Keluarga Yang Anggun

Keluarga Yang Anggun
Episode 9


__ADS_3

Episode ini kita membahas masa lalu Bagas


Flashback...


Irma pergi menemui seorang pria. Bagas kecil duduk di depan mereka.


Irma menawarkan surat perjanjian pelepasan hak perwakilan hukum ke pria itu.


Irma meminjami pria itu pulpen agar pria itu bisa menandatangani surat perjanjiannya.


Pria itu memainkan pulpen Irma sambil membaca surat perjanjiannya, sampai pulpen itu tak sengaja jatuh ke depan Bagas.


Bagas mengambil pulpen itu dan melihatnya.


Irma kemudian berdiri dan meminta pulpen itu.


"Jika kutandatangani di sini, apa yang akan kau berikan?" tanya pria itu.


Irma pun memberinya sebuah kotak kecil yang ternyata isinya uang.


Melihat uang itu, pria itu langsung menandatangani surat perjanjian itu. Di surat perjanjian itu, tertulis nama pria itu, kenzo andinata.


"Tanda tangani juga formulir penunjukannya. Aku akan mewakilimu. ucap Irma


Setelah mendapat tandatangan, Irma langsung pergi.


Bagas langsung tanya apa yang pria itu tandatangani sampai mendapat bayaran.


"Paman menandatangani apa hingga dibayar?


"Anak-anak tidak perlu tahu."


"Biar kulihat. Aku ingin melihatnya!" teriak Bagas berusaha melihat surat per tinggal nya.


Flashback off...


Bagas syok setelah ingat siapa Irma.


Bagas lantas kembali ke Irma . Ia menutupi perasaannya sebisa mungkin agar Irma tidak curiga. Bagas berdalih, gaji yang cukup besar membuatnya agak bersemangat.


Bagas pun menandatangani surat kontraknya.


"Kau pengacara Zaina , tapi kau juga anggota tim TAP. Jangan lupa kau bekerja untukku. TAP harus tahu setiap gerakan yang dibuat setiap anggota. Kau harus mengabariku rencana Nona Zaina, dan kau bertugas untuk mematuhi perintahku. Kau tidak bisa membocorkan informasi TAP kepadanya.


"Aku mengerti.


Irma lantas menghubungi pegawainya dan tanya apa semua sudah siap.


Diluar, Tasya menunjukkan 3 koper berisi uang ke Bagas .


"Simpan ketiga koper ini di mobilmu dan gunakan kapan pun diperlukan. Untuk pengeluaran kecil. Saat larut malam atau di akhir pekan, saat kau mendesak membutuhkan uang, gunakan ini. Serahkan laporan tertulis untuk rinciannya.


Tasya juga memberinya kunci mobil.


"Jika kau tidak menyukainya, ganti dengan mobil yang kau sukai. Tentu, kau harus mengembalikannya saat mengundurkan diri."


"Tidak, aku tidak akan mengganti modelnya." jawab Bagas .


Tasya lalu memberi kunci kartu untuk rumah Bagas yang baru, serta ponsel dan kartu kredit perusahaan.


Bagas kaget.


Farel bilang, Bagas harus membeli baju baru.


"Tidak bisakah aku memakai apa yang aku inginkan?


"Tim TAP adalah kebanggaan WP Grup. Kau tidak bisa berpakaian sembarangan. Kenakanlah yang direkomendasikan oleh orang ini.ucap tasya


"Bagaimana dengan seleraku?


"Dia adalah ahli yang akan mendandanimu lebih baik darimu. Jangan mengeluh. Ada pertanyaan?


"Itu bagus. Lagipula aku memang akan membeli setelan baru. Bagaimana dengan sepatu?. ucap Bagas


"Itu juga. ucap tasya


"Apa aku juga harus mengembalikan pakaiannya saat aku mengundurkan diri?


Namun semua nya diam Bagas yang menyadari pertanyaan konyolnya itu jadi malu dan permisi untuk pulang

__ADS_1


Bagas pulang ke rumahnya dengan penampilan baru. Sang ayah melongo melihatnya memakai stelan mahal serta dua paper bag yang dibawanya.


"Siapa ini? Perusahaan besar memang memperlakukanmu dengan baik. Kau terlihat sangat berbeda.


"Hanya karena wajahku cocok dengan pakaian ini. Apa aku terlihat seperti model? Untuk apa repot-repot berbicara? Kau akan membuat aktor malu. Takutnya aku mungkin membuat seseorang pensiun dini.


"Selamat, Nak. Kau ingin bekerja untuk perusahaan besar, dan kau mendapatkan keinginanmu. Kubilang apa?


"Aku mendapatkan apa yang aku inginkan.


"Benar. Tapi tidak ada yang gratis di dunia. Jika mereka memperlakukanmu sebaik ini, pekerjaannya pasti sangat sulit.


"Orang kaya tidak makan empat kali sehari. Semua orang sama saja. Jangan khawatir, Ayah. Aku punya keistimewaan. Aku sangat mudah beradaptasi.


"Ya. Sangat mudah beradaptasi. Apa kau membelikanku sesuatu?


"Tidak.


Ayahnya langsung cemberut. Wkwkwkwkwkw....


Zaina menjaga kakeknya. Bu Rita melihat Zaina merawat CEO Permana.


Pengacara Ilham kemudian datang, ingin melapor sesuatu. Zaina pun langsung menyuruh Bu Rita keluar.


Zaina bicara dengan Pengacara Ilham. Ia tanya, apa Bu Rita bisa dipercaya.


Zaina teringat setelah ibunya tewas dibunuh, ia melihat Bu Rita menemui Winta ibu tirinya .


Flashback...


"Pimpinan Senior masih belum sadarkan diri. Dia tidak tahu Nyonya Zahra dibunuh.


