Keluarga Yang Anggun

Keluarga Yang Anggun
Episode 24


__ADS_3

"Kau tidak apa-apa?.tanya Bagas


"Ya, aku sedikit lelah, tapi aku baik-baik saja.jawab Zaina


Bagas terlihat ingin mengatakan sesuatu tapi ragu2.


"Sepertinya ada yang ingin kau katakan.


"Apa maksudmu saat kau mengatakan akan mengembalikan semuanya ke tempatnya?


"Sederhananya, mencari pelaku sebenarnya alih-alih yang palsu. Ada banyak hal yang perlu kukerjakan.


"Katakan padaku apa yang benar-benar ingin kau lakukan jadi aku bisa membantumu.


"Untuk apa?


"Kau bilang kau membutuhkanku. Aku bekerja untuk perusahaan. Kau tidak boleh menggunakan perusahaan untuk alasan pribadi.


Mendengar itu, Zaina langsung menatap tajam Bagas .


"Apa kau tahu bagaimana aku hidup selama 15 tahun terakhir? Aku akan terus melakukan caraku meski apa pun yang kau lakukan. Terserah padamu apakah kau membantuku atau tidak.


Zaina beranjak pergi namun langkahnya terhenti saat Bagas bilang, ia mengkhawatirkannya.


"Pulanglah. Dan ambil hari libur besok karena kita akan sibuk mulai sekarang.


"Selamat karena kakekmu sudah sadar.


Zaina tidak berkata apa-apa lagi dan beranjak pergi.


Zaina berdiri di depan jendela, menatap Bagas yang beranjak pergi.


"Aku yakin itu sulit untuk dimengerti oleh orang-orang yang memakai akal sepertimu.


Zaina kemudian mendengar ketukan di pintu kamarnya.


Bu Rita memberikan selembar catatan kecil pada Zaina .


"Dia adalah pembantu yang sekarang di penjara.ucap bu Rita


Zaina membaca catatan itu yang tertulis sebuah nama dan nomor.


"Ratih ... Jadi, pembantu itu bernama Ratih .ucap Zaina


"Setelah mengunjunginya pada saat kejadian,  aku bahkan tidak tahu di mana dia sekarang karena Direktur Irma mengawasi. Sudah waktunya bagimu untuk melakukan sesuatu.ucap bu Rita


Di restoran, Vani membantu Pak Reza.


"Vani , kau bekerja sangat keras. Kau sangat bisa diandalkan.


"Ayah temanku seperti ayahku sendiri. Paling tidak ini yang bisa aku lakukan.


"Bagaimanapun, terima kasih telah membantu. Kau harus pergi, ini sudah larut.

__ADS_1


"Ini belum selarut itu.


"Apa kau menunggu Bagas ?


Vani langsung salah tingkah.


"Tidak. Aku haus.


Vani lari ke kulkas.


Pak Reza menatap curiga Vani .


Bagas kemudian pulang dan Vani menawarinya minuman. Vani juga mengaku bahwa ia baru saja mau pergi.


"Ini sudah larut. Sebaiknya kau pulang.ucap Bagas


"Tidak. Duduklah.ucap Vani


"Itu tidak benar. Apa kau akan meninggalkan perusahaan kepada seorang cucu perempuan yang tidak tahu apa-apa sepertiku daripada seorang putra yang telah menjalankan perusahaan selama bertahun-tahun?. ucap Vani


"Tidak, aku tidak akan pernah menyerahkannya pada cucu perempuan sepertimu.ucap Bagas


"Ayah, dia menyepelekan aku, kan?


"Apa itu "menyepelekan?" Ngomong-ngomong, Vani benar.


"Keluarga itu tidak normal. Aku yakin ada kisah di balik itu. Apa mungkin Pimpinan bukan anak kandung Pimpinan Senior itu?ucap Vani


"Betul! Pasti ada rahasia tentang kelahiran mereka! ucap pak Reza


"Siapa?tanya Bagas


"Ratih .


Bagas kaget, siapa?


"Dia telah dipenjara selama 15 tahun. Aku akan mengirimimu nama  dan nomor jaminan sosialnya. Cari tahu di penjara mana dia berada.


"Siapa orang ini?


"Itu bukan urusanmu. Carikan saja dia untukku.


