
Apa yang dia katakan? Apa dia mengatakan dia akan membantu?" tanya Bagas ke Zaina begitu mereka berjalan meninggalkan kediaman si rentenir.
Zaina tak menjawab. Sorot matanya menggambarkan bahwa suasana hatinya sedang kacau saat itu. Zaina kemudian pergi. Bagas menatap Zaina dengan sorot mata heran.
Zaina berlari di lapangan, tanpa alas kaki.
Bagas ikut berlari, mengikutinya.
Bagas kembali menatap Zaina dengan tatapan heran.
Bagas yang sudah tak kuat berlari, akhirnya berhenti berlari dan membiarkan Zaina berlari sendirian.
"Zaina perman. Aku Zaina permana !" ucap Zaina dalam hati. Zaina terus berlari dan berlari, mengenang masa lalunya.
Flashback....
Zaina berlari di lapangan, sambil teriak, bahwa ia adalah Zaina permana .
Nyonya Zahra menyusul Zaina dan ikut menemaninya berlari.
"Sayang, bertahanlah.ucap nyonya Zahra
Zaina akhirnya berhenti berlari. Nyonya Zahra tanya, apa yang membuat Zaina sangat kesal, hingga berlari seperti itu.
Zaina menunduk.
"Ayah terlalu sibuk untuk datang ke sekolah. Tapi, yang lain terus menggodaku. Mereka bilang aku tidak punya ayah.
"Ditambah lagi, kau gagal dalam tesmu, jadi, itu pasti berat untukmu.
Nyonya Zahra kemudian menasihati Zaina .
"Akan ada masa yang lebih sulit di masa depan. Setiap kali itu terjadi, berlarilah. Ketika kau melakukannya, kau akan segera melupakan masa-masa sulit dan kau akan menjadi lebih bahagia.
"Apa ibu melakukan itu juga?
"Tentu. Karena kau putriku, jadi, kau bisa berlari dan bertambah kuat.
Senyum Zaina pun seketika merekah.
"Aku mau berlari sedikit lagi.
Zaina pun kembali berlari, bersama ibunya.
Flashback off....
Zaina masih berlari. Ia ingat nasihat
Bagas datang menyusul Zaina .
Mereka akhirnya berhenti berlari dan duduk di pinggir lapangan. Zaina lalu cerita ke Bagas , kalau berlari adalah cara ia untuk meredakan stres.
"Aku selalu berlari saat sedih atau suasana hatiku sedang buruk. Ini metode yang diajarkan ibuku. Seperti aku. Setelah aku berlari seperti ini, aku merasa lebih baik dan aku merasa lebih berenergi. Dulu, biasanya ibu selalu berlari bersamaku. Kupikir tidak ada teman yang lebih baik daripada ini bagiku karena aku sendirian.
"Kenapa kau sendirian? Aku berlari di sebelahmu. Apa aku bukan manusia?
Zaina tertegun mendengarnya. Zaina lalu tiba2 saja canggung. Untuk mengusir kecanggungannya, ia pun mengalihkan topipc pembicaraannya dengan mengaku lapar
"Ingin makan daging panggang?
Zaina mengangguk.
"Aku tahu tempat yang bagus.
Bagas beranjak duluan. Zaina terdiam menatapnya.
Tasya sedang menambah riasan bedaknya di toilet. Tak lama, Hani datang dengan wajah stress.
Tasya menatap Hani .
__ADS_1
"Ekspresi wajahmu menunjukkan segalanya.ucap Tasya
"Ini membuatku gila. Aku bahkan meretas emailnya dan tetap tidak mendapatkan apa pun.ucap Hani
"Tenggat waktunya sebentar lagi. Apa kita semua akan mati malam ini?
"Aku kagum padamu, kau masih bisa mengurus penampilanmu di saat-saat seperti ini.
Hani lalu menatap pakaian Tasya .
"Aku belum pernah melihat pakaian itu sebelumnya. Aku jatuh cinta dengan ini di runway Paris jadi, aku melepasnya dari modelnya. Ini langka dan sulit ditemukan di indonesia.ucap Tasya yang mengerti tatapan Hani
Hani tersenyum geli mendengarnya. Karena urusannya di toilet sudah selesai, Hani mau pergi tapi tiba-tiba saja ia teringat sesuatu. Hani kemudian berbalik dan menatap pakaian Tasya lagi. Tasya salah paham, ia fikir Hani naksir bajunya.
"Kurasa aku pernah melihat pakaian ini di suatu tempat.ucap Hani
"Di mana?tanya Tasya
Hani pun langsung kembali ke mejanya. Tasya mengikutinya.
"Aku menemukannya." ucap Hani .
Tenyata, pakaian yang dipakai Tasya sama dengan pakaian yang dipakai istri Menteri Pertanahan saat mereka menghadiri suatu acara.
Tasya melihatnya.
"Kau benar. Itu produk yang sama.
"Berapa Harganya 30 Jt.
Tasya lalu mengamati lagi penampilan istri pak menteri.
