Keluarga Yang Anggun

Keluarga Yang Anggun
Episode 6


__ADS_3

Bagas berjalan menyusuri tepi trotoar sambil celingukan mencari sebuah gedung. Tak lama, ia menemukan gedung yang dicarinya, ' Butik Wedding'.


Setelah Bagas masuk,, Zaina muncul di belakangnya, dengan mobilnya. Seorang petugas valet membukakan pintu mobil Zaina . Zaina turun dan masuk ke dalam gedung baju, yang letaknya bersebelahan dengan gedung yang dimasuki Bagas tadi.


Begitu masuk, Zaina langsung disamperin petugas butik.


"Apa Anda Nona Zaina ?"


"Ya."


"Kami menerima teleponnya. Kami punya pelanggan yang mendadak datang dan Anda harus menunggu 10 menit."


"Tidak apa-apa."


"Terima kasih. Aku akan membawakanmu teh."


Pegawai butik kemudian pergi. Zaina duduk dan membaca-baca majalah.


Saat lagi membaca majalah, Zaina mendengar teriakan wanita dari dalam.


"Jadi apa? Istri Pimpinan WP Grup lebih penting daripada aku!"


Mendengar nama WP disebut2, Zaina jadi tertarik.


Khairani yang digilai ayah Bagas , sedang marah2 pada pegawai butik.


"Dia lebih memilih penampilan yang elegan, dan dia tidak suka menunjukkan kulitnya." ucap pegawai butik.


"Apa? Jadi, dia elegan, dan aku tukang pamer?" Khairani sewot.


"Kau pandai membuat orang marah! Lakukan saja yang diperintahkan. Jika kusuruh kau untuk menunjukkannya, tunjukkanlah!  Kau hanya seorang penjahit. Beraninya kau mengatakan hal yang harus kulakukan? Apa aku lelucon? Apa aku begitu!!" ucap khairani sambil menoyor kepala si pegawai butik.


Zaina masuk. Khairani penasaran siapa Zaina.


"Aku penasaran siapa yang memakai ruang VIP dan tinggal terlalu lama. Ternyata Khairani.


"Kau sedang menunggu. Aku belum selesai dengan konsultasiku.


"Kau bisa menutup mulutmu dan menyingkir? Kau punya status sosial. Kau seharusnya berhenti.


"Beraninya kau memerintahku?


" Cepatlah mengakhirinya selagi aku bersikap baik.


Khairani geram. Ia berniat menampar Zaina tapi Zaina menepis tangannya.


Khairani yang tambah kesal, berupaya memberi Zaina pelajaran tapi ia malah dikerjai sampai jatuh. Zaina tersenyum senang bisa mengerjai Khairani .


Khairani mencopot sepatunya dan melempari Zaina .


Zaina berbalik, menatap Khairani dengan wajah dingin, lalu menyepak sepatu Khairani dan turun ke bawah.


Khairani mengambil sepatunya dan menyusul Zaina ke bawah. Di bawah,Zaina masih mengerjai Khairani.


Orang2 yang lalu lalang di depan butik, langsung berkumpul melihat Khairani .


Bersamaan dengan itu, Bagas keluar dari butik di sebelah butik yang dimasuki Zaina. Penasaran melihat orang2 berkerumun di depan butik, Bagas mendekat dan mencoba mencari tahu dan ia pun kaget melihat Zaina kejar2an dengan Khairani di dalam butik. Zaina lantas menyuruh Khairani berhenti.


"Hei, apa itu?. ucap khairani menunjuk ke sembarang arah


Zaina menoleh ke yang ditunjuk Khairani. Saat Zaina lengah, Khairani berniat memukul Zaina dengan sepatunya tapi ketahuan oleh Zaina. Maka Zaina pun langsung memelintir tangan Khairani, lalu menekan tubuh khairanike meja dan mengambil sepatu Khairani. Zaina mengayunkan tangannya, hendak memukul Khairani dengan sepatu. Tepat saat itu, Bagas masuk dan menghentikan Zaina.


"Menyerang dengan senjata yang mematikan? Aku takjub. Haruskah kita mengunjungi  kantor polisi lagi?


"Itu bukan urusanmu. Menyingkirlah. ucap Zaina


Bagas menatap Khairani.


"Kau baik-baik saja? Apa kau terluka?

__ADS_1


"Punggungku... ucap khairani


"Ayahku adalah penggemarmu.


"Senang bertemu denganmu. Terima kasih banyak.


Lalu Bagas menatap marah Zaina dan merebut sepatu Khairani di tangan Zaina.


"Aku paham bahwa kau iri dengan kecantikannya, tapi bukankah itu kekanak-kanakan? Aku bisa melihat bahwa kau berolahraga. Pemegang sabuk hitam dengan senjata merupakan serangan khusus.


"Tidak apa-apa. Ini pelanggaran pertamaku dan aku kaya.


Zaina menendang kaki Bagas . Sontak, Bagas kesakitan.


Setelah itu, Zaina mau pergi tapi Khairani menangkapnya.


"Kau mau ke mana?


"Lepaskan aku! Lepaskan!


Irma , bersama Ray dan anggota Ray tiba di butik.


Irma melirik Ray , mengurus orang2 yang berkerumun di depan butik.


Ray mengerti, lalu masuk bersama Irma . Sementara anggota Ray menyuruh orang2 yg berkerumun masuk ke dalam.


Begitu Irma muncul, Khairani protes karena Irma lama sekali. Khairani lantas minta Irma menahan Zaina .


Zaina sontak heran dan minta penjelasan Irma .


