
Khairani masuk ke ruang makan bersama Sean . Winta kesal melihat pakaian Khairani yg merah mencolok.
"Lihat betapa vulgarnya pakaianmu. Pakaian apa yang kau kenakan? Kenapa kau tidak memakai gaun tidur seperti sebelumnya?. ucap Winta
"Aku memiliki panas tubuh berlebih. Aku bisa apa jika mudah kepanasan. Itu sebabnya aku tidak bisa bepergian ke Asia Tenggara, Kak.
Winta pun kesal dengan jawaban Khairani dan tambah kesal saat Khairani bilang dia iri sama tubuhnya Khairani .
Arif akhirnya bicara, menengahi mereka.
"Mulai sekarang, jangan mengenakan pakaian yang di atas lutut saat makan.
"Baik.
Arif menatap Winta .
"Menu sarapannya sangat enak.ucap Arif
"Orang indonesia harus makan nasi. Sayang, aku tahu kau menyukai makanan Indonesia. Kenapa kita tidak makan nasi dan sup kerang besok?. ucap Khairani
"Kedengarannya bagus.
Winta tambah sewot.
"Ahli gizi kami merencanakan makanan yang sangat seimbang. Jangan melangkahi batasanmu.
"Banyak tertawa dan bahagia adalah jalan pintas untuk menjadi sehat.
Khairani lalu menatap Arif .
"Aku akan melakukannya untukmu mulai sekarang, Sayang. Seperti yang aku lakukan semalam.
Mendengar itu, Rayhan yg lagi minum langsung tersedak. Ia pikir, Ayahnya dan Khairani abis macam-macam.
"Apa yang kau bicarakan?. ucap Arif
Zaina senang.
Arif lantas menanyakan Irma pada Kepala Pelayan. Kepala Pelayan bilang, Irma akan segera tiba.
Arif pun berdiri.
"Zean , datanglah ke ruang kerjaku selesai kau sarapan.
"Baik.
Arif beranjak pergi.
Khairani cari masalah lagi dengan Winta .
"Mulai sekarang, Pimpinan tidak butuh obat-obat herbal seperti itu. Aku akan mengurusnya dan memastikan kesehatannya... Maksudku, akan kupastikan dia semakin muda. Jadi, jangan khawatir, Kak.
Winta yang udah gak bisa lagi menahan kekesalannya, menyiramkan segelas air dingin ke kepala Khairani .
Sean sontak kaget melihatnya dan menatap kesal Winta .
Rayhan juga kaget dengan tindakan ibunya.
Sean menatap marah Winta tapi Winta tak peduli.
Sementara Khairani tampak kesal, tapi dia berusaha meredam kekesalannya.
Kini,, Khairani sudah mengganti bajunya dan sedang bicara dengan Zaina di kamar Zaina .
"Wow, kau sudah melebihi harapanku.ucap Zaina
"Tidak peduli seberapa elegan dan berkelasnya seorang wanita, dia tidak akan tahan kehilangan suaminya. Yang aku lakukan hanyalah berdiri di depan pintunya dengan memakai gaun tidur saat dia membawa obat herbalnya. Winta, wanita malang itu... apa yang dia bayangkan?
"Kau pandai berakting karena kau seorang aktris. Apa berikutnya?
"Satu pukulan tidak cukup. Pemain yang baik harus melakukan home run.
"Home run?
"Kau bisa menantikannya.
Di kamar, Zean dan sedang Raisya lagi perang dingin. Raisya menunjukkan foto2 seorang wanita yang keluar dari studio Zean .
"Apa karena dia? Itu sudah berlangsung lama. Bukankah ini cukup untuk menjadikanmu pihak yang bersalah, kan?
"Apa kau sedang berkhayal mendapat keunggulan dalam negosiasi perceraian?
"Aku berkhayal? Sulit dipercaya. Kau punya apartemen studio rahasia dan kau menyebutku berkhayal? Kenapa tidak bilang kau mempelajari ajaran kitab bersama dia di sana? Kau tidak akan mendapatkan keinginanmu dengan perceraiannya.
"Kenapa tidak kau sebutkan saja jumlahnya? Membuang waktu untuk hal tidak penting juga membuang hidupmu.
"Entah aku membuang waktu atau boros, ini hidupku. Sejak kapan kau peduli? Sikapmu memuakkan!