"Tunggu. Bahkan tas dan sepatunya buatan desainer. Tidak mungkin. Periksa tagihan kartu kreditnya.
"Baiklah.
Hani pun langsung memeriksa tagihan kartu kredit yang di perintahkan Tasya .
Secara etis, dia hampir sempurna. Tapi dia menerima barang bermerek sebagai penyuapan?
"Lalu apa ini? Istri menteri tidak akan mengenakan pakaian murah, bukan?
"Tunggu... Kau bisa meretas chatingan, bukan
Hani pun selesai meretas chattingan istri Pak Menteri.
"Nyonya, datanglah untuk minum kopi."
"Nyonya, kuenya dipanggang dengan baik."
"Nyonya, aroma bunga sepatunya harum." isii chattingan istri mentri
"Tidakkah itu terdengar agak aneh? Kedengarannya seperti kode.
"Lacak nomornya.
Hani berhasil melacak nomornya, tak hanya nomornya tapi juga alamatnya.
Sekarang, Tasya sudah berada di depan apartemen si desainer itu.
"Dia seorang wanita lajang berusia 30-an. Dia tinggal di apartemen XX di gedung apartemen yang sama dengan menteri."
Tasya langsung masuk.
Ia memencet bel.
"Siapa?" tanya suara di dalam sana.
"istri pak mentri memberitahuku tentangmu." jawab Tasya.
__ADS_1
Si desainer pun mengizinkan Tasya masuk.
"Jika kau mendapat rekomendasi dari istri pak mentri , aku bisa memercayaimu." ucap desainer itu.
"Terima kasih." jawab Tasya .
"Kau sangat modis!" puji si desainer.
"Terima kasih." jawab Tasya , lalu mulai memilih-milih baju.
"Oh, astaga! Aku sangat menginginkan ini!" ucap Tasya , lalu mengambil sebuah blazer berwarna biru.
"Bolehkah aku mengambil beberapa foto?" tanya Tasya .
"Tentu. Tapi kau tidak boleh mengunggahnya daring, ya?" jawab si desainer.
"Tentu saja." ucap Tasya .
"Aku yakin kau sudah mendengar dari istri pak mentri . Kami tidak menjual barang imitasi. Sebagian dari produk ini adalah barang asli yang rusak." jawab si desainer.
"Tidak heran mereka terlihat sangat asli! Aku mengerti alasan istri pak mentri menjadi pelanggan." ucap Tasya .
"Bukan hanya istri pak mentri, istri pejabat yang lain juga membeli dariku. Mereka mampu membeli sepatu atau tas desainer. Tapi pakaian terlalu mahal, jadi, banyak barang afkir yang populer." jawab si desainer.
"Kau benar." ucap Tasya .
"Omong-omong, bagaimana kau mengenal istri pak mentri?" tanya si desainer.
Tasya lantas memegang tasnya dan mengarahkannya pada si desainer.
"Aku baru saja dipindahkan sebagai sekretaris menteri." jawab Tasya .
Di tas Tasya , ternyata sudah dipasangi sebuah kamera kecil.
"Oh, astaga! Aku mengerti! Aku punya banyak barang bagus. Lihatlah ke sekelilingmu." ucap si desainer.
Tasya kembali ke mobilnya dan langsung menghubungi Hani .
"Hai, apa Direktur Irma sudah kembali?
"Belum. Bagaimana hasilnya?
"Hubungi Direktur Irma dan minta dia datang. Yang lainnya juga.
Sekarang, mereka semua sudah berkumpul di ruangan Irma . Tasya memperdengarkan rekaman kata2 si desainer pada mereka semua.
"istri pak mentri pasti sudah bilang kepadamu, kami tidak menjual barang imitasi. Sebagian besar dari ini adalah produk asli yang rusak."
Irma tanya, apa maksudnya.
"Di antara produk merek mewah yang dibuat di pabrik, label yang rusak dilepas dan dijual secara rahasia.
"Apa ini ilegal?
"Tentu saja. Barang bermerek jarang cacat dan harus dibakar jika demikian. Itu ilegal untuk dijual. Mereka menyebutnya barang afkir, tapi mayoritas adalah imitasi yang rapi.
"Itu melanggar Hukum no 235, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, dan Hukum Merek Dagang.ucap Farel
Irma lalu menyuruh Ray memeriksa jadwal untuk audit parlemen. dan menghubungi Anggota Kongres dari partai oposisi.
Irma juga menanyakan Bagas pada Ray .
"Dia menghubungi Rentenir di jln.XX .
"Sebesar apa kemungkinannya?tanya Irma
"30 persen. Haruskah kita hentikan dia?jawab Ray
"Tidak. Tidak perlu memperburuk keadaan. Wanita tua itu seharusnya tidak diremehkan. Kalau-kalau dia memutuskan untuk memihak mereka, lebih aman bagi kita untuk mengambil alih saham investor bernilai tinggi.
__ADS_1
Irma lalu memuji kerja mereka semua.