
Irma dan anggotanya kembali rapat.
Ray berkata, suksesi Zean adalah proyek 10 tahun. Ray lalu tanya, apa yang membuat Arif berubah pikiran.
"Kita harus mengambil langkah berisiko untuk menyelesaikan proyek ini dengan cepat.ucap Irma
"Anda bilang Pimpinan masih sehat.
Irma berdiri.
"Ya. Itu hanya obsesi, mau melihat sendiri suksesi itu berhasil.
Irma lalu tanya sebesar apa percayanya jika Zean menjadi CEO sekarang.
"Sulit untuk mentransfer saham CEO dan saham Nona Zaina langsung ke Pimpinan Arif. Pajaknya terlalu besar.ucap Farel
"Dan warisan Nona Zaina sudah dikenai pajak. Membayar pajaknya lagi itu ...ucap Tasya
"Direktur Zean akan mendapatkan lebih dari batas yang diperlukan untuk mewarisi. Rayhan putra tertua, si bungsu Sean, dan Nona Zaina tidak akan tinggal diam. Mereka semua akan menuntut saham legal mereka. Akan butuh waktu tahunan untuk menyelesaikannya.ucap Farel
"Dan juga akan sulit untuk membina saham keluarga. Terlebih lagi ibunya Sean, Khairani, adalah bom waktu. ucap Ray
"Wait sebentar. Ibunya Sean adalah ...tanya Bagas
"Kau tidak tahu kalau Khairani adalah ibunya? tanya Tasya
"Anggota partai yang baru-baru ini mengajukan RUU yang direvisi tentang hukum suksesi yang sedang dievaluasi.ucap Farel
"Tentang apa?.tanya Irma
"Peningkatan pajak warisan dan prioritas pasangan. Dalam keadaan saat ini, sulit untuk menyerahkan hak pengelolaan Direktur Arif. Pajaknya saja akan mencapai triliunan.
"Meski begitu, kita harus melakukan apa?
"Kita perlu meminta izin keluarga untuk mengatur hak mereka atas warisan hukum.
"Baiklah. Tasya, kau urus Khairani. Farel, kau urus Sean. Ray, kau urus Khairani. Dan Pengacara Bagas, kau urus Nona Zaina dan Tuan Muda Rayhan. Pastikan Nona Zaina tidak tahu mengenai suksesi.
"Baik.
"Mari urus dulu keluarganya. Lalu kita akan memblokir undang-undang yang direvisi.
"Baik.
Anggota tim bubar.
Bagas masih tidak menyangka Khairani adalah ibunya Sean.
Tak lama, ponsel Bagas berdering. SMS dari Zaina yang memerintahkan Bagas segera datang.
Bagas menunggu Zaina di depan klub. Tak lama kemudian, Zaina datang dengan taksi.
Bagas terkejut melihat penampilan mentereng Zaina.
"Apa yang kau kenakan?
"Aku penggemar kelub. Aku berpakaian begini agar sesuai.
__ADS_1
"Kau tampak lucu!
"Aku sedang bekerja sekarang, jadi, jangan bercanda.
"Tapi kau terlihat lucu ...
Zaina mengajak Bagas masuk, petugas keamanan melarang Bagas masuk karena penampilan Bagas.
Zaina pun keluar lagi. Ia melepaskan dasi dan kancing atas Bagas, serta mengacak-ngacak rambut Bagas. Barulah Bagas masuk.
Bagas dan Zaina bicara di sebuah ruangan. Zaina berpikir ingin cepat2 Zean menjadi CEO.
"Direktur Irma bilang ini obsesi biasa.
"Obsesi?
Zaina tidak percaya itu hanya obsesi biasa.
"Ayahku berbagi Direktur Irma. Untuk persiapan saat dia lebih tua dan lemah. Karena Zean tidak bisa mengatasi Direktur Irma sendiri. Aku yakin dia takut dia akan berakhir seperti kakekku.
"Bukan hanya kau tapi seluruh keluarga harus pernyataan.
"Apa mereka akan menyetujuinya?
"TAP akan melakukan apa pun untuk membuat mereka melakukannya.
"TAP selalu punya jalan bebas hambatan untuk berkendara. Tidakkah menurutmu kini mereka harus menghadapi beberapa lubang di jalan?
"Apa yang akan kau lakukan?
"Pisahkan dan kuasai.
"Sekarang kita akhirnya sepaham.
"Tapi jika itu terjadi, mereka akan curiga bahwa aku telah membocorkan informasinya.
