
Bagas minum2, ditemani Detektif Kim.
Detektif Kim heran sendiri melihat Bagas dan berkata, bahwa Bagas bertingkah seperti orang yang baru saja putus dari pasangan. Detektif Kim lalu tanya, kenapa Bagas memanggilnya jika ingin minum sendirian.
"Kau harus mengatakan padaku ada apa." ucap Detektif Kim.
Bagas menghela nafas dan menenggak minumnya.
"Apa kau pergi menemui ibumu?
"Ya.
"Aku mengerti...
"Aku menemui ibuku untuk pertama kalinya setelah 15 tahun. Ibuku menjadi wanita tua yang bahkan tidak bisa mengenali putranya.
"Aku mengerti alasan kau minum.
"Tapi, yang lebih konyol adalah...
Detekif kim kemudian minum dan menggerutu setelah mendengar cerita Bagas .
"Orang-orang berengsek di WP Grup pasti ikut campur tangan. Itu sebabnya kita tidak bisa melihat catatan investigasinya.ucap Kim
"Kalau begitu, wanita kasar itu adalah putri korbannya?
Bagas mengangguk.
"Wow, dia memiliki temperamen yang luar biasa.
Detektif Kim lalu cemas. Ia takut Bagas dipecat dari WP.
"Ibumu memang dijebak, tapi putri korban memiliki hak untuk mencari tahu siapa pembunuh sebenarnya.
Bagas kemudian pulang dalam kondisi setengah mabuk. Pak Reza membuka pintu dan Bagas langsung memegang tangan ayahnya, kemudian membawa ayahnya ke kursi.
"Ayah....
"Apa terjadi sesuatu?
"Tentu saja tidak. Semuanya baik-baik saja.
"Aku tahu sesuatu terjadi.
"Ayah, saat kita bertemu di Sungai bertahun-tahun lalu, kenapa ayah tidak bertanya padaku?
"Bertanya apa?
"Hal yang orang tuaku lakukan atau bagaimana aku bisa berakhir sendirian.
"Kau akan memberi tahuku sendiri saat waktunya tepat. Dan pasti ada alasan untuk tidak memberitahuku.
"Kurasa ini harinya. Ibuku ada di penjara. Selama 15 tahun. Jika bukan karena ayah, aku pasti benar-benar sudah mati. Ayah, terima kasih.
"Tidak perlu berterima kasih padaku.
"Aku harusnya berterima kasih padamu.
"Aku tidak banyak membantumu, tapi kau bekerja keras dan akhirnya menjadi pengacara. Putraku... kau bertemu dengan ibumu untuk pertama kalinya setelah 15 tahun?
Bagas kemudian terdiam dan mencoba menahan tangisnya. Melihat itu, Pak Reza langsung memeluk Bagas.
Paginya, saat keluar dari rumahnya, Bagas menemukan Zaina berdiri di depan mobilnya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Ponselmu mati. Kau sudah menjadwalkan wawancaraku dengan Newspatc?
"Ya.
"Bagus.
"Ayo.
Bagas lalu memanggil taksi.
"Kenapa kau memanggil taksi?
"Bukankah seharusnya kau menemui mereka tanpa sepengetahuan TAP? Jika kita membawa mobil, TAP akan melacakmu.
"Benar. Tapi, kemana kita akan pergi?
"Untuk menemui pembunuhnya.
Zaina kaget,
Dan sekarang, mereka sudah ada di penjara tempat Ratih ditahan.
"Ratih ada di dalam sana.
"Ada apa denganmu?
"Pergi temui dia. Aku akan menunggumu di sini.
Zaina lalu menguatkan hatinya, kemudian pergi menemui Ratih sendiri.
"Nona Zaina ?
"Ya, ini aku. Aku menetap di Amerika sejak hari itu. Aku ingin tahu kebenarannya. Apa bibi sungguh membunuh ibuku?
"Lalu siapa?
"Aku tidak tahu. Aku sungguh tidak tahu. Saat aku masuk ke dalam, dia sudah...
Zaina lalu keluar dan menghampiri Bagas.Bagas berkata, bukan Ratih pembunuhnya.
"Kenapa?
"Karena dia bukan orang yang mampu membunuh. Jika kucing membawa tikus mati, dia akan menaruhnya dalam kotak dan menguburnya. Dia juga tidak punya motif. Dia adalah pencari nafkah untuk keluarganya dengan menjadi pembantu. Untuk apa dia melakukan hal yang akan membuatnya dipecat? Dia tidak tahu cara membaca dan dipandang rendah oleh semua orang seumur hidupnya. Tetapi dia masih mengatakan dunia adalah tempat yang baik. Untuk apa dia membunuh seseorang?
"Siapa kau?
"Aku putranya. Wanita yang kau temui,Ratih... Aku adalah putranya.
"Lalu, apa kau sengaja mendekatiku? Apa TAP yang mengirimmu?
"Tidak. Aku bertemu denganmu secara kebetulan.
"Kebetulan? Kalau begitu beri tahu aku. Apa yang telah kau lakukan jika ibumu bukan pembunuhnya? Kau adalah putranya! Dan kau adalah seorang pengacara.
