama Vina dengan membawa segerombolan polisi. Dia sedikit terlambat karena ada suatu insiden yang mengganggu perjalanan mereka.
Dari kejauhan tampak Vina sedang berlari ke arah latifha dan Rizky. Dia langsung menghambur ke pelukan latifha, karena dia sangat panik dan cemas mendengar kalau sahabat nya itu berada dalam bahaya besar.
" Kamu gak papa kan fha, aku takut terjadi sesuatu yang buruk kepada mu. Aku sangat takut fha.. " Ucap Vina sambil menangis sejadi jadinya.
" Sudah lah Vin, aku gak papa kok. Kamu tenang aja, jangan menangis lagi. " Jawab latifha sambil memeluk erat tubuh Vina.
Edo yang juga tampak khawatir dengan kondisi latifha, orang yang pernah di cintai oleh nya dulu. Dia tampak melangkah kan kaki nya ke arah latifha dan Vina. Kemudian dia mengusap pelan punggung kekasih nya ( Vina ) dari belakang.
" Kamu gak papa kan fha, kita khawatir sama kamu. Apalagi Vina, dia terus saja menangis memikirkan keadaan mu. " Ucap Edo sambil melirik ke arah latifha.
" Aku gak papa kok do, jadi kalian tenang aja. Untung saja ada pahlawan yang berhasil menyelamatkan aku, jadi aku gak papa. Kalau masih ada dia di samping aku, gak akan pernah ada orang yang berani mendekat. " Seru latifha, kemudian dia tersenyum ke arah Rizky dengan senyuman manis nya.
" Kamu ngeledek apa muji sih sayang ? " tanya Rizky kemudian, dan langsung di sambut dengan tawa oleh mereka semua.
" Ya aku muji kamu lah sayang, pahlawan yang telah berhasil menyelamatkan diri ku. Makasih ya sayang, makasih juga buat maa Irwan dan bang fajar. Makasih karena kalian datang tepat waktu dan menyelamatkan aku. " Ucap Latifha berkaca kaca.
" Iya sama sama.. " Ucap mereka serentak.
" Oh iya Vin, gimana kamu bisa tau kalau aku diculik. " Tanya Vina.
Kemudian Vina menceritakan semua nya, kenapa dia bisa mengetahui semua kejadian ini.
* Flashback on *
__ADS_1
Ketika Vina dan Edo sedang berada di perjalanan menuju super market, tiba tiba hp Vina berdering. Dia meminta Edo agar menghentikan mobilnya, kemudian dia melihat sosok yang menelpon nya berulang kali itu.
📞 Rizky is calling...
" Rizky nelpon aku beb, ada apa ya ? Kenapa tiba-tiba dia nelpon aku. " Seru Vina.
" Angkat aja beb, siapa tau penting. " Ucap Edo kemudian.
Vina akhirnya mengangkat telpon dari Rizky. " Hallo ky, ada apa nelpon aku ? " Tanya Vina to the poin.
" Gawat Vin, latifha dalam bahaya Vin. Dia diculik oleh Virly, dan sekarang aku dan kakakku juga sekretaris nya sedang mengikuti mereka. Kamu bisa datang ke sini gak sekarang, aku minta tolong sama kamu tolong hubungi polisi ya. " Ucap Rizky.
" Ya udah ya udah, kamu share aja lokasi nya dimana. Aku akan hubungi polisi sekarang. " Jawab Vina.
" Ya udah nanti aku share lewat Wa aja ya, aku matikan dulu. " Ucap Rizky, kemudian dia mematikan telpon nya.
" Kenapa beb, ada apa sebenarnya? " Tanya Edo.
" Latifha beb, latifha dalam bahaya. Dan Rizky minta aku untuk menghubungi polisi. " Jawab Vina.
" Kamu tenang ya beb, kamu tenang biar aku yang menghubungi polisi. " Seru Irwan, dia juga terlihat panik.
Setelah Edo menghubungi polisi, mereka berdua akhirnya menuju lokasi dimana latifha di sekap. Sebelum datang ke sana, mereka menunggu kedatangan polisi dulu. Karena ada insiden darurat, polisi tersebut datang terlambat.
Karena itu lah mereka datang terlambat ke lokasi dimana latifha berada.
* Flashback off *
__ADS_1
Begitu lah cerita nya. Akhirnya para polisi itu menangkap segerombolan anak buah Virly yang berhasil mereka kalah kan.
" Tangkap mereka semua pak, dan berikan hukuman seberat-beratnya buat mereka yang telah berani menyakiti orang yang aku sayangi. " Ucap Irwan, mereka semua sangat kaget dan langsung mengarahkan pandangannya ke arah Irwan.
Semua polisi itu langsung menangkap para penjahat yang sudah tak berdaya lagi dan memaksa nya untuk masuk ke dalam mobil.
Beberapa saat kemudian, Irwan menyadari kalau semua orang sedang memperhatikan dirinya dan juga latifha. " Kalian semua kenapa sih, pada liatin gue kayak gitu. Ay gue tau kalau gue itu ganteng dan juga pintar, tapi gak usah kayak gitu juga kali liatin gue nya. " Ucap Irwan dengan begitu PD nya, dia tidak menyadari apa yang di ucapkan oleh nya barusan.
Akhirnya fajar sang sekretaris Irwan membuka suara, " Lo benar bro kalau lo sayang sama latifha. " Tanya fajar.
" Maksud lo apa sih jar, jangan bertele-tele deh. Langsung ke intinya aja. " Jawab Irwan dengan wajah bingung.
" Lo gak sadar dengan apa yang lo ucap kan barusan bro, barusan lo bilang kalau latifha adalah orang yang paling lo sayangi. " Ucap fajar menjelaskan.
" Kapan gue ngomong gitu, kalian salah dengar kali. " Ucap Irwan berusaha mengelak.
" Gak usah ngelak lagi bang, kita semua dengar kok. " Timpal Rizky kemudian.
" Lo gak usah salah paham gitu lah ky, " Jawab Irwan
" Makasih ya mas udah menyayangi latifha, latifha bersyukur karena mas Irwan udah sayang sama tifha dengan tulus. " Ucap Latifha.
" Jangan jangan gue keceplosan tadi, jadi nya mereka semua salah paham deh. " Batin Irwan.
" Oh iya fha, jelas lah kalau aku sayang sama kamu. Kamu kan adik ipar ku, ya gak bro. " Jawab Irwan sambil melirik Rizky.
Rizky akhirnya tersenyum lega mendengar jawaban dari Irwan kakak sepupu nya itu.
__ADS_1