Zaina memutuskan panggilan. Bagas terdiam. Melihat itu, Pak Reza tanya apa terjadi sesuatu.


"Apa? Tidak, bukan apa-apa.ucap Bagas


Tapi tak lama, Bagas beranjak pergi dengan buru-buru, membuat Pak Reza dan Vani menatapnya heran.


Irma menemui anggotanya.


"Kenapa kalian semua terlihat seperti itu  ketika pertarungan sesungguhnya dimulai sekarang?


"Situasinya agak rumit.jawab Hani

__ADS_1


"Karena suksesi itu sah, sulit untuk melawannya secara hukum. Mereka sudah menyegel suksesi dengan Layanan Pajak Nasional. Dan pemerintah menyukainya  karena mereka membayar pajak dengan benar.ucap Farel


"Ini adalah skenario terburuk yang kita bayangkan.ucap Ray


"Jadi kita perlu menemukan cara.ucap irma


"Bukankah pilihan terbaiknya adalah mayoritas menentangnya dalam rapat umum pemegang saham?ucap Tasya


"Ya. Zaina Permana adalah pemegang saham utama, tapi kita harus bergerak untuk mencegahnya menjadi CEO. ucap Hani


Irma lalu menanyakan struktur saham saat ini?


Hani menyalakan layar dan menunjukkan grafik saham.


"Nona Zaina memiliki 31.6%, sementara kita memiliki 31.4%, jadi ini persaingan ketat. Jika kita menambahkan investor asing, saham kita, dan investor kecil, kita bisa dengan mudah membalikkannya.ucap Hani


"Ketua Tim Farel, hubungi CEO dengan hak suara dan dapatkan laporan yang mendukung kita. Dan gunakan itu untuk meyakinkan investor asing. Ketua Tim Ray dan Ketua Tim Tasya, temukan investor individu dan buat mereka memilih melawan Zaina . Dan Hani , temukan alasan untuk mendiskualifikasi Zaina sebagai CEO. ucap Irma


"Ngomong-ngomong, Pengacara Bagas meminta libur mulai besok.ucap Ray


"Jangan pikirkan dia. Fokus dan selesaikan saja misi kita.ucap Irma


Di kamarnya, Bagas memeriksa nomor jaminan soal Ratih yang dikirim Zaina dengan nomor jaminan sosial Ratih di surat yang Bagas terima dari pengadilan.


Tak lama, Bagas ingat saat ia menemani Zaina mengunjungi pemakaman nyonya Zahra .


Bagas pun tanya, siapa Nyonya Zahra dan kenapa dia meninggal.


Zaina bilang itu ibunya dan ibunya meninggal karena jantungnya berhenti mendadak.


Ia juga ingat kata2 Bu Rita tadi.


Lalu ia ingat kata2 Zaina yang ingin menemukan pelaku sebenarnya, bukan yang palsu.


Terakhir ia ingat saat melihat ibunya dijatuhi hukuman karena membunuh Nyonya Zahra.


Sadarlah Yoon Bagas, siapa Zaina .


Paginya, Bagas keluar dari rumahnya dengan terburu-buru dan menuju mobilnya tapi saat mau masuk mobilnya, ia memikirkan sesuatu. Bagas pun lantas mencari2 sesuatu di bawah mobilnya. Ia takut ada alat pelacak disana. Tapi ia tak menemukan apapun. Bagas lalu menghubungi seseorang.


Detektif Kim keluar dari kantor polisi dan terkejut melihat Bagas yang datang dengan terburu.


Bagas yang takut TAP membuntutinya, meminta Detektif Kim tukeran mobil untuk hari ini.


"Kenapa? Kau mau pergi kemana?tanya Kim


"Aku akan jelaskan nanti.ucap Bagas


"Hei, aku tidak punya asuransi!


"Aku punya banyak asuransi. Dan aku bisa menyetir mobil lain. Puas?ucap Bagas


Bagas langsung lari ke mobil Detektif Kim.

__ADS_1


"Aku bukan orang lemah! Kenapa kau selalu menuntut sesuatu dariku. Apa kau pikir polisi itu lelucon!.


Tapi Bagas tidak peduli dengan teriakan Detektif Kim dan bergegas pergi.


__ADS_2