Kekasih Brondong Pilihan Ku

Kekasih Brondong Pilihan Ku
Eps 38


__ADS_3

Siang itu langit terlihat begitu mendung, matahari telah sedari tadi menyembunyikan diri di balik tebal nya awan hitam. Walau pun langit begitu mendung, hujan tak kunjung turun juga. Angin berhembus begitu sangat kencang, mengusap wajah cantik latifha yang sejak tadi duduk di kursi taman itu.


Dengan senyum mengembang dari wajah cantik nya, latifha tampak langsung berdiri dan menghampiri seseorang.


" Kamu kenapa bisa ada disini mas, dari mana kamu tau kalau aku disini ? " Tanya latifha saat melihat Irwan sudah berdiri didepan nya.


" Aku tau kamu pasti disini, karena disini adalah tempat favorit bagi mu. " Jawab Irwan sambil menduduki kursi taman yang kosong di sebelah latifha.


" Hmm.. " Desis latifha sambil mengangguk kecil.


Tiba-tiba pandangan mata latifha tertuju pada seorang yang sangat dikenal nya. Dada nya terasa bergemuruh, bergejolak begitu hebat. Tubuh nya terasa bergetar, tangan dan kaki nya terasa begitu kaku.


Dia melihat sosok Rizky yang kini tengah berbincang dengan seorang wanita yang sangat dikenal nya, dan dia langsung menajamkan pendengarannya agar bisa mendengar jelas apa yang sedang mereka berdua bicara kan.


Samar samar terdengar suara dua manusia itu sedang membicarakan tentang pertunangan mereka yang akan dipercepat.


Tanpa sadar latifha mengucapkan nama seseorang, " Rizky ".


" Apa.. Kamu bilang siapa tadi ? Rizky.. Siapa Rizky dan kenapa kamu memanggil nama nya. " Tanya Irwan begitu penasaran.


" Bu-bukan siapa siapa kok mas, aku salah ngomong tadi. Jadi lupain aja mas. " Jawab latifha sambil tersenyum berusaha menyembunyikan kegugupannya.


" Oh gitu ya, aku kirain siapa tadi. " Seru Irwan.


" Gimana kalau kita jalan jalan aja mas, sambil cuci mata gitu. " Tawar latifha.


" Boleh juga tuh, kita berangkat sekarang aja ya.. " Irwan


Mereka meninggalkan tempat itu dengan perasaan mereka masing masing.


Selang beberapa waktu kemudian, tanpa terasa hari sudah tampak semakin gelap karena matahari digumpali oleh awan hitam.


Hujan pun turun begitu deras nya dan mengguyur sekujur tubuh Irwan dan latifha. Tanpa sengaja Irwan melihat latifha sedang menggigil kedinginan.


Tiba-tiba saja, " Kamu kedinginan ya fha. " Sambil mengenakan jaket kulit nya di punggung latifha.

__ADS_1


" Iya mas, gak usah repot-repot mas, kamu pakai aja lagi. Kamu pasti juga kedinginan kan ? " Menyerahkan kembali jaket kulit itu kepada Irwan.


" Kamu lebih penting daripada aku, aku gak papa kok. Aku takut nanti kamu bisa sakit, dan aku gak mau itu terjadi. " Jawab Irwan sambil mengenakan kembali jaket itu.


" Kalau gitu kita langsung pulang aja ya mas, soal nya aku juga gak mau kalau kamu sakit. " Ujar latifha sambil menggandeng tangan Irwan.


" Oh ya udah deh, aku antar kamu pulang ya.. " Tawar Irwan yang di balas anggukan oleh latifha.


Mereka tampak meninggalkan taman itu, dan langsung menuju ke arah mobil Irwan di parkiran.


Setelah beberapa waktu kemudian, mereka pun akhirnya sampai di sebuah rumah makan di pinggir danau.


" Kita makan dulu yaa, gak papa kan ? Soal nya aku takut kamu belum makan dari tadi. " Irwan langsung turun dan bergegas membuka kan pintu mobil untuk latifha.