Khairani juga heran Zaina mengenal Irma .


Irma pun memberitahu Khairani siapa Zaina .


Khairani terkejut.


"Jadi, dia adalah  psikopat yang 15 tahun di New York? Orang gila itu?


"Kenapa TAP menjaga wanita ini?


"Dia model eksklusif WP Grup, jadi, kami mendukungnya seperti keluarga.


"Lebih tepatnya dia disponsori. Dia berkencan dengan siapa? kakak rayhan, ata Rayhan? Atau.... Zaina menatap Khairani , ... ayah?


"Itu tidak benar.


" Aku tidak peduli Ayah berkencan dengan siapa, tapi dia harus memilih seseorang yang berkelas.


Khairani kesal, beraninya kau!


"Hanya itu yang bisa kau katakan! Kau sudah lulus sekolah dasar! Kau pasti belajar tentang bergantian. Atau kau lupa karena kau bodoh?


Khairani yang kesal,, hanya bisa menangis seperti anak kecil di lantai.


Diluar, Irma membagi-bagikan surat kesepakatan pada orang2 yg menonton perkelahian Zaina dan Khairani. Irma bilang, hanya orang2 yang menandatangani surat itu lah yang akan mereka berikan uang. Sontak orang2 itu antusias menerima surat kesepakatan.


"Tapi,  jika kalian membahas ini dalam cara atau bentuk apa pun, kalian harus membayar tiga kali lipat jumlahnya sebagai hukuman.


Setelah orang2 itu pergi, Irma mendekati Bagas.


"Kita pernah bertemu.


"Aku tidak akan menandatangani itu.


"Apa uangnya tidak cukup?


"Astaga, bukan. Aku tidak merekam apa pun.


"Kau menyaksikan semuanya. Kami tidak bisa tenang kecuali kau menandatanganinya.

__ADS_1


"Hanya karena ku mau aku menandatangani itu, tidak berarti aku harus melakukannya. Aku penggemar Nona Khairani dan tidak akan membicarakan ini.


Ponsel Bagas berdering. Bagas pun langsung keluar .


Diluar, Bagas menjawab teleponnya. Zaina keluar dan menguping pembicaraan Bagas .


"Kau mau menambah depositnya? Kami sudah kesulitan dengan bisnisnya. Tidak bisakah Anda membantu kami... Halo?


Si penelpon memutus teleponnya.


Zaina langsung mendekati Bagas .


"Kenapa menolak? Kau butuh uang. Kenapa sombong?


"Kau terus berbicara merendahkanku. Aku hanya menerima uang hasil kerjaku. Orang seperti aku memang ada, puas?


Zaina mengambil ponsel Bagas dan memasukkan nomornya.


"Hubungi aku. Aku akan membayarmu banyak. Bekerjalah denganku.


Bagas mengambil kembali ponselnya dan beranjak pergi.


Tak lama kemudian, Irma dan Ray keluar. Zaina pun menghampiri Irma .


"Khairani adalah ibu si kecil Sean? Apa ada saudara lain yang tidak kuketahui?


"Tidak. ucap irma dengan datar


lKurasa tidak ada yang kau tidak ketahui.


Zaina kembali ke butik.


Bagas menyusuri tepi jalan dengan wajah lirih. Tak lama kemudian, ia tiba di restoran ayahnya. Bagas tak langsung masuk. Ia menatap lirih ayahnya yang sedang membereskan meja.


Bagas bicara dengan ayahnya.


"Ayah, ini terlalu sulit. Bagaimana jika kita menutupnya?


"Ini sama sekali tidak sulit.


"Ayah makin tua, dan aku akan menghasilkan banyak uang begitu memulai di firma. Ayah bisa beristirahat.


"Apa kasus ini tidak berhasil? Aku menjual daging sapi o untuk memberimu makan dan pakaian. Juga mengirimmu ke perguruan tinggi. Sekarang aku punya banyak pelanggan. Aku harus bekerja selama aku bisa. Apa kau sudah berbicara dengan pemilik gedung? Dia terus berbicara tentang deposit, jadi, aku menyuruhnya meneleponmu. Putraku pengacara dan aku bisa tampil berani sekali ini. Dia terlalu malu untuk meminta uang lagi kepadamu, bukan?


Bagas berbohong, mengatakan bahwa si pemilik gedung yang menghubunginya tadi tidak mengatakan banyak hal.


Di kamarnya, Zaina sedang membaca laporan keuangan WP Grup. Tapi dia tak bisa konsentrasi.


Zaina lantas membaca pesan di ponselnya.


"Pelaku sebenarnya adalah orang lain. Ada kebenaran tersembunyi di balik pembunuhan Zakira permana. Ada orang yang punya motif solid untuk pembunuhan."


Lalu Zaina membaca pesan di ponselnya yang satu lagi. Ya, Zaina punya dua ponsel.


"Pimpinan senior sedang sakit parah."


" Mereka selalu mengirim pesan dari nomor yang sama. Siapa itu?


Sambil tiduran, Bagas sedang memikirkan tawaran Zaina tadi.


"Hubungi aku. Aku akan membayarmu banyak. Bekerjalah denganku.


Bagas pun bangun dari tidurnya. Ia meraih ponselnya dan memencet nomor Zaina, tapi kemudian ia membatalkan panggilannya.


"Astaga. Aku sudah gila. Aku tidak bisa memercayai orang gila itu.


Bagas kembali tiduran, tapi ponselnya tiba2 saja berdering.


"Ya hallo...

__ADS_1


"Kenapa tidak menelepon? Kita bertemu besok. ucap Zaina


__ADS_2