Kekasih Brondong Pilihan Ku

Kekasih Brondong Pilihan Ku
Eps 45


__ADS_3

Pagi itu latifha melangkah kan kaki nya memasuki sebuah ruang kelas sambil menebar kan senyum kemana mana. Mulai dari beberapa mahasiswa yang baru ditemui nya di kampus pagi itu, bahkan dosen pun ikut mendapatkan senyuman manis dari wajah latifha.


Baru mau menduduki kursi nya, Vina lebih dulu menduduki kursi itu. Membuat latifha tampak pasrah berdiri di samping kursi itu seraya memandangi wajah teman nya penasaran.


Gak lama kemudian, Vina akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada latifha. " Kenapa semalam kamu gak balas sms aku sih fha, aku telfon juga gak di angkat. " Tanya Vina langsung.


Latifha tampak menghela nafas panjang. " Udah aku duga semua ini pasti akan terjadi juga. Pas nyampai rumah, aku aku langsung tidur. Soal nya capek banget, dan lagi aku juga sudah mengantuk. " Balas latifha.


" Tapi kok kamu tega sih fha sama aku, kamu gak angkat telpon aku. Asal kamu tau ya, aku nunggu balasan sms dari kamu sampai jam dua belas malam tau gak. " Kesal Vina sambil menunjuk ke arah latifha.


" Aku minta maaf ya Vin.. " Ucap latifha akhirnya. " Minggir dong Vin, aku udah capek banget nih berdiri dari tadi. " Lanjut nya sambil menarik tangan Vina agar sahabat nya itu beranjak dari tempat duduknya.


Vina tampak pasrah. Dia pun berdiri dan pindah ke kursi nya sendiri yang terletak di sebelah kanan kursi latifha. Lalu mengalihkan pandangan mata nya ke arah latifha, masih dengan wajah penasaran nya.


" Sekarang kamu harus jawab semua pertanyaan aku, gak boleh ada yang ditutupi dari aku. Oke !! " Vina tampak serius mengintrogasi latifha.


" Mau nanya tentang apa sih Vin, kok gitu banget muka nya. " Jawab latifha sambil berusaha menahan tawa nya.


" Kemarin kamu kemana sama Irwan dan ngapain ? " Tanya Vina.


" Pulang bareng sambil ngobrol gitu. " Jawab latifha singkat.


" Ngobrol dimana ? " Vina tampak semakin penasaran.


" Di mobil lah Vin, mau dimana lagi. " Jawab latifha jujur.


" Kamu gak mampir kemana dulu gitu, cuma si mobil aja. " Vina terlihat tidak begitu yakin dengan semua jawaban dari mulut latifha.


" Kamu pikir kalau aku sama mas Irwan mau kemana lagi selain ke rumah. "


" Syukur lah kalau gitu, kayak nya tuh cowok emang orang baik deh fha. Kalau kamu gak mau sama dia, biar buat aku aja deh. " Seru Vina.


" Kamu kan udah ada Edo, terus Edo nya mau dikemanain. Mau di umpetin di kantong gitu. " Latifha.


" Ya gak lah fha, Edo kan kesayangan nya aku. Lagian aku cuma bercanda doang kok, mau godain kamu gitu. " Balas Vina.


" Kamu apaan sih fha, bercanda nya gak lucu kali. " Kesal latifha.

__ADS_1


" Tapi kamu cemburu kaaann ?? Kalau boleh tau nih ya, kamu gimana sama Irwan. Udah jadian apa belum sih. " Tanya Vina dengan nada penasaran nya sambil menggelitik pinggang latifha.


" Aduuhh.. Jangan gini dong Vin, geli tau gak. " Vina akhirnya menghentikan aktivitas nya dan kembali dengan wajah yang serius.


Latifha tampak ragu memikirkan jawaban apa yang akan di berikan kepada Vina sahabat nya itu.


" Sebenar nya aku sama mas Irwan itu.... Sebenar nya cuma temanan aja Vin. " Jawab latifha terbata bata.


" Kamu serius fha, dia gak pernah nembak kamu atau... atau pernah bilang suka gitu sama kamu. " Vina menatap mata latifha dengan sangat serius karena tidak percaya dengan jawaban sahabat nya itu.


" Bilang suka sih pernah, sering malah. Tapi sekali pun belum pernah bilang cinta. " Latifha terlihat agak sedikit kecewa.


" Aku yakin kalau dia itu juga cinta sama kamu, tapi mungkin dia nunggu waktu yang tepat untuk ngungkapin nya. " Vina menenangkan hati sahabat nya dengan begitu tulus dan lembut.


