
Irma kemudian berdiri. Sebelum pergi, ia minta Hani ikut dengannya.
*Penasaran kenapa Zaina kagak dibolehin balik ke Indonesia. Kenapa dia kayak dicampakin gitu ama ayahnya ke Amerika.. Kenapa Zaina gk boleh tahu kakeknya sakit? Karena WP Grup? Karena mereka takut WP Grup jatuh ke tangan Zaina
Irma menyuruh Hani mengawasi telepon zaina.
"Setelah Pimpinan Senior masuk UGD, dia naik pesawat ke indonesia.ucap Hani
"Aku akan mencari tahu apa keluarga atau seseorang yang dekat dengan Pimpinan Senior yang menghubunginya.ucap Irma
"Diam-diam. ucap Irma
"kembali bekerja dan menemukan Zaina sudah menipu mereka. ucap Hani
Hani langsung menghubungi ray.
"Ketua Tim ray, aku memeriksa lagi daftar penumpang untuk berjaga-jaga. Dia menipu kita. Dia akan mendarat di bandara XX bukan bandara XX. Ya. Kau tidak punya banyak waktu. Cepatlah.
Ray yang sedang menunju bandara, langsung menghubungi tim nya yang lain.
"Tim keamanan. Menuju Bandara XX, bukan bandara XX.
Lalu Ray minta Hani mengendalikan lalu lintas. Hani mengerti.
Ray langung putar balik mobilnya menuju bandara XX. Tim nya yang ada di belakangnya, juga ikut putar balik.
Ray dan timnya tiba di bandara XX. Sampai disana,, mereka langsung mencari Zaina. Seorang anggotanya melihat Zaina. Ray pun meraih ponselnya dan melihat foto Zaina yang mengenakan dress merah sebelum naik pesawat. Lalu mereka melihat Zaina keluar dari gate 1. Ray dan tim bergegas mendekatinya. Tapi ternyata itu bukan Zaina.
Ternyata Ray sempat papasan dengan Zaina yang asli saat ia berjalan menuju wanita ber-dress merah. Zaina mengenakan kaus hijau dan hoodie hitam.
Ray lantas menghubungi Irma.
"Kepala Irma. Kurasa dia sudah keluar.
"Dia tidak akan menunjukkan dirinya dengan mudah. Tetap bersiaga.
Irma lalu menyuruh Hani memeriksa keamanan bandara, kamera lalu lintas, penyewaan mobil.
Tak lama kemudian,, mereka berhasil menemukan Zaina.
Zaina mendekati seorang pria dan pria itu memberinya mobil.
Zaina melajukan mobilnya dengan kencang, membelah jalanan.
Ia lalu ingat masa lalunya, saat ia merengek pada Irms di taman, agar diizinkan tinggal di indonesia bersama kakeknya.
Irma tidak mengatakan apapun dan memeluk Zaina. Zaina menangis.
Flashback off...
Zaina terus melajukan mobilnya. Seorang pengendara pria yang kesal mobilnya disalip Zaina, langsung menyusul Zaina. Ia fikir, Zaina ngajak balapan. Zaina pun terkejut tiba2 saja jalannya dihadang. Zaina yang kesal, menginjak gasnya dan berusaha menyamai mobil pria itu.
__ADS_1
Pria itu sambil menatap Zaina berkata, bahwa Zaina pengemudi yang buruk.
"Jika rambutmu berkibar,gunakan atapnya." teriaknya.
Pria itu mendahului Zaina dan masih saja mengganggu Zaina.
Hingga akhirnya, di lajur yang menyuruh pengendara mengurangi kecepatan, pria itu menghentikan mobilnya secara mendadak. Otomatis, Seok Hee yang ada di belakangnya, menabrak mobilnya.
Pria itu senang mobilnya ditabrak. Ia lalu turun dan pura2 kepalanya sakit.
" Ada banyak cara untuk mengemis. ucap Zaina
"apa? Mengemis? Kau sudah gila. Aku mati kesakitan.
"Kau butuh berapa?" tanya Zaina, membuat pria itu makin kesal.
Zaina dan pria itu berakhir di kantor polisi.
Pria itu berkeras, kalau ia menyetir sangat perlahan dan berhati2.
"Dia pasti kaya. Hal pertama yang dia katakan adalah 'Kau butuh berapa?' Seolah keluarganya kaya." ucap pria itu.
Polisi menanyakan nama dan alamat Zaina. polisi juga bilang, Zaina punya sikap buruk untuk orang2 yang punya mobil bagus.
Zaina diam saja.
"Kau akan tetap diam?" tanya polisi. Zaina masih diam.
"Kau tidak bisa Bahasa indonesia?" tanya polisi lagi.
"Diam saja bisa memberatkan dirimu. Aku tidak bisa melakukan apa pun tanpa kamera lalu lintas atau kamera dasbor." ucap polisi.
Polisi lantas berkata pada pria itu, kalau ia sudah memanggil pengacara seperti yang diminta pria itu.
Dan tak lama, pengacara pria itu datang. Dia adalah Bagas.
