Keluarga Yang Anggun

Keluarga Yang Anggun
Episode 5


__ADS_3

"Dia cantik.  Menurutmu apa pekerjaannya? Apa kau jatuh cinta?. ucap polisi


" Dia bukan tipeku. ucap Bagas


Mereka kemudian melihat Zaina dihampiri seorang wanita dan beberapa laki2. Wanita itu adalah Irma . Dan pria satunya, adalah Ray .


" Nona, kau tidak menua.Ucap Zaina pada irma


" Kau sama saja.


"Pimpinan menyuruhku untuk membawamu pulang. ucap Irma


"Aku akan ke rumah sakit terlebih dahulu.


Irma menyuruh Ray membawa Zaina . pun langsung menyuruh anggotanya membawa Zaina .


Zaina menjerit, lepaskan!


Melihat itu, Bagas dan si polisi langsung berlari medekati Zaina .


"Apa yang kalian lakukan di kantor polisi?. ucap Bagas


Irma pun menyuruh mereka melepaskan Zaina.


"Ini kantor polisi. Apa yang kau lakukan? Kami mencela penculikan dan penyerangan. ucap polisi


"Aku mengerti alasan kalian salah paham. Maaf. ucap irma


"Kami salah paham? Kalian mengeroyok seorang wanita lemah. ucap Bagas


" Aku pengacara wanita ini. Apa itu menjelaskan semuanya?


"Maka, kau pasti tahu, jika kau pengacara. Menarik lengan seorang wanita tanpa persetujuan adalah penyerangan asusila.


"Maka, kau pasti juga tahu ini. Di tahun 2014, Mahkamah Agung memutuskan bahwa  pergelangan tangan dan lengan dikecualikan dari aturan itu.


"Ya, tapi norma sosial telah berubah. Jika wanita itu tersinggung, itu penyerangan asusila. Bukankah seharusnya kau tahu sebanyak itu tentang gender untuk menjadi pengacara yang baik?


" Menarik sekali. Nona, mari pergi.


"Urus mobil sewaannya. Lalu aku akan menemui kakekku. ucap Zaina melempar kunci mobilnya pada Ray


Zaina mau pergi tapi kemudian dia menatap Bagas.


" Apa kau ke sini menyetir? ucap Zaina


" Apa?. ucap Bagas dengan ekspresi yang bingun


"Mobilku mengalami kecelakaan. Aku juga wanita yang sangat lemah.


Zaina kemudian merangkul Bagas dan mengajaknya pergi.


Bagas menunjukkan dimana mobilnya. Mereka masuk.


Begitu masuk, Zaina langsung duduk tanpa bicara sepatah kata pun dan menggenggam tali tasnya dengan tangan gemetar.


Bagas melihat Zaina gemetaran.


"Antar aku ke Rumah Sakit WP. Kakekku sakit.


" Kenapa aku harus mengantarmu?


Zaina menatap lirih Bagas .


"Maka, seharusnya kau tidak membantuku.


"Tentu. Aku yang sopan ini seharusnya membantu. Ayo.


Sampai di rumah sakit, Zaina langsung turun begitu saja tanpa berterima kasih pada Bagas .


"CK! Sopan santun macam apa itu? Dia bahkan tidak berterima kasih kepadaku.


Tak lama kemudian ,, Bagas melihat anak buah Irma masuk ke RS.


Bu Rita yang sedang mengatur tuan Permana , terkejut ketika Zaina masuk.


"Nona, bagaimana bisa ....


"Apa aku tidak diterima?ucap Zaina


"Mungkinkah begitu?


"Bisakah kau meninggalkan kami?


"Tentu. ucapa bu Rita berlalu pergi dan menutup pintu


Bu Rita keluar. Begitu Bu Rita keluar, Zaina langsung duduk disamping kakeknya.


Zaina memegang tangan kakeknya. Sorot matanya seketika berubah pilu.


"Kakek, ini Zaina kembali, setelah 15 tahun.


Diluar, Bu Rita menghubungi Winta


"Hallo nyonya besar, nona Zaina kembali ke Indonesia.