Tak berapa lama kemudian, Edo muncul di depan mereka. " Hai beb.. " Sapa Edo dari depan pintu.


" Hai juga beb, kamu ngapain disini. Dan sejak kapan berdiri disitu. " Vina terlihat begitu sangat bahagia dengan kedatangan Edo kekasih yang sangat dicintai nya.


" Baru juga nyampai.. Taaraaa... " Edo langsung mengeluarkan sebuket bunga dari belakang punggung nya dan memberikan nya kepada Vina. " Ini bunga spesial untuk orang yang spesial di hati aku. "


" Iya sama sama.. " Membalas pelukan Vina.


" Masih ada orang disini woy.. Hargai juga yang jomblo dong. Mentang-mentang lagi bahagia, dunia serasa milik berdua. Gak hargain aku disini. " Kesal latifha tiba tiba.


" Sorry deh kalau gitu. " Jawab Edo singkat. Mereka tampak langsung melepaskan pelukannya.


" Ya udah deh, tapi aku jadi iri sama kalian berdua. " Jujur latifha.


" Sabar ya fha, aku yakin suatu hari nanti kamu juga akan bahagia sama seperti aku. Aku bahagia karena sabar menunggu, dan kamu juga harus bisa sabar. Kebahagiaan pasti akan datang dengan sendirinya. " Jelas Vina panjang lebar.


" Makasih ya Vin.. " Sambil menangis menahan rasa sedihnya.


" Iya fha.. "


" Oh iya beb, nanti siang setelah selesai kuliah, gimana kalau kita jalan. Aku kangen juga nih sama kamu, udah lama gak jalan bareng kamu. Mau yaa.. " Edo tampak memasang wajah memohon nya agar Vina mau menerima tawaran dia.


" Iya deh beb, soal nya aku juga udah kangen sama kamu. " Balas Vina.

__ADS_1


" Udah dong kangen kangen nya, belajar yang benar. Nanti kalau udah lulus baru deh kangen kangenan, resmi kan saja langsung. " Seru seorang dosen yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.


" Eh iya pak ! Kalau gitu saya permisi dulu ya pak, mau belajar biar cepat lulus. " Edo tampak berusaha menahan rasa malu nya dan segera berjalan meninggalkan ruangan itu.


" Kamu juga ya, semangat belajar nya. Biar cepat ke pelaminan. " Kata dosen itu sambil menunjuk ke arah Vina.


" Iya pak ! Aku akan lebih semangat belajar nya, " Jawab Vina bersemangat.


" Bagus lah kalau gitu. "


" Sekarang kita mulai saja pelajaran buat hari ini ya.. "


Jam kuliah mereka berdua pun akhirnya selesai juga. Siang itu langit terlihat begitu sangat cerah, dengan awan putih yang menyelimuti terik nya sinar matahari. Tampak dua wanita cantik yang sedang duduk di sebuah kursi taman di belakang kampus.


" Kamu jadi jalan sama Edo Vin. " Latifha memulai pembicaraan nya.


" Iya dong fha, lagian aku juga udah lama gak jalan bareng sama dia. Lagian udah kangen juga sama perhatian dan keromantisan nya dia pada ku. " Jawab Vina sambil tersenyum senang.


" Ya udah deh, biar aku tungguin sampai Edo datang ya.. " Latifha.


Dari kejauhan tampak dua lelaki tampan yang sedang berjalan ke arah latifha dan Vina. " Hai beb.. Jalan sekarang yuk. " Menarik tangan Vina pelan.


" Oke deh beb, aku pamit ya fha.. Ky.. " Ternyata cowok yang sama Edo tadi adalah Rizky.


" Ya udah deh.. Hati hati ya Vin. Daaaahhh.. " Melambaikan tangan ke arah Vina.


Setelah kepergian Vina dan Edo sang kekasih, kini tinggal lah mereka berdua. Mereka tampak begitu canggung menghadapi situasi seperti ini.


" Ka-kamu apa kabar fha, baik baik aja kan. " Tanya Rizky sambil menahan rasa canggung nya.


" A-aku baik kok, kalau kamu gimana? " Tanya balik latifha.


" Aku juga baik. Kamu mau pulang yaa.. " Rizky.


" Iya. Kalau gitu aku pulang dulu ya. " Latifha langsung meninggalkan Rizky yang masih kebingungan di taman itu.


Setelah kepergian latifha, Rizky tampak berusaha tegar. Menahan air mata yang sudah mulai tumpah dengan cara berusaha tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2