
Ayahnya Andra menemui Irma . Irma membuatkan secangkir minuman untuk Jaksa Andi.
"Ayah dan anak sama saja. Pak Andi adalah pria yang sangat berani.ucap Irma
"Dia sedikit tidak fleksibel karena dia sepertiku saat aku masih muda. Tolong bimbing dia dengan baik.ucap jaksa Andi
"Tentu saja. Dia sudah dianggap keluarga oleh Grup WP.
Setelah itu, Irma langsung menemui Arif .
Winta ikut bicara dengan mereka.
"Jaksa Agung saat ini memiliki sekitar 6 bulan tersisa dari masa hukumannya.ucap Arif
"Kita harus perlahan mulai mempersiapkannya. Aku pikir Nona Zaina harus tinggal di penjara untuk sementara waktu. Tuan Andi adalah orang yang sangat keras kepala!ucap Irma
"Kita harus bersyukur bahwa penyelidikan terhadap WP Grup dihentikan. Ini semua terjadi karena Zaina . Nona Irma, kau melakukannya dengan baik.ucap Winta
"Bagaimana kabar Zaina?tanya Arif
"Dia orang yang tangguh melihat bagaimana dia bersedia masuk penjara ketika memprovokasi Jaksa Andra .
"Apa gunanya itu? Dia harus lebih realistis.
"Lagi pula, rumah jadi damai karena dia pergi. Tidak akan buruk jika dia tinggal di sana untuk waktu yang lama.ucap Winta
"Bagaimana dengan Menteri?tanya Arif
"Ini akan memakan waktu, tetapi aku akan membereskannya.jawab Irma
"Mengapa? Apakah dia sulit?
"Dia belum belajar kerasnya dunia nyata.
"Dia tidak akan mendapatkan apa-apa karena tidak mau mengalah. Orang-orang sangat bodoh. Lalu ayahku bagaimana?
"Tidak ada yang baru. Dia tidak sadar jadi dia tidak tau betapa berbahayanya Zaina .
«««»»»
Di RS, Rita sedang membacakan sebuah buku untuk Tuan Permana yang belum siuman.
"Hati-hati terhadap tanda-tanda kecil. Ketika mengerjakan sesuatu yang sulit, mulailah dengan tugas yang mudah. Jika kau ingin melakukan sesuatu yang besar, mulailah dengan sesuatu yang kecil. Tepian sungai dapat jatuh karena jangkrik mol dan terowongan semut. Dan sebuah rumah bisa berubah menjadi abu oleh percikan api di celah-celah cerobong.isi buku yang di baca Rita
««»»
Paginya, Zaina tak selera dengan makanan penjara.
Lalu ia membanting sendoknya ke lantai, kemudian berdiri dan mengetuk2 kaca jendela.
Tak lama, sel nya mendapat makanan mewah sesuai pesanannya.
Sontak ketiga rekan se-selnya senang dan mengucapkan terima kasih padanya.
Usai sarapan makanan mewah, Zaina dan para napi dikeluarkan dari sel dan bersih-bersih halaman penjara.
Zaina terduduk sejenak, melepas penat bersama seorang rekannya.
Seorang rekan Zaina , yang memberi Zaina susu kacang, tiba2 saja merasakan sakit di payudaranya. Ia tampak mendekap payudaranya dan berjalan ke pinggir lapangan. Napi lain melihatnya dan langsung memukuli, serta menendangnya. Wanita itu kesakitan dan terus mendekap payudaranya. Zaina yang melihat itu, marah dan langsung berjalan menuju mereka. Zaina menendang tengkuk napi yang menyerang rekannya itu.
Si napi penyerang kesakitan, lalu kemudian dia menatap Zaina dengan tajam.
"Siapa kau?"
"Aku? Zaina permana ."
"Oh, kau si gila dari sel 5. Wajahmu cantik tapi aku akan...." si napi penyerang berhenti bicara lantaran Zaina tiba2 mencekiknya.
"Jika kau menyentuhnya, kau akan berhadapan denganku. Paham?
