Keluarga Yang Anggun

Keluarga Yang Anggun
Episode 11


__ADS_3

Tim TAP memulai rapat mereka


Hani memberi laporan, bahwa investasi tambang Myanmar untuk dana properti apartemen Vietnam sudah disetujui bagian pembukuan.


Irma tanya, bagaimana soal pelelangan karya seni galeri WP.


"Barangnya berpindah tangan dan dikembalikan ke london kemarin." jawab Ketua Tim Ray.


"Uangnya ditransfer ke badan perusahaan kita di Hong Kong." tambah Hani.


"Bagus. Kita mendapatkan uangnya seperti yang direncanakan. Mungkin kita harus menaikkan penawaran publik teknologi ramah lingkungan." ucap Irma .


"Ya. Kami sedang bersiap untuk itu." jawab Ketua Ray .


"Sebelum itu, bukankah seharusnya kita lebih mengekspos Direktur Arif ke media?" tanya Irma .


"Ya. Aku akan mengatur penampilan di TV." jawab Tasya.


"Apa ada kemajuan dengan pemegang saham WP Distribution?" tanya Irma .


"Mereka memulai perusahaan bersama Pimpinan Senior dan bersikap keras kepala." jawab Hani .


"Kita mungkin harus memakai cara lain." ucap Irma ke Ketua Tim Ray.


"Aku mengerti." jawab Ketua Tim Ray.


"Sekutu Pimpinan Senior akan butuh uang tunai  untuk membeli saham dan menyisihkan untuk pajak hadiah Nona Zaina ." ucap Ketua tim Farel .


"Mereka akan menjual berbagai properti di indonesia. Hentikan itu." jawab Irma .


Ketua Ray melihat layar laptopnya dan memberitahu bahwa Bagas sudah datang.Irma pun meminta mereka semua memperlakukan Bagas dengan baik.


Bagas sendiri bingung harus ngapain di mejanya. Alhasil, dia cuma bisa bengong ngeliatin para karyawan WP kerja.


Ketua Farel datang, memberinya setumpuk berkas.


"Kau bisa berbahasa Inggris? WP Distribution menandatangani kesepakatan dengan TGL New York. Periksalah kontraknya. Secepat mungkin, ya." ucap Ketua Farel , lalu pergi.


Bagas hanya bisa melongo tanpa diberi kesempatan bicara.


Di kamarnya, Zaina kaget mendengar bagaimana Ketua Tim Farel memberi Bagas perintah.


"Dia dikucilkan di hari pertamanya bekerja.ucap Zaina


Zaina kesal, lalu melepas earphone nya.


Zaina kemudian ingat kata2 Bagas soal orang yang mengiriminya pesan teks.


"Pesan teksnya dikirim dari wilayah XX.


"Siapa yang ada di rumah ini? ucap Zaina


Saat sedang memikirkan orang itu, Zaina melihat Raisya mengantar Zean ke mobil. Sontak, Zaina langsung berdiri dan mendekat ke jendela. Melihat Raisya , Zaina memikirkan sesuatu.


Keanu sedang bicara dengan seseorang yang dipanggilnya 'Tasya' di telepon.


"Jika kita membanjiri internet dengan akun media sosial pribadi, bahkan TAP tidak akan bisa menghentikan kita. Buatlah ke-100.000 anggotamu menjadi sibuk. Kita tidak bisa menyerah untuk dana rahasia Zean permana . Ya, percayalah kepadaku. Baiklah. Sampai jumpa.


Lalu Nada datang. Ia masuk sambil berteriak heboh memanggil Keanu.


Nada merangkul Keanu dan menunjukkan foto2 hasil kerjanya.


" Kelvin meninggalkan rumah sasya di pagi hari. Aku mendapatkannya! Kami menangkap mereka. Ini akan mendominasi internet, kecuali Trump ditembak. Bukankah ini hebat? Aku sangat hebat. Ini luar biasa. Lakukanlah sedikit lagi. Bukankah itu mengagumkan?


Nada berucap heboh, sambil menekan leher Keanu .


"Bagus. ucap Keanu


Melihat reaksi Keanu yang biasa aja, Nada pun kesal.


"Nada , kau tidak perlu mengikuti selebritas lagi.


"Kau membuatku gugup lagi.


"Kita akan menulis soal dana rahasia  Zean permana dari WP Grup.


" Apa kau mencoba membuat mereka marah dan membungkammu? Kenapa kau menargetkan mereka?


