Keluarga Yang Anggun

Keluarga Yang Anggun
Episode 41


__ADS_3

Paginya,, Khairani terbangun.


"Oh kepalaku." ucap Khairani sambil memegangi kepalanya.


Khairani tidur di mobil semalaman, di depan Danau . Penampilannya kacau.


Khairani mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Ia tanya, apa ia sudah bisa pulang. Dan Khairani pun kaget saat orang yang bicara dengannya d telepon memberitahu, jumlah reporter di depan rumahnya semakin banyak. Khairani mengerti dan memutuskan panggilan.


Khairani lalu memeriksa pesan teksnya. Banyak sekali yg mengiriminya pesan teks, membatalkan kontraknya.


Khairani kesal.


"Dulu mereka selalu memohon-mohon padaku untuk tampil.


Khairani lantas mengambil botol minuman dari kursi disampingnya, tapi botolnya sudah kosong. Khairani tambah kesal dan melemparkan botolnya ke kursi.


"Semuanya sudah berakhir, bukan?


Khairani menurunkan kaca jendelanya.


"Sean, maafkan ibu.


Dua pejalan kaki yang sedang jogging di sekitaran Danau melewatinya dan mengenalinya tapi mereka  pergi begitu saja.


Khairani kesal diabaikan.


Irma dengan terburu-buru kembali ke kantor.


Ternyata semua itu karena Zaina . Ia masuk ke ruang database, dimana semua karyawan TAP sudah berkumpul.


"Nyalakan." ucap Irma ke Hani .


Hani langsung menyalakan TVnya. Keluarlah wawancara Zaina di stasiun TV.

__ADS_1


Zaina mengaku, bahwa ayah kandung dari anak Khairani adalah ayahnya.


"Itu sangat mengejutkan. Anda adalah bagian dari keluarganya, jadi, kenapa anda mengungkapnya?" tanya penyiar.


"Karena tidak adil jika hanya Nona Khairani yang dikritik. Bisa jadi Nona Khairani juga korban. >Kenapa dia harus membayar untuk perbuatan dua orang? Dia tidak pantas dicecar hanya karena dia seorang aktris." jawab Zaina .


"Jika yang anda katakan benar, maka ini bisa menimbulkan dampak sosial yang besar. Itu akan secara langsung memengaruhi citra dan saham WP Grup." ucap penyiar.


Farel kesal menontonnya.


Bagas terkejut.


"Tasya, katakan kepada media bahwa saat mereka melanjutkan cerita ini, WP Grup akan menghentikan semua iklannya."


"Baik.


Irma lalu menyuruh Bagas mengawasi Zaina mulai sekarang.


"Baik.


"Buat staf rumah waspada.


" Baik.


"Keluarkan siaran pers soal konferensi pers besok pagi.


Tim kaget, konferensi pers?


"Kenapa? Kalian pikir aku akan memasuki medan perang tanpa amunisi?


Irma beranjak pergi.


Irma kembali ke ruangannya. Di ruangannya, Irma memikirkan kata2 Zaina .

__ADS_1


"Direktur Irma, kau pengecut. Saat identitas ayah Sean terungkap, tugasmu adalah melindungi Pimpinan melalui itu. Saat itulah kau harus menunjukkan kemampuanmu, Irma handayani .


Zaina keluar dari ruang siaran diantar beberapa reporter dan kru yang bertugas.


Zaina memuji mereka dan berterima kasih.


Setelah itu, Zaina beranjak pergi tapi bertemu Bagas . Zaina kaget melihat Bagas .


Bagas pun menarik Zaina ke pintu darurat.


"apa yang kau lakukan?


"Aku yang seharusnya menanyakan itu.


"Apa?


"Bukankah kau bilang kau mau menangkap pembunuhnya?


"Apa maksudmu?


"Bukankah kita satu tim?


"Lalu apa masalahnya?


"Katamu kau pintar. Kau bilang kau mempersiapkannya selama 5 tahun. Lalu bagaimana bisa kau mengacaukannya seperti ini? Jika kita berada di tim yang sama, kau seharusnya mendiskusikan ini denganku! Jika kau menyebabkan masalah seperti ini, menurutmu TAP akan membiarkanmu? Mereka akan mengikat tanganmu, jadi, kapan kita akan menangkap pelakunya? Direktur Irma memerintahkanku untuk tetap di sisimu dan mengawasimu 24 jam. Sejujurnya, aku curiga apa tujuanmu yang sebenarnya. Pembunuhan itu sebagai alasan. Bukankah kau hanya mau sahammu kembali?


Zaina sontak sewot dituduh seperti itu.


"Dimana Zaina yang obsesif, yang mengganti pembantu tiap pekan  dan tidak memercayai pengacara yang membebaskannya?


"Maaf aku tidak mendiskusikan ini denganmu. Karena sudah jelas kau akan menentangnya. Tapi tarik kembali ucapanmu bahwa ini tentang sahamku! Itu menghina. Apakah ini dirimu yang sebenarnya? Katamu kau pengacara berprinsip. Kau bilang kau menghargai seseorang! Tidakkah kau melihat betapa menderitanya Sean ? Tujuan itu penting. Tapi, jangan tertipu! Kau berpura-pura menjadi TAP, tapi sebenarnya kau bukan TAP! Saat menangkap monster jangan biarkan itu mengubahmu menjadi monster!


"Jalanmu tidak selalu benar. Berhentilah memprovokasi TAP.

__ADS_1


"Sikapku adalah diriku yang sebenarnya.


Zaina yg kesal beranjak pergi


__ADS_2