"Kemarin aku juga bertemu dengannya untuk pertama kalinya. Untuk pertama kalinya setelah 15 tahun.
Flashback...
Bagas kecil duduk di tepi Sungai , seorang diri.
Setelah duduk berjam-jam disana, Bagas kemudian bangun dan melihat Pak Reza duduk tak jauh darinya, sambil minum-minum.
Bagas lantas berdiri. Ia mau pergi tapi kemudian ia terpeleset dan pingsan.
__ADS_1
Melihat itu, Pak Reza langsung mendekati Bagas
Pak Reza lantas membawa Bagas ke rumahnya.
Bagas sendiri yang baru siuman, kaget mendapati dirinya di tempat asing.
Pak Reza kemudian datang, membawa makanan dan menyuruh Bagas makan.
Bagas diam saja dan menatap sekelilingnya dan menemukan foto Pak Reza bersama istri dan anaknya di atas meja dekat TV.
"Pakaian Bagas muat untukmu.
Bagas lalu melihat pakaian yang tengah dipakainya. Itu adalah pakaian Bagas, sama seperti yang dikenakan Bagas di foto.
"Apa kau mau menjadi putraku?
Bagas tidak menjawab dan mulai makan. Ia makan seperti orang yang kelaparan.
Flashback off....
"Begitulah caraku menjadi Bagas, putra ayahku yang bahkan tidak mendapatkan sertifikat kematian.
"Kenapa kau tidak bisa menemui ibumu?
"Dia menolak menemuiku. Aku yakin Direktur Irma pasti mengancamnya.
"Dia mampu melakukan hal itu, bahkan lebih.
"Ibuku bukan pembunuhnya.
"Akulah orang yang menyaksikan kejadian itu!
"Semua itu kebetulan. Aku menjadi pengacara untuk membuktikan ketidakbersalahan ibuku. Tapi, seolah kasusnya tidak ada. Aku tidak bisa menemukannya. Dan kemudian aku bertemu denganmu. Dan di sinilah kita sekarang.
Sekarang, Zaina dan Bagas sudah di taksi.
Zaina memandang keluar jendela, lalu ia menatap Bagas, kemudian memalingkan lagi wajahnya ke jendela.
Bagas kemudian menatap Zaina.
"Aku tidak tahu bahwa aku tidak akan bisa kembali ke indonesia untuk waktu yang lama saat aku dikirim ke Amerika.
Flashback...
Di Amerika, Zaina sedang party bersama teman-temannya.
Selesai party, Zaina langsung kembali ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya.
Kamarnya terlihat berantakan dan penuh barang.
Zaina kemudian menerima pesan yang membuatnya terkejut. Zaina menerima pesan bahwa pembunuh ibunya masih berkeliaran.
"Satu-satunya hal yang bisa aku lakukan setelah dibuang ke Amerika adalah makan, minum, dan berpesta untuk melupakan siapa aku. Jika pembunuh sebenarnya ada di luar sana, aku harus menemukannya. Orang yang membunuh ibuku dan menghancurkan hidupku. Begitulah caraku mendapatkan tujuan hidupku. Tidak, aku membuatnya menjadi tujuanku. Karena aku tidak ingin menjalani kehidupan yang tidak berarti lagi. Setelah itu, aku melakukan riset di ruang VIP kelub dan mulai belajar lagi.
Zaina mulai belajar lagi di kamarnya, sementara di bawah, temannya sedang berpesta.
Flashback off...
Zaina dan Bagas sekarang duduk di kafe.
"Kau penasaran kenapa harus di kelub? Karena aku harus berpura-pura sedang berpesta. Aku diawasi 24 jam penuh. Tidak ada artikel tentang pembunuhan ibuku. Bagaimana bisa tidak ada satu pun artikel pun tentang pembunuhan menantu perempuan sebuah perusahaan besar? Dan aku tidak dapat menemukan informasi apa pun di indonesia. Ketika aku mencoba melacak sesuatu, aku selalu diblokir. Dan setelah beberapa hari, situs itu ditutup. Aku mulai menaruh kecurigaan bahwa ada sesuatu di balik itu. ucap Zaina
"Aku tahu. Aku juga mencarinya.ucap Bagas
__ADS_1
" Tapi, aku menemukan artikel yang menarik. Lima tahun setelah pembunuhan itu terjadi, kasus ibuku disebutkan di sebuah artikel yang menceritakan tentang keluarga WP Grup. Tetapi setelah beberapa hari, artikel itu juga menghilang. Pasti TAP menanganinya. Kau bertanya padaku hal yang kuinginkan, bukan? Hal yang kuinginkan adalah mengetahui kebenaran di balik pembunuhan itu. Itu sebabnya, aku menginginkan TAP. TAP mampu menggoyahkanku dan mengawasiku. Mereka juga tidak akan membiarkanku melakukan apa pun yang sungguh mau kulakukan. Itu sebabnya aku akan mengambil alih TAP dan menghancurkannya. Kurasa kita punya tujuan yang sama. Aku telah menunggu selama 15 tahun. Batas waktu penuntutan belum berakhir. Pertama-tama, aku harus menjadi CEO dulu.