"Aku punya banyak masalah dengan mereka. Ada cerita sedih. Aku harus membuat mereka membayarnya secara perlahan.


"Aku tidak peduli tentang cerita itu. Sebaiknya kau membayarku tepat waktu. Aku mendapatkan banyak tawaran.


"Denada., berapa lama kau ingin menulis artikel murahan? Mari menyerang WP Grup dengan parah dan naik tingkat. Ke liga besar.

__ADS_1


Nada kaget, Serius...


"Ayo....


Keanu membuka laptopnya dan memencet 'enter'.


«««»»»


Hani berlari ke atas dengan langkah tergesa, menuju ruangan Irma. Sampai disana, ia memberitahu Irma bahwa WP dalam masalah.


"Kata kunci Zean permana , WP, dan dana rahasia muncul 70.000 kata per detik. Itu ada di seluruh akun media sosial pribadi.


"Dari mana asalnya? tanya Irma


"Kami sedang mencarinya. jawab Hani


"Panggil semua orang.


" Baik.


Arif yang sedang main golf langsung pergi saat diberitahu pegawainya mereka dalam masalah.


Zean sendiri baru selesai diwawancarai di sebuah stasiun TV.


Begitu selesai,Tasya yang mengawal jalannya wawancara, langsung mendekati Zean .


Si pembawa acara memberikan kertas berisi nomor teleponnya ke Zean .


Zean hanya tersenyum pada si pembawa acara itu, lalu ia membereskan dokumennya dan menjatuhkan kertas itu dengan sengaja.


Setelah itu, giliran Tasya yang menginjak kertas itu.


Si pembawa acara kesal dan langsung pergi.


"Kau harus mewaspadai skandal. Aku akan melaporkan dia  kepada Kepala Irma.


Tasya lalu menerima telepon dan ia terkejut. Setelah itu, ia menyuruh Zeam bergegas kembali dan langsung pergi.


Arif ke TAP, membawa tongkat golf nya. Sampai sana, semua anggota TAP sudah berkumpul. Arif marah.


"Aku membayar kalian upah yang besar, artinya kesalahan seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi. Kau tahu kenapa aku membawa cambuk saat mengendarai kuda? Kuda bodoh ini sudah tua. Ia menjadi sangat malas. Tidak ada yang berfungsi lebih baik daripada cambuk melawan kemalasan. Kalian malas dan tidak kompeten, serta membuang uangku. Apa yang harus aku gunakan pada kalian! ucap Arif dengan suara yang sudah di selimuti emosi


Arif mau melayangkan tongkat golf nya ke arah Irma . Semua memicingkan mata, ngeri.


"Agar harga saham tidak berfluktuasi, aku akan mengakhirinya dalam tiga hari. ucap Irma


"Satu hari!. ucap Arif


"Ya, Tuan. jawab Irma


Setelah itu, Arif langsung pergi.


Arif berjalan,, sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.


Anggota TAP sedang menonton berita wawancara seorang pria terkait dana kotor Zean . Tentu saja, wajah pria itu diblur dan suaranya disamarkan demi keamanan pria itu.


"Zean permana menyangkal mengetahui tentang perusahaan palsu, tapi apakah itu memang tidak benar?" tanya si pewawancara.


"Ya. Aku menginstruksikan kepada Direktur Arif untuk mendirikan perusahaan palsu." jawab pria itu.


"Bukankah itu Direktur Zaki? Dia tidak menginstruksikan siapa pun." ucap Tasya


"Dia menghilang dan tidak pulang." jawab Ketua Tim Ray .


"Itu berasal dari NewsPath milik keanu." ucap Hani .


"Kau mengenalnya?" tanya Irma ke Tasya.


"Ya, sangat baik. Dia disebut Ular Beludak karena temperamennya yang buruk. Aku kira dia mengikuti selebritas setelah kehilangan pekerjaan. Orang tidak pernah berubah." jawab tasya .


"Mari kita cabut dari situs web." suruh Irma . Hani mengerti dan langsung mengerjakan perintah Irma.


"Dia di pratinjau VIP di XX." ucap Hani .


"Kau mendengarnya. Buat dia mengurus situs web." suruh Irma ke Ketua Ray . Ketua tim Ray langsung bergerak.


Irma kemudian dihubungi Jaksa hukum.


"Jaksa penuntut akan menyelidiki.


" Bagian khusus? tanya irma


" Kepala Jaksa mereka terlalu kaku dan menyerah. Putraku di antara mereka. Mari kita tunggu dan lihat.