Zaina lalu melepasnya dan beranjak pergi. Si napi penyerang marah dan menendang punggung Zaina .
Zaina marah. Dia berbalik dan berusaha menendang si napi penyerang tapi napi penyerang menangkap kakinya.
"Aku menangkapnya. Aku menangkapnya." ledekny.
Zaina yang keselnya udah sampe ke ubun-ubun, lantas membenturkan kepalanya ke hidung napi itu. Sontak, napi itu langsung terjungkal.
Dan saat menyadari ada darah di hidungnya karena ulah Zaina tadi, napi itu marah dan menjambak rambut Zaina. Tapi Zaina lagi2 berhasil memberikan pelajaran pada si napi itu. Ia balas menjambak napi itu. Si napi penyerang berniat menggigit tangan Zaina agar berhenti menjambaknya tapi Zaina duluan mendorongnya ke pagar.
Bibir Zaina juga terluka karena tadi ia membenturkan kepalanya ke hidung napi itu.
Zaina lantas menatapnya dengan tajam.
"Jangan macam-macam denganku. Aku bisa membunuhmu."
Si napi penyerang menjerit minta tolong. Penjaga kemudian datang. Zaina langsung melepasnya.
Rekan Zaina berterima kasih karena sudah ditolong.
"Payudaraku terus membengkak karena aku terlalu banyak makan ayam sebelumnya. Aku ingin tahu bagaimana kabar anakku sekarang."
Dia kemudian menangis.
Sekarang, Zaina sudah duduk di ruang kunjungan. Ia sedang membaca koran yang isinya tentang kasus bunuh seorang model di vila XX.
"Seluruh negara akan tergila-gila dengan kasus bunuh diri model di XX tiba-tiba. Tidak ada lagi pembicaraan tentang WP Grup.ucap pengacara Ilham
"Sudah kuduga. Jaksa Andra bukan tandingan Irma.
"Tapi Nona, wajahmu....
"Tidak apa.
"Nona, TAP akan menggunakan kesempatan ini untuk mengirimmu ke penjara.
__ADS_1
"Aku akan bebas.
"Caranya?
"Karena aku tidak bersalah. Orang-orang ini membuat kejahatan. Aku akan mengurus diriku.
Zaina lantas menanyakan kondisi kakeknya. Ia sedih mendengar kakeknya masih koma.
Pengacara Ilham beranjak pergi dan bertemu Bagas diluar.
"Apakah TAP benar-benar akan mengirimnya ke penjara?ucap pengacara ilham
"Maafkan aku.ucap Bagas
"Kau seharusnya menjadi pengacaranya! Berapa lama lagi kau akan membiarkannya disini seperti itu! Benar-benar tidak ada cara untuk mengeluarkannya?
"Aku akan melakukan yang terbaik. Masuk ke dalam dan lihat wajahnya. Kau harus bekerja lebih cepat.
Bagas pun langsung masuk ke dalam.
Zaina senang dapat kunjungan dua kali berturut-turut.
"Apa yang terjadi pada wajahmu?
"Apakah aku terlihat keren?
"Kau bertengkar? Apakah seseorang membuatmu kesulitan?
"Tidak. Tidak ada yang memberiku kesulitan. Anggap saja itu lencana kehormatan yang aku peroleh karena datang ke penjara. Aku suka luka ini.
"Pada hari kau ditangkap, apakah kau memeriksa tas Anda ketika meninggalkan rumah?
"Tentu saja. Tidak ada apa-apa di sana.
"Lalu apakah kau pernah meninggalkan dompet di mana saja setelah meninggalkan rumah.
"Ketika aku masuk ke dalam kamar pas di toko. Aku meninggalkan dompetku.
"Itu berarti seseorang menaruh ganja di tasmu saat di toko. Bagaimana mereka tahu bahwa kau akan datang ke toko itu pada waktu itu?
"Itu sudah ada di naskah. Aku harus pergi menemui ibuku tetapi aku tidak punya pakaian yang pantas untuk dikenakan. Lalu kakak iparku merekomendasikan toko itu padaku.