Zean memukul bolanya. Ia sedang bermain golf. Setelah itu, ia menatap ibunya yang duduk dan berbicara dengan Bu Rita.


Winta minta Bu Rita berbagi Zaina . Bu Rita mengerti dan menyudahi pembicaraannya.


"Seok Hee kembali? Bagaimana dia melewati TAP?. ucap Zean


Winta berdiri dan berjalan ke arah Zean .


"Entahlah. Semua ini sangat aneh. Dia tidak mungkin berada di sini untuk berpiknik setelah 15 tahun.


" Dia di sini untuk warisannya.


"Warisan siapa? Kau sendiri harus sadar.


Zean tidak bicara lagi dan kembali memukul bolanya.


"Tembakan bagus!. ucap winta

__ADS_1


Semua pelayan mereka pun bertepuk tangan atas menggulung Zean .


Bagas yang cemas pada Zaina disakiti orang2 itu, menyusul Zaina ke dalam. Ia merekomendasikan masuk ke kamar VIP tempattuan Permana dirawat, tapi dua penjaga langsung menahannya. Tak lama, Zaina keluar dan Bagas langsung menuju Zaina. Dua penjaga pun akhirnya melepas Bagas masuk. Zaina sendiri terkejut melihat Bagas belum pergi. Bagas berdalih, kalau ia menginginkan ucapan terima kasih Zaina.


Zaina sedikit tersenyum.


"Jika kau mau, terima kasih." ucap Zaina .


Bagas kemudian memeriksa sekeliling. Zaina yang mengerti Bagas mengkhawatirkannya pun mengatakan, bahwa ia sudah tidak membutuhkan bantuan lagi dan ia baik2 saja. Bagas mengerti dan pergi.


Zaina kemudian pulang. Mobil yang membawa melaju kencang di jalan.


Zaina duduk dengan sorot mata penuh luka.


«««»»»


Beralih ke kediaman keluarga permana. Winta duduk di meja makan, bersama Zean dan Baek Raisya, istri Zean . Mereka membicarakan Zaina yang akan segera datang.Winta menatap Sean dan berkata, ini kali pertama Sean bertemu dengan Zaina. Winta minta Sean memaafkan Zaina jika Zaina agak kasar.


Sean bingung, apa? Sean lalu menatap Zean yang diam saja sedari tadi.


Tak lama, Rayhan datang dan memberikan wine yang dibawanya ke pelayan.Rayhan menyuruh pelayan membuka wine nya, lalu berjalan ke kursinya. Sebelum duduk, ia minta maaf ke Winta karena datang terlambat.


"Kancing ketigamu terbuka. ucap winta


"Apa?. ucap Rayhan


Rayhan melirik kancing bajunya yang memang terbuka. Ia pun mengerti dan tersenyum, lalu segera mengancingkan kemejanya.


"Bintang utama datang terlambat. Aktor belakangan ini punya sikap paling buruk. Kita harus mengikuti yang dilakukan Hollywood dan menambahkan klausul penalti dalam kontrak mereka tentang informasi. ucap Rayhan


Zean yang tidak mendengarnya, menatap tabletnya.


Sean kemudian datang. Ia datang dengan wajah 'cool' nya dan tangan dimasukkan ke dalam celana saku serta earphone yang terpasang di telinga.


Setelah itu, giliran Zaina yang datang. Semua langsung berdiri, menyambut kedatangan Zaina dengan wajah tersenyum. Tapi tidak dengan Rayhan yang tercengang melihat Zaina datang.


Zaina menatap mereka semua dingin.


"Kenapa begitu sopan kepada tamu yang tidak diundang? Mari duduk. Ucap Zaina


Zaina langsung duduk di kursinya.


Rayhan masih tidak percaya Zaina pulang. Ia berjalan ke sisi Zaina sambil tanya apakah Zaina tamu spesial mereka hari ini.Rayhan lantas merekomendasikan Zaina tapi Zaina langsung membelinya.Rayhan mengerti, lalu ia tanya, bagaimana rasanya pulang ke rumah setelah 15 tahun. Ia juga terlihat lebih cantik.


