Kekasih Brondong Pilihan Ku

Kekasih Brondong Pilihan Ku
Eps 35


__ADS_3

Pagi itu cuaca terasa begitu dingin, namun mentari pun tak segan untuk memperlihatkan senyuman nya di pagi itu.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi, namun sosok latifha belum juga tampak memperlihatkan wajah cantik nya.


Mama Indri yang kebingungan dengan putri sulung nya yang tak biasa bangun kesiangan, akhirnya bergegas menuju kamar latifha hanya untuk sekedar mencek keadaan anak nya itu.


" Aduuhh.. Sayang, kenapa kamu belum bangun juga sih. Udah hampir siang nih, gak biasa nya kamu bangun kesiangan gini. " Seru mama indri sambil membuka gorden jendela kamar latifha.


Latifha terlihat begitu kaget karena kilaunya sinar matahari langsung menerpa ke wajah cantik nya.


Dia langsung terburu-buru bangun dari tempat tidur nya dan bergegas menuju kamar mandi.


" Mama kenapa gak bangunin tifha dari tadi, jadi telat bangun deh jadi nya. " Teriak latifha dari dalam kamar mandi.


" Biasanya kamu juga gak butuh di bangunin sama mama kan, jadi mama pikir kalau kamu itu sedang siap siap dari tadi sayang. " Balas mama indri sambil merapikan tempat tidur anak sulung nya itu.


" Iya sih ma, tapi kali ini tifha bangun nya telat ma gara gara mimpi semalam nih.. " Jawab latifha sambil menyelesaikan ritual mandi nya cepat.


" Mimpi.. Emang nya kamu mimpi apa semalam nak, sampai sampai tidur nyenyak sampai siang. " Mama Indri terlihat begitu kepo.


" Gak mimpi apa apa kok ma, cuma mimpi biasa aja. " Latifha tampak keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk nya.


" Ya udah deh, kamu siap siap aja dulu ya. Baru kita sarapan, soal nya papa dan adik kamu udah berangkat dari tadi. " Mama Indri tampak meninggalkan ruangan itu menuju meja makan yang berada di lantai satu rumah nya.


Setelah kepergian mama indri, latifha langsung bersiap siap untuk menyusul mama nya. Latifha tampak mencari pakaian yang akan dia pakai hari ini, karena siang ini dia berencana mengunjungi mas Irwan di kantor nya.


" Pagi ma.. Gimana penampilan tifha pagi ini, cantik gak sih kalau pakai baju ini. " Tanya latifha sambil memutar mutar badan nya sendiri.


" Pagi juga anak mama, anak mama selalu terlihat cantik kok sayang. Apa pun baju yang kamu pakai, tidak akan mengurangi kecantikan mu nak. Siapa dulu dong mama nya.. " Seru mama indri dengan penuh keyakinan.


" Hehe.. Mama bisa aja deh. Ehh tapi tunggu dulu deh, " Sambil memeriksa mama nya dari ujung rambut sampai ujung kaki.

__ADS_1


" Mama benar ternyata, kalau mama emang cantik. Gak mungkin kan kalau anak nya jelek. " Jawab latifha memuji diri nya sendiri.


" Udah dong sayang, kalau ngomong terus kapan mau sarapan nya nih. Udah lapar dari tadi nih.. " Sambil menunjuk ke arah perut nya.


" Iya mama ku sayang, ayo kita sarapan dulu. " Menggandeng tangan mama nya menuju meja makan.


Latifha tampak mempersiapkan roti dan juga segelas susu hangat untuk mama nya.


" Sekarang makan roti nya ya ma, abis itu baru deh di minum susu nya. " Latifha langsung menyodorkan sepotong roti tawar untuk mama indri.


" Iya sayang, makasih ya nak. " Sambil memakan roti itu.


" Oh iya ma, siang ini latifha mau izin pergi ya ma. Soalnya udah ada janji sama seseorang, boleh ya ma.. " Seru latifha sambil meminum segelas air putih.


" Emang nya kamu mau kemana sih nak, ada janji sama siapa lagi. " Mama Indri terlihat mulai kepo.