"Tapi kita bisa menggunakan kecurigaan Direktur Irma untuk keuntungan kita. Direktur Irma tidak mudah lengah. Kau harus melewati tesnya dengan cepat atau lambat.
"Permainan mata-mata cocok untukmu.
"Aku penggemar berat drama detektif. Jangan lupa. Peranku adalah pewaris yang gila dan kasar. Itulah aku.
Zaina lalu mengajak Bagas mengunjungi Ibunya akhir pekan ini.
"Ibuku?
"Dia satu-satunya yang bisa menjelaskan tentang kejadian itu. Aku harus sering menemuinya.
"Itu benar, tapi semuanya akan berakhir jika mereka melihat tentang kunjungan kita.
"Itu tidak cukup untuk membahas kita. Mata-mata tidak bisa melakukan itu.
Besok paginya ,, Zaina terlambat ke ruang makan. Ia baru datang disaat yang lain sudah mulai makan. Sudah terlambat ,, Zaina juga pakaian olahraga dengan perut terbuka. Zaina masuk ke ruang makan sambil menatap ponselnya dengan wajah senang.
Winta menatap Zaina.
"Kau seharusnya datang ke meja makan tepat waktu.
__ADS_1
"Aku menemukan artikel yang menarik. Konsesi WP Grup yang indah. Indah sekali hingga aku bisa gila.
"Zaina, aku tidak mengharapkan rasa hormatmu. Tapi setidaknya bayanganlah sopan.ucap Zean
"Mereka bilang aku rilis hakku untuk ayah. Komentarnya yang gila. Mereka mengatakan bahwa kita adalah contoh yang bagus untuk bisnis keluarga. Ayah pasti senang memiliki Direktur Irma yang pintar. Tapi bukankah itu terlalu munafik?
Rayhan terkejut.
"Hei! Apa kau benar-benar menyerahkan hak manajemenmu?"
"Lebih tepatnya, dipaksa. Benar kan, Ayah? Sekarang aku tidak punya hak atau saham. Bahkan jika aku ingin mencoba dalam film, aku tidak bisa."
"Benarkah? Ayah, apa itu benar?" tanya Rayhan.
"Kak Rayhan, apakah itu berarti kau tidak bisa membuat film? Katamu kau akan memberiku peran khusus." ucap Sean.
"Bro, itu tidak penting sekarang. Jadi diamlah." ucap Rayhan.
Rayhan lalu minta penjelasan ibunya soal hak manajemen Zaina.
"Zaina, kau menandatanganinya sendiri karena ketidakmampuanmu. Jika kau mengatakan sebaliknya, kau harus pergi ke rumah sakit jiwa.
"Astaga. Kau sekarang mengancam untuk mengurungku di rumah sakit jiwa? Kau menakutkan, Ibu Tiri.
Winta kesal, umurmu sekarang sudah lebih dari 30 tahun. Jadi, kau harus menjaga dirimu sendiri. Kapan kau akan berhenti menggunakan uang ayahmu untuk membeli pakaian dalammu?
Winta lalu menatap Arif.
"Bagaimana jika kau membantu Zaina untuk lebih mandiri?
" Aku mengerti gambaran besarmu yang indah, tapi aku suka berada di sini karena penuh dengan cinta dan kedamaian. Jadi, maaf aku tidak bisa melangkah keluar dari rumah ini.ucap Zaina
"Ibumu tidak salah. Kau harus bergabung dengan kakak iparmu dan mengikuti pelajaran memasak.
"Aku akan senang jika ditemani olehnya.ucap Raisya
"Ada apa denganmu? Aku sibuk menyia-nyiakan hidupku.
Pelayan Menghampiri Sean.
"Tuan Muda Sean, akademi menelepon dan mengatakan hari ini tidak ada pelajaran."
Sean langsung lemas mendengarnya. Melihat ekspresi Sean, Zaina pun penasaran.
Di kamar, Zaina sedang siap2. Tiba2, Sean masuk kamar.
"kakak, bisakah kau mengatakan aku menemuimu setelah sekolah? Kelasku dibatalkan.
"Kau butuh aku?
"Penyihir jahat itu tidak suka aku bertemu ibuku. Tapi, ibu mau aku menyelinap keluar.
"Kau telah berbohong tentang kelas untuk bertemu ibumu?
"Aku tidak melakukan setiap hari. Hanya sebulan sekali.
"Baiklah, aku akan mengantarmu.
__ADS_1
Zaina lalu merangkul Sean dan berjalan keluar.
Zaina menjemput Sean di sekolah.