Winta mengucapkan selamat datang pada Zaina . Ia lalu mengenalkan Sean ke Zaina dan berkata, bahwa mereka sedih karena Zaina tak datang ke pernikahan mereka.


Zaina tidak percaya.


Sean tersenyum dan mengenalkan dirinya ke Zaina . Tapi Zaina menatapnya sinis.


"Putri mantan lulusan jurusan selo. Tidakkah menyesakkan berada di rumah?. ucap Zaina


"Kalian baru bertemu. Jaga sikapmu. ucap zean


"Kau tidak tahu? Bersikap tidak sopan adalah keahlianku. Apa kau juru bicaranya? Kau tidak terdengar seperti seorang suami.


Zaina lalu menatap Sena yang masih asyik mendengar sesuatu lewat earphone-nya.


Zaina menegur Sean , tapi Sean tak mendengar.


" Siapa kau?. ucap Zaina


"Sean permana. Kamu siapa?. ucap sean


"Why you Speaking English?


Zaina kemudian menatap Rayhan.


"kakak, dia anak diluar nikahmu?. uca Zaina menatap rayhan


"Dia bukan anakku. ucap Rayhan


"Bukan?


Zaina lalu menatap Sean .


"Kau hamil lebih dulu? ucap Zaina


Zaina pun kembali menatap Sean .


"Siapa ayahmu?


"Arif permana. ucap sean


Zaina terkejut dan langsung mengarahkan pandangannya ke winta .


"Sungguh mengesankan!. ucap zaina menatap Winta


Zaina tertawa.


"Dia bukan ibuku!. ucap Sean menatap sinis pada Zaina


Zaina mengangguk-ngangguk, lalu menyapa Sean dengan ramah.


" Aku Zaina permana , kakak tirimu.


"Aku Sean permana.


Zean tampak penasaran menatap Zaina.


Semua langsung berdiri, kecuali Zaina , saat Kepala Pelayan mengumumkan kedatangan Arif.


Setibanya di ruang makan, Arif menatap tajam Zaina .


Suasana kian tegang!


"Kejutan besar. Adik kecil yang tampan. Apa ada lagi?" ucap Zaina.


Bahkan saat makan, suasana itu masih belum mencair.Rayhan merekomendasikan mengubah suasana. Ia berbisik, menyuruh pelayan mengambil anggurnya. Pelayan mengerti dan langsung mengambilkan botol wine nya, lalu memberikan padanya.


"Aktris utamaku ke Cina baru-baru ini. Dia memohon kepadaku untuk memberikan anggur ini kepadamu, jadi, ini dia. Ini kesukaanmu, De Chateau 99. Maukah kau mencicipinya?


Rayhan berdiri, dia mau menuangkan anggur itu ke gelas Winta tapi melihat tatapan tajam Arif , Rayhan ngeri dan kembali duduk.

__ADS_1


Winta berbisik, menyuruh Rayhan mengelola wine itu.


Aku suka itu. Kita harus bersulang. Sajikan. " sahut Zaina .


Pelayan pun menuangkan wine ke gelas Zaina .


" Apa yang harus kita rayakan? Adik baru setelah 15 tahun? Tunggu. Berapa ibu yang kupunya? Apa ibunya adalah ibuku juga?


Zaina kemudian menatap Sean dan tanya siapa ibu Sean . Tapi Sean yang telinganya tertutup earphone, diam saja.


Melihat itu, Arif langsung kesal . Ia langsung beranjak kearah Sean dan memasukkan ponsel Seam ke dalam gelas yang berisi air mineral.


Sean kaget dan langsung melepas earphone nya.


Tingkah Sean semakin menjadi. Dia menyenggol gelas Sean, hingga jatuh di meja.


"Ups, maaf. Aku suka karena kalian semua sama saja.


Pelayan datang membawa lap, tapi Arif menyuruhnya pergi.


Arif menatap tajam zaina .


"apa kau kembali sudah mendapat izin dari ku?


