Keluarga Yang Anggun

Keluarga Yang Anggun
Episode 26


__ADS_3

Irma lantas menemui Zaina di restoran mewah. Zaina sudah duduk disana. Zaina tanya, apa mereka pernah makan malam berdua.


"Aku tidak tahu.ucap Irma


"Seingatku tidak pernah. Aku mau tahu aku harus membelikanmu apa untuk membuatmu menyukaiku. Aku cemas. Kau vegetarian, aku sebaliknya.


"Aku tidak ada masalah dengan daging.


"Bagaimana kakek merekrut seseorang yang begitu lugas sepertimu?


"Pimpinan Senior adalah orang yang jujur.


"Lalu kenapa kau meninggalkannya dan beralih ke pihak ayahku? Tentu saja, aku yakin kau punya alasannya.


Direktur Irma, kau tidak mengejar uang dan kau juga tidak mengejar kehormatan mewah. Aku memikirkan kenapa kau melakukan segalanya dalam kegelapan dan tetap bertahan di dalam TAP.


"Lalu? Kau mendapatkan jawabannya?


"Kebanggaan seorang pembuat raja.


Mendengar itu, Irma tertawa dan mengambil gelas Minumnya nya.


"Itu menarik.


Irma lalu meminum minumanya nya.


"Kesenangan menjadi satu-satunya yang berkuasa di balik tirai? Kau mengingatkanku pada John Hoover, mantan direktur FBI. Dia menjadi direktur FBI sampai meninggal, dan dengan informasi yang dimilikinya, dia menguasai presiden.ucap Zaina


"Kau tahu tentang Hoover?


"Aku tahu lebih banyak dari yang kau kira.


"Hoover... aku akan menganggapnya sebagai pujian.


"Direktur Irma, bagaimana jika kau bertaruh untukku sekarang?


"Pertama-tama, kau harus menjadi CEO di rapat pemegang saham berikutnya. Kita akan bicara lagi setelah itu.


"Baiklah. Aku tahu tidak akan bisa memenangkanmu dengan begitu mudah.


Winta sedang minum-minum sambil mendengarkan alunan musik biola yang dimainkan seorang wanita. Tapi wanita itu bermain biola dengan kaki yang direndam ribuan es.


Zaina pulang dan melihat ibu tirinya. Ia mau mendekati ibu tirinya tapi langkahnya terhenti karena Zean datang.


"Ibu sudah banyak minum.


"Dia memainkan instrumennya di tengah-tengah rasa sakit di kakinya yang membeku demi mendapatkan 5.000 dolar.


Zean lantas melihat kaki wanita itu yang sudah mulai membiru. Ia sedikit terkejut. Lalu, ia kembali menatap sang ibu.


"Tahukah kau kenapa aku terkadang mendengarkan musik seperti ini? Situasiku tidak berbeda dengan pemain biola itu. Aku berusaha tidak melupakan itu.


"Ibu....

__ADS_1


"Putra kebanggaanku, dengarkan.  Kau sudah berbakat sejak masih kecil. Tanpa kau di sini, orang-orang hanya akan menyalahkan aku. Mereka berbicara di belakangku tentang bagaimana aku menghancurkan keluarga orang lain. Mereka bahkan tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya di depanku. Tapi aku memiliki seorang putra yang dilahirkan untuk menjadi penerus WP Grup.


"Ibu, pernahkah ibu berpikir bahwa aku mungkin ingin melakukan sesuatu yang lain?


"Tidak. Tidak sekalipun!


Mendengarnya, Zean kecewa.


"Tanpamu, WP Grup tidak akan ada! Aku hidup di atas es seperti pemain biola itu karena harapanku padamu.


Tapi, apa yang akan kita lakukan, Zean ? Karena Zaina , impianku... bukan,  impian kita akan hancur.


"Ibu mabuk. Sebaiknya ibu berhenti sekarang.


Zean beranjak pergi.


Winta menggerutu, dasar brengsek...


Zaina masuk dan terkejut melihat wanita itu bermain biola dengan kaki yang direndam es.


