
Malamnya, para anggota Majelis Nasional sudah berkumpul di meja makan kediaman Arif. Mereka diundang makan malam oleh Arif . Irma juga ikut serta dalam makan malam itu.
"Kalian pasti sibuk. Jadi, terima kasih telah menerima undangan makan malam dariku.ucap Arif
"Kami yang merasa terhormat anda mengundang kami seperti ini, Pimpinan Arif." jawab salah satu anggota Majelis.
"Ada banyak hal yang harus dilakukan di Majelis Nasional. Perang antara partai yang berkuasa dan partai oposisi telah berlangsung lama." ucap Arif .
"Ini bukan sesuatu yang baru. Politik adalah hasil dari perjuangan. Anggota Legislasi dan Komite Yudisial sangat rukun." jawab anggota Majelis itu.
"Senang mendengarnya! Kalian musuh di mata publik, tapi secara pribadi kalian adalah senior dan junior." ucap Irma .
"Itu benar. Itu yang terjadi di setiap bidang. Tentu saja. Kudengar kalian berempat pergi ke Amerika untuk suatu seminar." ucap Arif .
"Ya, berkat anda." jawab anggota Majelis.
"Kudengar hiburan malam setelah seminar itu cukup hebat." ucap Irma .
" Tidak juga... Itu..." si anggota Majelis mulai gelagapan.
Irma lantas mengangkat remote-nya dan menurunkan layar. Di layar, terlihat rekaman dua anggota Majelis sedang bersenang-senang di kelub bersama para penari striptis.
"Direktur Irma, kenapa kau melakukan ini?" tanya si anggota Majelis yang wajahnya ada di rekaman itu.
"WP Grup tidak menginginkan hubungan yang tidak nyaman dengan anda semua. Jangan salah paham." jawab Irma .
Irma lantas menyuruh Ray masuk. Ray pun langsung masuk, bersama beberapa pelayan dan Kepala Pelayan.
Para pelayan itu meletakkan kotak berisi kunci mobil di depan masing2 anggota Majelis.
"Kami tidak yakin apa yang disukai istri anda, jadi, kami hanya menyiapkan mobil terbaik sebagai hadiah.
"Direktur Irma memiliki selera terbaik di indonesia.ucap Arif
Irma pun menambah serangannya. Ia menyerang anggota Majelis satu2.
"Kalian dalam masa jabatan kelima dan kemungkinan yang terakhir. Anda masih sehat jadi Anda masih bisa terus bekerja. Alih-alih bekerja sebagai anggota Majelis Nasional, bekerjalah sebagai direktur sebuah perusahaan sipil. Gajinya lebih tinggi dari Majelis Nasional. Anda bahkan akan mendapatkan mobil dengan sopir. Kulihat distrik anda adalah tempat banyak pabrik kami berada.
"Aku tahu anda berjanji untuk membangun perpustakaan selama kampanye anda tetapi itu gagal. Kami akan membangun perpustakaan itu untuk anda.
"Besok, akan ada berita tentang orang-orang yang menyuap untuk dipekerjakan. Kulihat putra anda menyuap untuk mendapatkan pekerjaannya. Kami akan memastikan namanya keluar dari daftar.
"Putri anda adalah pelanggan reguler sebuah kelub di XX. Bukankah lebih baik jika dia menjauh dari narkoba? Dia masih muda.
"Anak-anak adalah satu hal yang tidak bisa kita kendalikan.ucap Arif
Para anggota Majelis itu langsung kehilangan selera makan.
"Astaga, makanan kalian menjadi dingin.ucap Arif
Arif lalu mengajak mereka bersulang terlebih dahulu.
__ADS_1
Mereka bersulang. Arif meminum wine nya sambil menatap Irma . Irma tersenyum sembari menatap Arif .
Sekarang,,, para anggota Majelis sudah meninggalkan kediaman Arif. Arif menonton berita revisi UU warisan yang dibatalkan, bersama Irma , di ruangannya.
Dilaporkan juga bahwa, Gedung Biru dan kelompok masyarakat yang mendesak revisi melakukan aksi protes.
Arif memberi applause untuk Irma . Ia juga menyebut Irma penyelamatnya.
"Kita punya presiden baru, tapi aturan yang menggerakkan negara kita tetap sama. Selama kita memiliki Majelis Nasional di bawah kendali kita, akan selalu seperti itu.ucap Irma
Sekarang,, Irma sudah kembali berada bersama tim nya.
Irma memuji kerja tim nya.
"Hanya dengan menginvestasikan 10 miliar m, kita menghindari pembayaran triliunan sebagai pajak warisan. Idemu sangat bagus, Pengacara Bagas.ucap Arif
"Terima kasih.
"Kerja bagus, Pengacara Bagas.
Irma bertepuk tangan untuk Bagas . Anggota yg lain agak sebal melihatnya.
"Kerja bagus, semuanya. Bisakah kita mulai rapat hari ini?
Usai rapat,, Bagas duduk sendirian di halte bis. Wajahnya lesu. Tak lama, Zaina datang dengan taksi.