" Apa aku membutuhkan izinmu? Aku tidak tahu. Aku melewatkan wafatnya ibuku. Aku tidak mau melewatkan wafatnya Kakek.


" Dia akan pulih.


"Aku senang bahwa kita sepakat soal itu.


"Pergilah setelah fajar.


"Baiklah.


Arif menuju kursinya.Zaina memotong dagingnya dan berkata, kalau ia tidak mau pergi.


" Aku mungkin akan tinggal ...ucap Zaina


"Tidak! ucap Arif


Zaina marah. Ia membanting sendoknya dan berdiri.


"Aku bukan anak kecil lagi. Dari semua orang di sini, bukankah aku yang berhak untuk tinggal di sini?


Zaina pun menatap Winta dengan tatapan benci.


"Benar, kan? ibu?


Winta kesal.Zaina mengambil tasnya yang ia tarok di atas meja, lalu beranjak pergi.


Zaina pergi ke kamar. Begitu masuk kamar, hal yang pertama kali ia lakukan adalah memeriksa kamar.


"Tidak ada kamera tersembunyi." ucapnya.


Zaina kemudian duduk di kasurnya. Ia terdiam, sebelum akhirnya membuka tasnya dan mengambil foto dirinya bersama ibunya disana.


Zaina pun ingat masa2 itu, masa ketika foto itu diambil.


Kilas balik...


Zaina tengah bermain ayunan ditemani ibunya. Lalu bernyanyi, ibu memotret mereka.


"Itu bagus. Kau terlihat sangat cantik." puji sang ibu.


Sang ibu lalu menatap langit dan berkata cuacanya bagus.


lTapi ibu, kenapa kita tidak tinggal bersama Ayah?


"Ayah sangat sibuk. Apa kau kecewa karena ayahmu tidak ada?"


"Tidak. Tidak apa-apa. Aku berharap Ayah tidak terlalu sibuk."


Sang ibu lantas mengelus wajah Zaina . Wajahnya berubah sedih.


Flashback off


Tasya kemudian masuk, menemui Zaina . Ia memberikan ponsel pada Zaina .


"Gunakan telepon ini. Aku akan ditugaskan sekretaris untukmu dalam waktu dekat untuk membantumu.


"Kau akan mulai memata-mataiku. Beri tahu Kepala Irma. Aku akan menemukan sekretaris yang aku suka.


" Baik.


"Kau Ketua Tim Tasya, benar?


"Ya.


"Kau punya selera yang mahal. Apa upahmu cukup untuk itu? Atau kau punya dua pekerjaan? Apa ada hal lainnya?


"Ada peringatan 30 tahun kematian nenekmu. Tradisi keluarga para wanita harus memakai baju hitam. Aku akan janji agar perancang mengunjungi mu ...


"Aku akan pergi sendiri sekalian mencari udara segar.indonesia banyak berubah dalam 15 tahun, bukan? Akan menyenangkan untuk melihatnya sendiri.


"Kau tahu kau harus bergerak diam-diam, bukan?


"Hanya itu keahlianku.


Di restoran, Pak Reza lagi menonton dramanya khairani.


Bagas tiba2 keluar. Sambil merapikan dasinya, ia pamit pada ayah nya keinginannya ayahnya melihat dia sudah rapi apa belum tapi melihat ayahnya lagi menonton drama, ia menghela nafas.


"Sampai nanti. ucap Bagas


Pak Reza langsung tersadar dan menuju putranya.


"Hei. Apa kau akan melamar ke firma hukum terkenal atau perusahaan besar?


"Apa yang Ayah katakan? Hari ini, aku ada rapat dengan klien.


"Apa Pengacara Bagas kita akhirnya menerima kasus?


"Jika aku melanjutkannya, aku akan segera menyewa kantor.

__ADS_1


" Ya, harus. Kau melalui banyak hal untuk menjadi Pengacara. Aku akan memasak daging sapi untukmu malam ini. Pergi dan.


Bagas pun pergi. Setelah Bagas pergi, Pak reza kembali menonton drama Khairani.


__ADS_2