"Apa yang kau lakukan di atas es? Turun sekarang juga.


Tapi wanita itu terus memainkan biolanya dan tidak mendengarkan Zaina .


Zaina marah, turun sekarang juga!


Barulah wanita itu turun.


"Apa kakimu baik-baik saja?


Winta berdiri dan mendekati mereka. Winta berkata, tidak akan membayar si pemain biola, karena si pemain biola berhenti bermain biola dan melanggar kesepakatan mereka.


Mendengar itu, si pemain biola menatap kesal ke arah Zaina , lalu pergi.


"Orang itu baru saja kehilangan 5.000 dolar yang bisa dia dapatkan dari bermain hari ini. Itu salahmu. Seseorang seperti kau tidak tahu apa-apa tentang seni.


" Seni? Ini bukan seni. Ini penyiksaan. Bagaimana manusia bisa begitu kejam? Oh benar, kau bukan manusia, kan?


"Tutup mulutmu!


"Kenapa kau tidak naik sendiri dan memainkan biola di atas es?


Winta yang malas meladeni Zaina beranjak pergi tapi Zaina terus mengoceh, membuat ia menghentikan langkahnya.


"Berapa banyak yang dibutuhkan untukmu naik? 5.000 dolar? 10.000 dolar?


Winta yang kesalnya udah sampai ke ubun2, menampar Zaina .


Tapi Zaina malah terus mengoceh, membuatnya mau menampar Zaina lagi tapi Zaina langsung memegang tangannya, dan mendorongnya hingga ia jatuh.


Mulai lah Winta nge-drama.


Winta teriak2, beraninya kau melakukan ini padaku!

__ADS_1


"Jangan berlebihan dan bangunlah!


Arif dan dua pengawalnya datang.


"Kau penyihir jahat!ucap Zaina


" Aku tidak percaya ini...teriak Winta


"Keluarkan dia dari sini! teriak Arif


Dua pengawal Arif langsung menyeret Zaina keluar.


Sekarang,,, Arif menyuruh Zaina minta maaf pada Winta .


Tapi Zaina tidak mau.


"Bagaimana ceritanya aku memukul orang tuaku disaat dia dan aku tidak ada hubungan sama sekali? ucap Zaina


"Kau lah yang tidak menerima dia sebagai ibumu!. ucap Arif


"Salah siapa aku kehilangan ibuku? Bagaimana aku bisa menerimanya sebagai ibuku?


"Kubilang, minta maaf!


"Tidak akan!


"Kau seharusnya tidak pernah dilahirkan.


Zaina syok mendengarnya : Bagaimana bisa seorang ayah mengatakan itu kepada putrinya?


"Aku tidak memiliki putri sepertimu.


"Itu benar. Hubungan kita berakhir saat kau membuangku ke Amerika 15 tahun yang lalu.


"Keluar!


Zaina lalu menatap Winta .


"Kenapa kau tidak mulai hidup seperti manusia sekarang?


"Tolong keluarkan dia dari sini sekarang!


"Aku akan keluar sendiri dengan kedua kakiku.


Zaina lantas berdiri dan beranjak pergi.


"Aku tidak datang ke rumah ini untuk diperlakukan seperti itu olehnya. Dia tidak memiliki sopan santun. Bagaimana dia akan menjalankan perusahaan? Berapa lama lagi kau akan membiarkan berandal itu melakukan apa yang diinginkannya? tanya Winta


Arif yang sudah stress, menyuruh Winta diam. Tapi Winta terus mengoceh dan menyuruh Arif menyingkirkan Zaina .


Arif membanting meja dan berdiri, menatap tajam Winta . Winta seketika diam dan menatap suaminya dengan wajah syok.


Di kamarnya, Zaina duduk di depan meja riasnya dan memikirkan kata2 Irma tadi.

__ADS_1


Lalu ia ingat kata2 Ayahnya bahwa dirinya seharusnya tidak lahir.


Zaina pun berusaha tegar.


__ADS_2