" Silahkan turun tuan putri.. "


" Iya makasih ya mas, " Latifha langsung turun dan Irwan menutup pintu mobil itu kembali. Mereka tampak berjalan beriringan menuju salah satu meja di dalam ruangan itu. Mereka memilih meja yang paling pojok, karena meja itu berhadapan langsung dengan danau.


" Kita duduk di kursi kosong itu ya fha, " Sambil menunjuk ke arah kursi pojok itu.


Setelah duduk di kursi itu, Irwan langsung memesan makanan untuk latifha dan dirinya.


" Mbak.. Pesan nasi goreng spesial nya 2 dan minuman nya teh panas satu, susu hangat satu ya mbak.. " Irwan.


" Tunggu sebentar yaa mas, " Pelayan itu langsung meninggalkan tempat mereka duduk, menuju dapur rumah makan itu.


" Kamu gak kenapa kenapa kan fha, dari tadi aku liatin kayak orang galau gitu. " Tanya Irwan.


" Gak papa kok mas, aku cuma lagi.... " Ucapan latifha terpotong oleh pelayan rumah makan itu, karena pesanan makanan mereka sudah sampai.


" Silahkan dinikmati makanan nya mbak mas, ntar keburu dingin lagi. " Seru pelayan itu.


" Iya terima kasih mbak, " Jawab Irwan dan latifha secara bersamaan.


" Mbak dan mas nya kompak banget deh, benar benar pasangan yang serasi. " Kata pelayan itu sambil tersenyum dan berlalu meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Sementara itu, latifha dan Irwan hanya terlihat begitu heran dengan perkataan pelayanan tadi.


" Ehm.. Ehm.. " Irwan berdehem dan berhasil membuat latifha kaget.


" Ya udah ayo di makan, jangan hanya diliatin doang. " Seru Irwan.


Setelah selesai makan, mereka langsung pulang menuju rumah kediaman latifha. Rumah minimalis modern yang sangat megah itu.


" Kita udah sampai.. " Seru Irwan.


" Iya, kalau gitu aku langsung turun aja ya mas. Mas mampir dulu ya.. " Latifha langsung turun dan bergegas menuju pintu utama rumah nya.


Irwan tampak membuka kaca mobil nya sambil melirik ke arah latifha.


" Gak usah deh fha, aku langsung pulang aja ya. Daaaahhh.. Assalamualaikum. " Irwan meninggalkan rumah minimalis itu sambil tersenyum melambaikan tangan nya.


" Daaaahhh mas, waalaikumsalam.. " Sambil membalas lambaian tangan Irwan.


Setelah kepergian Irwan dari rumah nya, latifha langsung masuk dan memilih untuk masuk ke kamar nya. Dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Setelah selesai mandi, latifha memilih untuk langsung tidur dan beristirahat karena merasa sudah sangat lelah menjalani hari ini bersama orang yang mulai dicintai nya.


Beberapa waktu kemudian, latifha langsung teringat akan sosok Rizky yang membicarakan tentang masalah pertunangan nya dengan Virly.


Dia merasa kalau Virly bukan lah orang yang tepat untuk Rizky. Dia tidak tau harus merasa senang atau sedih mendengar kabar itu.


" Arrgghh... kenapa aku harus mikirin dia sih, dia kan udah meninggal kan aku.. " Latifha menjambak rambut panjang nya frustasi.


" Tapi kasian juga si Rizky, kalau sampai Virly nyakitin dia. Sebenar nya Rizky orang baik dih, tapi ya udah lah. Bodoh amat dengan urusan mereka. " Latifha tampak terus menggerutu karena memikirkan kejadian tadi siang.


Akhirnya latifha memutuskan untuk lebih baik memikirkan Irwan, dari pada pusing sendiri memikirkan orang yang sudah jelas jelas mengecewakan nya.


Latifha sekilas melirik jam dinding nya, yang sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.


" Waahh.. Gawat nih, sudah berapa banyak waktu yang ku habiskan hanya untuk memikirkan orang yang tidak pernah memikirkan aku. Lebih baik aku langsung tidur aja deh, supaya besok bangun tidur nya lebih fresh.. " Fikir latifha.

__ADS_1


Dia akhirnya memutuskan untuk tidur nyenyak hingga esok hari mentari pagi menyambut nya dengan senyuman.


__ADS_2