
"Aku tidak melihat anak itu" kata irma yang menatap layar komputer hani
"Hani yang bingung melihat komputernya dan mencari yang irma inginkan
"Dia pasti menyelinap" kata hani
"Kapan?"kata irma
"Tiga puluh menit yang lalu" kata hani
"Temukan dia" kata irma
"baik" kata hani
Hani kembali ke komputernya dan melihat CCTV keamanaan Grup
"Dia di warnet dekat sana? kata hani
"Hubungi ketua tim ray" kata irma
"Baik" kata hani
"Ketua tim ray aku mau kau menjemput anak itu" kata irma melalui telepon
Di warnet laki-laki muda yang masih duduk di bangku SMA sedang sibuk dengan game yang sedang di mainkan nya di komputer nya
"Multikill" kata laki muda
"Baik"
2 orang pengunjung warnet masuk ke dalam warnet dan di sambut oleh pemilik warnet
"Permisi tuan" kata pemilik warnet
"Tidak ada kursi kosong"
"Maaf semua ini kosong" kata pengunjung
"Astaga" pemilik warnet
"Ini kosong" menunjuk kursi kosong yang berada di sebelah laki" muda
"itu.." belum sempat menyelesaikan bicara nya pengunjung menahan nya dan mengertak nya
"Diam kau"kata pengujung
"kamu tidak jago" menatap ke arah laki" muda itu
"Geser tas mu"
Laki-laki muda itu mendegus
"Tidak" kata laki-laki muda
"Aku tidak bisa fokus jika ada orang di sebelah ku, aku juga membayar untuk kursi itu
__ADS_1
"Apa? kmu hanya seorang anak kecil" kata pengunjung
" Hai nak" kata pengunjung yg lain
"Kamu kaya?" pengujung itu melihat setumpuk uang yang berada di meja komputer laki-laki muda itu
"Oke pinjami kami uang"
"Tentu" kata laki-laki muda itu dengan santai
"Baiklah kalau begitu" kata pengunjung yang lain dan mengambil beberapa lembar uang "Terima kasih"
"Kapan kau akan membayar ku kembali?" kata laki-laki muda yang meminjam uang nya tadi
"Apa?" kata pengujung
"Kamu tidak bisa meminjamnya jika tidak bisa membayarnya. Apakah kmu seorang pengemis?" kata laki- laki muda itu menoleh kebelakang nya dengan muka tidak suka
"Apa dia gila" kata pengunjung itu
"Mari berbicara" lalu menarik kursi dan hendak duduk laki-laki muda itu mendorong kursi itu kebelakang hingga pengunjung itu terjatuh ke lantai dan meringis sakit pada kepala nya yang terbentur. Pengujung lain hendak memukulnya tapi langsung di tahan oleh ray
"Bahu ku sakit" kata pengunjung. Laki-laki muda itu menoleh ke belakang dan mendengus kesal karna melihat ray
"Siapa kamu" kata pengunjung
"Lepaskan aku"
"Lepaskan!" berteriak
Ray mengambil tas laki-laki muda itu.
"Tuan muda, kita harus pergi" kata ray
Laki-laki muda itu mendegus kesal dan mengambil uang yang terletak di atas meja lalu mereka, saat hendak keluar laki-laki muda itu menoleh kebelakang mencibir pengunjung yang menggangunya tadi
Nama laki-laki muda itu "Sean permana pewaris bungsu WP Grup
Di dalam ruang kerja seorang pelayan meletekan minuman untuak seorang wanita yang sedang melakukan wawancara dengan laki-laki muda
"Permisi" kata pelayan meletekan minuman diatas meja.
diangguki oleh laki-laki muda itu
Huuuh kata wanita itu sambil mengoyangkan kerah baju nya
"Disini panas" kata wanita itu, lalu membuka kancing kemeja bagian atasnya dan mengembangkan sendikit kerah nya
"Baiklah. Mari kita dengarkan filosofi tentang kepemimpinan" kata wanita yang menunjukan sikap genitnya
Wanita itu bersikap genit dan menoleh ke samping lalu memain kan anting panjang nya. Laki-laki muda itu telihat bingung dan mendegus kesal
"Kenapa kamu terus melakukan hal yang tidak berguna saat wawancara?" kata laki" muda itu
"Pertanyaan mu juga membosankan"
__ADS_1
"Apa tujuan mu?"
"Untuk merayuku?"
"Maka, kamu harus lebih sempurna."
"Secara keseluruhaan pakainmu. Gaya keseimbanganmu terlalu..." kata laki-muda itu di potong oleh wanita itu
"Maaf, Direktur zean!"
"Ini pelecehan seksual. Alih-alih laporan khusus, aku akan menulis tentang tuntutan hukummu. Aku meragukannya"
Laki-laki itu hanya menganguk sambil tersenyum heran
seorang wanita berambut pendek datang menhampiri mereka yang sedang berdepat
"Aku mengerti alasan Direktur zean salah paham."
"Apa?. Reporter kim." kata wanita yang melakukan wawancara
"Kapan kamu bergabung dengan majalah global? kata wanita berambut pendek
"Apa? kenapa kamu peduli" kata wanita yang wawancara dengan nada yang kesal
"Kepala editormu baru saja menikah dengan CEO JK Grup." kata wanita berambut pendek
"Kepala editormu sebelumnya menikahi CEO YJ. Yang sebelum nya menikahi CEO WP Grup"
"Ku dengar kamu sedang berkencan dengan pengacara terkenal. Apa kamu sedang berganti pasangan?" kata wanita berambut pendek dengan senyum jahatnya
"Maaf ketua tim tasya!"
Wanita berambut pendek itu berjalan kearah wanita yang sedang melakukan wawancara dengan tatapan datar dan tangan di lipat kan di dada
"Apa kamu akan menuntut" kata ketua tim tasya
"Silahkan."
"Jika kamu mau membuat Direktu zean terkesan,setidaknya berinvestasilah dengan gaji tahunanmu. Jangan meminjam perhiasan desainer bekas. Itu sungguh murahan.
wanita yang wawancara itu mendengus kesal dan langsung pergi. tasya hanya tersenyum jahat
"Ketua tim tasya" kata zean. tasya langsung menoleh kebelakang
"Jangan lagi melakukan wawancara murahan."
"Maafkan aku" kata tasya dan menunduk
Zean berdiri dan menatap kalung yang di pakai tasya dan tersenyum. tasya yang mulai risih dengan tatapan direkturnya memundurkan satu langkah kebelakang
"Kalung yang bagus" kata zean
"Zean permana, pewaris kedua WP Grup"
"
__ADS_1