
Episode ini dibuka dengan adegan masa lalu Permana dan Arif yang begitu buruk. Awal dimana kebencian Arif pada Permana dan Zaina bermula.
Flashback...
Permana memarahi Arif yang gagal dalam berinvestasi.
Arif membela diri. Ia berkata, itu adalah rintangan tersembunyi dalam krisis keuangan yang tidak bisa diduga oleh siapa pun.
"Tidak ada masalah dengan penilaianku...ucap
"Perang sudah berakhir ketika sang jenderal menyalahkan anak buahnya.ucap Permana
Arif menggebrak meja ayahnya, ayah!
"Kau sudah kehilangan dua perusahaan dengan penilaianmu. Aku tidak menilaimu sebagai putraku. Aku hanya melihatmu sebagai seorang eksekutif. Kau boleh pergi.
Arif pun pergi, meninggalkan ruangan sang ayah dengan wajah kecewa.
Sang putra kehilangan kepercayaan ayahnya dan sang ayah merasa dikecewakan oleh putranya.
Permana lantas membuka lacinya dan mengambil foto Zaina .
"Zaina ku, kau adalah masa depan WP Grup.
Keinginan dari seorang ayah yang memimpikan alternatif yang tidak konvensional. Lalu keinginan seorang putra yang tidak bisa menyerahkan kedudukan tertinggi. Di kastil besar ini, ada generasi dengan beragam ambisi.
Zean yang baru bangun dari tidurnya, segera turun dari tempat tidurnya. Ia lalu meneguk segelas air sambil menatap istrinya yang masih terlelap di ranjang satunya.
Sang suami harus mempertahankan pernikahan palsu untuk menjadi pewaris WP Grup...
Arif menyendiri di ruang baca setelah dimarahi sang ayah. Wajahnya terlihat kecewa.
Raisya merangkai bunga, di ruang makan, ditemani dua pelayan.
Dan sang istri bergantung di sana untuk mendapatkan kebebasan dan cinta sejati.
Zean dan ibunya beranjak menuju ruang makan. Mereka lalu berhenti melangkah sejenak dan Winta memakaikan penjepit dasi di dasi Zean .
Sang ibu mencoba untuk menguasai WP Grup melalui putranya.
Khairani masuk ke ruang baca dan mendekati Arif yang sudah menunggunya disana. Hari itu, adalah hari peringatan kematian ibu kandung Arif .
"Berapa lama lagi aku harus disembunyikan?. tanya Khairani
Dan seseorang yang lain mencoba menggunakan cinta pimpinan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar.
__ADS_1
Rayhan sedang memeriksa naskahnya sambil minum wine.
"Itu dia. Itu semua perbuatan dia . Dia membunuhnya dan membuang jasadnya di sungai.
Tapi kemudian, Rayhan meralat naskahnya.
"Tidak. Dia bersama ibunya malam sebelumnya. Dia bersama Ibunya , jadi dia tidak mungkin...
Rayhan kemudian marah. Ia mengambil semua kertas2 naskahnya dan menghamburkannya ke lantai.
Aku penasaran bagaimana seniman penuh kreativitas artistik ini mencapai keinginannya. Setiap orang memiliki kebebasan untuk memiliki ambisi, tetapi masa depan keluarga tergantung pada mereka...
Arif mendongak dan menatap tajam keluar jendela.
Tim TAP berdiri di depan kolam kastil WP.
Dan masa depan mereka diciptakan oleh TAP.
Flasback off...
Irma memutar rekaman kata2 Zaina , saat ia dan Zaina bicara tepat sebelum sang kakek tewas.
"Selama aku bisa memiliki WP Grup, aku tidak peduli jika kakekku meninggal. Lagipula kakek sudah tua.
Zaina terkejut Irma merekam kata2nya diam2.
"Baiklah. Aku akan menandatanganinya.
Zaina pun membubuhkan tandatangannya.
Setelah itu, ia menatap Irma dengan tatapan marah.
Zaina kemudian berdiri dan berhenti melangkah tepat di depan akuarium casso.
Zaina lantas menatap casso, sebelum akhirnya ia melemparkan permen karet dimulutnya ke dalam akuarium.
Arif menatap Irma dengan tatapan syok. Tatapannya seolah menyiratkan bahwa ia baru sadar semengerikan apa wanita yang sedang duduk di hadapannya sekarang.
Zaina kembali ke kamarnya.
Tangisnya pecah teringat kata2 Irma bahwa ia lah yang membunuh Permana .
Zaina menangis sampai dadanya terasa sesak.
Lantas apakah Zaina menyerah begitu saja? Tentu tidak. Ia mengeluarkan alat perekam berbentuk pena dari dalam bajunya.
__ADS_1
Bagas yang baru menutup restorannya, terkejut melihat Zaina yang tiba2 saja muncul di depannya. Zaina menatapnya lirih.
Bagas dan Zaina lalu bicara di dalam. Bagas kaget mengetahui Zaina sudah kehilangan hak manajemen dan hak waris.
"Dan aku tidak bisa menunjukmu sebagai pengacaraku lagi.
"Kenapa tidak bisa?
"Kau tahu Direktur Irma menyukaimu.
"Itu benar, tidak ada yang bisa kulakukan dengan popularitasku.
"Kau senang? Kau begitu berpikiran sederhana. Mungkinkah otakmu membutuhkan lebih banyak mineral?
"Aku iri dengan mentalitas bajamu hingga kau masih bisa tertawa di saat seperti ini. Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?
"Kau bisa mengerjakan apa yang kau inginkan.
"Apa maksudmu?
"Menjadi pemain besar TAP. Jika kau berada di samping Direktur Irma, kau bisa mendapatkan semua berkas kasus yang kau inginkan. Kau harus membuktikan bahwa ibumu tidak bersalah.
"Tunggu. Apa kau menyerah?
"Apa lagi yang bisa
"Zaina, aku bisa sejauh ini karenamu. Aku tidak bisa melakukan ini tanpamu.
"Kalau begitu, bisakah kau benar-benar menjadi anggota TAP?
"Jika itu bisa membuktikan bahwa ibuku tidak bersalah, aku bisa melakukan apa saja. Maksudku, aku akan melakukannya. Tapi kau harus berjanji padaku.
"Seorang pewaris yang kehilangan segalanya, apa yang harus dilakukannya? Satu-satunya hobiku adalah menghabiskan uang. Memberikan komentar kasar itu sudah biasa. Menggunakan uangku sebagai kekuatan adalah pilihan lain. Menjadi si Gila Zaina Permana .
Bagas mengerti.
Zaina lantas merogoh dadanya. Sontak Bagas kaget dan langsung malingin wajahnya.
Zaina mengeluarkan flashdisk dari sana dan memberinya ke Bagas .
"Apa ini.
"Tebaklah. Jangan terlalu gugup.
Zaina kemudian beranjak pergi.
__ADS_1
Di kamarnya, Bagas mendengarkan isi flashdisk itu. Flashdisk itu isinya rekaman kata2 Irma yang mengaku sudah membunuh Permana.
"Zaina, baiklah. Mari kita berjuang sampai akhir