Polis langsung mendekati Bagas.
"Orang itu menginginkan pengacara. Semoga beruntung." bisiknya.
Bagas pun bergegas mendekati pria itu. Ia memberikan kartu namanya.
"Pak Pengacara, segera tuntut dia untukku."
"Aku menginginkan 30% dari uang damainya." bisik Bagas, tapi Zaina bisa mendengarnya.
"Bisa ceritakan tentang kecelakaan itu?" pinta Bagas.
Polisi pun mengajak Zaina ke ruangan lain sementara Bagas bicara dengan pria itu.
Di ruangan lain, Zaina menunggu dengan wajah kesal. Zaina lantas meraih ponselnya dan membaca artikel tentang WP Grup.
__ADS_1
"Berita palsu." desis Zaina.
Zaina kemudian menerima kiriman berupa video rekaman dari kamera dasbor mobilnya.
Flashback...
Mobil yang Zaina kendarai, memang dilengkapi dengan kamera dasbor.
Flashback off
Bagas dan si polisi masuk. Bagas memberikan kartu namanya, lalu mengatakan, Zaina sudah menyalip dan mengancam kliennya.
"Mengemudi balas dendam adalah intimidasi khusus, bukan?ucap Zaina.
"Ya. Itu intimidasi khusus. Intimidasi khusus? Ucap Bagas.
"Apa kau tidak punya sesuatu yang lebih jelas? Imajinasi yang buruk. Ucap Zaina
"Imajinasi? Apa ini lelucon? 'Kau butuh berapa?' Apa kau menangani semuanya dengan uang? Apa kau begitu kaya?
"Dia terlihat seperti pengemis yang membutuhkan uang, jadi, aku bertanya berapa banyak yang dibutuhkan.
"Kau tahu ini pencemaran nama baik dan fitnah?
"Bagaimana aku menuntut pengacara karena berasumsi aku yang menyerang? Klienmu berbohong. Cukup tanpa malu untuk menipu polisi dan pengacara. Kau pikir ini kali pertama dia menyebabkan kecelakaan seperti itu? Asumsi tidak berdasar...
" Asumsi?
"Ini kenyataannya.
Zaina pun menunjukkan video itu.
Melihat itu, si polisi marah dan langsung keluar melabrak pria itu.
"indonesia adalah negara hebat. Aplikasi GPS-nya merekam otomatis.
Zaina lantas menyuruh Bagas minta maaf. Tapi Bagas ingin memeriksa sidik jari Zaina.
"Kau orang baru? Pengacara yang baik akan menetapkan fakta, terlepas dari pernyataan kliennya. Tapi, kau memercayai klienmu dan mencoba menghasilkan uang dengan mudah. Itu sebabnya, tanpa bukti, kau mencoba menyelesaikannya dengan wanita lemah yang tidak punya wali. Kenapa? Karena aku seorang wanita? Karena kau pikir aku lebih muda? Kau menganggapku gadis bodoh yang bisa kau buat takut hingga memberikan apa saja yang kau minta. Kau beruntung. Ini kali pertama aku memaafkan pengacara bodoh dan penipu jahat. Selain itu, jika kau mau terlihat seperti profesional, berdandanlah seperti profesional. Ucap Zaina
Zaina berdiri dan beranjak ke pintu. Bagas yang kesal, memanggil Zaina 'Tunggu'. Sontak Zaina menghentikan langkahnya dan berbalik menatap kesal pada Bagas .
"Apa kau sudah tua? Riasan dan gayamu menunjukkan kau sudah menikah. Kau berdandan. Kau kesal kusebut tua? Seharusnya kau berpakaian sesuai wajahmu. Aku membalas dengan menilai penampilanmu. Apa kau tersinggung? Asal kau tahu, ayahku membelikanku setelan berharga ini dan ini adalah diriku yang lain. Kau tidak akan tahu apa pun tentang hal yang berharga. Lalu apa? Wanita lemah? Kau? Kau merendahkan orang asing dan bertanya berapa yang dibutuhkan. Bukankah kau mau mengakhiri semuanya dengan cepat? Maka, berdamai dan berpisah akan menguntungkan kita semua. Itu hanya akan bekerja jika dia tidak menipuku. ucap Bagas dengan nada yg sudah mulai tinggi
"Ini kasus, bukan kecelakaan. Ini kasus penipuan. Kau pengacara pemula yang mencari kasus di kantor polisi. Beraninya kau menceramahiku?. ucap Zaina
"Lalu kenapa tidak dari awal kau menunjukkan videonya? Kau tidak menjawab pertanyaan dan menghina polisi, padahal kau punya bukti. Itu menghalangi keadilan. Haruskah kita pergi ke pengadilan?.
Zaina diam.
"Baiklah. Tampaknya kau sangat sibuk. Selamat tinggal.
__ADS_1
Bagas beranjak pergi. Zaina kesal bukan main. Tak lama kemudian, ia melihat kartu nama Bagas di meja.
Bagas dan si Polisi melihat Zaina beranjak pergi.