Zaina heran melihat wajah lesu Bagas . Ia tanya, apa terjadi sesuatu?
Zaina pun memegang wajah Bagas dengan kedua tangannya dan menatap Bagas dari jarak dekat.
Bagas langsung ternganga.
"Kau masih sama. Kau masih jelek.
Zaina tertawa. Lalu ia mengajak Bagas pergi.
Bagas sendiri masih ternganga dengan yang barusan dilakukan Zaina .
Bagas dan Zaina pergi menemui Dokter Nik.
Dokter Nik tanya, apa keluhan Zaina dan Bagas .
"Apa kau mengenal Zahra permana ?
Dokter Nik kaget mendengar pertanyaan Zaina . Dokter Nik lantas mengaku, bahwa ia tak kenal Nyonya Zahra.
"Kami memiliki saksi yang mengatakan bahwa kau membuat Nyonya Zaina kecanduan narkoba di masa lalu.ucap Zaina
Gugup, Dokter Nik pun mengusir mereka. Ia juga mengancam akan menghubungi polisi jika mereka tak mau pergi.
Terpaksa lah Bagas dan Zaina pergi.
__ADS_1
Diluar, Bagas berkata pada Zaina , tidak akan mudah membuat Dokter Nik buka mulut.
"Aku bertanya-tanya kenapa dia mengubah spesialisasinya ke pengobatan China? Dia lulusan dari sekolah kedokteran bergengsi dan dia bekerja di Rumah Sakit WP, jadi dia akan mendapatkan banyak tawaran pekerjaan. Jika dia merasa dia tidak menyukai pekerjaannya sebagai dokter, maka dia bisa mencari bidang lain. Atau apakah dia kehilangan lisensinya sehingga dia tidak bisa terus bekerja sebagai dokter?. tanya Zaina
"Mungkinkah ada insiden malpraktek?
Bagas lalu membahas Dokter Nik bersama Zaina , Detektif Kim dan Vani di restoran ayahnya.
"Ada kecelakaan di XX-pada tahun 2003. Tubuh bagian bawah pasien menjadi lumpuh jadi pasien mengajukan klaim asuransi ke perusahaan kami. Tapi kasus itu aneh jadi ada catatan penyelidikannya.ucap Vani
"Apa yang aneh?. tanya Bagas
"Dia minum obat sesuai resep dokter. Tapi dia kehilangan kesadaran dan jatuh.
"Siapa dokter itu?
Vani menunjukkan catatannya.
"Nikamelia rahayu .
Zaina dan Bagas kaget. Mereka langsung berpandangan.
"Pasien itu meminum Zolpidem. Perusahaan mengklaim bahwa kami tidak dapat mengeluarkan uang asuransi karena dia punya kecanduan narkoba.
"Zolpidem?
"Obat yang diresepkan dokter adalah Zolpidem? Zolpidem diklasifikasikan sebagai narkotika sehingga pemakaiannya diatur oleh FDA. Kau akan dipenjara jika meminumnya tanpa resep dokter.
Berbekal informasi itulah, Bagas dan Zaina kembali menemui Dokter Nik.
"Ada tuntutan malpraktek, bukan? Kau menyelesaikan kasus dengan memberikan semua yang kau miliki kepada pasien. Tapi, kau hampir tidak bisa mempertahankan lisensi doktermu, jadi, karena itulah kau beralih ke pengobatan China? ucap Bagas
"Dari mana kau mendapatkan uang untuk membuka klinik ini? Ini berkaitan dengan Nyonya Winta, 'kan?
Sontak, Dokter Nik kaget mendengarnya.
Dokter Nik pun akhirnya cerita. Dokter Nik bilang, dulu tidak ada yg tahu Zolpidem sejenis narkotika.
"Tapi, aku sudah tahu itu. Karena apa yang terjadi di XX. Tapi Nyonya memerintahkanku untuk memberi Nyonya Zahra obat berlebihan. Dia mau membuat ibumu menjadi pecandu. Pada awalnya, aku menolak. Tapi dia bersikeras. Dia bahkan membahas kecelakaan dan dia mengancam akan mencabut lisensiku. Tak lama setelah Nyonya Zahra meninggal, Nyonya khawatir jaksa akan mencurigai kami. Dia menyuruhku untuk berhenti di bidang medis. Aku tidak pernah mempertimbangkan melakukan hal lain. Pada akhirnya, aku belajar untuk ujian praktisi pengobatan China.
"Nyonya yang kau bicarakan ini Winta permana ?
"Ya. Dulu dia perawat di rumah sakit kami. Dia tahu betul tentang Zolpidem. Aku benar-benar minta maaf.
Usai dari Dokter Nik, Zaina menenangkan dirinya di kafe. Pengakuan Dokter Nik, membuatnya marah. Sangat marah. Saking marahnya, tangannya sampai gemetaran mengambil cangkir tehnya. Melihat itu, Bagas memegang tangan Zaina . Bagas tanya, apa Zaina baik-baik saja?
"Ya.
Zaina meminum tehnya. Tangannya masih gemetar.
"Aku harus begitu. Akhirnya kita melihatnya
__ADS_1