__ADS_1
"Pasti sulit menyembunyikan dirimu yang sebenarnya hingga sekarang. Kau menikahiku karena uang meskipun kau tahu aku tidak mencintaimu. Itulah dirimu.
Zean lalu membuka lacinya dan mencari2 sesuatu.
"Di mana saputangan dengan inisialku?
"Kenapa menanyakan barang-barangmu kepadaku?
Zean marah.
"Kenapa saputanganku tidak pada tempatnya?
"Aku tidak tahu! Aku tidak peduli.
Kesal, Zean pun beranjak pergi meninggalkan Raisya .
Raisya menghela nafasnya, kesal.
"Dia sangat memedulikan barangnya. Seperti seorang gadis.
Di tangga, Zean bertemu Rayhan . Zean menuduh Rayhan mengambil saputangannya.
Rayhan bingung, kenapa? Tak lama ia ingat ia memang mengambil saputangan Zean
.
"Oh, yang itu! Aku meminjamnya saat aku menghadiri premier teman sutradaraku.
"Di mana itu? Kembalikan padaku.
"Masalahnya, aku sangat mabuk hari itu dan aku tertidur di rumah. Saputangannya sudah hilang saat pagi. Aku pasti menghilangkannya.
Zean marah, beraninya kau...
Rayhan pun heran melihat Zean marah2 hanya karena saputangan.
Zean yang kesal, menghina Rayhan .
"Itu sebabnya kau gagal. Seseorang yang tidak bisa membedakan barang-barangnya dengan milik orang lain, tidak bisa melakukan apa pun. Memalukan menjadi saudaramu.
Zean beranjak pergi.
"Kau bertemu Direktur Irma hari ini, kan?
Langkah Zeanlangsung berhenti.
Zean pun berbalik, menatap Rayhan .
"Semua orang punya rencana sempurna untuk hidup mereka. Sampai mereka memasuki ring dan dihajar habis-habisan.
Rayhan pun beranjak pergi.
Arif sedang bicara dengan Irma di ruangannya. Disana juga ada Zean mendengarkan. Irma bilang, mereka akan memberikan semua saham ke Zean , kecuali sahamnya Zaina jadi secara teknis, suksesi Zean telah selesai.
Arif memuji Irma , bagus.
Arif lalu melihat catatan saham yang dibawakan Irma .
"Kami akan menjadwalkan pengumuman resminya tahun depan setelah pemilihan umum.
"Apa ada alasan untuk itu?
Orang-orang akan membicarakannya jika anda mengumumkan pewaris begitu cepat di saat anda masih hidup dan sehat. Kecuali jika anda punya alasan khusus...
"Tidak ada alasan khusus. Karena Zean masih muda dan orang akan mencoba mengaturnya. Aku mau melihatnya memantapkan diri. Aku akan menjadwalkan pengumuman resminya untuk tahun depan.
"Tentu. Akan membantu untuk mengawasi arena politik dan bertindak sepantasnya.
Je Kook lalu menatap Zean .
"Mulai hari ini, secara internal kau akan dipanggil Wakil Pimpinan. Dan kami akan melaporkan pekerjaan kami kepadamu terlebih dahulu. Tapi keputusan akhir tetap pada Pimpinan.
"Tentu saja. Tapi, apa yang akan terjadi pada perusahaan jika aku tidak terlibat dalam manajemen?
Sontak pertanyaan Zean membuat Irma dan Arif terdiam.
Melihat mereka diam, Zean tertawa.
"Aku hanya mau memastikan bahwa tidak ada alternatif. Selain itu, bukankah saham Rayhan terlalu banyak?
"Kita harus memberikan anak sulung yang cukup untuk mencegah perselisihan di masa depan.
"Tapi kupikir 10 persen masih terlalu banyak.
"Kenapa memikirkan Rayhan jika dia tidak peduli soal perusahaan? Direktur Irma akan mengurusnya. Kau membutuhkan kepercayaan diri dan kemampuan seorang Wakil Pimpinan.
"Benar.
__ADS_1
"Direktur Irma, pastikan seluruh keluarga menyerahkan saham mereka.
"Baik, Pak.
Irma lantas pamit.
Setelah Irma pergi, Arif pun tanya, apa Zean tahu kenapa ia bergegas membuat Zean menjadi pewarisnya?
"Karena ayah tidak memercayaiku?
"Lebih tepatnya, Direktur Irma membuatku resah.
Zean kaget, maksud ayah...