"Benarkah? Awasi Pak Ilham, pengacaranya.


"Ya, Nyonya.


Flashback off...


"Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan, tapi sejak insiden itu, dia merawat Pimpinan Senior dengan baik.ucap Ilham


"Itu sebabnya dia bisa bekerja untuk pihak lawan?. ucap Zaina


" Anda juga berpikir begitu?


"Aku menginginkan apa yang diinginkan Pimpinan Senior. Kau harus menjadi pemilik WP Grup.


"Bagaimana situasinya sekarang?


"Selain bagian warisanmu, kau harus membeli lebih banyak saham, dan dengan aman menjadi pemegang saham mayoritas. Kau harus ekstra hati- hati di indonesia.


Zaina pun menatap pilu sang kakek yang masih belum siuman.


"Aku hidup dalam ketakutan akan TAP selama 15 tahun. Betapa menakutkannya orang-orang TAP, aku lebih tahu dibandingkan siapa pun. Jadi... orang yang menghubungiku ketika aku di Amerika Serikat, apa itu anda?


"Bukan. TAP menyembunyikanmu dengan baik. Aku bahkan tidak tahu kau di mana.


" Aku mengerti. ucap Zaina


«««»»»


Di kamar, Bagas menatap kartu karyawannya dengan wajah serius.


Setelah itu, ia membuka lacinya dan mengeluarkan sebuah kotak dari sana.


Bagas buka kotak itu, isinya sebuah surat dan selembar struk.


Bagas meletakkan struknya di meja dan membaca suratnya. Ternyata surat itu adalah surat pemberitahuan tanggal sidang dan struk tadi adalah struk tanda terima.


Bagas lantas menghubungi Detektif Enji.


Bagas dan Detektif Enji bertemu di sebuah warung biasa. "Biar kutuangkan." ucap Bagas, lalu menuangkan minuman ke gelas Detektif Enji.


" Aku harus membelikan makan malam hari ini. ucap Enji


"Kenapa? ucap Bagas


"Maaf. Aku tidak punya cukup pengaruh.


"Kau tidak bisa melihat berkas kasusnya?

__ADS_1


"Aku memakai koneksi jaksaku, tapi kasus itu ditutup. Aku tidak menegerti kenapa aku tidak bisa melihat berkas yang berusia 15 tahun. Apa seseorang memakai pengaruhnya? Pasti ada sesuatu tentang itu.


"Tidak apa-apa. Mungkin ada cara lain.


" Apa maksudmu?


"Bukan apa-apa. Aku hanya asal bicara.


Detektif Enji lalu menuangkan minuman untuk Bagas . Kemudian tanya, apa Bagas nyaman kerja di WP.


"Aku harus melakukannya. Harus.


«««»»»


Zaina tak bisa tidur. Berulang kali cara tidurnya, sampe akhirnya ia menendang selimutnya dan bangun.


Zaina meraih ponselnya untuk melihat jam. Sudah jam tiga pagi.


"Ah, ini gila.


Alhasil, Zaina yang insomnia itu menelpon Bagas yang lagi tertidur lelap dua kali.


Yang pertama, Zaina menelpon Bagas sambil membaca buku, hanya untuk menanyakan artinya 'mencela'.


"Itu seperti menyalahkan seseorang tanpa alasan, siapa yang tahu siapa mereka. ucap Bagas yang kesal tidur nya diganggu cman krna pertanyaan konyol


Setelah mendapat jawabannya, Zaina matiin panggilannya begitu saja.Bagas pun mendengus kesal dan lanjut sleep but baru mau sleep again, Zaina menghubunginya lagi.


"Nona Zaina permana, ini waktunya orang tidur. Itu bagus untuk kulitmu. Tidurlah.


"Jetlag membuatku terjaga. Kau bisa berenang?


Terpaksalah Bagas menemani Zaina berenang.


Baru satu ronde Bagas sudah menyerah dan menunggu Zaina yang terus berenang.


"Apa kau atlet renang?


"Bukan.


" Lalu apa yang kau lakukan selarut ini?


"Ini pukul dua siang di New York. Aku melakukan ini selama 15 tahun. Aku tidak bisa berubah dalam sehari.


"Haruskah melakukan selarut ini setiap hari sampai jetlag mu hilang?


"Tentu saja.


"Aku tidak bisa melakukan. Pekerjakan seseorang. Ini bukan bidang keahlianku.


"Kurasa begitu. Kau tidak belajar cara berenang dengan baik.


" Ini cara orang miskin berenang. Untuk bertahan hidup. Lupakan saja. Aku lelah. Mari kita tidur.


"Tidak bisa. Hariku baru dimulai.


"Apa? ucap Bagas dengan tampang yangvsydah lesu karna jam istirahanya berkurang


"Bukankah XX dibuka saat fajar? Kau kekurangan energi.


"Ya, sangat rendah. Aku harus tidur. Ayo.


" Baiklah. Jika begitu, datanglah ke tempatku tepat pukul 7 pagi.


"Kenapa?


"Keluargaku sarapan lebih pagi. Kau harus memberi salam.


Zaina keluar duluan dari kolam renang dan beranjak pergi.


Bagas hanya bisa menghela nafasnya karena perintah Zaina .


Pak Reza memotong daun bawang sambil mengerjap-ngerjapkan matanya dan menguap lebar. TV nya menyala, memutar drama Khairani.


Tak lama, Bagas pulang. ayahnya kaget melihat Bagas pulang dalam keadaan basah.


"Kau pergi ke mana sepagi ini? Apa yang terjadi pada rambutmu?


"Jangan bertanya. Aku lelah. Bangunkan aku dua jam lagi.

__ADS_1


Bagas beranjak ke kamarnya. Pak Reza heran sendiri.


__ADS_2