
Sesuai rencana Irma , Permana dan Zaina mengadakan pertemuan dewan direksi di rumahnya.
Permana pun menunjukkan catatan medis sindrom auto brewery Zaina .
"Putraku yang brengsek, mencoba menggunakan kondisi Zaina ku sebagai alasan untuk mendiskualifikasi dirinya. Sangat memalukan. Aku sangat malu.
"Seperti yang ditunjukkan dalam komentar dokter, selama aku mengontrol dietku, itu tidak akan memengaruhi keseharianku.
Permana lalu menatap Zaina. Zaina mengerti dan langsung menyuruh Bagas membagikan proposal proyeknya.
Bagas pun langsung membagikan proposal Zaina .
"Menurutku seperti inilah WP Grup harus melanjutkan ke depannya.
Permana menatap bangga Zaina .
Bagas kemudian membagikan dokumen lain.
"Dan dokumen tambahan di belakang adalah sebagai bukti ijazah Nona Zaina dari Sekolah Bisnis Stern Universitas New York. Bahkan ada artikel yang diterbitkan hari ini bahwa dia lulus dengan pujian.ucap Bagas
"Baiklah. Sekarang, mari kita bersantai dan menikmati makan malam sambil mendengarkan Zaina membagikan ide-idenya. Zaina tidak boleh membuat kesalahan lagi.ucap Permana
Permana lantas menatap piringnya.
"Jadi menunya adalah daging. Harap maklum.
Di ruangannya, Irma merilekskan badannya dengan bersender di kursi dan memejamkan mata.
Makan malam Permana , Zaina dan dewan direksi dimulai.
Irma masih memejamkan matanya dan mengingat penjelasan Dokter soal kondisi Permana .
"Kondisi Pimpinan Senior sangat serius.ucap dokter
"Bisakah kau jelaskan lebih spesifik?ucap Irma
"Beliau sangat tua dan tulang punggungnya juga sangat lemah. Jika sistem saraf simpatiknya distimulasi, maka hal itu dapat menyebabkan syok.
Salah satu direktur berkata, saus yg menyirami dagingnya sangat lezat.
Zaina juga memuji rasanya dan tanya ke pelayan, saus apa itu?
"Ini saus almond mentah." jawab Kepala Pelayan.
Zaina lantas menatap kakeknya.
"Kakek, bersantailah dan makan yang banyak.
Kepala Pelayan menuangkan saus ke piring Permana .
"Tuang sedikit lagi.
Permana kembali makan.
" Enak.
Sementara itu, si Kepala Pelayan diam-diam mengirimkan pesan ke Irma.
"Mereka hampir selesai makan."isi pesan
__ADS_1
Setelah membaca pesan dari si Kepala Pelayan, Irma langsung menghubungi ponsel Zaina .
Ponsel Zaina berdering dan dijawab salah satu pelayan. Pelayan itu lantas memberikan ponselnya ke Zaina .
"Halo?
"Izinkan aku bicara dengan Pimpinan Senior.
Dan setelah bicara dengan Irma , jantung Permana kumat. Sontak yang ada di ruangan itu, terutama Zaina panik.
Di ruangannya, Irma mengingat perkataan dokter.
"Beliau memiliki ginjal yang lemah. Dan baru-baru ini, jantungnya menjadi lemah. Jadi beliau perlu ekstra hati-hati dengan apa yang beliau makan. Makanan yang aman bagi kebanyakan orang, akan menjadi racun bagi Pimpinan Senior. Misalnya, kacang-kacangan dengan sedikit mentega almond bisa membuat jantungnya tegang. Jadi yang terbaik adalah jika beliau menghindarinya. Karena beliau menerima kejutan besar selama rapat pemegang saham ini, jika beliau terkejut sekali lagi, maka beliau mungkin tidak akan selamat.
Irma lantas meninggalkan kursinya dan beranjak ke jendela.
Dokter langsung dipanggil setelah Permana collaps. Dokter memeriksa Permana .
"Beliau telah meninggal dunia.
Tangis Bu Rita pecah seketika.
Zaina syok.
Bagas menatap cemas Zaina .
Sekarang, seluruh staf WP berkumpul di ruang baca bersama Arif dan Winta dengan pakaian hitam-hitam.
Winta tersenyum.
Arif ingin pemakaman Permana dibuat semewah mungkin.
"Itu masuk akal.
"Saya akan menyiapkan pemakaman yang tenang.