"Menjadikanmu pewaris atau menyingkirkanmu, itu tergantung pada Direktur Irma. Dia seperti pedang bermata dua bagi kita. Aku ingin melihat dan menyaksikan kau memimpin perusahaan dengan aman. Seorang profesional seharusnya tidak melakukan gerakan yang tidak perlu.
"Aku akan mengingatnya.
Namun wajah Zean seketika berubah kesal. Entah apa yang membuatnya marah. Karena kata2 ayahnya tentang Irma yang bagai pedang bermata dua atau kah karena ia dijadikan pewaris dan tidak bisa melakukan apapun yang ia mau. Apapun sesuai kehendaknya.
Irma yang baru keluar dari ruangan Arif , bertemu Rayhan di koridor. Rayhan memberi Irma kopi..
"Kopi untuk orang yang paling berkuasa di WP Grup.
"Kau sibuk sekali pagi ini.
"Jika aku memikirkannya, tidak pernah ada hari dalam hidupku saat aku tidak sibuk. Sayangnya, tidak ada yang tahu itu, kecuali kau.
Rayhan lalu membahas ekspresi Zean ketika melihat sahamnya. Ia yakin Wan Joon sangat kesal saat tahu dia dapat saham 30%.
"Aku seharusnya berada di sana untuk melihatnya! Sayang sekali.
"Mampirlah ke kantor saat kau sempat.
"Baiklah!
Rayhan kemudian bersiul.
"Kau pintar bersiul.
"Itu bukan satu-satunya hal yang aku kuasai. Aku juga ahli dalam banyak hal. Jaga dirimu, Direktur Irma.
Rayhan beranjak pergi.
Rayhan menghampiri Zean yang duduk sendirian di taman.
Rayhan menyapa Zean dengan ceria, karena berpikir ia dapat saham 30%.
"Zean permana, tidak ada yang mau kau katakan padaku?
"Mengatakan apa?
"Kau mungkin menjadi pewarisnya, tapi kau tidak akan bisa bertindak semaumu.
"Kenapa?
"Karena aku punya cukup saham dalam perusahaan untuk menyingkirkanmu dengan mudah.
"Hanya dengan 10 persen? Kau akan memulai revolusi atau apa?
Sontak Rayhan kaget ia hanya dapat 10% saham. Ia marah dan berniat pergi menemui Irma . Tapi Zean menghinanya.
"Bukankah dengan mengemis, itu jumlah terbanyak yang bisa kau dapatkan? Itulah statusmu saat ini. Jangan main-main dengan hal lain dan selesaikan saja filmmu. Kau tidak akan pernah pergi ke Cina, aku hanya berharap film itu bisa tayang di bioskop.
Rayhan yang tadinya kesal, tertawa dan membalas hinaan Zean .
"Tapi hidup panjang dan ada kemungkinan yang tidak terbatas. Siapa tahu? Mungkin aku bisa pergi ke Cina dan mencapai posisi yang lebih tinggi.
"Kau gagal menjalankan restoran. Kau menyerah menjadi atlet triathlon dan pegolf profesional. Sekarang kau mencoba menyutradarai film. Apa yang telah kau capai? Di sanalah kau kurang berpengalaman.
"Kesimpulan dan prasangka gegabah berawal dari kegagalan memahami seseorang.
"Seseorang dengan kepercayaan diri ingin membuktikan dirinya akan makin membuat dia dipandang rendah orang lain.
"Zean. apa itu yang kau inginkan?
Zean marah.
"Lalu kenapa kau menginginkan bagian di perusahaan sekarang? Seharusnya kau memulai lebih awal! Sejak berumur 5 tahun, aku juga harus menanggung bebanmu. Sementara kau berkeliaran mencoba ini dan itu, tanggung jawabku dalam keluarga hanya makin bertambah. Aku tidak pernah bisa melakukan hal yang kuinginkan.
"Benarkah? Tapi bagi seniman berkeliaran adalah takdir tidak terhindarkan.
"Kau bahkan melupakan posisimu dan sekarang menginginkan perusahaan? Akhirilah dengan hanya merusak hidupmu sendiri. Jangan menyusahkanku. Kembalilah melakukan yang kau lakukan.
Sean pun pergi.
Sekarang,, Rayhan masuk ke bar di rumahnya dan tertawa kesal. Ia lalu duduk dan minta minumannya. Sontak para pelayannya langsung melayaninya.
__ADS_1