"Kakak iparmu, Raisya, merekomendasikanmu ke toko itu? Dan dia tahu bahwa kau akan pergi ke sana pada hari berikutnya.
"Betul.
"Oke, aku akan segera pergi.
Zaina lalu memberi Yoon Bagas sebuah kertas.
"Anak itu berusia 18 bulan. Cari tahu di mana dia berada dan jagalah dia. Itu nomor jaminan sosialnya.
Bagas pun langsung ke panti asuhan tempat Anak itu berada.
"Luar biasa dia mendapat sponsor."
"Bisakah aku mengambil foto anak itu ?"
"Tentu saja!"
Bagas lantas mendekati anak kecil yang sedang bermain .
"Haii, bagaimana kabarmu?
Anak kecil itu langsung menatap Bagas , tapi setelah itu ia kembali asyik bermain.
"Boleh paman mengambil fotomu?
Bagas pun memotret Anak kecil yang sedang asik bermain .
Bagas lalu pergi menemui Nada yang duduk di sebuah kafe dengan laptopnya.
"Aku Bagas , pengacara yang menghubungimu tadi. Kau sedang meliput kisah Nona Zaina saat dia ditangkap. Bisakah aku melihat foto-foto dari hari itu?
"Apakah kau bercanda? TAP mengambil semuanya.
"Semua?.
" Menurutmu kenapa tidak ada beritanya? Bukankah mereka berbagi file dengan karyawan mereka?
"Itu akan menjadi laporan palsu. Kau seharusnya senang kau tidak menerbitkannya.
"Sejujurnya, aku seorang pria. Apakah kau percaya itu?
Nada kemudian tertawa. Ngomong-ngomong, mengapa wajahmu terlihat sangat akrab bagiku?
"Terserah Anda apakah kau percaya atau tidak, tetapi kenyataannya adalah bahwa Nona Zaina tidak bersalah.
Bagas lalu berdiri dan pamit.
"Tunggu! Kau bisa membuang pacarmu tetapi pastikan kau memiliki salinan file.
Nada kemudian menunjukkan flashdisknya. Sontak, Bagad tertawa dan kembali terduduk.
"Bisakah aku melakukan wawancara eksklusif dengan Nona Zaina?
"Tentu saja. Aku akan mengaturnya untukmu.
"Kau dapat menuliskan kontrak sederhana karena kau seorang pengacara, bukan?
"Reporter itu pintar. Aku akan menulis satu untukmu.
Bagas pun langsung membuatkan kontraknya.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Kau dulu sekolah mana?tanya Nada
__ADS_1
"Provinsi.
" Provinsi mana?
Bagad tidak menjawab dan menunjukkan kontraknya.
Melihat kontraknya, Nada pun memberikan USBnya.
Sekarang, Bagad melihat isi flashdisk Nada di kantor polisi, bersama Detektif Kim.
Flashback...
Pada hari Zaina ditangkap, Zaina memang ada di butik yang direkomendasikan Raisya padanya.
Nada yang bersembunyi di balik manekin, diam2 mem-videokan Zaina .
Zaina lantas masuk ke kamar pas. Dia meninggalkan tasnya di meja. Begitu Zaina ke kamar pas, seorang wanita yang merupakan pegawai butik, membuka tasnya.
Flashback off
"Wow, ini perangkap." ujar Detektif Kim.
"Perangkap?" tanya Bagas .
"Begitulah cara mantan narapidana memperdagangkan obat terlarang dan melaporkannya untuk mengurangi hukuman mereka." jawab Detektif Kim.
"Lalu apakah wanita ini juga mantan narapidana?" tanya Bagas .
"Kemungkin besar. Dia melakukannya untuk menyelamatkan dirinya sendiri." jawab Detektif Kim.
"Maka dia harusnya berada dalam daftar kejaksaan jika dia mantan narapidana. Bisa kau periksa untukku?" pinta Bagas .
"Bagas, apa aku membunuhmu di kehidupan masa lalu atau sesuatu?"