__ADS_1


Usai bicara dengan Jaksa hukum, Irma memberitahu timnya bahwa Jaksa Bimo yang bertanggungjawab atas kasus dana gelap Zean .


"Dia teman sekelasku." jawab Ketua Tim Farel .


"Kita akan mengurus jaksa. Kau menangani media." suruh Irma pada Tasya .


Irma lalu tanya apa yang sedang Bagas lakukan.


"Belajar Bahasa Inggris. ucap farel


"Suruh dia menjemput Direktur Zaki dengan baik.


"Kau akan memberinya tugas penting itu?.ucap farel


"Mari kita lihat seberapa bagus dia.


Irma beranjak pergi. Anggotanya tidak percaya Irma memberi Bagas tugas penting macam itu.


Ketua Tim Farel langsung menemui Bagas dan menunjukkan video wawancara Direktur Zaki.


"Jadi, orang ini... aku harus membawanya ke sini pada pukul sembilan malam?


"Kenapa? Kau tidak bisa melakukannya? u


tanya farel


"Bukan, hanya saja aku tidak punya nomor telepon Direktur Park. jawab Bagas


"Ini dia." Hani tiba2 datang dan memberi Bagas nomor Direktur Zaki.


"Kau mengirimku karena kau tidak bisa menghubunginya.


Hani hanya tersenyum lalu pergi bersama Ketua Farel.


Tasya pergi ke Penerbit XX.


Seorang pria yang melihat Tasya , memberitahu ketuanya, seorang wanita bernama Fira.


"Bagaimana kau disini?" tanya Ketua Tim Fira.


"Ini darurat." jawab Tasya.


Tasya lalu memberikan Ketua Tim Fira beberapa artikel.


"Satu jam dari sekarang, kita akan mengunggah banyak bacaan ringan seperti, "Direktur Zean permana , dengan tubuh seperti aktor." Tulislah komentar yang menarik bagi kaum muda. Berita malam akan menyebutkan dia menjadi relawan di sebuah rumah jompo dan mendukung pembersih jalan. Tulis tentang itu begitu ini disiarkan. Untuk beberapa hari ke depan mulai malam ini, kata kuncinya adalah "KKTA Zean permana, dan "KKTA WP Grup".


"Oh, "Kisah Kebajikan Tanpa Akhir Zean permana -"? Aku mengerti. ucap fira


Tasya lalu memberi Ketua Tim Fira sejumlah uang. Ketua Tim Fira semangat dan langsung bekerja.


 Ketua Tim Ray menemui seorang pria di dalam bioskop.


"Artikel di halaman utama dan kata kunci sewaktu harus turun." ucap Ketua Tim Ray.


"WP Grup sekarang pemegang saham mayoritas . Mereka merilis permainan dengan versi yang sama seperti yang kami rilis. Bagaimana bisa kau membeli saham saingan kami?" tanya pria itu.


"Lalu bagaimana jika merilis bersama permainannya?"


"Kau punya perintah Kepala Irma?"


"Kau tahu kita tidak bisa melakukan apa pun tanpa izinnya."


Pria itu mengangguk2, lalu menghubungi seseorang dan memberinya pekerjaan.


Di mejanya, Bagas melihat video wawancara Direktur Zaki berulang kali. Tak lama kemudian, ia menemukan lokasi Direktur Zaki dan langsung pergi.


Hani ke meja Bagas . Ia heran tidak melihat Bagas . Ia kemudian memeriksa komputer Bagas .


"Lumayan." ucapnya, memuji pekerjaan Bagas .


Bagas langsung bergerak lokasi yang menjadi background lokasi Direktur Zaki sebenarnya. Sampai disana, ia mencari2 lokasi Direktur Zaki dan tak lama ia menemukannya.


Bagas teringat lagi wawancara Direktur Zaki, lalu setelahnya ia menghubungi seseorang.


"Bisakah kau memberiku daftar tamu hotel?


Sekarang, Bagas menyamar sebagai pramusaji hotel. Ia bergerak menuju kamar Direktur Zaki.


Direktur zaki mengintip dari celah pintu. Melihat pelayan yang datang, ia langsung membuka pintu dan menyuruh pelayan masuk.


"Direktur Park Zaki?" ucap Bagas .


Sontak, Direktur Zaki kaget.

__ADS_1


"Siapa kau?"


"Aku dari WP Grup."


__ADS_2