Irma lalu menatap staf nya. Staf nya mengerti.
Bagas sadar ada yang tidak beres dengan kematian Permana .
Pemakaman Permana digelar secara tertutup.
Satu per satu anggota keluarga mulai memberikan penghormatan terakhir. Tapi tak satu pun dari mereka yg merasa kehilangan, kecuali Zaina .
Jenazah Permana mulai dikremasi, disaksikan seluruh keluarga.
Zaina yang berdiri paling depan, terus menangis.
Di ruangannya, Irma berdiri, menatap keluar jendela, mengingat masa lalunya dengan Permana .
Flashback....
Di depan WP, Irma menyambut Permana yang baru saja datang. Permana yang baru turun dari mobilnya, membagikan kabar gembira pada Irma .
"Direktur Irma, kita mengembangkan kapal pertama yang dapat menampung 6.200 kontainer setinggi 20 m di dunia! Mulai sekarang, WP Chosun akan bebas mengarungi seluruh lautan di dunia.
"Selamat, Pak!
"Ini semua berkat dirimu. Kau memenangkan kontrak milyaraan dari Kuwait! Aku mengandalkanmu!
__ADS_1
Flashback off...
Irma lalu membungkukkan badannya, sebagai tanda hormatnya pada Permana .
Zaina menatap nisan Permana . Tak terlihat keluarga yang lain. Hanya ada ia dan Bagas disana.
Permana : 3 September 1932 - 9 September 2020"
"Kau tahu? Aku ingin tahu apa yang kakekku dengar dari Direktur Irma sebelum kakekku meninggal. Setelah kakekku mendapat telepon dari Direktur Irma, beliau syok dan meninggal. Dia menyebabkan syok yang memicu kematiannya. Semua orang yang aku cintai pergi meninggalkanku. Sekarang aku benar-benar sendirian.
Zaina benar2 luka.
Iba, Bagas pun mencoba memberikan kekuatan pada Zaina . Ia memegang bahu Zaina , tapi Zaina langsung menyingkirkan tangannya dan beranjak pergi.
Tim TAP sudah kembali berkumpul di markas mereka.
" Pimpinan Senior dimakamkan di situs pemakaman alami.ucap Ray
"Kerja bagus, semuanya.ucap Irma
"Itu tidak terduga. Aku tidak menyangka Pimpinan Senior akan meninggal seperti ini.ucap Hani
"Beliau bekerja keras demi cucunya. Sepertinya kejutan di rapat pemegang saham terlalu besar.ucap Tasya
"Nona Zaina sudah tamat sekarang, kan?. tanya Hani
"Tidak. Nona Zaina masih tetap pemegang saham mayoritas.ucap Farel
"Jadi, tetaplah waspada. Hingga perusahaan stabil di bawah kepemimpinan Pimpinan Arif, tugas kita belum selesai.ucap Irma
Irma lantas memanggil Pengacara Ilham dan Bu Rita ke ruangannya.
"Kalian berdua bekerja sangat keras untuk waktu yang lama bagi WP Grup.
Bu Rita kesal, bagaimana kau bisa semaunya mengadakan pemakaman seperti ini?
Irma tidak peduli dan memberikan surat perjanjian pada Bu Rita. Sontak Bu Rita kaget membacanya.
"Kau tidak hanya mengusirku tetapi kau juga berencana untuk mengawasiku selamanya?. tanya Rita
Irma juga memberikan surat yang sama pada Pengacara Ilham.
"Kau harus mundur untuk generasi berikutnya.ucap Irma
Pengacara Ilham kaget membaca suratnya.
"Penggelapan? Apa yang kau lakukan? Aku tidak menggunakan uang itu!. ucap ilham
"Kudengar cuaca di Australia sedang bagus belakangan ini. Kunjungilah putrimu dan beristirahatlah.ucap Irma
Irma juga melarang keras mereka menghubungi Zaina .
"Jika kau melanggar janjimu, aku tidak dapat menjamin keselamatanmu.
Bu Rita dan Pengacara Ilham tak punya pilihan lain selain menandatangani surat itu.
Zaina masuk ke paviliun kakeknya. Ia menatap ke sekeliling paviliun. Setelahnya, ia masuk ke kamar sang kakek.
Zaina lantas menghubungi Pengacara Ilham dan Bu Rita tapi mereka tidak menjawab.
__ADS_1
Zaina pun jatuh terduduk. Tangisnya pecah seketika karena ia benar-benar merasa sendirian sekarang.