"Aku pasti menyelamatkan hidupmu dalam kehidupan masa lalu kita. Tolong bantu aku."
"Baiklah, tapi jangan peluk aku seperti itu. Menjijikkan."
Tak lama, Detektif Kim mendapatkannya. Pegawai yang meletakkan ganja di tas Zaina bernama Mira.
Maka Bagas bergegas ke alamat Mira yang diberikan Detektif Kim. Berhari-hari, dari pagi hingga ke pagi laginya, Bagas mengawasi tempat tinggal Mira.
Ia bahkan makan malam hanya dengan mie instan saja dan tidur di mobilnya.
Dan paginya, begitu terbangun, ia melihat sosok Mira muncul. Mira berjalan melewati mobilnya sambil mendorong koper. Bagas bergegas turun dan menghampirinya.
"Mira? Apa liburanmu menyenangkan?
"Siapa kau?
"Siapa yang menyuruhmu melakukannya?
"Kau siapa?
Bagas pun menunjukkan video saat Mira memasukkan ganja ke tas Zaina .
"Apakah kau tahu seberapa besar kejahatan ini? Orang yang tidak bersalah masuk penjara karena dirimu. Aku akan memastikan tidak akan ada yang terjadi padamu. Kau tidak akan dikenakan denda atas tuduhan palsu dan aku akan menyembunyikan identitasmu. Katakan saja siapa yang menyuruhmu melakukannya.
"Nona Raisya datang dan memberi tahuku bahwa aku ada dalam daftar untuk penyelidikan narkoba tapi dia bilang dia akan memastikan
aku tidak diselidiki jika aku membantunya.
"Nona Raisya?
" Dia menyuruhku untuk meletakkannya di tasnya ketika dia masuk ke dalam kamar pas. Itu sebabnya aku memasukkan ganja ke dalam dompet Nona Zaina.
Mira kemudian mempertemukan Bagas dengan Raisya . Ia membawa Bagas ke butik.
"Mira bersaksi bahwa kau menyuruhnya melakukannya. Mengapa kau melakukan itu pada adik iparmu? Bukan hanya kau, kan? Siapa yang menyuruhmu melakukannya?
"Bukankah kau pengacara TAP? Kau harusnya sudah tahu. Ngomong-ngomong, aku tidak punya masalah dengan Zaina .
Raisya lantas beranjak pergi.
Bagas pun langsung ke kejaksaan, menemui Andra .
"Bagaimana kau tahu? Kau tidak berpikir itu aneh seberapa spesifik laporan itu? Jaksa tidak melihat bagaimana terdakwa mendapatkan obat-obatan. Dan kau sangat yakin bahwa itu adalah narkoba tanpa mendapat surat perintah penggeledahan. Bagaimana kau tahu itu obat terlarang saat itu?tanya Bagas
Andra masih saja bersikap santai. Bagas lantas mengaku, akan mengajukan keluhan resmi untuk itu.
"Bagaimana caranya?tanya Andra
"Seorang jaksa penuntut bodoh yang dibodohi dengan melemparkan narkoba. Bagaimana judulnya? Atau seorang jaksa yang membalas dendam setelah ditolak pada kencan buta?
"Kedengarannya bagus juga. Kau lebih pintar dari penampilanmu. Tetapi bagaimana kau akan membuktikannya?
"Dengan ini.
Bagas lantas mengeluarkan ponselnya dan memperdengarkan rekaman suara Mira yang mengaku disuruh seseorang memasukkan ganja ke tas Zaina .
"Dia bebas.
Setelah itu, Bagas pergi menjemput Zaina .
Zaina yang baru keluar dari penjara, tesenyum melihat Bagas yang datang menjemputnya.
Bagas juga tersenyum.
Bagas lantas menghampiri Zaina .
"Terima kasih untuk foto-foto anak kecil itu . Ibu anak itu sangat berterima kasih." ucap Zaina .
Bagas lalu memberikan kunci mobil dan tanya kemana Zaina mau pergi.
"Bukankah hotel tempat terbaik.
__ADS_1