" Rencana nya tifha mau ketemu sama mas Irwan ma, dan kayak nya sih langsung makan siang sama dia deh. Boleh ya ma.. " Latifha tampak bergelayut manja di lengan mama nya.


" Siap ma, tifha janji gak bakal pulang malam deh. " Balas latifha sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah nya.


" Kamu hati hati ya nak, bawa mobil nya jangan ngebut ngebut. "


" Iya ma, latifha pergi dulu ya. Assalamualaikum mama.. " Sambil mencium tangan mama indri dan langsung meninggalkan tempat itu.


" Waalaikumsalam sayang, hati hati ya.. " Mama Indri tampak melambaikan tangan nya ke arah latifha.


Dan akhirnya nya latifha pun sampai di kantor Chandra group setelah melewati beberapa waktu, dimana tempat itu adalah tempat Irwan bekerja menjadi seorang Presdir muda.


" Permisi mbak, mas Irwan nya ada kan ? " Tanya latifha penuh kesopanan kepada receptionis.


" Ada kok mbak, coba cek aja di ruangan nya. " Jawab receptionis itu juga sopan. Mungkin dia takut karena dia tau kalau latifha ada hubungan dengan bos mereka.

__ADS_1


" Kalau gitu aku permisi masuk dulu ya mbak, terima kasih mbak. " Latifha berlalu meninggalkan tempat itu sambil menunduk kan kepala nya.


" Iya mbak, sama sama.. " Jawab receptionis itu lagi.


Latifha langsung meninggalkan tempat itu menuju ke arah ruangan Irwan. Setelah tiba di sana, latifha berpapasan dengan fajar sekretaris Irwan yang juga baru keluar dari tempat itu.


" Eh ada si cantik latifha rupanya, mau cari Abang ya.. " Fajar tampak tersenyum menggoda latifha.


" Hehe.. Kamu bisa aja deh. Aku gak nyari kok, aku hanya cari mas Irwan. Dia ada gak ? " Tanya latifha.


Irwan yang mendengar suara perdebatan di luar, akhirnya memutuskan untuk pergi melihat nya.


" Latifha.. Kamu kok ada di sini. " Irwan tampak sangat terkejut dengan kedatangan latifha.


" Mas Irwan, mas Irwan kok kaget gitu ngeliat aku. Atau jangan-jangan mas Irwan gak suka ya kalau aku datang ke sini. " Raut kecewa pun akhirnya terpancar dari wajah cantik latifha.


" Bu-bukan gitu kok fha, aku hanya kaget aja dengan kedatangan mu yang tiba-tiba. Kamu gak pernah kasih tau aku kalau kamu mau datang kan.. " Balas Irwan sambil memegang kedua pipi latifha.


" Iya mas, tapi ini semua adalah kejutan buat mas Irwan. " Latifha mulai tampak ceria kembali.


" Iya aku senang kalau kamu datang, bahkan rasa nya senaaang banget. " Irwan tampak tersenyum senang mendengar perkataan latifha.


" Ehm.. ehm.. Masih ada orang disini kok, ini bukan nyamuk. " Sindiran fajar kepada mereka berdua.


" Oh jadi ada kamu ternyata, kirain aku tadi kalau kamu itu nyamuk. Ya gak fha.. " Irwan langsung meledek sekretaris sekaligus sahabat nya itu.


Latifha hanya bisa tersenyum mendengar perdebatan antara kedua sahabat itu. Dia melihat kalau fajar bagi Irwan juga sama seperti Vina bagi dirinya.


" Kalau gitu kita masuk ke dalam aja dulu ya fha, soal nya mas mu ini masih ada kerjaan yang harus diselesaikan secepatnya. Gak papa kan kalau nungguin aku bentar. " Tanya Irwan tampak serius.


" Ya gak papa lah mas, masak muka nya serius gitu sih. Lagian aku kesini tuh cuma pengen liat mas kerja aja kok. " Latifha tampak mengikuti langkah kaki Irwan dari belakang menuju ruang kerja Irwan.

__ADS_1


Dia hanya bisa tersenyum senang melihat orang yang dicintainya saat ini berada di hadapan nya, bahkan latifha merasa kalau saat ini dirinya sedang bermimpi seperti tadi malam.


__ADS_2